Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 97 - Situasi Putus Asa Feng Luansan


__ADS_3

Setelah mendengar permintaan Yun Tian, kedua mata Roh Phoenix sedikit berkedip, dia berkata sekali lagi, “Bisa saja... Tapi apakah kau benar - benar akan meminta permintaan yang tampak tidak menguntungkan bagimu?”


“Ya, aku yakin dengan permintaanku sendiri.” Jawab Yun Tian tanpa ragu - ragu.


“Apa alasannya?” Tanya Roh Phoenix.


Yun Tian berkata dengan serius sambil tersenyum, “Mereka akan berguna di masa depan, semua pemuda - pemuda Phoenix Clan memiliki bakat yang sangat baik, tidak ada salahnya menerima beberapa orang - orang setia seperti Phoenix Clan menjadi teman.”


“Aku mengerti...” Roh Phoenix sedikit berkedip, segera suaranya terdengar dan bergema di telinga Yun Tian lagi, “Aku akan menerima permintaanmu, dalam beberapa jam segel di tubuh mereka akan segera menghilang dan mereka tidak akan dibatasi oleh usia. Kultivasi mereka juga akan terus meningkat.”


“Sekarang, biarkan aku mengirimmu keluar. Orang - orang Phoenix Clan sekarang sedang mengalami masalah krisis yang sangat besar, hanya kau yang bisa menyelematkan mereka sekarang, jadi pergilah...”


Suara Roh Phoenix perlahan memudar, kedua mata emas kemerahan yang bersinar terang langsung tertutup dan menghilang.


Pandangan Yun Tian terdistrosi sekali lagi, dan dia langsung terteleportasi keluar Ujian Altar Phoenix tersebut.


***


Kembali ke sisi Feng Luansan.


Dia sekarang sedang berlari keluar dari Formasi Pelindung Phoenix Clan, Feng Luansan terus bergegas keluar dengan kecepatan tercepatnya.


Saat dia melihat sekeliling, Feng Luansan mencoba mengamati situasi diluar, dalam sekilas dia sudah mengetahui beberapa barisan regu kelompok Three Star Palace.


Sambil mengangkat pedang merahnya di samping pinggang, dia langsung berlari menuju regu kelompok Three Star Palace yang terlemah.


Di regu kelompok yang akan ia serang, tidak ada keberadaan seperti tetua ketiga dan kelima di dalamnya. Regu Kelompok itu hanya terdapat delapan orang, yang semua dari mereka memiliki kultivasi Nescent Soul awal.


Ini tidak dirugikan lagi merupakan situasi terbaik bagi Yun Tian.


Dengan kultivasinya yang berada di ranah Nescent Soul tingkat sembilan beserta kekuatan tempurnya yang tidak kalah dengan kultivator tingkat Earth Realm.


Pada dasarnya, tidak mungkin bagi seorang kultivator ranah Nescent Soul tingkat awal untuk menghentikannya, bahkan jika itu berjumlah selusin sekalipun.


Anggota Three Star Palace mendengar langkah kaki yang datang dari kejauhan.


Saat mereka melihat ke asal suara langkah kaki itu, dia langsung terkejut dan berteriak dengan keras.


“Feng Luansan! Kau sudah keluar?!... Cepat - cepat pergi beritahu tetua ketiga!”


Melihat Feng Luansan yang datang bergegas kepada mereka secara tiba - tiba, mereka ingin bergegas pergi untuk memberitahu tetua ketiga.

__ADS_1


Namun sebelum mereka bahkan memiliki kesempatan untuk kabur, Feng Luansan telah berada di depannya.


Swosh!


Dia mengangkat pedang merahnya ke atas dan mencengkeramnya dengan kuat, lalu menebas mereka sampai mati dalam sekejap mata.


Setelah membunuh ke delapan pakar Three Star Palace, pandangan Feng Luansan akhirnya beralih ke tenda yang telah disiapkan oleh orang - orang Three Star Palace.


Tampaknya di dalam tenda itu terdapat sumber daya makanan dan minuman yang cukup banyak.


Menaruh kembali pedangnya ke pinggang, Feng Luansan bergegas dengan cepat melaj ke depan saat dia menerobos barikade dari lusinan orang - orang Three Star Palace.


Dia akhirnya sampai di tenda dalam kurun waktu kurang dari satu menit, sambil memegang cincin penyimpanan yang ada di tangan kirinya, dia ingin segera mengambil sumber daya makanan dan minuman tersebut.


Boom!


Boom!


Namun tiba - tiba terdengar suara dua ledakan badai berbahaya yang membawa gelombang kejut kencang.


Swosh!


Swosh!


Kedua orang yang mengepungnya adalah Tetua ketiga dan tetua kelima.


Saat Feng Luansan sedang berpikir untuk keluar dari situasi ini, tiba - tiba sebuah pedang sayatan yang cukup tajam datang ingin menebasnya dengan keras.


Ding!


Feng Luansan bereaksi cukup cepat, ia berhasil menahan serangan sayatan itu dengan pedang merahnya, dan dia dibuat mundur beberapa langkah.


Orang yang menyerangnya barusan adalah tetua kelima.


Keduanya berdiri di depan Feng Luansan sambil tersenyum kejam, dan tertawa kasar.


“Feng Luansan! Aku sudah tahu kau pasti akan melakukan hal seperti ini, menerobos keluar secara paksa. Tsk... tsk, kami berdua memang sudah lama menunggu anda.” ucap tetua ketiga sambil menjilati sudut bibirnya dan menatap kearah Feng Luasan dengan niat membunuh yang luar biasa.


“Tetua ketiga! Kau harus berhati - hati, bocah ini... walaupun kultivasinya lebih rendah dari kita, namun dia memiliki kekuatan tempur yang lebih kuat dari diriku sendiri.” Tetua kelima berkata dengan waspada.


“Kau terlalu banyak basa - basi, tetua kelima... mungkin dia lebih kuat darimu, tapi kau pasti tahu kan? Kekuatanku sendiri jauh melebihi anda, dan dari evalaluasimu sebelumnya, kau sendiri bilang bahwa aku masih lebih kuat.”

__ADS_1


Ditengah tawa meremehkan Tetua ketiga, tiba - tiba pedang merah dengan Api Phoenix yang berkibar berayun ke arah tetua ketiga.


Swosh!


“Hmph... Tidak kubiarkan berhasil!”


Tetua ketiga mendengus dengan dingin, dia melengkungkan tubuhnya kebelakang dan berhasil menghindari serangan mendadak Feng Luansan.


Belum selesai sampai situ, setelah berhasil menghindari serangannya, tetua ketiga mengepalkan tangannya dengan kuat.


Woosh!


Energi angin yang kuat muncul di tangannya, tetua ketiga langsung menyerang balik Feng Luansan dengan tinju angin miliknya itu.


Boom!


“Uhuk!”


Feng Luansan tampak terpukul keras saat tinju angin milik tetua ketiga dengan tepat mengenai perutnya.


Dia terlempar beberapa puluh meter jauhnya, dan memuntahkan seteguk darah yang besar.


Feng Luansan tergeletak di tanah, saat dia berusaha untuk berdiri susah payah.


Dia memiliki senyum pahit dimulutnya, Qi Spirtual yang dia miliki sekarang hanya dua puluh persen dari aslinya, dan juga dia sekarang masih dalam periode kelaparan dengan tubuh lemah.


Setelah diserang oleh tetua ketiga, tubuh Feng Luansan sekarang hampir mencapai batasnya, organ dalam tubuhnya bekerja dengan tidak stabil dan nafasnya pun tampak tidak teratur.


Dengan kondisi yang dia miliki sekarang, tidak mungkin untuk melarikan diri dari tangan tetua ketiga dan tetua kelima Three Star Palace, apalagi mengalahkan mereka.


Mungkin jika dalam keadaan normal, dia masih bisa menandingi mereka selama sesaat dan kabur dengan mudah, tapi tidak ada 'jika' dalam hidup ini.


Melambaikan pedang merahnya kelangit, Feng Luansan dengan putus asa melepaskan energinya yang tersisa, tampaknya dia akan melakukan serangan ke tanah dan membuatnya terlempar kembali ke arah Formasi Pelindung Phoenix Clan.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.

__ADS_1


__ADS_2