
Qin Yu merasa bahwa dirinya adalah seorang jenius langka, namun saat dia menghadiri turnamen seleksi Sky Sword Sect, kepercayaan dirinya langsung melonjak turun. Dia menyadari bahwa ia adalah seorang katak di dalam sumur yang baru melihat dunia luar.
Dia bahkan dibuat lebih terkejut karena seseorang yang berasal dari kota yang sama dengannya yaitu Yun Tian ternyata bisa sekuat itu.
"Aku tidak boleh seperti ini, aku harus tenangkan pikiranku karena pertandingan duel ku telah dimulai, aku tidak boleh mengecewakan keluarga Qin." batin Qin Yu sambil menggelengkan kepalanya berusaha menenangkan pikirannya.
Dia langsung memfokuskan pikirannya dan menatap Xuan Ling dengan sigap.
"Kudengar dia juga berasal dari kota Huang sama denganku dan kalau tidak salah dia adalah perwakilan dari keluarga Yun, cukup beruntung lawanku bukan berasal dari kota - kota besar, tapi aku tetap tidak boleh meremehkannya, bisa jadi dia sama mengejutkannya dengan pemuda bernama Yun Tian itu." batin Qin Yu.
Ding Dong!
Suara lonceng terdengar yang menandakan bahwa duel pertandingan arena telah dimulai.
Xuan Ling langsung menjadi sigap, dia mengencangkan pedang yang berada di pinggangnya.
Disisi lain Qin Yu telah melakukan gerakan pertama, dia berlari ke arah Xuan Ling dengan kecepatan penuh.
Swosh!
Dalam beberapa detik jarak Qin Yu telah beberapa meter dengan Xuan Ling, Qin Yu mengangkat pedang dengan kedua tangannya dia memutar tubuhnya lalu melompat ke atas.
Qin Yu terlihat berdiri di langit, dia menurunkan tubuhnya dengan cepat ke arah Xuan Ling sambil mengayunkan pedangnya sekuat mungkin.
"Tebasan Membelah Awan!"
Qin Yu mengeluarkan teknik skill miliknya yaitu 'Tebasan Membelah Awan' tepat ke arah Xuan Ling.
Xuan Ling menanggapi tersebut dengan tersenyum tipis, dia menarik pedang dari pinggangnya, lalu mengayunkannya dengan kuat membalas serangan Qin Yu.
Boom!
Boom!
Dua tebasan pedang saling mengenai satu sama lain, terlihat Xuan Ling masih berdiri dengan tenang, disisi lain Qin Yu tampak penuh luka darah menetes dari sudut bibirnya.
"Kamu... kamu berada di Body Tempering tingkat 9?"
Merasakan aura Qi Xuan Ling, Qin Yu tampak sangat terkejut, namun dia masih berusaha untuk berdiri dengan tegak dan tidak memilih menyerah.
__ADS_1
"Tidak, aku tidak boleh menyerah, setidaknya aku harus membawa perlawanan terhadap wanita ini, aku tidak ingin mempermalukan keluarga Qin ku!"
Qin Yu berdiri dan melesat maju ke arah Xuan Ling, dia mengayunkan pedangnya ke arah wanita itu namun serangannya selalu di hindar oleh Xuan Ling setiap saat.
"Gerakan mu masih terlalu kaku, kuatkan langkahmu..."
"Serangan mu masih kurang cepat, rapatkan kakimu dan ayunkan lebih kencang..."
"Atur kan nafas mu dengan baik, supaya stamina mu tidak cepat habis..."
Sambil menghindar serangan Qin Yu, Xuan Ling juga memberi saran dan komentar terhadap kemampuan berpedangnya, dia bisa mengajari tersebut karena perbuatan Yun Tian, saat Xuan Ling dan Yun Tian latih tanding Yun Tian pasti selalu memberi saran dan komentar atas kemampuan berpedang Xuan Ling supaya menjadi lebih baik.
Qin Yu tidak membatah melainkan hanya terus mendengarkan dan memperagakan hasil dari saran Xuan Ling.
Banyak penonton dari tribun sangat kagum dan juga bingung melihat hal tersebut.
Mereka kagum karena Xuan Ling bisa memberi saran dan komentar lebih baik dalam kemampuan berpedang Qin Yu.
Mereka juga sedikit bingung, bukannya ini arena duel? Mengapa mereka berdua tidak saling bertarung melainkan belajar?
Yun Tian yang melihat hal itu hanya tersenyum tipis.
Di area VIP Huan Ziling dan Gong Muzi juga cukup terkejut.
"Terlihat dari kata - kata wanita itu, tampaknya pemahaman kemampuan berpedangnya tidak kalah dengan kita."
"Cukup mengejutkan, siapa yang mengajarinya?"
Kembali ke arena duel, Qin Yu saat ini masih terus menyerang Xuan Ling sambil mendapatkan beberapa pemahaman darinya, namun tiba - tiba langkahnya berhenti.
"Cukup, aku menyerah, bahkan jika aku dan kamu berada di tingkat yang sama aku tetap akan kalah dengan mudah, kemampuan mu dalam berpedang jauh lebih unggul dariku, terimakasih banyak atas sarannya!" ucap Qin Yu memilih menyerah sambil menangkupkan tinjunya.
Lalu dia langsung menyarungkan pedang ke pinggangnya kembali, dan berjalan ke area peserta.
"Pemenang pertandingan ini adalah Xuan Ling!"
Para penonton langsung bersorak dengan keras, banyak yang kagum atas kehebatan Xuan Ling, terutama para laki - laki, banyak dari mereka memandang Xuan Ling seperti idolanya.
Walaupun wajah Xuan Ling masih ditutupi cadar, terlihat jidat dan matanya menandakan bahwa wanita itu cantik.
__ADS_1
Xuan Ling dengan cepat kembali ke area peserta meninggalkan arena duel.
Pertandingan pun terus berlanjut hingga beberapa jam, sampai akhirnya saatnya untuk Yun Jiang memasuki arena duel.
Lawan Yun Jiang saat ini adalah pemuda dari kota lain, tingkat kultivasi pemuda itu sama dengannya, setelah bertarung hampir 1 jam, pertandingan itu dimenangkan oleh Yun Jiang degan kemenangan tipis.
Kemampuan bertarung Yun Jiang dan lawannya tampak terlihat seimbang, namun tekad Yun Jiang untuk menang lebih tinggi.
Pertandingan masih terus berlanjut hingga akhirnya babak pertama telah selesai.
Saat waktu istirahat, Yun Tian berjalan ke area penonton yang disana terlihat Yun Mu Rong dan Yun Mubai.
Yun Mu Rong yang melihat putranya menghampirinya langsung berdiri dan tersenyum tipis.
"Selamat nak berhasil lulus di ronde pertama..."
"Tidak apa - apa bu, ronde pertama hanyalah awal, masih terlalu dini untuk merayakan nya."
Terlihat Yun Mubai juga di sebelah Yun Mu Rong, dia langsung menghampiri Yun Tian dan menepuk pundak cucunya.
"Tidak aku sangka kemampuan mu bisa sejauh ini, bukan hanya kekasihmu yang mengejutkan, kamu bahkan lebih mengejutkan darinya..." ucap Yun Mubai.
"Kekasih? Siapa kekasihmu Tian'er? Apakah itu Ling'er?" tanya Yun Mu Rong bingung.
“Emm... Ya, itu adalah Ling'er bu, dia kekasihku...” jawab Yun Tian sambil mengedipkan matanya ke pada ibunya.
Yun Mu Rong yang tampak bingung melihat kedipan mata Yun Tian, tiba - tiba ia langsung mengerti bahwa putranya berusaha berbohong kepada Yun Mubai, walaupun Yun Tian tampak sangat menyangi Xuan Ling, hubungan mereka belum sampai sejauh kekasih.
“Oh ya nak? Mengapa kamu tidak membawa Ling'er kesini? Sedang apa dia?” tanya Yun Mu Rong.
“Aku sebenarnya ingin membawanya kesini, namun aku melihat dia sedang asik mengobrol dengan teman barunya itu bernama Qin Yu, jadi aku memilih untuk tidak menggangunya.” jawab Yun Tian.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1