Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 87 - Ujian Hati


__ADS_3

Untuk terakhir kalinya, Yun Tian memutahkan darah yang besar lagi dari mulutnya.


Menatap langit dengan lemas, Yun Tian melihat ledakan besar di langit tampak seperti petasan namun memiliki daya ledak yang ratusan kali lebih kuat.


Pada gelombang terakhir itu, Yun Tian telah menggunakan ketujuh elemen di tubuhnya sekaligus untuk melawan ratusan burung Phoenix yang melesat jatuh.


Hal itu membuat dia merasakan tubuhnya menerima gelombang rasa sakit yang luar biasa.


Seluruh Qi Spirtual yang tersisa darinya hilang dalam sekejap.


Dia menerima luka dalam yang sangat kuat, namun dengan tekad yang dia miliki, Yun Tian cukup beruntung bisa menahannya di akhir.


Setelah melakukan semua itu, sekarang tubuhnya tidak memiliki kekuatan yang tersisa sama sekali, dan akhirnya dia hanya bisa jatuh dengan kaku.


Bug..


“Fiuh...”


Yun Tian sedikit menarik nafas lega sambil menahan rasa sakit yang luar biasa dari tubuhnya.


Menatap kelangit, dia merasakan bahwa sudah tidak ada lagi titik - titik kecil Phoenix lagi, tangisan Phoenix yang selalu bergema di telinganya sekarang sudah berhenti, yang menandakan bahwa ini sudah berakhir.


“Akhirnyaa... Selesai.” ucap Yun Tian dengan mata setengah terbuka.


“Apakah ini sudah selesai?” ucap Yun Tian dengan mata setengah terbuka.


Memikirkan hal - hal yang sebelumnya terjadi, sekarang Yun Tian benar - benar mengagumi dua leluhur Phoenix Clan yang berhasil melewati semua ujian Altar ini.


Dengan kesulitan yang luar biasa, sekarang dia menyadari bahwa dua leluhur Phoenix Clan sepertinya memiliki bakat super jenius.


“Yun Tian... Tekad dan keburuntunganmu memang luar biasa.” suara Xia Jingyu terdengar dari pikirannya.


“Sudah ku bilang kan? Dewi Jingyu, percayalah padaku, aku pasti tidak akan mati begitu saja di tempat seperti ini.” ucap Yun Tian dengan nada lemas.

__ADS_1


Xia Jingyu mengangguk mengerti, dan berkata, “Kau adalah pewaris yang tidak mengecewakan garis darah God Of War sendiri.”


Setelah beberapa menit, bentrokan serangan yang dihasilkan Yun Tian tampaknya telah mereda, dan akhirnya ujian kedua ini juga berakhir.


Pada saat ini, pemandangan di depan Yun Tian terdistrosi kembali menjadi tidak jelas.


Yun Tian ingin siap mengamati pemandangan apa yang akan muncul di ujian ke tiga, tiba - tiba dia menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di depan matanya menjadi gelap gulita.


Setelah itu, sepasang mata emas kemerahan muncul dalam dunia yang gelap ini, mata emas itu perlahan terbuka dan tiba - tiba suara Roh Phoenix bergema dari pikiran Yun Tian.


“Sangat mengejutkan, setelah kulihat lebih teliti, tampaknya kamu memiliki darah Dewa Perang, dan tentu saja kamu mendapatkannya dari warisan itu bukan? Hmmm... Jadi hal itulah yang membuatmu memiliki tujuh elemen sekaligus dalam tubuhmu.”


Alis Yun Tian sedikit terangkat, matanya menjadi dingin dan waspada saat menghadapi kedua mata Roh Phoenix, dia tidak merasakan takut sama sekali.


“Tidak usah begitu khawatir...” ucap Roh Phoenix itu.


“Kami Phoenix adalah salah satu dari tiga mahluk legendaris yang diciptakan oleh Dewa Perang sendiri, tentu saja kami sangat menghormati pencipta kami dan tidak akan melakukan hal tercela seperti mencuri harta warisan yang dia miliki.”


“Tetapi aku dengar dari alam dewa, seorang bocah kecil dari Keluarga Tian itu... mencuri warisan tersebut, mengapa sekarang jadi berada di dirimu?”


“Kalau tidak salah... Orang yang mencuri itu bernama Tian Ru Feng bukan?”


Setelah mendengar apa yang dikatakan Roh Phoenix selanjutnya, membuat Yun Tian terkejut dan menjadi waspada lagi.


‘Tian Ru Feng? Itu adalah ayahku! Dan juga keluarga Tian tampaknya adalah sebuah Clan dari alam dewa yang menampung ayahku...’ pikir Yun Tian sambil memahami.


“Yah... aku tidak peduli dengan itu, walaupun apa yang di lakukan bocah keluarga Tian itu tercela, tetapi kami diperintahkan oleh mendiang Dewa Perang, bahwa kami tidak boleh ikut campur akan urusan mengenai tentang harta warisannya.” ucap Roh Phoenix.


Yun Tian mengangguk mengerti, kewaspadaannya kembali mengendur.


“Dewa Perang adalah salah satu dari empat Dewa Penguasa yang dulunya mengatur seluruh alam semesta, walaupun sekarang hanya tersisa Dewi Kehidupan Liu Yan sendiri yang masih hidup. Tetapi aku masih menghormatinya melebihi Dewi Kehidupan sendiri.”


“Dewa Perang Mo Xie memiliki temperamen yang bermatabat dan juga mendominasi, walaupun dia memiliki sifat yang dingin. Dia tetaplah Dewa Pemimpin yang dipercayai semua mahluk hidup.”

__ADS_1


“Walaupun aku tidak boleh ikut campur dengan warisan yang diciptakannya, tetapi aku masih bisa memberi sedikit saran, Dewa Perang memiliki tubuh khusus yang memiliki semua elemen alam di tubuhnya, tampaknya kau hanya mahir dalam teknik es dan sisanya nol. Jika kau bisa menggunakan semua elemen yang sebelumnya dengan tanpa beban sama sekali, maka semua serangan yang mengandung elemen akan tunduk padamu dan tidak akan pernah bisa membahayakanmu.”


Yun Tian, “...” mengangguk.


“Kau memiliki kekuatan yang cukup kuat, namun kultivasinya sangat rendah, dibandingkan kedua wanita yang telah melewati ujian ini sebelumnya, kamu sama sekali tidak sekuat mereka.”


“Tapi karena fisikmu dan tubuhmu spesial serta tekadmu yang mendukung, kamu berhasil lolos dari ujian ke dua ini.”


“Tetapi di ujian selanjutnya akan berbeda, ujian ke tiga selanjutnya bernama Api Hati Phoenix, di ujian ini sama sekali tidak terkait dengan kekuatan apapun dan ini hanyalah sebuah ujian hati.” ucap Phoenix itu memperjelas dan dia melanjutkan, “Kelebihan dan kekuatan tubuhmu tidak akan berguna di ujian ini, ujian ini bisa dibilang sangat sulit bagi orang tertentu, namun juga bisa sangat mudah bagi orang memiliki hati pikiran yang berbeda.”


Yun Tian tampak bingung dengan perkataannya.


Hati dan pikiran yang berbeda? Ujian ke tiga ini... sebenarnya apa?


“Yun Tian... Kau tidak perlu gugup, seperti yang ku bilang keburuntunganmu sangat luar biasa, dengan kondisi tubuhmu yang sudah tidak sanggup lagi bertarung. Ujian ini benar - benar mendukung keadaanmu yang sekarang!” ucap Xia Jingyu dengan nada semangat.


“Di ujian hati ini... kekuatan bukanlah segalanya! Jadi... Apakah kau siap?” suara Phoenix bergema kembali.


Yun Tian tanpa ragu - ragu mengangguk, dan berkata, “Ayo kita mulai...”


“Seperti yang kau inginkan, semoga sukses...”


Mata Roh Phoenix menghilang dan dunia itu menjadi gelap gulita kembali, setelah beberapa saat dunia itu juga terdistrosi lagi.


Yun Tian memejamkan matanya dan bergumam dalam hatinya, “Biarkan aku lihat, bagaimana dan apa yang akan ku hadapi di ujian hati ini.”


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.

__ADS_1


__ADS_2