Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 127 - Perpisahan


__ADS_3

“Janji?”


Saat Yun Tian mengatakan itu Lan Ruo mengangkat kepalanya kembali dan menatap Yun Tian secara langsung.


“Ya, berjanjilah padaku untuk memenangkan Kontes dua hari kedepan, dan memasuki Asosiasi Tabib. Menggapai posisi tertinggi di sana dan menjadi Tabib dengan ketinggian Alkemis yang hebat.” Yun Tian berkata sambil mengacungkan jari kelingkingnya ke arah Lan Ruo.


“Posisi tertinggi di Asosiasi Tabib?” Lan Ruo menatap mata Yun Tian dengan tercengang, tetapi dia tetap percaya diri mengacungkan jari kelingkingnya dan menghubungkannya ke Yun Tian lalu menjawab, “Maka jika janjimu itu, aku akan berusaha keras untuk menggapainya!”


Yun Tian tersenyum melihat tanggapan dari Lan Ruo.


Dia membuat keputusan ini bukan hanya untuk omongan belaka, melainkan juga supaya Lan Ruo fokus akan tujuannya dalam hal tabib dan tidak akan terganggu oleh dirinya sendiri.


“Baiklah, maka aku akan pergi. Tolong sampaikan kepada Patriak Lan dan lainnya untuk kepergianku sekarang.” Yun Tian berkata sambil mengemas barang - barangnya.


Saat Yun Tian bergerak untuk membuka pintu keluar halamannya, tiba - tiba Lan Ruo berseru kepada-nya, “Tunggu!”


Yun Tian berbalik dan menatap ke arah Lan Ruo dengan pandangan bertanya.


“Akan berbahaya jika kau keluar dengan wajahmu yang jelas - jelas terpapar.” Sambil mengatakan itu, Lan Ruo mengambil sesuatu dan menyerahkannya kepada Yun Tian, “Ini adalah topeng atau penutup muka yang ku buat sendiri saat masih kecil. Pakailah ini, maka kau tidak perlu khawatir akan masalah yang akan mengganggumu.”


Yun Tian tanpa ragu - ragu mengambilnya, dan menatap Lan Ruo dengan senyum sambil berkata, “Kalau begitu aku tidak akan segan untuk mengambilnya.”


Segera dia langsung mengenakan topeng penutup muka itu ke wajahnya, dan sekali lagi melambaikan tangannya ke arah Lan Ruo untuk berpamitan.


“Kalau begitu aku akan pergi, semoga kita bisa bertemu kembali di hari dimana kau sudah menepati janji yang ku tepatkan.” ucap Yun Tian sebelum berbalik dan berjalan keluar halaman.


Lan Ruo menatap punggung Yun Tian saat dia membalasnya dengan senyum lembutnya, “Tentu saja, aku juga akan menunggu kunjunganmu.”


Yun Tian membuka pintu dan mengangkat tangannya ke atas sambil mengacungkan jempolnya sebagai jawaban.

__ADS_1


Melihat Yun Tian telah pergi dan menghilang dari pandangannya, Lan Ruo sedikit menghembuskan nafasnya.


“Aku harus segera memberi tahu kepada ayah dan yang lainnya, setelah itu aku juga harus bersiap dalam Kontes Tabib dua hari kedepan. Ayo berjuanglah diriku... Ruo!” Lan Ruo berkata sambil mengepalkan tangannya berusaha membuat dirinya tidak bimbang.


***


“Hmph! ‘Aku hanya setia kepada Xuan Ling’ itu yang kau katakan sebelumnya bukan? Sekarang kau justru malah menambah satu wanita lagi.” Xia Jingyu berkata kepada Yun Tian dengan nada mencemooh.


Merasa sedikit malu, Yun Tian hanya bisa menjawab sambil tersenyum kaku, “Yah... Lagipula wanita bernama Lan Ruo itu benar - benar mirip seperti diriku, aku cukup menyukainya.”


Xia Jingyu sedikit menghela nafas atas reaksi Yun Tian, “Hah... sudahlah. Tidak salahnya juga bagi laki - laki untuk memiliki banyak istri.”


Yun Tian mengangguk dan membalas, “Kau benar Dewi Jingyu, tetapi aku merasa aneh, dengan usiamu yang sudah sangat tua... Mengapa kau belum memiliki suami? Padahal penampilanmu bisa dikatakan sangat cantik.”


“Hehehe, jangan menganggap rendah aku! Sampai saat ini aku belum melihat laki - laki yang layak untuk menjadi suami Dewi ini.” Xia Jingyu berkata sambil tertawa bangga.


Setelah bercakap - cakap sebentar, Yun Tian dengan cepat bergerak melintasi seluruh Keluarga Lan dan akhirnya mencapai gerbang pintu keluarnya.


Segera ekspresi Yun Tian kembali serius, dan dia dengan sengaja mengeluarkan Qi Spirtualnya dan menindas Argentavis itu secara paksa.


“Pemilikmu sebelumnya sudah tiada dan mati di tanganku, sekarang kau akan menjadi Binatang Kendaraan yang berkontrak dan harus jinak kepadaku.” Saat Yun Tian berkata dan menindas Burung Argentavis tersebut dengan Qi Spirtualnya.


Burung Argentavis itu merasakan sedikit ancaman, instingnya mengatakan bahwa dia harus menyetujui apa yang dikatakan pemuda ini, jika tidak maka mungkin tamatlah riwayatnya.


Bedasarkan insting, segera Burung Argentavis itu menganggukkan kepalanya dan secara langsung mengepakkan sayapnya untuk mengundang Yun Tian naik ke punggungnya.


Melihat tindakan yang dilakukan Burung Argentavis itu, Yun Tian tersenyum dan berkata, “Bagus, anda burung yang pintar.”


Tanpa ragu - ragu, Yun Tian melompat dan naik ke atas punggung Burung Argentavis tersebut.

__ADS_1


“Mulai dari sekarang sampai aku mencapai ranah Heaven Realm, kau akan menjadi kendaraan pribadiku.” ucap Yun Tian sambil mengelus bulu Burung Argentavis tersebut.


Yun Tian mengalihkan pandangannya ke arah Utara. Yurdiksi Sky Sword Sect sendiri berada di arah Utara dari Kota Pohon Pir, dan juga jika ingin mencapai kesana Yun Tian harus melewati tempat Hidden White Sect.


“Hm, sebaiknya sebelum aku kembali ke Kota Huang. Aku akan mengunjungi Hidden White Sect terlebih dahulu untuk menuntaskan masalah pribadiku.” gumam Yun Tian sambil memegang dagunya.


Segera dia menepuk punggung Burung Argentavis, dan berkata dengan keras, “Ayo! Pergi menuju arah utara tepatnya ke Hidden White Sect, setelah itu kita akan keluar dari Yurdiksi Hidden White Sect dan menuju Yurdiksi Sky Sword Sect.”


Swosh!


Atas tanggapan dari perkataan Yun Tian, Burung Argentavis itu langsung mengepakkan sayapnya ke langit sebelum akhirnya terbang ke arah Utara dengan kecepatan tinggi meninggalkan tempat gerbang Keluarga Lan.


Setelah mencapai ketinggian beberapa ratus meter di langit, Yun Tian sedikit terkagum saat melihat pemandangan seluruh Kota Pohon Pir dari atas.


Ini mengingatkannya waktu dulu dia menaiki Burung Argentavis juga menuju Sky Sword Sect saat dia berhasil diterima dan memenangkan kejuaraan dalam kompetisi seleksi yang diadakan di Kota Mohey.


Sudah setahun sejak kejadian tersebut, mengingat masa - masanya waktu di Keluarga Yun. Yun Tian merasakan kerinduan akan Ibunya dan Xuan Ling.


Sambil menghembuskan nafasnya keluar dengan lembut, Yun Tian mengalihkan pikirannya dari masa lalu.


Dia langsung fokus ke arah barang di cincin penyimpanannya, segera dia mengeluarkan seluruh Batu Roh kelas rendah yang dia miliki.


“Dengan jumlah ini... Cukup membuatku menerobos ke ranah Earth Realm. Tujuanku saat ini adalah menerobos ranah Earth Realm sebelum mencapai Hidden White Sect.” Yun Tian berkata dalam hati saat dia dengan serius memikirkan masalah apa yang akan dia hadapi di Hidden White Sect.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻

__ADS_1


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2