
“Semuanya...!”
Feng Luansan berteriak sambil mengacungkan pedang nya ke atas.
“Demi Phoenix Clan! Demi Keluarga Feng! Demi Dewa Phoenix! Demi garis keturunan! Dan harta serta keluarga kami!” ucap Feng Luansan dengan keras dan ia melanjutkan,
“Mari kita bertarung bersama! Jatuhkan mereka sampai titik darah penghabisan!”
Semua orang anggota Phoenix Clan mengacungkan pedang mereka masing - masing, bersiap untuk bertempur.
Secara serentak mereka berteriak atas respon dari Feng Luansan.
“Yeah!!”
“Hidup Pemimpin Clan! Feng Luansan!”
“Hidup Phoenix Clan! Keluarga Feng!”
Sekelompok anggota Phoenix dengan jumlah yang tidak kalah besar dengan Three Star Palace maju dengan aura Qi spirtual yang kuat di tubuh mereka.
Masing - masing dari mereka memiliki elemen yang berbasis api phoenix, yang di anugerahi oleh Phoenix sendiri dari garis keturunan leluhur mereka.
Walaupun mereka semua masih muda dan dibawah tiga puluh tahun, tetapi baik pria maupun wanita telah memiliki kultivasi di ranah Nescent Soul.
Orang - orang Three Star Palace tampak merinding saat melihat sekelompok anggota Phoenix yang matanya menatap mereka dengan panas dan penuh niat membunuh.
Bahkan Tetua ke lima pun sedikit khawatir, kekuatan yang dimiliki Phoenix Clan bukanlah hal yang bisa mereka tangani, dia hanya bisa berharap bala bantuan dari Three Star Palace datang dengan cepat.
Yun Tian ingin membantu, namun dengan kekuatannya yang sekarang, dia hanya akan menjadi umpan meriam jika mengikuti pertarungan tersebut.
Sambil merenung, tiba - tiba secercah cahaya bersinar dari mata Yun Tian.
Dia mengalihkan pandangannya ke arah gadis kecil Feng Lin'er, lalu berkata,
“Hey Lin'er, bisakah kamu membantuku?” ucap Yun Tian sambil tersenyum lembut.
Feng Lin'er sedang melihat ke arah area luar pertarungan dengan khawatir akan kondisi saudara laki-lakinya serta anggota Phoenix Clan lainnya.
Setelah dia mendengar perkataan Yun Tian, wajah Feng Lin'er langsung langsung berubah menjadi semangat, dan matanya bersinar cemerlang.
__ADS_1
Sepertinya dia tampak sangat ingin membantu Yun Tian.
“Apa yang kakak inginkan? Aku pasti akan mengabulkan permintaan apapun kepada kakak Yun Tian!” ucap gadis kecil itu dengan bangga.
“Baiklah... Bisakah kamu membawa aku ke Altar Phoenix?” ucap Yun Tian.
“Altar Phoenix? Saudara laki-laki mengatakan bahwa aku harus menghindari tempat tersebut, karena berbahaya, namun jika itu kakak Yun Tian tampaknya tidak akan jadi masalah!”
“Baiklah! Kakak Yun Tian! Ikuti aku, aku tahu dimana Altar Phoenix berada!” ucap gadis Feng Lin'er dengan polos.
Mendengar perkataan Feng Lin'er, Yun Tian mengangguk dan dia mengikuti gadis kecil itu ke tempat Altar Phoenix berada.
“Tidak kusangka, kau akan menggunakan cara licik seperti ini, memanfaatkan kepolosan gadis kecil itu.” ucap Xia Jingyu dengan nada mengejek.
“Keadaan lah yang membuaku harus melakukan ini, aku tidak menyangka bahwa Three Star Palace akan datang. Walaupun aku mengambil beberapa manfaat dari Phoenix Clan, tetapi mereka tampaknya akan di kalahkan oleh Three Star Palace itu, sekarang mereka sedang berada di posisi unggul, namun kedepannya pasti tidak akan.”
“Akulah orang yang akan menyelematkan mereka dalam waktu yang sudah kutentukan.” Yun Tian berkata dengan tenang.
“Tampaknya kau cukup bangga dan sombong, namun ucapanmu ada benarnya.” jawab Xia Jingyu.
Setelah beberapa waktu, akhirnya Yun Tian dan Feng Lin'er telah sampai di depan pintu masuk Altar Phoenix.
Yun Tian terkejut saat tahu interior tempat itu hanya sebuah platform batu yang tampak sederhana.
Saat Yun Tian melihat sekilas, di ujung lorong menuju kebawah terdapat sebuah pintu dengan logo bewarna merah yang berputar dan identik dengan logo segel yang ada di dahi anggota Phoenix Clan.
Sebelum Yun Tian berjalan ke bawah, dia berbicara kepada Feng Lin'er terlebih dahulu.
“Lin'er, terimakasih telah membawaku ke sini, jika ada orang lain yang menanyai keberadaan ku, jawab saja dengan jujur. Aku akan menjelaskan kepada mereka setelah ini selesai nanti.”
“Baikalah kakak Yun! Aku akan menunggumu, hati - hati.” Jawab Feng Lin'er dengan tulus.
Yun Tian mengangguk, lalu dia berjalan menuju ke arah pintu masuk Altar Phoenix itu.
Begitu dia masuk pintu, pemandangan di hadapannya tiba - tiba terdistrosi.
Tepat setelah itu, dia merasakan langit dan tanah berputar seolah - olah pergeseran ruang telah di ubah.
“Yun Tian tutup matamu!” ucap Xia Jingyu memperingatkan.
__ADS_1
Tanpa ragu - ragu, Yun Tian menutup matanya, baru setelah sekian lama perasaan yang dialami sebelumnya langsung hilang.
Yun Tian langsung membuka matanya, dan yang hanya ia lihat adalah kegelapan.
'Dimana ini?' pikir Yun Tian.
Yun Tian berpikir bahwa, di ujian Phoenix ini, dia akan muncul di tanah yang di penuhi lava dan lautan api, namun yang ia lihat sekarang hanyalah kegelapan, tidak sesuai yang dia pikirkan.
Tiba - tiba dua cahaya emas kemerahan di hadapannya, tampak sangat terang dan berkilau.
Setelah itu, kedua garis cahaya tersebut perlahan terbuka seperti sepasang mata yang tampak menyipit.
Tidak! Itu bukan hanya 'seperti'! Namun memang benar - benar sepasang mata emas kemerahan yang tak tertandingi dan sangat besar tampak seperti dua matahari yang tertanam di ruang gelap gulita.
'Apakah itu...'
Mata Phoenix!!
“Salam, manusia... tidak... bukan manusia... tampaknya terdapat darah Dewa di dalam tubuhmu, dan itu bukan hanya satu.”
“Yah... Aku sekarang tidak peduli itu, namun di tubuhmu tidak ada garis keturunan Phoenix sama sekali, kau adalah penantang pertama tanpa garis keturunan Phoenix setelah sepuluh ribu tahun lamanya.”
Sebuah suara bermatabat, bergema dalam pikiran Yun Tian.
Dari suaranya, tampaknya itu adalah suara seorang wanita.
Yun Tian melihat sepasang mata emas Phoenix itu dan berkata memeriksa, “Kau... adalah roh burung Phoenix?”
“Benar, aku adalah sebuah Avatar Roh, tubuh asliku berada di alam dewa... namun aku menempatkan Avatar Rohku disini.”
“Mengapa kamu Burung Phoenix yang agung menempatkan Avatar Rohnya dan membentuk sebuah Ujian di alam fana yang rendah ini?” Yun Tian bertanya dengan seenaknya.
Yun Tian pikir, pertanyaannya terlalu lancang dan tidak sopan, namun dia tidak menyangka bahwa Roh Phoenix benar - benar menjawab pertanyaannya.
“Ini adalah perintah dari Yang Mulia Dewi Kehidupan sendiri, Liu Yan!”
Yun Tian dan bahkan Xia Jingyu terkejut sejenak mendengar nama yang disebutkan oleh roh Phoenix tersebut.
Dewi Kehidupan Liu Yan adalah sosok yang memimpin seluruh alam semesta sejak Era Legenda berlalu.
__ADS_1
Dia adalah pemegang alam fana, ilahi maupun alam Dewa sekaligus, semua yang ada di dunia berada di bawah penguasaannya.
Untuk sosok fana seperti Yun Tian, bahkan dia menganggap Dewi Pencipta Liu Yan sendiri adalah eksistensi seperti Tuhan!