Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 110 - Tuduhan


__ADS_3

Lan Qinchen menatap Tetua Pertama dengan dingin sebelum berkata dengan suara acuh tak acuh, “Tamu ini adalah Dermawan yang telah menyelamatkan putriku saat dia pergi ke bukit yang dipenuhi Binatang Iblis itu. Secara tidak langsung dia juga merupakan dermawan Keluarga Lan kami juga karena sudah menyelamatkan anggota Keluarga Lan. Jika kalian memperlakukannya seperti ini, yang berarti kalian tidak tahu rasa terimakasih!”


Setelah mendengar perkataan dari Lan Qinchen Patriak Keluarga Lan secara langsung. Tetua pertama sedikit mengendurkan kekuatan Qi Spirtualnya sambil terus menatap Yun Tian dengan dingin.


“Kau beruntung nak!”


Yun Tian mengabaikan emosi tetua pertama, dengan wajah tanpa ekspresi dia melihat sekeliling hanya untuk mengamati.


Lan Qinchen duduk sambil mengamati Yun Tian dan berkata, “Sebelum kita mulai ke topik utama, saya ingin memperkenalkan kalian semua.”


Pandangan semua orang yang berada di aula tersebut beralih ke Lan Qinchen.


“Seperti yang ku katakan sebelumnya, bahwa terdapat tamu atau dermawan yang menyelamatkan Putri ku saat nyawanya terancam bahaya. Jika boleh Lan Ruo, tolong bawa dan perkenalkan Dermawan muda ini untuk maju.” Lan Qinchen berkata kepada semua orang sambil menatap Yun Tian dengan tulus.


Yun Tian sedikit mengangguk, tanpa ekspresi dia segera berjalan menuju ke tengah aula dan menghadap ke arah Patriak Lan Qinchen diikuti oleh Lan Ruo yang berada di belakangnya.


Menatap kesemua anggota yang hadir di aula ini, Lan Ruo berkata sambil menunjuk Yun Tian, “Perkenalkan, dermawan yang berada di sampingku bernama Yun Tian, dia adalah orang yang mengawal dan menyelamatkanku dari Binatang Iblis berbahaya itu.”


Secara tidak sengaja mata Lan Ruo beralih ke Lan Muyun, dan menatapnya dengan sengit seolah - olah Lan Muyun adalah salah satu dari Binatang Iblis yang berbahaya tersebut.


Melihat arah yang ditatap Lan Ruo dan mengingat perkataan yang dikatakan Dermawan Yun Tian sebelumnya. Mata Lan Qinchen sedikit bersinar dingin saat dia mengangguk mengerti.


“Jadi itu Dermawan Muda Yun, Terimakasih... Karena kau telah menyelamatkan putriku dan membawanya kembali ke sini dengan selamat. Jadi sebagai rasa terimakasih kami akan mengabulkan permintaanmu asal dalam batas Keluarga Lan kami.” Lan Qinchen berkata dengan nada terimakasih tulus.


Wajah Yun Tian sedikit tersenyum saat mendengarnya, dan dia berkata, “Baiklah kalau begitu... Bisakah Keluarga Lan anda memberikan Bunga Lotus Ungu kepadaku?”


“Apa?!”

__ADS_1


“Bunga Lotus Ungu!?”


Saat Yun Tian mengatakan Bunga Lotus Ungu, semua orang yang berada di aula tersebut langsung berdiri dan menatap Yun Tain dengan terkejut.


Tetua pertama berdiri dan dia menunjuk Yun Tian lalu berteriak sambil menatapnya saat cahaya niat membunuh melintas melewati matanya.


“Bagaimana orang luar sepertimu mengetahui harta Bunga Lotus Ungu yang berada di Keluarga Lan kami?!” teriak Tetua pertama.


Semua orang juga menatap Yun Tian dengan ekspresi yang sama bingungnya, bahkan Patriak Lan Qinchen juga memandangnya dengan penuh kewaspadaan setelah Yun Tian menyebutkan Harta seperti Bunga Lotus Ungu tersebut.


“Siapa yang memberitahumu mengenai tanaman berharga tersebut?!” Tetua pertama terus berkata, lalu dia berpikir sejenak.


Satu - satunya anggota Keluarga Lan yang mengenal Yun Tian adalah Lan Ruo sendiri. Jadi dia menduga bahwa orang yang memberitahu tentang harta Bunga Lotus Ungu kepada Yun Tian adalah Lan Ruo.


Saat dia memikirkan hal itu, pandangannya segera melintas beralih ke Lan Ruo, dan berkata sambil menunjuknya, “Jangan - jangan itu kau! Lan Ruo! Kau adalah satu - satunya orang tersangka yang mengenal pemuda itu... Apa motifmu di balik ini?”


“Aku...”


Semua mata yang hadir langsung memusat kearahnya, mereka semua memandangnya dengan mata tajam. Seolah - olah mencoba membuatnya merasa putus asa dan menjawab.


“Aku...”


Boom!


Sebelum Lan Ruo selesai berbicara, tiba - tiba terdengar suara getaran yang keras.


Suara itu berasal dari Patriak Lan Qinchen. Patriak Lan Qinchen menghentakkan kakinya dan dia berdiri dengan keras. Lalu menunjuk Tetua pertama dan berkata, “Tetua pertama! Berani - beraninya kamu menuduh putriku?! Putriku Lan Ruo tidak mungkin melakukan hal seperti dan dia pasti tidak memiliki motif untuk merugikan Keluarga Lan kami!”

__ADS_1


Saat Tetua pertama mendengar perkataan yang di katakan Patriak Lan Qinchen, dia sedikit menyeringai dingin dan berkata, “Patriak, sepertinya kamu terlalu berbelas kasih kepada putrimu sendiri... Hingga menganggap hal - hal yang jelas hanya putrimu lakukan sebagai tuduhan? Atas dasar apa anda berkata seperti itu?”


“Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa putriku lah yang membocorkannya.” Lan Qinchen terus membantah dan membela Lan Ruo.


“Hehehe, Patriak! Tidak, Lan Qinchen! Semua orang yang memiliki otak pasti akan tahu bahwa tersangka paling besar adalah putrimu sendiri! Dia adalah satu - satunya orang yang dekat dengan pemuda ini. Apakah benar semuanya?” Tetua pertama tertawa sambil menatap Patriak Lan Qinchen, lalu mengalihkan pandangannya ke semua orang.


“Benar!”


“Apa yang dikatakan Tetua Pertama sangat masuk akal!”


Semua orang mengangguk dan berkata secara serempak.


“Lan Qinchen, apa jangan - jangan kau sudah mengetahui hal ini sebelumnya? Atau bisa jadi kau juga adalah dalang di balik atas bocorannya informasi harta berharga Keluarga Lan kami kepada orang luar? Toh, kau mungkin saja memiliki motif tersembunyi dan menggunakan Bunga Lotus Ungu itu untuk memperpanjang rentang hidupmu yang sudah tua. Dengan itu kau juga pasti akan memiliki rentang waktu yang lama untuk menduduki posisi Patriak Keluarga secara terus menerus.”


Seringai Tetua Pertama semakin melebar dan berpikir dalam hatinya, ‘Hehehe, Lan Qinchen sungguh malang sekali... Aku tidak menyangka bahwa putrimu melakukan hal seperti itu dan membocorkan harta berharga Keluarga Lan kami. Sungguh bodoh... Itu membuatku tidak perlu repot - repot memikirkan cara untuk menyingkirkan kalian berdua dari Keluarga Lan ini.'


Lan Ruo sekarang benar - benar dalam kondisi yang sangat gugup saat melihat situasi ini, semua orang secara bersamaan menatapnya dengan ekspresi dingin.


Tampaknya satu - satunya orang yang masih percaya kepadanya adalah Ayahnya sendiri. Tetapi sekarang ayahnya juga tampak mewaspadai Yun Tian.


Sambil menatap Yun Tian dengan ekspresi bingung, dia percaya bahwa Yun Tian pasti tidak memilki niat buruk terhadap Keluarga Lan nya.


Tetapi dia masih bingung mengapa Yun Tian bisa tahu tentang Bunga Lotus Ungu yang termasuk harta rahasia penting Keluarga Lan nya?


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.

__ADS_1


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2