Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 132 - Yun Tian vs Hidden White Sect (3)


__ADS_3

Swosh!


Sinar Cahaya Kuning dari serangan Heavenly Sorveign Lamentation Yun Tian bergegas dengan cepat ke arah segerombolan orang - orang Hidden White Sect.


Dalam sekejap saat serangan itu mendekat, serangan itu langsung memotong Dinding - Dinding Bumi yang dibuat oleh para tetua, seolah - olah dinding yang kokoh itu hanyalah seperti kertas yang mudah disayat.


Swing!


Boom!


Dalam sekejap setelah serangan sinar kuning dari Yun Tian memotong Dinding Bumi dan melewatinya secara langsung.


Serangan itu langsung meledak dan menyebar ke segala arah sehingga membawa gelombang kejut yang luar biasa.


“Sialan... Teknik Skill kuat macam apa ini? Aku tidak menyangka bahwa Sky Sword Sect memiliki teknik skill bela diri seperti ini...” Patriak Qu Luo berkata sambil mengangkat tangannya dan memblokir gelombang kejut serangan tersebut.


Tetua Pertama di sampingnya menatap kesekeliling dengan khawatir.


“Sudah lebih dari seperempat murid kita telah meninggal di tangan Yun Tian, jika hal ini terus berlanjut maka ini akan semakin buruk. Aku tidak pernah berpikir bahwa pemuda itu memiliki kekuatan tempur sekuat itu...” ucap Tetua Pertama dengan nada muram saat menatap ke arah mayat - mayat disisi mereka yang telah mati akibat serangan Yun Tian.


Karena gelombang kejut yang besar dari


Heavenly Sorveign Lamentation Yun Tian, itu membuat beberapa bangunan di sekitarnya hancur hanya menyisakan keping - kepingan batu yang berserakan di tanah.


Patriak Qu Luo baru pertama kali mengalami kejadian yang sangat merugikan Hidden White Sect seperti ini semasa hidupnya.


Semua hal ini diperbuat oleh satu orang yaitu pemuda berambut perak didepannya Yun Tian. Patriak Qu Luo menatap ke arah pemuda itu dengan penuh emosi niat membunuh.


“Tetua Pertama, sebaiknya kau bersiap menggunakan formasi itu...”


Saat Patriak Qu Luo mengatakan mengenai 'formasi' yang tampaknya sangat penting, keterkejutan besar terlihat di ekspresi Tetua Pertama, dia berbalik ke arah Patriak Qu Luo dan berkata dengan serius, “Patriak... Kau benar - benar ingin menggunakan formasi itu?! Itu adalah formasi yang didirikan oleh leluhur kami dan sangat penting untuk prospek perlindungan sekte kami.”


“Kau benar, tetapi tidak ada pilihan lain selain menggunakannya! Pemuda Yun Tian itu sangat kuat, sampai sekarang aku tidak berpikir dia menggunakan kekuatan penuhnya langsung. Jika ini terus berlanjut, maka Hidden White Sect tidak akan memiliki murid yang tersisa lagi dan juga akan mengalami kerugian yang sangat besar!” Patriak Qu Luo berkata dengan keras dan mendesak Tetua Pertama untuk mengambil formasi yang disebutkan.


“Argh!!”


Tiba - tiba teriakan terdengar dari arah pertempuran, Patriak Qu Luo melihat ke arah pertempuran tersebut dan melihat Yun Tian dengan pedangnya yang menembus ke dada salah satu tetua.


Melihat wajah tetua itu, Patriak Qu Luo langsung menjerit kaget, “Tetua ke delapan!! Dia sudah mati...”


Melihat Tetua Kedelapan mati dibawah pedang Yun Tian, Patriak Qu Luo sudah merasa tidak sabar dan segera dia berteriak keras ke arah Tetua Pertama, “Cepatlah! Jangan membuang - buang waktu lagi! Jika ini terus berlanjut maka semua tetua yang lainnya juga akan mengikuti!”


Tetua Pertama akhirnya tidak punya pilihan lain selain menerima pilihannya, dan dia segera mengangguk lalu bergegas dan melesat cepat pergi.


Yun Tian saat ini sedang dikepung oleh sebelas tetua sekaligus.


Ding!


Ding!


Dia memandang kesekeliling dengan serius saat dengan susah payah memblokir serangan mereka satu per satu.


“Lawan yang merepotkan!” Sambil mengatakan itu, Yun Tian langsung memutar pedangnya kesamping sebelum menari dengan indah dengan pedangnya itu.


“Frozen Snow Dance!”


Dalam sekejap lingkungan disekitar Yun Tian mengalami perubahan suhu yang luar biasa, tiba - tiba tanah di pijakannya langsung menjadi es dan menyebar sehingga membuat beberapa murid Hidden White Sect membeku akibat dari tarian Frozen Snow Dance nya.

__ADS_1


Yun Tian sekali lagi memutar pedangnya dan menggenggam dengan kedua tangannya dengan kuat, sebelum mengayunkan pedang itu secara horizontal menyamping.


“Sword Drawing Ice Art!!”


Dalam sekejap ratusan bilang pedang dengan Aura Qi Spirtual Es melesat dan menebas ke segala arah.


Murid - murid di sekitarnya terpaksa mundur akibat serangan milik Yun Tian tersebut, dan para tetua juga harus memblokir serangan bilah pedang Yun Tian satu per satu.


Saat Yun Tian melihat barisan dari para tetua yang telah terpecah belah, kilatan dingin bersinar di matanya.


“Kesempatan!”


Dia melompat ke langit dengan segenap kekuatannya.


Tubuh Yun Tian langsung mengeluarkan api dan mulai terbakar saat tatapannya terkunci kepada ketiga tetua yang terpisah dalam barisan didepannya.


“Empyrean Dance Of The Phoenix Wing!”


Nyala api Phoenix ditubuh Yun Tian semakin terpancar besar dan terang, kedua sayap api terbentang di punggungnya.


Screeee~~~


Dari kejauhan, dia terlihat seperti Phoenix kecil yang terbang menukik dari langit, ditemani oleh suara jeritan Phoenix yang tampak samar terdengar.


Dua sayap api menyebar di punggung Yun Tian dan seluruh tubuhnya langsung melesat ke bawah seperti Phoenix yang menukik turun dari langit.


Boom!


“Argh!!”


“Sialan... Hentikan! Panas!!”


Dalam sekejap ke tiga tetua yang terkena serangan Yun Tian, langsung merasa tubuh mereka di ledakan oleh Api Phoenix dengan suhu yang luar biasa panasnya.


Tubuh mereka secara perlahan terbakar hangus, mereka menjerit kesakitan saat berguling - guling ditanah.


Sebelum akhirnya nafas mereka berhenti, karena terbakar oleh Api Phoenix yang dikeluarkan Yun Tian.


Yun Tian menatap mayat mereka bertiga, sebelum mengalihkan pandangannya ke arah tetua lainnya dan berkata dengan santai, “Selanjutnya?”


Para tetua serta murid - murid Hidden White Sect merasa ketakutan akan kekuatan dan suhu panas api yang dimiliki Yun Tian, mereka tidak berani maju dan mundur beberapa langkah sambil mengawasinya dengan waspada.


Patriak Qu Luo menatap orang - orangnya yang tampak sudah tidak memiliki nyali lagi, dan dia mendengus dingin saat mengalihkan pandangannya ke arah Yun Tian.


“Yun Tian! Aku tidak akan membiarkanmu terus menjadi liar lagi!”


Sambil mengatakan itu, dia mengeluarkan pedang yang panjang dari pinggangnya dan bersiap untuk melawan Yun Tian.


Melihat Patriak Qu Luo yang akhirnya bergerak secara langsung, senyum tipis tergantung dimulutnya.


“War God Soul!!”


Dengan geraman tersebut, gerbang War God Soul Yun Tian langsung dibuka. Dalam sekejap Qi Spirtual ditubuhnya melonjak tiga kali lipat, dan kekuatan fisiknya juga tampak semakin kuat.


Merasakan perubahan yang terjadi dari tubuh dan Qi Spirtual Yun Tian, ekspresi keterkejutan melintas sekali lagi di wajah Patriak Qu Luo.


“Akhirnya... Kau benar - benar menggunakan kekuatan penuhmu ya?” Patriak Qu Luo berkata sambil memandang Yun Tian yang serius.

__ADS_1


“Hehehe, tentu saja. Dengan Earth Realm tingkat tujuh yang akan ku hadapi, aku harus serius dan mengeluarkan segenap kekuatanku untuk mengalahkanmu.” Yun Tian berkata sambil mengacungkan tangannya ke arah Patriak Qu Luo.


Dalam sekejap dia melintas ke arah Patriak Qu Luo lalu menyerangnya menggunakan Heaven Splitting Swordnya.


Patriak Qu Luo hampir tidak bereaksi, tetapi dia berhasil menghindar di waktu yang tepat, dan hanya membuat wajahnya sedikit tergores akibat tebasan Yun Tian sendiri.


Melihat Patriak Qu Luo yang bergerak ke samping, Yun Tian tersenyum dingin dan sekali lagi melambaikan tangannya sambil menjerit.


“Phoenix! Membakarlah!”


Dalam sekejap Api Phoenix yang kuat terpancar dari pedangnya dan menyebar ke segala arah.


Melihat Api Phoenix yang bergegas datang ke arahnya, Patriak Qu Luo memiliki ekspresi tercengang di wajahnya, dia segera bereaksi cepat dan memutar pedangnya kesamping.


“Moon Break!!”


Serangan Moon Break milik Patriak Qu Luo langsung membelokan Nyala Api Yun Tian ke atas langit.


Melihat serangannya berhasil di blokir dan juga di ubah arahnya sekaligus. Ekspresi Yun Tian menjadi serius saat menatap Patriak Qu Luo yang datang ke arahnya dengan pedang yang terus menerus memutar di tangannya.


Setelah memblokir serangan Yun Tian, Patriak Qu Luo melompat dan langsung menghilang dari pandangannya.


“Hm?” Yun Tian sedikit terkejut melihat hilangnya Patriak Qu Luo, dan dia langsung meningkatkan presepsi miliknya ke segala arah.


Saat dia menyebar presepsinya ke segala arah, tiba - tiba dia merasakan akan munculnya bahaya serangan yang datang ke arahnya.


“Hidden Light Slash!”


Benar seperti dugaanya, tiba - tiba entah dari mana siluet Patriak Qu Luo terlihat dan dalam sekejap langsung menyerangnya dari samping.


Karena persepsi yang Yun Tian miliki, Yun Tian langsung memblokir serangan Hidden Light Slash milik Patriak Qu Luo.


Dia mundur dan terlempar bebera meter jauhnya saat memblokir serangan tersebut. Menstabilkan tubuhnya selama beberapa saat, Yun Tian langsung melompat tinggi ke langit.


Mengangkat pedangnya kesamping Yun Tian tersenyum dingin sebelum berteriak, “Falling Moon Sinking Star!”


Siluet bintang jatuh muncul dari Heaven Splitting Sword nya, siluet itu segera bergerak melesat maju ke arah Patriak Qu Luo.


Boom!


Patriak Qu Luo langsung dengan sigap memblokirnya, namun dia tidak menyangka bahwa serangan Yun Tian yang ini akan sangat kuat sehingga membuatnya terlempar ratusan meter jauhnya.


“Hah... Sialan...”


Patriak Qu Luo berkata dengan nafas terengah-engah dan dia berusaha untuk bangun kembali dari tanah lalu menatap Yun Tian kembali dengan penuh keseriusan.


“Siapa gurumu...?” Otot dan pembuluh darah Patriak Qu Luo menegang saat menyadari betapa mengerikannya kekuatan Yun Tian.


Dengan kemampuan yang dimiliki olehnya serta teknik - teknik skill kuatnya yang tampak misterius, dia pasti memiliki seseorang guru di belakangnya.


Patriak Qu Luo menatap Yun Tian dengan ekspresi menyesal saat dia memikirkan kembali mengapa dia harus bertemu musuh seperti nya?


Dengan kekuatan yang dimiliki Yun Tian saat ini, menurut pikiran Patriak Qu Luo sendiri, dia sama sekali tidak kalah dengan jenius nomor satu dari sekte - sekte kelas satu itu.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.

__ADS_1


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2