Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 93 - Bala Bantuan Three Star Palace!


__ADS_3

Diluar Altar Phoenix.


Feng Lin'er masih menunggu dengan cemas, lima hari telah berlalu dan dia masih menunggu disini atas perintah Yun Tian.


Ekspresinya sekarang tampak kesepian, hatinya sekarang sudah benar - benar sunyi.


Kembali ke sisi Feng Luansan, pemuda itu sekarang sedang sibuk menghadapi orang - orang Three Star Palace.


Boom!


“Phoenix Flaming Lotus!”


Sebuah ledakan keras dengan gelombang kejut api yang besar muncul dari tengah pertarungan.


Asal serangan itu berasal dari sosok pemuda dengan rambut kemerahan, pemuda itu tidak lain adalah Feng Luansan sendiri.


Wajahnya sekarang penuh keringat, Qi Spirtual yang dia miliki juga bahkan tidak seperempat dari aslinya.


“Feng Luansan! Menyerahlah sekarang juga, kau dan anggotamu sudah tidak memiliki stamina yang tersisa lagi!” suara bentakan keras terdengar dari depan Feng Luansan.


Didepannya terdapat seorang pria tua dengan janggut putih. Wajah pria tua itu juga tampak pucat dan kelelahan, keringat bercucuran dimana - mana dan luka bakar yang besar mencuat di dadanya.


Pria tua adalah tetua kelima Three Star Palace.


Tetua kelima menatap pemuda di depannya dengan serius.


‘Sialan... Sudah lima hari kami terus bertarung, namun bocah ini masih belum tumbang? Padahal tingkat kultivasi kami terpaut tiga tahap.’ gumam tetua kelima dan dia lanjut berpikir sambil mengutuk, ‘Dimana bala bantuan? Kapan mereka akan datang? Ini sudah lima hari!’


“Hey, pria tua... jangan alihkan pikiranmu, mari bertarung dengan serius!”


Suara Feng Luansan bergema masuk dalam telinganya.


Swosh!


Sambil memegang pedangnya dengan kuat, Feng Luansan melesat maju lalu memusatkan Qi Spirtual Api Phoenix yang dia miliki ke ujung pedangnya.


Dalam gerakan yang sangat cepat, dia melintas dan tiba tepat di depan Tetua kelima.


“Tebasan Phoenix!”


Bilah Api muncul dari pedangnya, dengan kecepatan yang gesit, bilah pedang itu meluncur menuju tetua kelima.


“Ah sial-”


Tetua kelima belum sempat bereaksi, tubuhnya langsung terkena 'Tebasan Phoenix' milik Feng Luansan.


Boom!


“Argh!” teriak tetua kelima tampak kesakitan.


Tubuhnya langsung terbakar oleh Api Phoenix itu, dan luka pedang yang besar menjulur dari atas dada sampai pusarnya.

__ADS_1


“Belum selesai!” teriakan Feng Luansan kembali lagi ke telinga tetua kelima.


Feng Luansan melesat maju sekali lagi, ditemani oleh aura Qi Spirtual Api yang kuat ditubuhnya, dia berteriak dengan keras, “Phoenix Flaming Lotus!”


Serangan Api yang besar berbentuk bunga lotus muncul langsung menembak ke arah tempat tetua kelima.


Saat serangan lotus api milik Feng Luansan ingin mengenai tetua kelima.


Tiba - tiba siluet bewarna hitam muncul di depan Tetua kelima.


Sosok itu mengangkat tangan kanannya ke arah Phoenix Flaming Lotus yang bergerak datang.


Qi Spirtual yang luar biasa muncul dari tangan sosok itu, lalu mengagungkan lengannya dengan keras.


Boom!


Phoenix Flaming Lotus milik Feng Luansan langsung terurai tak tersisa oleh serangan sosok itu.


Tetua kelima mengangkat kepalanya dengan kaget saat melihat serangan yang akan merenggut nyawanya hancur begitu saja.


Sedikit mendongak, dia melihat sosok yang mencoba melindunginya.


Setelah melihat sosok itu, wajahnya langsung tersenyum senang dan dia berkata dengan suara rendah, “Tetua ketiga, kau sudah datang!”


Wosh...


Wosh...


Wosh...


Tetua kelima melihat bala bantuan yang datang dengan jumlah cukup besar, akhirnya dia bisa menghembuskan nafasnya dengan lega.


Pandangan Feng Luansan mengerut setelah melihat bala bantuan yang datang dari sisi tetua kelima.


“Sudah tiba ya...”


Dia sedikit menyesal karena tidak membunuh tetua kelima lebih cepat.


Melihat ke tengah sosok lawan yang berkumpul, pandangannya fokus ke pria yang baru saja menghentikan serangannya dengan lambaian tangan.


Pria itu menggunakan jubah hitam yang tampak sangat gelap dari atas leher hingga ujung kakinya.


Wajahnya membawa rasa kejam yang tak tertahankan, dia menatap balik ke arah Feng Luansan dengan dingin.


Feng Luansan merasakan Qi Spirtual yang sangat kuat datang dari orang itu.


Hanya dengan sekilas melihatnya, Feng Luansan langsung berkesimpulan,


“Aku bukanlah lawannya, saatnya bagi kami untuk mundur.”


Dia mengalihkan pandangannya ke belakang, ke anggota Phoenix Clan dan berteriak, “Semuanya! Situasi kami sangat tidak menguntungkan, bala bantuan musuh telah tiba... Ayo mundur dan berlindung ke dalam Phoenix Clan!”

__ADS_1


Anggota Phoenix Clan lainnya, langsung bersigap dan bergerak mundur ke dalam pintu gerbang Phoenix Clan.


Mereka juga sudah bertarung selama lima hari penuh, dan sangat kelelahan. Setelah melihat bala bantuan Three Star Palace tiba, tidak ada pilihan lain bagi mereka untuk mundur.


Satu - satunya jalan selamat yaitu kembali berlindung di dalam Phoenix Clan mereka, dikarenakan terdapat formasi pelindung yang bahkan kultivator tingkat Martial Emperor tidak bisa menghancurkan formasi pelindung itu.


“Tidak akan ku biarkan!” ucap Tetua ketiga dan rombongan Three Star Palace langsung mengejar mengikuti.


Feng Luansan mengalihkan pandangannya ke rombongan Three Star Palace yang mengikuti.


Dia mengangkat pedang merahnya ke atas dan dengan keras menancapkannya di tanah.


“Phoenix Domain!”


Boom!


Duar!


Tanah di sekitar Feng Luansan terelementisasi dan berubah menjadi Api Phoenix yang besar.


Api Phoenix itu membesar hingga jarak dua puluh meter sampai ukuran maksimalnya. Segera Api Phoenix itu menerjang maju ke arah rombongan Three Star Palace.


Orang - orang Three Star Palace melihat kedatangan ombak api yang sangat dahsyat.


Mereka tersentak dan hanya bisa berdiam diri dengan putus asa, namun sebelum serangan ombak api itu mengenai mereka.


Tiba - tiba suara mencemooh terdengar dari tetua ketiga, “Mengapa kalian semua diam?! Apakah kalian takut?!”


Tetua ketiga merentangkan tangannya ke atas dan dia berteriak, “Serangan belaka seperti ini, tidak akan bisa menyakitiku!”


Boom!


Swosh!


Angin yang kencang muncul dari tangannya, angin itu terpadatkan dan membentuk bola angin kecil seukuran kepala manusia.


Bola angin itu ditembakan ke arah ombak Api yang datang menuju mereka.


Boom!


Setelah bola angin itu mengenai ombak api, dia langsung meledak dengan daya gelombang yang dahsyat.


Hingga membuat api besar yang menerjang disekitarnya hilang dan hangus terurai.


Melihat serangannya berhasil di tahan dan dihancurkan dengan mudah oleh tetua ketiga. Feng Luansan tercengang sejenak dan berteriak, “Cepat! Semuanya kita harus cepat mundur! Ayo masuk ke Clan sebelum mereka menyusul!”


Semua anggota Phoenix Clan berkerumunan seperti semut, dan langsung bergegas memasuki tempat Clan mereka sendiri untuk berlindung.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.

__ADS_1


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2