Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 21 - Menyembuhkan Seseorang


__ADS_3

"Tenang saja tetua, anda tidak usah khawatir, percayalah padaku." Jawab Yun Tian.


Dia langsung memegang paha di bagian gigitan racun tersebut. Yun Tian langsung mengedarkan Qi-nya untuk mengecek racun itu.


Sesaat dia mengeceknya dia melihat bahwa racun tersebut sudah tersebar ke seluruh kaki kanannya, namun belum menyebar sampai ke bagian badan.


'Untung saja ini belum menyebar hingga bagian burungnya... Jika saja, ini menyebar ke bagian tersebut. Sudah dipastikan dia tidak bisa buang air kecil selama sebulan." pikir Yun Tian.


Dia menghela nafas dan berkata, "Racunnya belum menyebar ke bagian badannya, aku akan menghentikan aliran racun ini."


Yun Tian langsung mengedarkan Qi miliknya untuk mengunci bagian racun tersebut, supaya tidak menyebar lagi. Dan sedikit menetralisir racun tersebut.


Tetua ke empat sangat terkejut, bahwa anak seusia Yun Tian bisa mengendalikan Qi sebaik itu, bahkan dirinya mungkin tidak sebaik Yun Tian dalam mengendalikan Qi.


"Tetua, apakah kau mempunyai ginseng darah merah yang berumur di atas 10 tahun?" tanya Yun Tian.


"Aku mempunyai banyak." jawab Tetua ke empat tanpa ragu.


"Baiklah... Ambilkan satu saja," Lalu Yun Tian melanjutkan, "Dan juga aku butuh Inti dari bunga mawar putih."


Tetua Ke empat mengangguk, dan langsung mengambil bahan obat yang di sebut oleh Yun Tian tanpa ragu.


Setelah beberapa menit menunggu. Tetua Ke empat telah mengambil tumbuhan tersebut, dan langsung menyerahkannya kepada Yun Tian. Lalu dia berkata, "Untuk apa bahan ini Nak Yun?"


Yun Tian membalas, "Tentu saja, ini adalah bahan untuk menyembuhkan racun ular perak. Gunanya ginseng darah merah untuk menghancurkan racun ular perak tersebut. Sedangkan inti bunga mawar putih berguna untuk menghentikan efek samping dari ginseng darah."


Tetua ke empat mengangguk, lalu dia dengan bingung berkata, "Dari mana kamu tahu manfaat itu?"


Yun Tian membalas, "Aku sudah banyak membaca buku soal teknik pengobatan, jadi aku mengetahui hal tersebut."


Tentu saja Yun Tian berbohong, dia sekarang memiliki pengetahuan Dewa Tabib. Apapun yang berkaitan soal Tabib atau penyembuhan, Yun Tian pasti nomor satu. Dan juga dia pasti tidak akan memberitahu hal itu kepada tetua ke empat. Bisa saja tetua ke empat menjadi serakah dan membunuhnya, demi mengambil ingatan pengetahuan Yun Tian yang berkaitan dengan Tabib.


Tetua ke empat sedikit tidak percaya, namun dia tidak ingin mengetahui lebih lanjut. Karena semua orang pasti memiliki rahasia termasuk Yun Tian.


Setelah mengambil bahan tersebut Yun Tian langsung mencampurkan bahan itu menjadi satu. Lalu dia mengoleskan obat tersebut ke daerah seluruh pahanya.

__ADS_1


Setelah beberapa menit racun tersebut akhirnya berhenti bereaksi dan wajah keponakan tetua ke empat yang tadinya tampak pucat, sekarang telah membaik.


"Hmm bagus... selama beberapa hari aku sarankan dia harus terendam di kolam air panas dan juga jangan lupa sering oleskan bahan obat yang kubuat tadi. Mungkin dalam tiga hari dia akan sembuh total."


Tetua ke empat yang melihat itu sangat terkejut, bahwa keponakannya bisa sembuh secepat itu. Wajahnya sedikit gemetar karena gembira, lalu dia berkata, "Yun Tian, kau sangat jenius dalam bidang kedokteran. Dengan bakatmu tentang tabib, kamu pasti akan menjadi tabib kelas atas yang terkenal."


"Tetua terlalu memujiku, aku hanya beruntung bahwa ini terkait dengan racun ular perak yang aku ketahui. Jika itu racun lain, mana mungkin aku bisa menyembuhkannya." Jawab Yun Tian rendah hati.


"Kamu terlalu rendah hati... Dengan kemampuanmu, kamu pasti bisa memasuki akademi tabib di kota Mohey. Aku bisa membawamu untuk memasuki akademi itu bagaimana? Apakah kau setuju." Kata Tetua Ke empat sambil bertanya untuk mengundang Yun Tian.


"Maafkan aku tetua. Ilmu tabib hanyalah pekerjaan sampinganku, sedangkan tujuan utamaku adalah menjadi kultivator kuat." Jawab Yun Tian dengan nada sedikit meminta maaf.


Tetua ke empat terkejut lalu dia berkata, "Apakah kamu benar tidak ingin menjadi tabib?"


"Tidak tetua, aku tetap ingin berjalan menjadi kultivator seumur hidupku, sedangkan tabib hanyalah pekerjaan sampingan." Jawab Yun Tian tanpa ragu.


Tetua ke empat menghela nafasnya.


"Baiklah jika itu maumu... Aku tidak sejahat itu untuk menghentikan tujuan utamamu," Katanya dengan sedikit nada kecewa lalu dia melanjutkan, "Namun jangan melupakan hal - hal penting soal tabib, karena mungkin akan berguna untukmu di masa depan."


Setelah menyembuhkan keponakan tetua kempat dan berpamitan dengannya. Yun Tian langsung berjalan pulang ke arah halamannya. Karena hari sudah malam dan juga dia ingin cepat - cepat bertemu Xuan Ling dan mengurusnya, dia langsung berlari dengan kecepatan maksimalnya yang secepat Body Tempering puncak.


Swoshh!


"Wah... siapa itu, Aku melihat siluet berwana putih bergerak sangat cepat. Apakah kamu melihatnya?"


"Aku juga melihatnya, tetapi hanya sekilas karena siluet putih itu sangat cepat."


"Apakah itu hantu?"


"Hahahaha, bagaimana mungkin ada hantu di dunia ini? kamu hanya mengada - ngada saja. Sudahlah ayo kita lanjutkan pekerjaan kita."


Banyak kerumunan terkejut melihat siluet putih bergerak secepat kilat, dan mengira itu adalah hantu.


Setelah sampai di kediamannya, Yun Tian langsung memperlambat kecepatannya dan, memasuki halamannya.

__ADS_1


Dia melihat Xuan Ling dari jarak beberapa meter sedang fokus berkultivasi. Yun Tian memandangnya sebentar selama beberapa menit.


"Ehemm..." Batuk Yun Tian untuk menyadarkan Xuan Ling yang sedang fokus berkultivasi.


Xuan Ling yang sedang fokus berkultivasi, dia mendengar suara akrab baginya. Dia membuka matanya dan melihat Yun Tian yang sedang berdiri mengawasinya.


"Tuan!"


Melihat Pria itu, Xuan Ling tampak sangat bahagia. Dia langsung berhenti berkultivasi, berlari melompat ke arah Yun Tian dan langsung memeluknya.


"Tuan aku sangat merindukanmu..."


Yun Tian langsung -menerima pelukannya, dan dia mengelus rambut gadis itu. Dia menarik nafas dengan kencang untuk mencium aroma gadis tersebut. Yun Tian sangat menyukai aroma gadis itu. Menurutnya aroma Xuan Ling lebih harum dari pada aroma parfum mahal.


"Hmm...? baru beberapa jam aku keluar... namun kamu sangat merindukanku." Jawab Yun Tian.


"Aku... kesepian. Hanya tuan yang selalu menemaniku sejak satu minggu lalu. Untuk meredam kesepian itu, aku hanya terus berkultivasi supaya bisa menjadi kuat, dan menghajar banyak penjahat! Dan juga aku akan melindungi dan bertarung bersama tuan di masa depan." Jawab Xuan Ling dengan nada gembira namun tegas.


Yun Tian yang mendengar itu hatinya sedikit meleleh. Lalu dia membelai pipi Xuan Ling dengan lembut dan berkata, "Tidak perlu untukmu melindungiku, kamu hanya perlu kuat untuk bisa bertarung bersamaku dan mengikutiku menjelajahi dunia bersama."


"Baiklah... aku ingin mandi dulu. Sudah lama aku tidak mandi. Kamu sebaiknya lanjut berkultivasi lagi." Kata Yun Tian sambil meregangkan tubuhnya.


"Aku juga ingin mandi tuan! Aku juga belum mandi sejak tadi pagi..." Saut Xuan Ling.


Yun Tian hanya menghela nafas.


"Kamu sudah dewasa, usiamu sebenarnya itu adalah 18 tahun. Seharusnya kamu sudah bisa mandi sendiri..." Ucap Yun Tian.


"Lebih nyaman jika aku mandi bersama tuan... Terutama saat tuan menggosok punggungku, itu terasa sangat nyaman." Jawab Xuan Ling tampak seperti anak kecil.


Yun Tian tidak bisa menolak, lalu dia langsung membawa Xuan Ling untuk mandi bersamanya.


'Sepertinya aku harus mengajari gadis ini tentang tata krama laki - laki dan perempuan." pikirnya dalam hati.


Terimakasih sudah membaca ceritaku, jangan lupa untuk like, vote, dan juga rate bintang lima ya...

__ADS_1


__ADS_2