
Setelah pembicara pertemuan di aula selesai, semua orang langsung kembali kekediaman mereka masing - masing termasuk Yun Tian.
Berjalan menuju ke kehalaman kediamannya, pandangan Yun Tian tiba - tiba beralih ke Lan Ruo yang sedang berjalan ke arahnya sambil melambaikan tangannya.
Yun Tian menghentikan langkahnya lalu menatap wanita itu.
“Hei, Yun Tian... Halaman kediamanmu tidak jauh dariku, bagaimana kalau kita pergi bersama?” Lan Ruo berkata sambil meliriknya untuk mencoba mengajaknya pergi bersama menuju kediaman mereka masing - masing.
“Ide yang bagus.” Jawab Yun Tian sambil menganggukkan kepalanya.
Lan Ruo tersenyum senang setelah mendengar Yun Tian menerima permintaanya, segera mereka berdua pun berjalan menuju kekediaman mereka bersama.
Di perjalanan, Lan Ruo menangkupkan tangannya kebelakang sambil berkata, “Hei, Yun Tian, aku tidak menyangka dengan keberadaanmu di sini itu bisa membuat situasi Keluarga Lan kami berubah drastis.”
Yun Tian tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, “Aku hanya melakukan hal yang harus kulakukan.”
“Kamu terlalu merasa rendah diri, ayolah... Aku pun sempat kaget, bukan hanya tingkat Kultivasimu yang tinggi, tetapi juga bahkan pemahamanmu tentang Tabib juga sama tingginya!” Lan Ruo berkata dengan pujian dan kekaguman.
“Tidak perlu memujiku seperti itu. Sebaiknya kau fokus pada urusanmu sendiri, walaupun kondisi Keluarga Lan mu telah membaik. Tetap saja tujuanmu untuk memenangkan Kontes Asosiasi Tabib tidak berubah bukan?”
Dalam pembicaraan sebelumnya di Aula Pertemuan, Kontes Tabib akan diadakan enam hari lagi dan Lan Ruo sudah pasti akan mengikuti kontes itu. Dengan tujuan bukan hanya untuk membuktikan kemampuannya, tetapi juga untuk diterima memasuki Organisasi Asosiasi Tabib sendiri.
Mendengar perkataan Yun Tian mengenai Kontes Asosiasi Tabib, wajah Lan Ruo langsung beralih serius, dengan percaya diri dia berkata, ”Tentu saja aku akan tetap mengikuti Kontes itu! Aku juga pasti akan memenangkannya dan diterima oleh Asosiasi Tabib!”
Melihat kepercayaan diri yang terpancar dari wajah Lan Ruo, Yun Tian sedikit tersenyum.
“Tetapi... Mungkin Kontes itu akan cukup sulit.” Lan Ruo merenung dan berkata dengan serius, “Jika tidak salah, besok putra Tetua Pertama Lan Poyun akan datang kembali ke sini dan mengikuti Kontes Tabib tersebut.”
Seperti yang Yun Tian dengar sebelumnya, Lan Poyun sendiri adalah murid dari Sekte kelas tiga bernama Hidden White Sect. Bukan hanya murid biasa saja, dia juga seorang murid dari Tabib utama di sekte tersebut.
“Aku dengar rumornya... Bahwa Lan Poyun memiliki guru Tabib tingkat tinggi yang mengajarinya. Jika tidak salah bahkan Tabib itu telah mencapai ketinggian Alkemis dan menjadi tabib utama di sekte tersebut.” Lan Ruo berkata sambil memegang dagunya.
__ADS_1
“Maka itu akan menjadi lawan yang sulit bagimu.” Yun Tian berkata sambil menatap Lan Ruo.
Lan Ruo sedikit berkedip sebelum mengangkat kepalanya ke atas.
“Sesulit apapun lawan yang ku hadapi, tidak ada kata menyerah dalam hidupku sebagai Tabib!”
Yun Tian sedikit tersenyum saat melihat perilaku Lan Ruo. Melihatnya, seperti melihat dirinya yang dulu sebelum dia menerima warisan dari Dewa Perang.
Setelah berbincang - bincang selama beberapa menit, akhirnya mereka kembali kekediaman masing - masing.
Yun Tian berjalan memasuki kamarnya, menekuk duduknya kebawah dia segera berbaring duduk di lantai dan berpikir.
Tujuannya kedatangannya ke Keluarga Lan telah selesai, dia berhasil mendapatkan Bunga Lotus Ungu yang dia inginkan. Karena tujuannya telah tercapai.
Maka tidak lama lagi baginya untuk pamit dan pergi dari sini, jika tidak ada kendala. Yun Tian berencana untuk pergi besok hari.
Arah tujuan lokasi yang selanjutnya dia tuju bukan langsung pergi ke Sky Sword Sect, melainkan dia sementara akan kembali ke Kota Huang untuk melihat bagaimana kondisi Keluarga Yun dan ibunya juga.
Sambil menghela nafasnya dengan lembut, Yun Tian secara perlahan menutup matanya dan fokus untuk berkultivasi.
Dengan bakatnya hitamnya, tidak sulit untuk menerobos Earth Realm tanpa hambatan. Tetapi untuk menerobos ke ranah tersebut juga butuh proses, sekarang Yun Tian tidak memiliki sumber daya yang memadai untuk menerobos ke ranah tersebut.
Yang dia butuhkan untuk menerobos ke ranah Earth Realm adalah Batu Spirtual yang jumlahnya cukup banyak, namun dia tidak memiliki itu.
***
Keesokan harinya
Di Keluarga Lan, tepat di pintu gerbang Keluarga tersebut, terdapat satu Burung Argentavis yang mendarat dari langit tepat ke tanah di depan gerbang tersebut.
Burung Argentavis itu mendarat dengan kecepatan yang sangat cepat namun rapih, semua penjaga memandangnya dengan wajah takjub serta sedikit cemas saat melihat Binatang Iblis seperti itu berada di depan gerbang Klan mereka.
__ADS_1
Saat mereka mengawasi Burung Argentavis itu dengan teliti, tiba - tiba mereka melihat dua sosok manusia yang berdiri di atas Burung tersebut.
Kedua sosok itu turun ke tanah, salah satunya adalah pemuda yang tampak berusia lebih dari dua puluh tahun dan disampingnya terdapat Pria Paruh Baya janggut panjang di dagunya. Pria Paruh Baya itu memiliki Aura Qi Spirtual yang kuat terpancar dari tubuhnya.
Setelah melihat Pemuda dan Pria Paruh Baya yang berjalan ke arah mereka, penjaga gerbang tersebut sedikit berkeringat dingin dan dengan waspada memandang mereka.
“Jika saya boleh tau... Siapa yang mulia ini? Mengapa anda datang ke gerbang Keluarga Lan kami?” tanya salah satu penjaga dengan ekspresi gugup yang terlintas di wajahnya.
Mereka tampak gugup dikarenakan Qi Spirtual yang berasal dari Pria Paruh Baya di depan mereka tersebut tampak kuat dan menindas.
Pemuda di samping Pria Paruh Baya itu berkata dengan ekspresi jengkel, “Kau tampaknya adalah anggota baru bukan?”
Penjaga yang baru saja berbicara itu sedikit terkejut atas perkataan pemuda itu.
“Aku? Maafkan aku, aku menjadi penjaga disini sejak tiga tahun yang lalu...”
“Jadi begitu, tampaknya kau tidak mengetahui ku...” Pemuda itu sedikit mengangguk lalu dia melanjutkan, “Perkenalkan, aku adalah Lan Poyun. Putra Tetua Pertama, sudah lima tahun sejak aku terakhir kali aku disini. Setelah dipilih menjadi murid Hidden White Sect aku tidak pernah kembali lagi ke Keluarga ini...”
Penjaga yang mendengar perkataan Lan Poyun langsung mengungkapkan ekspresi terkejut.
“Jadi anda Lan Poyun? Maafkan saya karena telah lalai dan tidak mengetahui bahwa itu and-.” ucap penjaga tersebut dan dia ingin menundukkan kepalanya untuk meminta maaf.
Swing!
Sebelum dia bisa mengatakan permintaan maafnya, tiba - tiba Lan Poyun yang baru saja berbicara telah melintas kedepannya dan dia mengeluarkan pedangnya sendiri lalu menebas kepala penjaga itu.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
__ADS_1
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.