
“Bencana besar terjadi saat kabar Yun Tian mati tersebar ke seluruh Kota Huang.” Pria Paruh Baya itu berkata saat dia mengingat - ingat adegan yang terjadi saat itu.
“Bencana besar? Apa maksudmu?” Yun Tian menatap ke arah Pria Paruh Baya tersebut dan, dia memiliki firasat yang buruk di hatinya.
Sambil menghembuskan nafasnya, Pria Paruh Baya itu berkata, “Bencana itu tampak seperti neraka... Semua..., tidak! Seluruh Keluarga Yun dihancurkan sampai rata ditangan orang - orang yang berasal dari Keluarga Leng atas perintah Tuan Kota Mohey Leng Nanfeng sendiri...”
“Wanita hingga anak - anak sekalipun di bunuh dengan sadis, banyak orang yang menyaksikan kejadian itu termasuk saya. Pertumpahan darah terjadi dimana - mana... Itu benar - benar tampak seperti neraka!”
“Apa?!”
Kata - kata dari Pria Paruh Baya itu langsung membuat pikiran Yun Tian meledak dan terguncang.
Dia tidak bisa mengeluarkan ekspresi dari wajahnya, tampak benar - benar kaku.
Emosinya sekarang benar - benar terguncang dan memiliki perubahan drastis saat nafasnya naik turun.
Melihat Yun Tian yang tampak diam tanpa ekspresi, Pria Paruh Baya disampingnya segera memandangnya dengan bingung.
”Hei, tuan muda ini... Apa yang terjadi padam-”
Swosh!
Namun kata - katanya langsung dihentikan oleh hembusan angin kencang yang disebabkan oleh Yun Tian.
Yun Tian berlari ke arah tempat Keluarga Yun dengan sekuat tenaga saat hati nya benar - benar merasa gelisah dan dia hanya Isa berharap atau bermimpi bahwa apa yang dikatakan Pria Paruh Baya adalah kebohongan.
Sekarang matahari sudah tenggelam dan hari pun sudah malam.
Deg!
Deg!
Berdebar!
Jantung Yun Tian terus menerus berdetak karena cemas dan takut.
“Astaga!”
Saat Yun Tian telah mencapai tempat tersebut, dia segera menghentikan langkah kakinya saat tiba - tiba pupil matanya membesar dan dia tidak berani percaya dengan semua yang dia lihat di depannya.
Pada saat ini di tempat yang seharusnya adalah Keluarga Yun, dalam area luas lima belas kilometer, sekarang tampak benar - benar sunyi.
__ADS_1
Tidak ada kerumunan orang yang ramai sebelumnya, tidak ada suara, tidak nafas dan bau yang dikenalnya selama lebih dari lima belas tahun hidupnya.
Yang tersisa sekarang hanya reruntuhan berserakan di tanah, banyak burung gagak yang berkokok di langit saat mereka berputar dia area reruntuhan tersebut.
Halaman rumah yang dia tinggali sebelumnya sekarang telah berubah menjadi reruntuhan!
“Ibu...”
“Dimana Ibu?!”
Ibunya Yun Mu Rong yang telah merawatnya sejak kecil...
Ibunya Yun Mu Rong yang selalu memanjakannya dan tidak pernah mengeluh. Selalu memberi dia semangat saat perjuangannya yang masih lumpuh waktu itu.
Dia sekarang hanya bisa melihat reruntuhan dari ruangan kamar ibunya tersebut dan bahkan tidak bisa menemukan mayatnya sekalipun.
Melihat kesamping terdapat beberapa bekas mayat yang telah digerogoti oleh anjing liar sampai tersisa tulang saja, namun dia tidak peduli tentang itu.
Yang dia pedulikan dalam Keluarga Yun ini hanyalah Ibunya!
Sekarang bahkan mayat ibunya sudah tidak ditemukan lagi, dan dia bahkan tidak memiliki kesempatan untuk mengubur mayatnya dan memberi berkah atau doa kepadanya.
Disaat yang bersamaan dia juga memiliki perasaan menyesal yang sama kuatnya.
“Apa yang terjadi...? Persis mengapa ini bisa terjadi...” Sambil menatap ke tanah dengan penuh rasa sedih Yun Tian bergumam.
Yun Tian tidak berani mempercayai semua ini karena rasa sakit yang hebat dan kemarahan yang tak terbatas seperti sebuah api panas yang menyerang pikirannya hingga kosong.
Dia berjalan ke arah reruntuhan di depannya seperti mayat, kakinya melangkah dengan berat seperti sedang membawa beban timah yang memiliki berat berton - ton.
Dia berjalan menuju ke halaman rumah tempat tinggalnya yang juga telah menemani dirinya dari kecil hingga sekarang.
Rumah ini adalah sebuah harta yang paling berharga dalam hati Yun Tian. Rumah ini mengingatkan masa - masa kecilnya saat bersama Ibunya Yun Mu Rong, dan juga saat awal - awal dia bertemu Xuan Ling. Semuanya terjadi di rumah ini.
Tidak peduli seberapa dia lelah atau sulit, saat dia kembali ke rumah, pasti ada Ibunya yang selalu menunggu dan merawatnya datang setiap hari.
Rumah ini juga mengingatkan Ibunya yang selalu menyemangati dia terus menerus agar tidak menyerah dalam jalur Kultivasi.
Dia mampu bertahan dan dihina sebagai sampah saat insiden bakatnya yang telah ditahan hanya karena penyemangat Ibunya.
Ibunya harus memikul tanggung jawab dirinya sendiri saat masih kecil dan dia juga harus menerima penghinaan dari orang lain terhadap putranya.
__ADS_1
Semua yang dia miliki disini sudah hancur, bahkan kerabat atau orang - orang terdekatnya seperti Tetua ke empat pun telah meninggal dan hanya menyisakan tulang - tulang putih yang bergelimpangan di jalanan.
Mengingat penjelasan dari Pria Paruh Baya sebelumnya, sinar dingin melintas di matanya yang tampak setajam elang
“Keluarga Leng... Leng Nanfeng...” gumam Yun Tian dengan suara yang rendah dan dingin. Aura di tubuhnya telah memancarkan niat membunuh yang luar biasa dahsyat.
Pada saat ini dia tampak seperti Undead atau mayat yang sudah tidak memiliki jiwa. Wajahnya tampak sedingin es dan tidak memiliki ekspresi saat niat membunuhnya melesat ke langit.
Di dalam hatinya, hanya ada pikiran paling murni, paling sederhana, dan paling langsung, yaitu...
BUNUH!!!
Suasana seluruh Kota Huang langsung menjadi dingin saat niat membunuh dan Aura Qi yang luar biasa dari tubuh Yun Tian tersebar keseluruh Kota.
“Hisss... Sangat dingin!”
“Mengapa cuaca disini mendadak berubah?”
Segerombolan pasukan Kota Mohey yang berasal dari Keluarga Leng menggigil dingin saat mereka melihat kesekeliling, mereka menghentikan pengejaran terhadap Pria berpakaian hitam tersebut.
Tidak ada yang memperhatikan bahwa di kejauhan, sesosok bewarna perak dengan niat membunuh yang sangat kuat dan Aura Qi luar biasa dari tubuhnya sedang meluncur datang ke arah mereka.
Seolah - olah elang yang akan mencapit segerombolan tikus.
Swosh!
Dalam kecepatan yang sangat cepat bahkan lebih cepat dari kecepatan suara. Tiba - tiba sosok bewarna perak itu langsung melintas ke arah mereka.
Swing!
Yun Tian dengan cepat langsung melewati mereka dan pedang panjangnya melayang di langit saat akhirnya kembali ke tangannya dan dia menyarungkan ke pinggangnya lagi.
Serk!
Tiba - tiba suara benda yang jatuh ke tanah terdengar, melihat kebelakang itu adalah suara dari jatuhnya potongan - potongan kecil dari tubuh segerombol pasukan milik Keluarga Leng dari Kota Mohey tersebut.
Potongan itu adalah gumpalan daging yang dipotong bersih oleh Yun Tian. Mereka semua mati dengan tragis menjadi seperti itu.
Wajah Yun Tian acuh tak acuh saat dia berkata dengan suara rendah dan serak.
“Semua yang berasal dari Keluarga Leng.... Mati!!!”
__ADS_1