Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 114 - Dua Tebakan!


__ADS_3

Yun Tian menarik nafas panjang, dia langsung meningkatkan indra penciumannya dan mencoba menebak ketiga benda yang ada di dalam piring tersebut.


“Hm?”


Setelah menciumnya aromanya selama sesaat, Yun Tian merasakan hal yang janggal. Sinar dingin melintas di matanya saat dia menatap ke arah Tetua Pertama.


Namun dia tetap percaya diri, setelah tersenyum beberapa saat, dia berkata, “Bisakah aku langsung menjawab? Aku akan menjawab dari kiri terlebih dahulu.”


Tetua Pertama mengangguk sambil memegang janggutnya, dia tersenyum dan kilatan kelicikan terlihat dari matanya.


Sambil menunjuk ke piring bagian kiri tersebut, Yun Tian menjawab, “Itu adalah Kemangi Hijau.”


Setelah mendengar perkataan Yun Tian, ekspresi keterkejutan muncul di wajah Tetua Pertama.


‘Tidak mungkin... Dia benar - benar memiliki indra penciuman sebaik itu?’ pikirnya dengan suara terkejut.


Tetua Pertama mengangguk sedikit, menyembunyikan ekspresi terkejutnya dia tersenyum tenang dan memberikan pujian kepada Yun Tian.


”Hoo... Tidak kusangka jawabanmu itu benar.” Sambil melambaikan tangannya, Tetua Pertama segera membuka plat bulat yang ada di piring tersebut.


Segera tanaman Kemangi Hijau benar - benar muncul dari pandangan semua orang.


“Wah...!”


“Hebat! Itu benar - benar Kemangi Hijau!”


“Sangat sesuai dengan apa yang dikatakan Yun Tian itu...”


“Apakah dia tidak berbohong atas Indra penciumannya yang hebat itu?”


Reaksi semua orang segera menjadi terkejut dan keheranan di saat yang bersamaan.


Lan Ruo di sampingnya menatap Yun Tian dengan mata kagum, sedangkan Patriak Lan Qinchen juga sedikit menghembuskan nafas lega saat Yun Tian berhasil mengkonfirmasi jawabannya.

__ADS_1


Yun Tian sedikit tersenyum saat menanggapi ekspresi semua orang.


Melihat senyuman Yun Tian, Tetua Pertama sedikit mengutuk dalam hatinya, ‘Cih, Jangan senang dulu bocah! Kita lihat nanti apakah kau berhasil menebak kedua benda yang selanjutnya?’


Setelah kebisingan mereda, Yun Tian melanjutkan urusannya untuk menebak kedua benda yang tersisa.


Menunjuk ke arah tengah, Yun Tian menjawab sambil menutup mata dengan percaya diri, “Itu adalah... Ginseng Darah Marah benar?”


Tetua Pertama sekali lagi terkejut akan kebenaran dari jawaban Yun Tian, namun dia masih tersenyum tipis sebelum berkata, “Benar, benda di dalam itu adalah Ginseng Darah Merah, namun sebelum aku membuka piring tersebut dan mengkonfirmasi jawabannya. Aku ingin menjelaskan bahwa Ginseng Darah Merah juga dibagi oleh usia bukan? Terdapat Ginseng yang berusia baru satu tahun bahkan terdapat yang telah berusia ratusan tahun.”


Yun Tian terus mendengarkan Tetua Pertama sambil menutup matanya dan mengangguk.


“Jadi... Bisakah kau menebak berapa usia Ginseng Darah Merah ini hanya dengan menciumnya saja?” ucap Tetap Pertama dengan senyum licik di sudut mulutnya.


Segera setelah dia mengatakan itu, kegemparan terjadi di aula tersebut.


“Tetua Pertama! Mengapa Yun Tian harus menebak itu! Bukankah tes ini diadakan dengan cara menebak benda apa yang ada di dalamnya, tidak perlu untuk menjelaskan tentang asal usul usianya bukan?” Dengan penuh amarah, Lan Ruo berkata sambil menatap Tetua Pertama yang tampak licik.


“Kau orang tua licik! Tes ini awalnya bertujuan untuk membuktikan Indra penciuman yang dimiliki oleh Yun Tian! Mengapa kau dengan sengaja berdalih dan mengubah aturannya!” Lan Ruo berkata dengan ekspresi kesal saat menunjuk Tetua Pertama.


“Cukup Lan Ruo...” tiba - tiba Yun Tian berkata dan menghentikan amarah Lan Ruo, lalu dia menatap ke arah Tetua Pertama dengan dingin, “Karena itu maumu aku akan dengan senang hati mengikuti permainan yang kau buat. Jadi... Jangan menyesal di akhir jika sesuatu yang lebih buruk terjadi padamu.”


Setelah ditatap tajam oleh Yun Tian, Tetua Pertama merasakan perasaan merinding di tubuhnya, secara naluri dia mengalihkan pandangannya kebawah.


“Maka dari itu, aku akan langsung menjawab usia yang di miliki Ginseng Darah Merah tersebut.”


Ekspresi semua orang benar - benar terkejut saat mendengar perkataan Yun Tian.


Mereka semua memandang Yun Tian dengan wajah keheranan dan berpikir apakah pemuda ini benar - benar bisa menebak usia yang dimiliki Ginseng Darah Merah hanya dengan mencium aromanya saja?


Menutup matanya dengan acuh tak acuh Yun Tian menjawab, “Tiga bulan.”


Setelah mendengarkan jawaban Yun Tian, semua orang mengalihkan pandangannya ke arah juri untuk mengkonfirmasi apakah jawaban Yun Tian benar?

__ADS_1


Ketiga Juri termasuk Tetua Pertama sekarang memiliki ekspresi tercengang di wajah mereka yang terlihat jelas oleh semua orang.


Hanya dengan melihat ekspresi mereka berempat, semua orang disekitar berhasil menebak dari ekspresinya tersebut sudah jelas bahwa jawaban yang Yun Tian sebutkan itu benar.


“Ba-Bagaimana bisa?”


Tetua Kedua sebagai juri memandang Yun Tian dengan ekspresi penuh tanya.


Yun Tian tersenyum tipis sebelum menjawab, “Hmph! Itu mudah, Aroma usia Ginseng Darah Merah bisa dibedakan oleh kepekatannya. Semakin tua Ginseng tersebut, maka semakin pekat aroma yang dimilikinya. Aroma yang kurasakan sebelumnya benar - benar samar dan tidak jelas, namun dengan pemikiran lebih lanjut aku bisa menebak jelas bahwa hanya dengan aromanya saja, usia yang dimiliki Bunga Ginseng Merah itu berusia tiga bulan. Apakah itu benar Tetua Pertama?”


Setelah menjelaskannya dengan jelas, Yun Tian menatap Tetua Pertama dan Para Juri dengan senyum dinginnya.


Tetua Pertama langsung tersadar dari ekspresi tercengangnya, setelah dia mendengar panggilan Yun Tian.


Mengangguk dengan atas konfirmasi, dia membuka piring kedua yang berada di tengah sambil berkata, “Jawabannya benar, usia yang dimiliki Ginseng Darah Merah ini yaitu hanya tiga bulan..”


Segera tepuk tangan terdengar dari segala arah, tampaknya mereka semua sudah benar - benar percaya akan Indra penciuman yang dimilikinya.


Lan Ruo berlari menuju Yun Tian sambil menepuk punggungnya berkata dengan penuh pujian.


“Wow... Yun Tian! Kau benar - benar hebat, bukan hanya berhasil menebak bendanya saja, tetapi kau juga bahkan bisa menebak usianya dengan jelas! Aku pikir bukan hanya Indra penciuman mu yang hebat, tetapi pemahamanmu tentang tanaman obat juga sangat hebat!”


Atas tanggapan dari pujian Lan Ruo, Yun Tian hanya tersenyum balik kepadanya dan berkata dengan rendah hati, “Itu hanyalah keberuntungan...”


“Cih, keberuntungan apanya? Tidak mungkin kau bisa beruntung dengan cara seperti itu bukan?” Lan Ruo membalas tampak sedikit kelas atas kerendahan hati yang dimiliki Yun Tian.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.

__ADS_1


__ADS_2