Pewaris God Of War

Pewaris God Of War
Ch 107 - Cinta Yang Ditolak


__ADS_3

“Kamu! Siapa kau?! Berani - beraninya kau ikut campur dengan urusan Keluarga Lan kami?” Melihat postur genggaman Yun Tian yang tidak berubah, tidak ada pilihan lain bagi Lan Muyun selain menggunakan kata - kata provokasi.


”Siapa aku itu tidak ada urusannya denganmu, aku juga tidak peduli dengan urusan keluarga Lan mu. Aku hanya memiliki perjanjian dengan wanita ini, bahwa aku harus melindunginya sampai dia mencapai di tempat Keluarga Lan nya.” Yun Tian membalasnya dengan dingin.


Dia memperkuat genggamannya dengan keras, semakin kuat genggaman Yun Tian, Lan Muyun juga semakin merasakan rasa sakit di area tangannya.


“Ahh! Sialan, sudah cukup! Aku adalah putra Tetua pertama dari Keluarga Lan. Jika kau berani mengusikku, kau pasti tahu akan konsekuensinya!” Lan Muyun menjerit dengan wajah tampak sangat jelek mencoba menahan rasa sakit dari genggaman Yun Tian.


“Tentu saja aku mengerti konsekuensinya, tetapi lalu apa? Aku tidak takut.” Jawab Yun Tian dengan dingin.


Mengenggam lengan Lan Muyun dengan keras, dia semakin memperkuat memperkuat gengamman tangannya.


Retak!


“Ahh!!”


Tiba - tiba terdengar suara retakan tulang ditemani oleh jeritan rasa sakit yang luar biasa.


Melihat pergelangan tangan Lan Muyun yang sudah patah atau hancur, Lan Ruo tercengang sejenak. Dia langsung melangkah maju dan berkata kepada Yun Tian.


“Dermawan Yun, sudah cukup hentikan ini...”


Lan Ruo menarik tubuh Yun Tian dengan lembut. Melihat perilaku Lan Ruo, Yun Tian sedikit memperlemah gengamannya, setelah itu secara perlahan dia melepas gengamman tangannya dari lengan Lan Muyun.


Menatap balik ke arah Lan Ruo, Yun Tian berkata,


“Mengapa kau menahanku?”


“Jika... Jika tetua pertama mengetahui hal ini, pasti kau akan dalam bahaya. Aku tidak ingin Dermawan Yun terkena imbas akibat konflik Keluarga Lan kami.”


Dengan wajah tertunduk, Lan Ruo sedikit merasa bersalah akibat tindakan ceroboh yang dia lakukan.


“Fiuh... Sudahlah, cepat pimpin jalan menuju Keluarga Lan mu itu. Aku juga ingin perjanjian ini cepat selesai.” Yun Tian berkata dengan dingin sambil menghela nafasnya.


Lan Ruo segera sigap, mengambil keranjang yang dia letakkan di tanah. Setelah itu dia langsung pergi menuju arah tempat Keluarga Lan berada.


Sambil berjalan melewati, dan melihat - lihat pemandang Kota Pohon Pir ini. Yun Tian dan Lan Ruo saling berbicara.

__ADS_1


“Di masa depan, jangan bertindak gegabah seperti itu. Kamu terlalu terpancing oleh emosi.” ucap Yun Tian kepada Lan Ruo.


Dengan wajah murung dan tertunduk, Lan Ruo menjawab, “Maafkan aku, tetapi dia berani menyebut nama ayahku secara langsung dengan kasar. Aku benar - benar tidak tahan.”


“Kau benar..., tapi kau bisa melakukannya secara berbeda. Kau ahli dalam hal obat - obatan bukan?”


“Tentu saja!”


“Jika kau ahli dalam hal itu, sebaiknya kau gunakan keahlianmu untuk menyerangnya dengan cara meracuninya diam - diam.”


Yun Tian berkata memberi saran dengan ekspresi sedikit kejam.


“Eh...? Bukannya itu terlalu berlebihan?” Lan Ruo merasa sedikit bergidik saat mendengar perkataan Yun Tian.


“Berlebihan? Orang - orang seperti Lan Muyun yang mengejek orang tua lain sepertimu, tidak bisa ditoleransi.” Yun Tian berkata dengan dingin.


Setelah bebera menit berbincang, akhirnya mereka berdua telah sampai ke tempat Keluarga Lan berada.


Sesampainya disana, Yun Tian melihat gerbang Keluarga Lan dengan lambang Pohon Pir di setiap dinding pagarnya yang cukup megah.


Terdapat beberapa penjaga yang menjaga pintu gerbang Keluarga tersebut, mereka semua rata - rata berada di ranah Origin Realm tingkat empat sampai enam.


Mata mereka membawa perasaan yang tidak bisa di jelaskan, ada yang membawa perasaan rasa bersalah ada juga yang membawa permusuhan yang kuat.


Sambil mengawasi mereka dengan dingin, Yun Tian sekarang sudah tidak peduli lagi. Tugas nya untuk melindungi Lan Ruo sampai menuju Keluarga Lan nya sudah selesai.


Lan Ruo disamping menatap Yun Tian, dia menatap dengan ekspresi keenganan untuk berpisah, sebelum akhirnya berkata.


“Em... Dermawan Yun, apakah kau tertarik untuk menginap di tempat ini selama beberapa hari? Ini sebagai ucapan terimakasihku.” Lan Ruo berkata kepada Yun Tian berusaha mengundangnya dengan wajah penuh harapan.


“Tidak perlu, urusanku disini sudah selesai. Tidak lama lagi aku akan meninggalkan Kota Pohon Pir ini dan kembali ke kampung halamanku.” Jawab Yun Tian sambil melambaikan tangannya dengan acuh tak acuh.


Setelah mendengar perkataan Yun Tian, ekspresi Lan Ruo tampak gelap, cahaya di matanya meredup sesaat.


Sambil menghembuskan nafasnya dengan ringan dia berkata, “Baiklah... Jadi ini perpisahan kita, semoga di masa depan kita akan memiliki kesempatan untuk bertemu kembali.”


“Aku harap itu terjadi.” Jawab Yun Tian dengan ekspresi datarnya.

__ADS_1


Setelah itu, Yun Tian langsung berbalik berjalan pergi tanpa melihat ke belakang.


Lan Ruo terus menatap punggung Yun Tian, dia tampak sangat enggan dan sedikit sedih.


“Mengapa hatiku merasa seperti ini? Jelas - jelas baru beberapa saat sejak aku mengenalnya. Namun sepertinya dalam waktu singkat itu aku telah jatuh cinta padanya, tetapi... aku tidak bisa menggapai pria itu.” gumam Lan Ruo terus menatap punggung Yun Tian.


Setelah siluet Yun Tian menghilang dari pandangannya, Lan Ruo menghelanafas sedih keluar dan berbali memasuki gerbang Keluarga Lan.


***


Kembali ke sisi Yun Tian.


“Cih, dasar laki - laki playboy yang selalu memikat setiap wanita dijalan.” Dengusan dingin keluar dari suara Xia Jingyu yang ada di dalam pikirannya.


Yun Tian mengabaikan ejekan Xia Jingyu dan hanya tersenyum tipis dia menjawab, “Tidak ada waktu bagiku untuk mengurus hal - hal seperti itu.”


“Kau benar... Tetapi apakah kau merasakannya sebelumnya?” tanya Xia Jingyu.


“Merasakan apa?” Yun Tian bertanya balik.


“Kau tidak merasakannya? Coba pertajam Indra penciumanmu lebih luas.” Xia Jingyu berkata sambil menyuruh Yun Tian untuk mempertajam Indra penciumannya.


Yun Tian mengikuti perintah yang dikatakan Xia Jingyu, sambil menarik nafasnya dengan kencang, Indra penciumannya pun langsung meluas ke segala arah.


“Ini...”


Saat Yun Tian meningkatkan indra penciumannya, dia mencium bau dari tanaman obat yang dia kenal dan dia inginkan juga.


“Jadi... Apakah kau merasakannya?”


Yun Tian mengangguk sebagai respon atas pertanyaan Xia Jingyu.


“Bau ini... Tidak mungkin hal itu bukan? Bagaimana bisa itu berada di tempat seperti ini?” Yun Tian sedikit bingung saat merasakan tanaman obat tersebut.


Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.


Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.

__ADS_1


Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻


Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.


__ADS_2