
Pria muda bernama Mo Hanzu perlahan berjalan tepat ke arah Patriak Sekte Lin Moyi.
“Lin Moyi, apakah kamu tahu kejahatan yang telah kamu perbuat?” tanya Mo Hanzu dengan nada dingin.
“Pangeran... Ap-apa maksud anda? Aku...”
Ketika di tanya oleh Pangeran Mo Hanzu seperti itu, ia langsung ketakutan dan merasa sangat gelisah yang membuatnya gemetar gugup ke titik dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan atau bagaimana cara menanggapinya.
Swosh!
Lin Moyi ingin melanjutkan, tetapi bahkan sebelum membiarkan dia selesai berbicara, Pangeran Mo Hanzu tiba - tiba mengangkat tangannya, dan membentuk cakar elang dengan tangan itu, terdapat daya hisap sangat besar di pusat tangan tersebut.
Seketika, itu menarik Lin Moyi dari kejauhan tepat ke arah telapak tangannya.
Pada saat itu juga, Pangeran Mo Hanzu menggunakan satu tangannya lagi untuk meraih atau mencengkram kepala Lin Moyi.
Lin Moyi berusaha berjuang keras untuk keluar dari cengkeraman tersebut, namun tidak peduli seberapa keras dia berjuang, dia tidak bisa lepas dari telapak tangan Mo Hanzu.
Semua orang - orang dari Sekte Wind Leaf yang memandang itu, tanpa sadar diri mereka berlutut di tanah dengan wajah penuh ketakutan.
Dengan wajah dingin Pangeran Mo Hanzu memandang semua orang yang berlutut dan berkata, “Patriak Sekte Wind Leaf, Lin Moyi, ditugaskan secara pribadi oleh Kekaisaran Tian Wu untuk memerintahkan daerah Tenggara Benua Tian Wu, namun ketika dia menemukan sebuah harta makam misterius di daerah tersebut, tidak hanya dia tidak melaporkannya ke Kekaisaran, dia bahkan membuka harta makam misterius tersebut secara pribadi dan berencana untuk menyimpan harta Kekaisaran untuk dirinya sendiri, Ini adalah kejahatan besar, dia harus di hukum penggal sekarang!”
Setelah mendengar kata - kata dari Pangeran Mo Hanzu, wajah Lin Moyi berubah menjadi gelap karena ketakutan, dia dengan cepat mulai berlutut memohon untuk hidupnya.
“Pangeran! Maafkan aku! Kasihanilah diriku yang rendah ini!”
Namun, Pangeran Mo Hanzu tidak peduli dengannya. Dia dengan dingin menggenggam kembali kepala Lin Moyi dengan keras.
Krek!
Retak!
Boom!
__ADS_1
Suara retakan terdengar di kepala Lin Moyi, disusul oleh darah yang turun dari dahinya dan tiba - tiba kepalanya meledak dengan keras menjadi genangan darah.
Melihat hal tersebut, pandangan semua orang dari Sekte Wind Leaf langsung menjadi gemetar ketakutan, Patriak Sekte mereka yang telah berada di ranah Heaven Realm, mati semudah itu?
Seketika seluruh murid serta tetua - tetua sekte tersebut langsung berlutut dan meminta pengampunan kepada Pangeran Mo Hanzu, mereka sangat takut bahwa mereka akan menerima hasil akhir yang sama oleh Lin Moyi.
“Pangeran belas kasihanilah kami... Kami tidak tahu apa - apa, hal itu tidak ada hubungannya dengan kami...”
Di benua Tian Wu, Kekaisaran Tian Wu adalah satu - satunya tuan atau pemimpin dan juga mereka adalah satu - satunya hukum.
Tidak ada yang berani menyinggung mereka, karena jika ada seseorang yang menyinggung mereka, hanya akan ada satu hasil yaitu kematian.
“Dengarkan semuanya! Mulai hari ini dan seterusnya, seluruh daerah Tenggara serta Sekte Wind Leaf akan dikelola oleh Kekaisaran Tian Wu, jika ada yang berani tidak setia atau berkhianat di masa depan, akhir kalian pasti tidak akan berbeda dengan Lin Moyi!” ucap Pangeran Mo Hanzu kepada seluruh orang di sekitarnya dengan suara keras seperti guntur.
Mendengar perkataan tersebut, kerumunan Sekte Wind Leaf tampak sangat bahagia seolah - olah beban berat telah terangkat dan mereka langsung bersujud penuh terimakasih.
“Kami bersedia melayani Kekaisaran! Kami tidak akan berani melakukan pengkhianatan dan egois!”
Setelah itu, pasukan Kekaisaran Tian Wu dengan cepat menyebar dan mengambil alih daerah tersebut, mereka benar - benar berencana mengelola secara pribadi seluruh daerah Tenggara Benua Tian Wu.
Tiga hari berlalu dengan cepat, Yun Tian dan kelompoknya sekarang telah tiba di Sky Sword Sect.
Yun Tian memandang banyak bangunan - bangunan besar tersusun rapi dari atas, terlihat dari atas ukuran sekte tersebut sangat besar, ukuran sekte itu bahkan puluhan kali lipat lebih besar dari kota Mohey, kota paling besar yang pernah dia lihat.
Akhirnya burung yang dikendarai oleh Yun Tian dan kelompoknya mendarat dengan rapi di depan gerbang sekte tersebut.
Dinding gerbang itu tampak sangat indah, terdapat lambang bergambar sebuah pedang di spanduk dinding gerbang tersebut, di atas lambang spanduk, ada tiga kata tertulis yaitu, Sky Sword Sect!
Terlihat di depan gerbang pintu masuk Sky Sword Sect di jaga oleh dua orang, Yun Tian memandang dua orang tersebut dan mengecek tingkat kultivasi mereka.
Setelah melihat kultivasi kedua penjaga gerbang itu, wajah Yun Tian tetap tenang namun dalam hatinya ia merasa sangat terkejut.
“Hanya seorang penjaga gerbang, tetapi telah berada di ranah Nescent Soul tingkat 4?” batin Yun Tian.
__ADS_1
Akhirnya Yun Tian dan kelompoknya memasuki gerbang sekte tersebut, di bawah bimbingan oleh Huan Ziling dan Gong Muzi, kedua penjaga gerbang langsung memperlakukan mereka dengan sopan dan tidak berani tidak hormat.
Setelah Yun Tian dan kelompoknya memasuki sekte tersebut, ia tampak cukup terkejut dengan keadaan di sekitarnya, banyak aliran murid - murid Sky Sword Sect berjalan - jalan yang membuat suasana menjadi ramai.
Semua dari mereka telah berada di ranah Origin Realm ke atas, dan tidak satupun dari mereka yang berada di ranah Body Tempering.
Yun Tian memandang token yang berada di dada keseluruhan murid di sekitarnya dan hampir semua dari mereka memiliki token bewarna perunggu, yang menandakan bahwa itu adalah murid luar, ada juga beberapa yang memakai token bewarna perak yang menandakan murid dalam.
“Wah... Sangat ramai...” ucap Xuan Ling dengan nada gembira.
Gadis itu dengan antusias memandang situasi di sekitarnya, matanya yang jernih bersinar dengan jejak kecemerlangan dan suasana hati yang gembira.
“Ayo ikuti aku, aku akan membawa kalian ke tempat yang penting dan berguna bagi kalian di sekte ini.” ucap Gong Muzi sambil melambaikan tangannya ke arah Yun Tian dan yang lainnya.
Mereka pun langsung mengikuti arah Gong Muzi berjalan, setelah itu mereka sampai ke sebuah bangunan besar yang berisi banyak aneka ragam senjata, senjata - senjata tersebut berada pada tingkat Mendalam dan Bumi.
Yuan Wu dan Leng Juan menatap senjata tersebut dengan mata yang berkilau.
“Tempat ini adalah Paviliun Senjata, jika kalian ingin membeli senjata kalian bisa membelinya di sini.” ucap Gong Muzi memperjelas.
Gong Muzi juga membawa mereka ketempat Paviliun Herbal, dan Paviliun Harta yang berguna untuk membeli sesuatu yang di butuhkan.
“Lalu bagaimana kita membeli barang - barang tersebut, apakah itu menggunakan koin uang?” tanya Yun Tian.
“Tidak, para murid di sini membeli harta tidak menggunakan koin uang, melainkan menggunakan poin kontribusi.” ucap Gong Muzi lalu ia membawa Yun Tian dan yang lainnya menuju ke sebuah tempat yang berisi banyak poster kertas.
“Poin kontribusi bisa di dapatkan dengan mengerjakan atau melakukan tugas misi - misi sekte, bisa kalian lihat disana, banyak kertas - kertas yang terpampang berisi penjelasan misi - misi tersebut, masing - masing misi terdapat kesulitan yang berbeda - beda, semakin sulit misi tersebut, semakin banyak koin kontribusi yang kita dapatkan.” ucap Gong Muzi sambil memperlihatkan setiap - setiap misi.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
__ADS_1
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.