
Dibawah rintikan hujan, banyak orang memandang Yun Tian dengan penuh keterkejutan.
Pada saat ini, hampir semua orang di Kota Mohey sudah tahu bahwa Yun Tian telah kembali dan menyerbu ke Keluarga Leng sendirian.
Semua orang yang telah mengira Yun Tian telah mati, pikiran mereka langsung diputarbalikkan saat melihat seluruh mayat dari Keluarga Leng yang telah dibunuh olehnya.
Suara tangisan dan gelombang jeritan putus asa itu masih terngiang - ngiang di kepala mereka.
Apa yang dibuktikan dari hal ini?
Itu membuktikan bahwa Yun Tian masih hidup, dan bahkan dia meratakan seluruh Keluarga Leng sendirian.
Hal itu membuat mereka merasa aneh dan keheranan, karena informasi tentang Yun Tian telah tersebar luas.
Satu tahun yang lalu dia hanyalah pemuda yang cukup jenius dengan tingkat kultivasi Origin Realm tingkat tiga, dan sekarang dia bisa dengan santai memusnahkan seluruh Keluarga Leng tanpa luka sedikitpun.
Beberapa orang yang memiliki indra yang tajam mencoba menyelidiki tingkat Kultivasi yang dia miliki saat ini.
Setelah mereka berhasil melihatnya, wajah mereka membeku dan mata mereka terbuka lebar. Karena apa yang mereka lihat sekarang adalah pemuda dengan Aura Qi Spirtual Tingkat Earth Realm!
Earth Realm! Itu adalah tingkat kultivasi yang terlalu tinggi bagi orang awam seperti mereka. Tidak heran jenius seperti Leng Nuan mati di tangannya.
Pada saat ini mereka semua memandang Yun Tian dengan penuh kekaguman serta rasa hormat yang mendalam. Mereka tampak tidak peduli akan kematian Tuan Kota mereka sendiri.
Di dunia kultivasi kekuatan selalu menjadi standar untuk mengukur segala sesuatu seperti status, identitas, dan bahkan kehormatan.
Yang ada di depan mereka adalah seorang pemuda berumur kurang dari delapan belas tahun dan memiliki Kultivasi ranah Earth Realm! Mereka tidak bisa membayangkan potensi apa yang akan Yun Tian capai di masa depan.
Swosh!
Tiba - tiba, pada saat itulah satu sosok berjubah hitam bergegas melompat dari udara dan mendarat di depan Yun Tian.
__ADS_1
“Kau... Yun Tian?” Pria dengan seluruh tubuhnya yang ditutupi jubah hitam muncul sisinya dan dia segera berkata dengan nada yang tampak senang tetapi juga sedih.
Mendengar suara ini, Yun Tian sedikit mengalihkan pandangannya ke arah Pria Berjubah Hitam tersebut.
Pria berjubah hitam ini adalah sosok yang Yun Tian lihat saat pertama kali dia datang di Kota Huang, dan sosok ini juga saat itu sedang diburu oleh pasukan Kota Mohey.
Dia merasa familiar akan suara dari sosok dengan jubah hitam di depannya ini, Yun Tian menatapnya dan mencoba mengingat sesuatu.
Penonton di sekitar melihat ke sosok berjubah hitam tersebut yang dengan berani maju ke arah Yun Tian.
“Hei, orang itu... Betapa beraninya dia? Apakah dia tidak tahu bahwa Yun Tian memiliki suasana hati yang buruk? Apakah dia tidak takut dibunuh olehnya?”
”Sosok berjubah hitam itu.... Oh aku mengenalnya! Dia dikenal sebagai pembunuh hitam!”
“Pembunuh Hitam? Aku pernah mendengar informasi tentangnya, dia adalah orang yang terus - terusan mengincar dan membunuh orang - orang dari Keluarga Leng bukan?”
”Iya benar! Itu terjadi sejak delapan bulan yang lalu, saat itu adalah pertama kalinya Pembunuh Hitam memulai pembunuhannya terhadap Keluarga Leng, setelah membunuh beberapa murid dan pasukan dari Keluarga Leng sendiri, dia terus dikejar dan menjadi buronan terbesar di daerah belasan kota kecil ini!”
Pembunuh Hitam tidak menanggapi reaksi semua orang atas kemunculannya, mukanya saat ini ditutupi oleh kain hitam dan semua orang tidak bisa menebak ekspresi yang dimilikinya.
“Kau... Kau benar - benar Yun Tian?” Pembunuh Hitam itu sekali lagi berkata dengan suara yang sedikit bergetar.
Yun Tian menatap ke arah Pembunuh Hitam itu, dia merasa familiar dan akrab akan suara yang dimiliki oleh Pembunuh Hitam itu.
Sekali lagi dia menatap ke arahnya dengan dingin sebelum bertanya, “Ya... Aku Yun Tian, Siapa kau?”
Setelah mendengar kepastian dari Yun Tian, tubuh Pembunuh Hitam itu sekali lagi bergetar, dia berkata sambil melepas kain diwajahnya, “Jadi itu benar - benar kau... Sepupu Yun.”
Kain Hitam diwajahnya terlepas mengungkapkan wajah pemuda berusia sembilan belas tahun dengan paras yang cukup tampan, pemuda itu memiliki sedikit air mata diwajahnya dan senyuman sedih serta bahagia.
Melihat wajah itu, Yun Tian membeku sejenak, karena wajah pemuda di depannya adalah seseorang yang dia kenal! Namun dari ekspresi dan paras pemuda itu, terdapat beberapa perbedaan besar.
__ADS_1
“Itu... Kau! Yun Jiang?!” Yun Tian berkata dengan terkejut saat menatap wajah orang yang dikenalnya itu.
“Iya, ini aku!” Yun Jiang menjawab dan mengangguk saat dia tersenyum tulus.
Yun Jiang adalah salah satu orang dari Keluarga Yun sendiri, dan dia masih merupakan sepupu kandungnya.
Dia adalah jenius pertama dari Keluarga Yun saat masa - masa Yun Tian berumur lima belas tahun kebawah.
Dulu Yun Tian melihat dia sebagai pemuda yang sombong dan acuh tak acuh, Yun Tian sendiri merasa sedikit membencinya saat Yun Jiang ingin bertindak dan mengambil Xuan Ling secara paksa darinya.
Tetapi setelah pemuda itu dikalahkan olehnya, dia tidak pernah mengeluh dan bahkan memiliki dendam sedikitpun dengannya, dan temperamen sombong yang dia miliki juga berkurang sejak saat itu.
Sekarang sudah satu tahun lebih berlalu, Yun Jiang di depannya tampak sudah tidak memiliki kesombongan seperti yang dulu lagi, wajahnya sekarang mengandung kedewasaan dan perubahan yang terlihat halus.
“Kau... kau masih hidup?” Yun Tian menatap ke arah Yun Jiang dan berkata lagi untuk memastikan.
Yun Jiang sekali lagi mengangguk saat dia berkata, “Aku juga ingin menanyakan hal yang sama kepadamu.”
Tanpa basa - basi, Yun Tian segera maju dan meraih pundak Yun Jiang saat wajahnya penuh harapan dia berkata, “Lalu bagiamana dengan ibuku? Bagaimana dengan yang lainnya apakah mereka masih hidup?!”
Mendengar pertanyaan Yun Tian, Yun Jiang sedikit menundukkan kepalanya, ekspresinya menjadi gelap dan dia tidak bisa berkata - kata ataupun menjawab.
Melihat dari ekspresi Yun Jiang, Yun Tian telah menebak samar jawaban yang dia miliki, sinar harapan yang terlintas di matanya langsung terputus dan menghilang menjadi gelap kembali.
Segera dia berkata dengan suara rendah, “Apakah kau satu - satunya yang masih hidup?”
Yun Jiang menggelengkan kepalanya, melihat dia menggelengkan kepalanya Yun Tian menatapnya dengan heran saat dia berkata sekali lagi, “Jadi kau bukan satu - satunya yang masih hidup?”
Yun Jiang menganggukan kepalanya dan menatap Yun Tian dengan gigih sebelum berkata, “Benar, masih ada satu orang lagi selain aku yang masih hidup. Itu adalah Ibumu...”
”?!”
__ADS_1
Pikiran Yun Tian langsung terasa seperti tersambar petir setelah mendengar jawaban dari Yun Jiang.