
Kedua tetua menghela nafas dan berkata, “Sialan! Bagaimana bisa dia begitu kuat, padahal tingkat Cultivasi kita jelas berada di atasnya.”
“Aku tidak percaya ini, ayo bertarung sekali lagi!” ucap Zhang Hufeng.
Zhang Hufeng melompat ke arah Yun Tian, dengan cepat dia telah berada di depan Yun Tian. Dia langsung melancarkan serangan dengan kekuatan penuhnya.
“Hya! Makan ini!”
Boom!
Ding!
Yun Tian membalas serangan Zhang Hufeng dengan pedangnya, dengan mudah Zhang Hufeng terpukul mundur olehnya.
Bug!
“Uhuk!” batuk Zhang Hufeng, banyak darah mengalir keluar dari mulutnya.
“Kesempatan!”
Melihat Zhang Hufeng yang sedang dalam kritis, Yun Tian tidak diam saja. Dia langsung menyilangkan pedangnya dan energi es memusat ke pedang di tangannya, seketika pedang Yun Tian tiba - tiba bersinar terang dengan energi dingin yang menyelimuti di sekitarnya.
Yun Tian mengayunkan pedang tersebut ke arah Zhang Hufeng.
“Frost Moon Slash!”
Swosh!
Siluet berbentuk bulan sabit langsung keluar dari serangan pedang Yun Tian, serangan tersebut diliputi oleh energi es yang bisa membekukan apapun di sekitarnya.
Frost Moon Slash adalah tahap pertama dari teknik skill Frost Ice Divine Art, teknik skill tersebut adalah teknik skill tingkat dewa yang sangat kuat, bahkan di alam dewa, teknik itu termasuk golongan atas.
Serangan Frost Moon Slash dengan cepat melintas menuju ke arah Zhang Hufeng, serangan berisi energi dingin tersebut langsung mengenai dirinya, akibat serangan tersebut tubuh Zhang Hufeng terbelah dua dan membeku menjadi es.
Tetua kedua yang melihat hal itu, dia tampak sangat terkejut, tubuhnya sedikit gemetar dan ia berkata dengan suara rendah, “Ba-bagaimana bisa... Teknik skill tingkat macam apa itu?!”
“Hmph! Orang sepertimu tidak pantas mengetahui hal itu.” ucap Yun Tian dengan dingin.
__ADS_1
Setelah membunuh Zhang Hufeng, Yun Tian segera mengalihkan pandangannya ke arah tetua kedua keluarga Zhang.
“Sekarang giliranmu lah yang akan mati!” ucap Yun Tian dengan senyum dingin.
Tetua kedua yang mendengar hal tersebut langsung jatuh gemetar, dia menundukkan kepalanya dan berlutut tepat di depan Yun Tian.
“Tidak, Maafkan aku! Mohon jangan bunuh aku, aku sebelumnya tidak mengetahui bahwa kamu sekuat ini, ampunilah nyawaku. Aku berjanji bahwa di masa depan aku tidak akan mengusikmu dan keluarga Yun lagi, aku rela menjadi budakmu...” ucapnya dengan suara gemetar ketakutan.
“Hmph! Aku tidak butuh budak sepertimu!” ucap Yun Tian dengan nada dingin.
“Tidak! Tolong jangan bunuh aku! Aahh-” sebelum tetua kedua menyelesaikan kalimatnya, tiba - tiba sebuah pedang dengan cepat melintas dan memenggal kepalanya, pedang itu tidak lain adalah pedang Yun Tian.
Setelah membunuh kedua tetua, Yun Tian menaruh pedang miliknya kembali ke sarung di pinggangnya, dia menatap kedua mayat yang baru saja ia bunuh sesaat.
“Dengan ini, sudah empat orang yang aku bunuh dalam seumur hidupku...” ucap Yun Tian sambil menghela nafasnya.
Tangan Yun Tian tampak masih bergetar karena membunuh kedua orang tersebut, wajar dia tampak gemetar karena seumur hidupnya ia baru membunuh 4 orang, yaitu Zhang Wukong, Zhang Wudi, Zhang Hufeng, dan yang terakhir adalah tetua kedua Keluarga Zhang.
Yun Tian langsung mengeluarkan elemen api miliknya dan membakar kedua mayat tersebut untuk menghilangkan bukti pembunuhan.
“Ling'er, ayo berangkat dan lanjutkan perjalanan kita.” ucapnya.
Xuan Ling yang melihat tuannya yang baru saja selesai dari pertarungan, ia langsung menghampirinya, dengan wajah khawatir ia berkata, “Apakah tuan tidak apa - apa? Kita bisa istirahat dulu dan lanjutkan perjalanan kita nanti.”
“Tidak apa - apa, aku baik - baik saja kok. Kita lanjutkan saja perjalanan kita, kedua utusan pasti sudah menunggu kita di sana.” jawab Yun Tian sambil tersenyum.
Mereka berdua pun melanjutkan perjalanan mereka ke kota Mohey untuk menemui kedua utusan dan tiga peserta lainnya yang telah menduduki posisi 5 besar untuk menuju ke Sky Sword Sect.
Akhirnya setelah berlari hampir 5 jam, Yun Tian dan Xuan Ling telah sampai ke kota tersebut, tanpa basa - basi dirinya langsung pergi menemui kedua utusan.
Terlihat Huan Ziling dan Gong Muzi yang sedang berdiri menunggunya disana, Yun Tian juga melihat Leng Juan, Mo Lanlu, dan Yuan Wu.
Setelah Yun Tian dan Xuan Ling sampai, mereka berenam langsung mengalihkan pandangan mereka kepadanya.
“Oh Junior Yun, kau sudah datang...” ucap Gong Muzi dan Huan Ziling serempak.
“Hmph! Berani - beraninya kamu telat, apakah kamu tidak tahu bahwa senior Huan dan senior Gong telah menunggu lama?!” ucap Leng Juan menatap Yun Tian dengan marah dan penuh kebencian.
__ADS_1
Kondisi Leng Juan saat ini telah pulih secara total, setelah ia kalah darinya, kebenciannya kepada Yun Tian semakin kuat. Setelah melihat Yun Tian datang terlambat, ia langsung memarahi dan memprovokasinya.
Yun Tian yang mendengar itu ingin meminta maaf kepada Huan Ziling dan Gong Muzi, namun sebelum ia meminta maaf mereka berdua langsung melambaikan tangannya.
“Tidak usah meminta maaf, lagipula kamu sudah datang kok, karena semuanya telah berkumpul, ayo kita berangkat menuju sekte.” ucap Gong Muzi sambil tersenyum memandang kelima murid baru.
Gong Muzi dan Huan Ziling langsung berjalan diikuti oleh Yun Tian dan yang lainnya.
“Hmph!” dengus Leng Juan sambil memandang Yun Tian lalu ia lanjut berjalan mengikuti arah kedua utusan tersebut.
Setelah berjalan beberapa menit mengikuti kedua orang tesebut, mereka pun menghentikan langkahnya yang membuat Yun Tian dan yang lainnya bingung.
“Hm? Senior mengapa kita berhenti?” tanya Yuan Wu bingung sambil melihat keliling.
“Hm? Apa kalian ingin menuju sekte hanya dengan berlari menggunakan kaki? Tentu saja tidak! Kita akan menggunakan kendaraan.” ucap Gong Muzi lalu ia menarik napas kencang dan bersiul menggunakan Qi-nya yang membuat siulan tersebut terdengar hingga beberapa mil jaraknya.
Yun Tian dan yang lainnya tampak bingung melihat hal yang dilakukan oleh Gong Muzi.
Swosh!
Tiba - tiba sebuah burung besar terbang dari jarak yang jauh menghampiri mereka bertujuh, burung itu berhenti tepat di depan Gong Muzi dan Huan Ziling sambil mengepakkan sayapnya.
Gong Muzi yang melihat kedatangan burung tersebut langsung berhenti bersiul, dia dan Huan Ziling langsung melompat dan mendarat tepat di punggung burung tersebut.
Gong Muzi dan Huan Ziling memandang Yun Tian dan yang lainnya.
“Ayo naik, kita berangkat ke sekte menggunakan burung ini, jika kita berjalan kaki pasti butuh berbulan - bulan untuk mencapainya, sedangkan jika kita menggunakan burung ini, hanya butuh waktu kurang dari tiga hari kita akan tiba di sekte.” ucap Huan Ziling.
Melihat burung besar tersebut Yun Tian dan empat murid lainnya menarik nafas kagum, ini pertama kalinya bagi mereka menaiki burung sebesar ini.
Yuk bantuin authornya supaya rajin upload.
Caranya gampang! kalian tinggal like, vote dan rate bintang 5.
Jangan cuma baca doang tapi ga di like sama vote. Nanti authornya bakal nge down dan jadi males up. 👍🏻
Bagi yang udah Vote dan Like Terimakasih ya... Semoga rejekinya lancar.
__ADS_1