Polwan Cantik Vs Gus Manis..

Polwan Cantik Vs Gus Manis..
Akibat kenakalan Gus Ali


__ADS_3

Happy Reading...


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Gus Ali masih tetap berdiri di samping Gazebo untuk menenangkan pikirannya, dan terus berupaya agar wajah membiru Juju tidak memenuhi pikirannya. Tapi, begitu melihat rambut Lily yang basah sekaligus tidak beraruran, sungguh Gus Ali tidak bisa berfikir untuk tidak teringat Juju.


Sadar dengan Gus Ali yang memiliki Fobia dengan kolam renang dr.Rama dengan segera mengajak Gus Ali untuk Masuk, dan membiarkan Lily dan Mas Naufal yang tengah bermian main di kolam renang.


"Mas Ali." Pekik suara gadia kecil lain, dan dengan segera sudah menubruk tubuh Gus Ali. "Kapan datang, Deasy semalam tidur sama Dek Azka." Lanjutnya.


"Semalam hampir tengah malam juga, Dek Azka sudah bisa apa saja sekarang." Jawab Gus Ali sembari bertanya.


"Dek Azka sudah bisa jalan, tapi Dek Azka tidak suka sama Kak Liky." Jawab Deasy masih dengan mendusel di Gus Ali.


"Kok biasa gitu.?" Tanya Gus Ali, padahal Gus Ali sendiri bisa meraba jawabannya akan seperti apa.


"Kak Lily suka usil dan jahil, juga suka menggigit Dek Azka." Jawab Deasy. "Kemana Kak Lily kok tidak disini.?" Lanjut Deasy.


"Kak Lily ada di belakang main air sama Mas Fikri." Jawab dr.Rama.


"Iya, Kak Deasy ikut ya, Yah." Dan melihat dr.Rama mengangguk dengan cepat tubuh gempal Deasy sudah meluncur melewati pintu belakang dan ikut mencebur ke kolam bersama Mas Naufal juga Lily.


Siang harinya, Gus Ali dan Mas Naufal sudah bersiap hendak melanjutkan perjalanan mereka, tidak langsung ke Jakarta melainkan akan menuju ke Krapyak dulu, baru sesudahnya menuju Jakarta. Pamitan itupun cukup panjang, lantaran Lily yang ngambek tidak ingin Mas Ali cepat pergi. Dengan di beri pengertian oleh Bang Iyudnya ahirnya Lilypun mau melepaskan Gus Ali.


"Hati-hati di jalan Gus, Mas." Ucap dr.Rama yang tengah di peluk erat oleh Lily.


"Enggeh Dok, Terima kasih atas sambutannya. Semoga kita semua masih di beri barokah umur dan barokah rezeki. Kami akan menunggu kedatangan keluarga dr.Rama di Banyuwangi." Jawab Gus Ali.

__ADS_1


"Aminn." Jawab dr.Rama dan juga Mbak Zilla. Lantas Gus Ali dan Mas Naufal bergegas berjalan menuju mobilnya setelah mengucapkan salam dengan masih seluruh keluarga dari Mbak Zilla yang berdiri di teras untuk mengantar ke pergian Gus Ali.


"Yah, nanti kita akan ke Rumah Emak ya." Kata Lily pas Mobil yang di kemudikan oleh Gus Ali perlahan meninggalkan halaman luas rumah mereka.


"Insya'Allah." Jawab Mbak Zilla dengan mengusap kepala Lily.


Sementara di dalam mobil yang tengah berjalan itu, Gus Ali terus memperhatikan keluarga yang tengah melambaikan tangan mereka untuk Gus Ali dan Mas Naufal. Namun, sesungguhnya fokus Gus Ali lebih banyak pada rambut Lily yang mulai mengembang lagi setelah sedikit kering, dan itu persis sekali dengan milik Juju.


Mobil pelan dan pasti meninggalkan rumah dari Mbak Zilla dan kembali ke jalan raya setelah keluar dari perumahan yang di tinggali Mbak Zilla, dan mereka masih sama sama diam, mungkin sedang memikirkan sesuatu yang sebenarnya sama. Hingga Mas Nuafal memecah kesunyian di antara keduanya.


"Lily itu mengingatkan aku sama, Kak Juju. Tingkahnya, crewetnya, manjanya sama dr.Rama, persis sama Kak Juju ke Pakde Taufiq." Ujar Mas Naufal.


"Emang Juju crewet, dia kan nangisan, cengeng, tukang ngadu sama Bunda." Jawab Gus Ali, mencoba mengingat kenangannya bersama Juju. Juju kecil yang sering di jahili oleh Gus Ali memang sangat cengeng, karena itulah yang ada di ingatan Gus Ali tentang Juju cuma suara cemprengnya saat nangis juga rambut Juju yang selalu jadi olokan oleh Gus Ali, selain dari wajah membiru Juju saat terselamatkan dari Kolam mandi Kang Santri.


"Ya, itu Juju dulu waktu masih kecil, yang sering Dek Ali jahili." Kata Mas Naufal, dan menghentikan mobil yang di kendarainya karena terhalang oleh lampu merah. "Ngomong-ngomong, lihat Lily yang usil dan jahil, juga mengingatkan aku pada seseorang." Lanjut Mas Naufal dengan melirik Gus Ali.


Mas Naufal tertawa renyah mendengar penuturan Gus Ali, sembari kembali melajukan mobilnya. "Dan melihat Lily yang suka sekali jahil sama anak dari Om Ghani tadi, jadi inget Dek Ali dan Kak Juju." Gus Ali hanya tersenyum mendengar penuturan dari Mas Nuafal, juga tidak membenarkan terlebih menyalahkan, karena itu memang benar adanya. Bahkan, itu masih kurang, karena Gus Ali kecil jauh lebih nakal di bandingkan Lily juga anak kecil di sekitar Gus Ali saat ini.


"Entahlah, sudah berapa tahun aku tidak bertemu dengan Kak Juju, terahir kali sekitar Enam tahun lalu. Dan sampean tahu Dek, tiga tahun lalu dia kabur dari Pesantren cuma gara-gara di suruh milih jurusan. Sampai sampai Pakde Taufiq mencarinya ke Rumah Mbah Asoh." Lanjut Mas Naufal sembari tersenyum menuturkan tingkah sepupu kedua dari pihak Ibunya itu.


"Terus ketemu.?" Tanya Gus Ali.


"Ketemu, di rumah Ibunya Bude Anne." Gus Ali menggelang gelengkan kepalanya saat mendengar jawaban dari Mas Naufal. "Dan aku rasa, ke bar-baran Kak Juju berawal dari kejadian di kolam mandi Kang Santri waktu itu." Lanjut Mas Naufal yang membuat Gus Ali menghela nafasnya dalam dalam mendengar penuturannya.


Dan Mas Naufal terus saja menceritakan bagaimana Juju yang meskipun tinggal di Pesantren selama kurang lebih Enam tahun, tapi sama sekali tidak mengubah penampilannya yang kelewat tomboy. Bahkan sampai-sampai Pakde Taufiq harus rela pindah tempat tinggal demi agar anak keduanya itu bisa berubah.


Tidak ada yang tahu memang, jika sesungguhnya sikap dan sifat Juju itu sebenarnya hanya topeng belaka. Meski dia sering kena takjir, sering kabur kaburan dari Pesantren dan suka membuat onar, tapi sesungguhnya hati gadis itu sangat lembut dan pemurah sekali.

__ADS_1


Dan Gus Ali hanya terus mendengarkan cerita tersebut dengan rasa bersalah yang semakin membuncah. Jika, Juju berubah seperti itu jelas ada sumbangan dari Gus Ali yang sering mengoloknya.


Mereka berdua tidak tahu saja, jika saat ini orang yang sedang mereka bicarakan saat ini sedang tersedak juga sekaligus tersandung hingga membuatnya mengaduh serta nhomel ngomel tidak menentu dan membuat teman di sampingnya yang tidak tahu apa-apa ikut kena semprot olehnya.


Bersambung...


####


Ihh, kok dikit Mak.??


Sengaja, soalnya Emak lagi M. Likenya kurang..🤣🤣🤣🤣🤣


Emak jual mahal ahh.


Emang Emak dari dulu jual mahal, di kira Emak Obralan apa. Meski cerita Emak cuma receh, tapi bukan berarti Emaknya bisa di tawar, terlebih buat kembalian..


Whattt...??


Baiklah, baiklah. Emak lagi ada urusan Dunia nyata yang mengahruskan diri ini fokus kesana, Maafkuen enggeh. Sedikit-sedikit nanti juga lama lama jadi bukit.


Love Love Love...


💖💖💖💖💖💖


By: Ariz kopi


@maydina862

__ADS_1


__ADS_2