
MASIH POV RENAL ...
Setelah pertengkaran hebat dengan Cindy di ruangan ku , aku pun langsung melakukan perjalanan bisnis yang memang sudah dijadwalkan sebelumnya , pikiran ku masih terasa sangat kacau dengan ucapan wanita itu namun aku harus tetap profesional dengan pekerjaan ku saat itu.
Kini sudah hampir empat hari aku tidak melihat dan bertemu dengan Rain dan itu membuat hari-hari ku bertambah buruk , saat ini pagi-pagi sekali aku sudah menunggu di depan apartemen Cindy dan Rain seperti sebelumnya , Sepulang dari perjalanan bisnis ku , aku langsung menuju apartemen mereka namun kedua orang itu tak kunjung datang padahal ini sudah pukul 10 siang .
Karena merasa tidak tahan menunggu , aku pun mencoba untuk turun dan mencari dimana tempat Cindy tinggal namun tak ada satupun orang yang lewat sampai akhirnya aku menyerah dan segera kembali keluar . saat aku hendak keluar tiba-tiba seorang penjaga keamanan datang menghampiri ku.
" Ada yang bisa saya bantu , Tuan ? " Tanya penjaga tersebut
" Akh.. , saya sedang mencari Cindy Milen , apa anda tau dia tinggal di nomor berapa ? " tanya ku pada pria itu
" Oh Ms.Milen , dia sudah pindah beberapa hari yang lalu , Tuan " ucapnya pada ku hingga membuat aku terdiam
Seketika ada perasaan marah dan tidak suka yang tiba-tiba saja meluap dalam diriku , dia benar-benar ingin menjauhkan aku dari Rain dan hal itu membuat ku merasa sangat marah .
Tanpa mengucapkan terima kasih aku pun segera berjalan menuju mobilku dan pergi ketempat di mana Rain di titipkan .
" Ada yang bisa saya bantu , Tuan ? " Tanya wanita yang ada di meja resepsionis saat melihat kedatangan ku di sana
" Saya ingin bertemu Rain Milen ? " Ucapku langsung pada wanita itu
" Si kecil Rain sudah dibawa Mommy nya pindah Tuan , Ms.Milen sudah memberhentikan penitipan Rain dari tempat ini Tuan " ucapnya menjelaskan pada ku
Tiba-tiba rasa marah memenuhi pikiranku saat ini , aku benar-benar marah pada wanita itu . Aku pun segera pergi dan masuk kedalam mobil ku , aku memukul setir mobilku dengan kuat seolah tengah mengeluarkan seluruh emosiku .
" Cindy sialan , dia benar benar membawa Rain pergi dariku " ucapku marah
Aku pun segera mengambil ponselku dan menghubungi Adrian , setelah panggilan tersambung aku langsung menyuruhnya untuk mencari keberadaan Cindy dan juga menyiapkan berkas yang aku perlukan.
" Pastikan berkas yang aku inginkan ada laci meja ku " ucapku lalu mematikan sambungan telepon ku secara sepihak
" Akan kubuat kau menyesal Cindy karna telah menjauhkan Rain dari ku " Ucap ku seraya memejamkan mataku sejenak seolah tengah meredakan seluruh emosiku
Setelah merasa tenang aku pun segera memutarkan mobilku dan berjalan menuju apartemen ku , aku akan gila jika terus menerus memikirkan Cindy yang membawa Rain pergi dari ku .
__ADS_1
Aku berniat kembali ke apartemenku untuk sekedar menenangkan diriku dan beristirahat , aku berharap besok aku sudah bisa bertemu dengan Rain lagi.
Seakan ingat sesuatu aku pun membangunkan tubuhku dari ranjang dan segera mengambil kunci mobil milikku .
Aku melajukan mobilku menuju tempat dimana Cindy bekerja , aku menuju Mona Flower pusat yang bertempatan di sekitaran dekat AA store , setelah sampai aku pun segera keluar dari mobilku dan memasuki toko tersebut .
" Selamat siang , ada yang bisa saya bantu Tuan " ucap salah satu pegawai menyapaku dengan ramah
" Bisa aku bertemu dengan pemilik toko ini ? " Ucapku langsung dan pegawai itu pun mengangguk paham lalu pergi dari hadapan ku
" Mr.Astan ? " Sapa wanita pemilik toko itu dengan kaget saat melihatku dan aku pun tersenyum sopan menyapa wanita cantik itu
" Ada apa anda datang kemari , mari kita berbincang diruangan ku " ucapnya menawarkan diri , aku pun menurutinya dan masuk kedalam ruangannya
" Jadi ? " Tanya wanita yang bernama Mona itu setelah kami berdua duduk di ruangan nya
" Apa Cindy Milen masih bekerja di tempat ini , Nyonya " tanya ku langsung pada intinya
" Akh , si manis Cindy , tentu saja . Hari ini dia akan kembali bekerja dikantor cabang yang ada di gedung milik mu , Mr.Astan " ucapnya menjelaskan
" Kembali bekerja ? " Tanyaku bingung
Setelah mendapatkan informasi tentang Cindy , aku pun segera menuju Mona Flower yang ada di AA store , aku merasa tak habis pikir dengan diriku saat ini , karna tak menemukan Cindy dan Rain di apartemennya dan juga di Daycare aku benar-benar merasa sangat kacau sampai-sampai aku tak ingat bahwa Cindy juga bekerja di gedung yang sama dengan ku .
Setelah memarikirkan mobilku , aku pun berjalan dengan terburu-buru menuju lantai lima dimana toko Cindy berada , sesampai nya di sana aku langsung masuk kedalam toko tersebut untuk mencari keberadaan Cindy .
Saat tiba di dalam aku melihat Hugo yang saat ini hendak menyentuh pucuk kepala Cindy yang tengah tertidur di salah satu kursi panjang yang ada di ruangan tersebut.
Dengan tiba-tiba aku menahan tangan Hugo yang hendak menyentuh kening Cindy dengan kuat , aku menatap Hugo dengan tatapan dingin lalu beralih menatap kearah Cindy yang terlihat semakin kurus dan juga pucat
Aku melepaskan tangan Hugo dengan kasar saat melihat Cindy yang sudah mengerjapkan matanya , kulihat Cindy menatap kami secara bergantian .
Dengan segara aku pun menarik tangan Cindy untuk bangkit dari tidurnya dan berjalan mengikuti ku .
Aku terus menggenggam tangan Cindy dengan kuat tanpa memperdulikan wanita itu yang terus meronta dan mintaku untuk melepaskannya . Aku membawa Cindy menuju ruangan ku dan sesampainya didalam barulah aku melepaskan tangan wanita itu dengan kasar .
__ADS_1
" Bukankah sudah kuperingatkan untuk tidak membawa Rain menjauh dari ku , Cindy " Ucapku berteriak marah padanya seolah tengah mengeluarkan seluruh emosi yang terpendam dalam diriku saat ini
" Aku tidak memerlukan persetujuan dari mu , Renal " ucapnya datar seraya menatap dingin kearah ku
Aku pun berjalan kearah Cindy lalu menyentuh dagunya dengan satu tangan ku hingga membuat wanita itu menahan sakit dan mendongkakkan wajahnya keatas seraya terus menatap kearah ku.
" kau butuh Cindy , Dia juga anakku " Ucapku marah tepat di depan wajahnya
" Tidak . dia bukan anakmu , dia hanya milikku " ucapnya datar hingga membuat aku melempar tubuhnya dengan kasar hingga menyebabkan wanita itu tersungkur dilantai
aku berjalan menuju meja kerja ku dan membuka laci tersebut seraya mencari apa yang aku butuhkan , Setelah mendapatkan nya aku pun kembali berjalan kearah Cindy dan melemparkan sebuah berkas kehadapan wanita itu .
" Itu adalah surat hak asuh anak , tanda tangani segera karena aku akan mengambil Rain dari mu , Cindy " Ucapku dingin pada Cindy yang masih tersungkur di lantai seraya menatap kearah berkas yang tidak di sentuhnya sama sekali
Aku melonggarkan dasi yang tiba-tiba saja terasa sangat mencekik di leher ku . Dan aku terus menatap kearah Cindy yang hanya terdiam seraya menatap kosong kearah berkas tersebut.
" Kau tidak bisa , Renal ! " ucapnya tiba-tiba dengan sangat marah seraya melemparkan map tersebut kesembarang arah
Cindy pun berdiri dari duduknya dan berjalan kearah ku seraya menatap ku dengan matanya yang kini terlihat memerah seolah tengah menahan tangisnya .
" Kau tidak bisa mengambilnya dari ku , Renal " Ucapnya lagi dengan sangat marah hingga membuat aku menatap dingin kearah nya.
" Aku bisa , Cindy . aku bisa mengambil Rain darimu Karna aku sudah memiliki semua bukti yang menyatakan bahwa Rain memang anak ku , dan aku juga bisa memberatkan mu dari cara mu merawat Rain dengan cara menjual dirimu . jadi cepatlah tanda tangani itu dan lusa temui aku di pengadilan " Ucapku dingin seraya menatap kearah Cindy yang kini sudah tak bisa menahan tangisnya saat mendengar semua ucapan dari ku
" Aku bisa Cindy , aku bisa mengambil Rain dan menghancurkan hidupmu seperti dulu , tanda tangani itu dan kita lihat seberapa hancurnya dirimu nanti " Sambungku seraya terus menatap kearah wanita itu
Seketika kulihat Cindy terdiam lalu berjongkok tepat dihadapan ku seolah tengah bersimpuh padaku seraya menundukkan kepalanya .
" Kumohon Renal , lepaskan Rain dan biarkan Rain bersama ku " ucapnya mohon dibawah kaki ku sambil terisak
" Aku tidak akan membiarkan Rain bersama mu , Cindy " ucapku tetap pada pendirian ku namun Cindy terus memohon di bawah kakiku seraya memegangi kakiku hingga membuat aku tak bisa bergerak kemanapun .
" Aku sudah memperingati mu , Cindy . Bukankah kau tau , aku benar-benar bisa menghancurkan hidupmu , aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku , Cindy . Dan kau tetaplah Cindy yang sama , sekalipun kau berubah kau akan tetap memohon padaku . Dan aku membuktikan nya saat ini , tidak ada yang berubah disini , Cindy ." Sambung ku panjang lebar namun wanita itu hanya terdiam seraya terus menahan ku di bawah sana sambil menangis
.
__ADS_1
.
.