Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Setelah Tinggal Di Apartemen Renal...


__ADS_3

POV CINDY ...


.


.


( HARI PERTAMA SETELAH TINGGAL DI APARTEMEN RENAL )


Aku hanya menatap Renal yang kini berada di hadapanku bahkan nafas Renal sampai menerpa permukaaan keningku . Aku segera memasangkan dasi pada kerah lehernya dan setelah itu aku pun melepaskan sabuk pengaman ku dan keluar dari mobil tersebut .


Segera ku turunkan Rain dan membawanya masuk kedalam gedung AA Store . aku hanya menundukkan kepalaku seraya menuntut tangan mungil Rain saat masuk kedalam gedung tersebut . banyak pasang mata yang menatap kearah kami hingga membuat aku tak berani mengangkat wajahku saat ini .


" Aku yang akan mengantar Rain " ucapku begitu saja pada Renal dan segera berlalu dari hadapan nya


Aku dan Rain segera berjalan menuju kearah lift , aku berdiri disudut ruangan segi empat ini itu sedangkan Renal berada di dibelakang sisi ku dan tengah berbincang-bincang sedikit dengan seseorang yang pria itu kenal .


Tak berapa lama pintu lift pun terbuka dan aku segera keluar dari kotak besi tersebut diikuti dengan Renal yang berjalan pelan di belakangku , walaupun Renal berjalan jauh dibelakang namun aku tau bahwa pria itu masih mengikuti kami .


Sesampainya di Daycare yang Renal sebutkan aku pun segera masuk dan mencari orang yang bekerja di tempat itu .


" Saya kesini ingin mengantarkan putra saya , yang bernama Rain Milen " ucapku ramah pada salah satu pegawai yang ada di sana


Kulihat wanita itu menatap kearah monitor yang ada di depannya dan setelahnya berdiri seraya tersenyum kearah ku .


" Selamat pagi Ms.Milen saya Lovia pegawai disini " ucapnya memperkenalkan diri dengan sangat ramah dan aku pun mengangguk paham sambil tersenyum membalas sapaan tersebut


" Rain jangan nakal ya sayang , okey ? " ucapku seraya berjongkok untuk menyamakan tinggi anak itu


" Gak boleh berantem dan nurut sama Ms.Lovia , oke " ucapku lagi dan Rain lagi-lagi hanya menganggukkan pelan kepalanya


Aku pun tersenyum seraya mengelus pelan kepala Rain dan mencium pipi tembam nya sebelum meninggal tempat tersebut .


" Bye Mommy..." ucap Rain seraya melambaikan tangan nya padaku dan aku pun melakukan hal yang sama


Saat aku hendak berbalik aku


mendapati Renal yang hendak melanjutkan jalan nya yang sempat terhenti .


Tanpa perduli aku pun segera menaiki lift untuk segera sampai ketempat kerja ku , setiba nya disana aku sudah mendapati Hugo yang sedang mengepel lantai dengan gagang pel yang ada di tangannya .


Aku yang merasa tak enak pun langsung mengambil alih pekerjaan Hugo tanpa aba-aba hingga membuat pria itu sedikit terkejut .


" Maaf " ucapku menyesal karna mengagetkan pria itu


Kulihat Hugo masih mengusap-usap dadanya lalu menepuk pelan jidatku dengan telapak tangan nya


" Jika aku mati muda bagaimana ? , Aku belum menyatakan cinta pa— " ucapnya terpotongan seolah mengingat sesuatu


Hugo pun segera menutup mulutnya dan meninggalkan aku yang tengah menatap bingung kerahnya .


Tanpa bertanya-tanya aku pun segera melanjutkan pekerjaan Hugo sebelumnya , setelah selesai mengepel lantai aku pun mengelap keringat ku yang membanjiri seluruh wajahku .


Sudah lama aku tidak melakukan hal ini dan itu membuatku mudah sekali bekeringat , aku mengatur nafasku lalu kurasakan sesuatu yang dingin menyentuh pipiku .


" Minumlah ini , kau terlihat sangat lelah , Cindy " ucap Hugo seraya menyodorkan minuman dingin kearah ku


" Terimakasih " sahutku seraya mengambil minuman itu dah tersenyum lembut


Saat aku tengah meminum minuman yang Hugo berikan tiba-tiba aku teringat akan sesuatu


" Astaga , bagaimana bisa aku melupakan kotak makan milik Rain " Ucapku pada diri sendiri namun di dengar oleh Hugo

__ADS_1


Setelah mengganti pakaianku , aku pun segera meminta izin pada Hugo sebentar dan Hugo langsung mengiyakan nya . Dengan terburu-buru aku pun harus menemui Renal untuk meminjam keycard apartemen nya .


Aku memasuki lift dan menekan tombol angka dimana ruangan Renal berada , Setelah beberapa saat akhirnya pintu lift pun terbuka dan aku dengan ragu berjalan menyusuri lorong panjang tersebut .


Kulihat didepan ruangan Renal ada sebuah meja yang dijaga oleh seorang wanita yang diduga adalah sekretaris pria itu , kurasa Renal memiliki banyak sekretaris karena tadi aku sempat melihat Ruangan khusus sekretaris nya .


" Ada perlu apa , Nona ? " tanya nya sopan dan ramah


" Bisakah aku bertemu dengan Tuan Renal ? " tanyaku sopan


" Maaf Nona , apa anda sudah membuat janji ? , karena saat ini didalam sedang ada tamu " ucapnya menjelaskan dengan sopan


Aku pun menggelengkan kepalaku karena aku memang tidak memiliki janji , tapi.... jika aku tidak menemui Renal dan meminjam Keycard Apartemennya bisa-bisa Rain tidak makan siang pikirku .


" Tapi saya harus mengembalikan sesuatu , ada hal yang harus saya berikan sendiri pada Tuan Renal " ucap ku pelan sedikit berbohong


Kulihat sekertaris wanita itu tersenyum kearah ku lalu tak berapa lama telpon nya pun berdering , ia pun meminta izin untuk mengangkat telponnya sebentar lalu beberapa menit setelah nya dia tersenyum lagi padaku .


" Maafkan saya Nona tapi anda tidak bisa masuk , anda bisa menemui beliau jika anda sudah membuat janji , namun jika ada hal yang penting anda bisa memberikannya pada Tuan Adrian , dia merupakan sekretaris pribadi Tuan Renal . Saya permisi dulu . Sekali lagi maaf " ucapnya panjang lebar seraya berlalu dari hadapanku dengan membawa beberapa map di tangannya


Aku pun berpura-pura berjalan kearah ruangan dimana Adrian berada , setelah melihat pintu lift yang sudah tertutup rapat aku kembali berjalan menuju pintu ruangan Renal .


Kuketuk pintu itu satu kali dan membuka nya secara perlahan namun dengan seketika aku langsung disambut dengan suara aneh yang keluar dari mulut seorang wanita dan juga pemandangan yang membuat dadaku terasa nyeri saat melihat nya . Harusnya aku tidak merasakan nya , bukan ? .


Aku masih terdiam dengan pintu yang kubuka sedikit dan mereka masih tidak menyadari keberadaan ku , aku pun segera kembali menutupnya dengan sangat perlahan .


Dengan cepat aku segera berjalan kearah lift dan kembali menuju Mona Flower , kurasa aku akan meminjam sedikit uang pada Hugo untuk makan siang bersama Rain .


Sesampai nya di mona flower aku pun segera membantu Hugo meladeni beberapa pembeli dan menuliskan beberapa pesanan dari sambunga telpon , setelah pembeli sudah mulai sepi aku segera menghampiri Hugo , sebenarnya tidak enak jika harus meminjam uangnya , namun mau bagaimana lagi Rain butuh makan pikirku .


" Hu— "


" Hari ini kita makan siang bersama Cindy , bagaiaman ? . dan aku tidak butuh penolakan darimu , Oke !! . Oya Ajak juga si kecil Rain aku tidak masalah " ucap nya panjang lebar memotong ucapan ku


" Baiklah " ucapku menyetujui nya hingga membuat pria itu tersenyum senang menatap ku


Aku pun kembali berjaga didepan pintu dan Hugo kembali ke meja kasirnya , Setelah beberapa saat Hugo berdiri dan memberitahu ku untuk segera menutup pintu toko sementara pria itu mengambil mobil sedan miliknya dibasement .


Aku segera menutup pintu dan menjemput putraku di Daycare . Sesampainya disana aku segera meminta izin dan Rain terlihat senang akan kehadiran ku ditambah aku akan mengajak nya makan siang di luar .


Aku dan Rain pun jalan bergandengan menuju eskalator , saat kami tengah berjalan banyak sekali mata yang menatap kearah Rain penuh makna , mustahil mereka menyukai Rain , kan ? . Maksudku pandangan mereka itu aneh dan seperti tengah menilai-nilai anakku .


Secepat mungkin aku berjalan keluar dan menghampiri mobil Hugo yang kini sudah berada di depan gedung AA Store .


" Mommy kok gak bilang perginya sama Om Hugo ? " tanya Rain saat sudah duduk di kursi penumpang sedangkan aku berada di kursi depan bersama Hugo


" Om Hugo yang ajak kita makan siang , sayang " Ucap ku sambil tersenyum lembut dan Rain pun mengangguk paham


" Kalian mau makan apa ? " Tanya Hugo namun aku hanya terdiam dan menatap kearah Rain yang kini tampak tengah berpikir


" Bagaimana jika masakan korea yang ada disimpang jalan ? " Tanya Hugo lagi memberi saran seraya menatap kearah ku dan Rain secara bergantian


" Rain mau gak ? " tanya Hugo pada Rain


" Eum— mau kok Om , tapi Rain boleh makan yang banyak ya , Om " ucapnya polos


" Ra— "


" SIP ! " Ucap Hugo cepat memotong ucapan ku


Aku hanya menghembuskan nafas ku dengan pelan dan tak berapa lama mobil Hugo pun berjalan meninggalkan gedung AA Store .

__ADS_1


Setelah menempuh perjalanan singkat akhirnya kami pun tiba di restoran tersebut , Aku , Rain dan Hugo pun duduk di kursi yang agak kedalam di restoran tersebut .


Setelah memesan makan kami hanya terdiam sesekali Rain akan berceloteh pada Hugo dan juga pada ku untuk mengisi kecanggungan dari kami berdua .


" Om lagi PDKT ya sama Mommy Rain ? , Ayo ngaku " ucap Rain tiba-tiba pada Hugo


Mungkin jika kami sedang makan atau minum pasti aku dan Hugo akan tersedak karena ulah anak itu . Saat aku hendak menjawab ucapan Rain tiba-tiba Hugo langsung mengacak-acak pelan rambut Rain sambil tersenyum malu .


" Tuh kan , orang yang mau deketin Mommy pasti nyogok Rain dengan makanan , Rain gak serakus itu kok , Om " Ucap Rain lagi dengan wajah menggemaskan miliknya


Aku yang mendengarnya hendak tertawa namun aku tidak bisa , apa lagi saat ini Hugo menatapku dengan tatapan sendunya bersamaan dengan senyum lebar nya itu .


" Oh Tuhan , kumohon itu tidak benar " Ucapku dalam hati


" Mommy , Rain mau pipis " ucap Rain memberi tahu ku


" Biar aku saja yang mengantar Rain ke toilet , kau tunggu saja disini " ucap Hugo menahan ku yang saat itu hendak berdiri


Beberaapa menit kemudian Sky dan Hugo pun kini telah kembali dari toilet dan kini kembali duduk seraya menikmati makan siangnya.


Banyak hal yang mereka bicarakan namun aku hanya menyimak saja , Kulihat Rain yang seakan sudah paham cara memakan makanan tersebut , dengan lahap anak itu langsung memasukkan nya kedalam mulutnya .


Kami makan dalam diam bahkan Rain tak tidak bersuara sedikitpun , Rain memang pemakan semua kurasa aku tidak pernah mendengar makanan apa yang tidak anak itu sukai , dia menyukai semua makanan pikirku .


Sampai akhirnya piring Rain pun kosong dan air minum nya juga tandas , aku hanya tersenyum melihat selera makan Rain yang sangat besar


...----------------...


Setelah selesai makan kami pun segera kembali dan aku segera mengantarkan Rain kembali ke Daycare , selesai mengantarkan Rain aku langsung kembali bekerja dan menemui Hugo .


" Terima kasih , Hugo " ucapku tulus pada pria itu


Namun Hugo hanya menatapku sekilas lalu tersenyum dan kembali menatap layar laptop yang ada didepannya .


" Oya , Cindy . Aku lupa bilang pada mu , hari ini kau lembur . Saat ini Zita sedang mengambil cuti " Ucap Hugo tanpa menatap kearah ku


" Lembur ? . Itu artinya aku tidak akan pulang bersama Rain ? " Ucapku dalam hati


" kau bisa mengajak Rain lembur jik— "


" Tidak " ucapku cepat memotong ucapan Hugo


Aku pun kembali pada pekerjaan ku saat ini , sesekali kulihat jam yang ada di pergelangan tanganku dan sebentar lagi jam pulang Rain pun akan tiba , aku segera meminta izin sebentar pada Hugo untuk menemui Renal .


Aku berjalan memasuki lift menuju ruangan Renal , setiba nya disana aku tidak melihat siapapun di depan ruangan pria itu . Karena tidak ada siapapun aku pun segera membuka pintu ruangan tersebut namun dengan tiba-tiba pintu itu terbuka dan menampilkan Renal yang kini tengah menatap datar dan terkesan dingin kearah ku .


" Ada apa ? " tanyanya langsung dan membuka pintu itu lebar-lebar seolah mempersilahkan aku untuk masuk


Kulihat Renal berjalan menuju sofa dan mendudukkan dirinya disana sementara aku masih berdiri di hadapan nya.


" Hari ini Rain pulang bersama mu , aku ada sedikit pekerjaan yang harus di kerjakan hari ini " ucapku dengan satu tarikan nafas.


Kulihat pria itu menaikkan alis nya sebelah dan menatap kearah ku hingga membuat aku mendesah malas.


" Kau lembur dengan siap — . Akh , sudahlah . kalau begitu aku akan menjemput Rain sekarang " ucapnya dan aku hanya menatap aneh kearahnya


Kami pun berjalan keluar dari ruangan pria itu dan memasuk kedalam lift , tak ada percakapan di antara kami berdua aku hanya terdiam di belakang pria itu .


" Kau pulang jam berapa ? " tanyanya tiba-tiba setelah menekan tombol lift


" hah ? " Ucapku spontan karena tidak terlalu mendengarkan apa yang dikatakan pria itu sebelumnya,

__ADS_1


" Sudahlah lupakan " ucap pria itu dan aku segera meninggalkan nya didalam lift setelah pintu lift terbuka di lantai 5


Aku berjalan menundukkan kepalaku menuju Mona Flower tanpa memperdulikan sekitarku saat ini .


__ADS_2