Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Merusaknya Lagi ...


__ADS_3

MASIH POV CINDY .....


Kini Aku terbangun seperti biasanya , aku membuatkan sarapan pagi untuk Rain dan juga bekal makan siang untuk nya .


Rasa takut itu semakin aku rasakan sampai saat ini di tambah lagi saat ini aku tidak bisa menemani Rain makan siang seperti biasanya .


Ini sudah hari ketiga aku dan Rain tidak makan siang bersama karena tempat ku bekerja saat ini sangat berbeda dengan tepat kerja ku sebelumnya .


Saat jam makan siang Mona selalu mengajak ku untuk makan siang bersama dengan nya maka dari itu aku dan Rain tidak bertemu untuk makan siang bersama , sampai saat ini Rain tidak pernah lagi menceritakan apapun mengenai Renal dan itu artinya dia tidak bertemu dengan Rain-ku , namun tetap saja itu membuat ku takut .


" Mommy jangan melamun " ucap Rain mengingatkan ku tiba-tiba hingga membuat aku menatap kearah nya


Aku tersenyum kecil kearah Rain yang kini sudah duduk di belakangku entah sejak kapan anak itu sudah berada di sana seraya menatap kearah ku yang tengah memasak .


Aku kembali memasak dengan pikiran yang menerawang entah kemana , Ucapan Renal beberapa hari yang lalu selalu menghantui ku sampai saat ini , Jika Renal mengambil Rain dariku apa yang bisa aku harapkan lagi dari diriku pikirku .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Setelah selesai sarapan aku dan Rain pun meninggalkan apartemen kami dan berjalan menyusuri trotoar khusus pejalan kaki hingga sesampai nya kami di Daycare .


Aku segera pergi menuju tempat kerja ku setelah menitipkan Rain di Daycare , Mona sangat baik padaku begitu pula dengan Hugo , walaupun Hugo sedikit cuek tapi dia sering membantu ku di sana .


" Maaf aku terlambat " ucapku merasa tak enak


" Tidak masalah honey " ucap Mona lembut seperti biasanya


" Kau ikut denganku " ucap hugo tanpa aba-aba seraya menarik ku sementara Mona hanya melambaikan tangan nya kearah ku sambil tersenyum


" Kita mau kemana ? " Tanyaku saat kami sudah jalan beiringan dan berhenti di dekat mobil sedan hitam milik Hugo


" Masuklah dulu "suruh nya hingga membuat aku menuruti perintahnya


" Kita akan AA store , saat ini Mommy membuka toko disana . Sebenarnya sudah lama namun pemilik AA store baru-baru saja menyetujui nya " ucap Hugo menjelaskannya pada ku


" bisakah kau ulangi lagi ? Ucapku tak yakin , Aku berharap saat ini aku salah dengar pikirku


" Mulai saat ini , kau dan aku akan menjaga toko yang ada di AA store " ucap Hugo memperjelas nya dengan malas


" Tap— "


" Mami yang menyuruhmu , karena kau pegawai baru . Dan Mami sudah banyak pegawai di tokonya saat ini " ucap Hugo memotong ucapanku


Seketika bahuku langsung merosot saat mendengar penjelasan Hugo dengan sangat jelas .


" Mengapa takdir mempermainkan ku begitu hebat " ucapku dalam hati seraya menatap lurus kearah depan ku ..


***


Aku berjalan memasuki AA store dengan Hugo yang berada di sampingku , Hugo tak banyak berbicara begitu pula dengan aku , kami hanya akan bicara jika itu tentang pekerjaan saja seperti biasanya .


Setelah sampai dilantai 5 kami pun segera berjalan ke tempat yang disewa oleh Mona , kulihat Hugo mengambil salah satu keycard lalu menempelkan nya pada pendeteksi barcode hingga membuat pintu kaca itu pun langsung terbuka .


Kulihat bunga-bunga itu sudah tersusun dalam tempat tersebut , entah sejak kapan bunga-bunga itu berada di sana , aku pun tak tau .

__ADS_1


" Mami nyuruh orang untuk membawanya kesini tadi malam " ucap Hugo langsung seolah tengah membaca pikiran ku saat ini


Aku pun hanya menganggukkan paham dan mengekori Hugo yang menyusuri tempat tersebut seraya membereskan beberapa Bunga dan meja yang belum tersusun rapi .


" Kurasa ini akan membosankan " ucap Hugo seketika hingga membuat aku menatap kearah pria itu


" Apa kau ingin makan sesuatu ? " Tanya Hugo menawarkan ku dan aku menggelengkan kepalaku tanda menolak.


Setelahnya tak ada percakapan lain lagi di antara aku dan Hugo , Hugo pun kembali menuju meja kasir sementara aku berdiri didepan pintu untuk memberikan brosur pada para pengunjung .


Beberapa dari merka pun terlihat tertarik dan membeli beberapa ikat bunga yang ada di tokoku . tak terasa saat ini jam sudah menunjukkan waktu makan siang dan aku segera meminta izin pada Hugo untuk pergi menemui anakku .


" Hugo , aku izin ke Daycare sebrang sana sebentar " Ucapku dan Hugo hanya mengangguk setuju dibalik laptop yang di bawanya


Aku pun segera pergi menuju Daycare setelah mendapatkan izin dari Hugo , saat hendak menuju tempat tersebut beberapa kali aku berpapasan dengan teman sepekerja ku dulu dan tentu saja aku akan menyapa mereka.


Sesampai nya di Daycare aku menatap Viona yang terlihat bingung dengan kehadiran ku saat ini .


" Ms.Milen , kemana saja 3 hari ini ? " Tanya Viona dengan senyum ramahnya


" Aku ada sedikit pekerjaan Viona " ucapku sedikit berbasa-basi


" Oya , dimana Rain , Viona ? . dia tidak nakal kan ? " Ucapku lagi bertanya pada Viona


" Saat ini Dia bersama Mr.Renal , biasanya mereka akan makan di sekitar sini Miss " ucap Viona memberitahuku hingga membuat jantungku berhenti seketika saat mendengar fakta tersebut


Aku pun segera meraih ponselku dan menelpon Rain . Aku memang sengaja memberikan Rain ponsel agar bisa kuhubungi setiap saat , tanpa menunggu lama akhirnya panggilan ku pun segera dijawab.


" Rain kau dimana , sayang ?" tanyaku langsung saat panggilan terhubung


" Jangan menyentuh putra ku !! " Ucapku sedikit berteriak dan tak menghiraukan Viona dan beberapa orang tua anak-anak yang menatap heran kearah ku


" Kau lupa dia juga putraku , Cindy " ucapnya tenang hingga membuat aku segera mematikan sambungan telponnya dan berlari menuju AA store


Aku berlari menuju restoran seafood yang Renal maksud , restoran tersebut berada dilantai dasar hingga cukup mudah bagiku untuk menemuinya tempat tersebut .


Mataku terus mencari sosok Rain ditempat itu hingga akhirnya aku menemukan Rain di sudut ruangan tersebut , kulihat Rain tengah tertawa lebar dan sesekali tangan mungil rain mengelus pipi Renal dengan lembut .


Seketika ada rasa sakit dalam dadaku saat melihat pemandangan itu bahkan nafasku pun terasa sesak , bagaimana jika Rain tau semua nya dan dia lebih memilih Renal dari pada diriku .


Bagaimana jika Rain meninggalkan ku? Bagaimana jika Renal benar-benar akan mengambil Rain dari sisiku ?


Membayangkannya saja membuat dadaku terasa sakit , Tuhan .


Aku selalu bertanya-tanya dalam pikiranku , sebenarnya apa yang Renal inginkan dari hidupku ? , Apa dia ingin merusak nya lagi seperti dulu ?.


Aku berjalan pelan kearah Rain yang kini melambaikan tangan nya padaku saat anak itu melihat kehadiran ku .


" Mommy " panggil nya dengan suara riang hingga membuat aku tersenyum kecil menanggapi nya seraya duduk disamping Rain-ku


" Mommy liat deh , Om Renal beliin Rain robot baru " ucapnya riang namun aku hanya tersenyum kecil


Kulihat Rain menunjukkan ku kotak yang didalamnya berisikan robot besar yang terlihat sangat bagus , Seketika hatiku terasa teriris saat melihat Rain yang terlihat bahagia dengan mainan barunya

__ADS_1


Bagaimana tidak , Renal bisa dengan mudah memberikan nya pada Rain sementara aku ,aku bahkan sampai sekarang belum mampu membelikan nya untuk Rain .


Aku hanya terdiam seraya mengelus lembut kepala Rain tanpa berniat untuk menatap Renal atau berbicara pada nya , aku terus mengelus kepala Rain dengan sayang lalu mencium nya dengan lembut .


" Mommy kerja dulu ya " ucapku pamit pada Rain seraya berdiri dari mejaku namun saat hendak berjalan tiba-tiba bertemu Hugo


" Kau makan disini ? " tanya Hugo namun aku hanya menggelengkan kepalaku


Saat aku hendak meninggalkan Hugo tiba-tiba Hugo merangkul bahu ku dengan akrab dan kami pun beriringan keluar keluar dari restoran tersebut .


adanya menuruti langkah kaki pria itu tanpa perduli dengan apa yang di lakukan Hugo saat ini , yang aku perdulikan hanyalah Rain yang kini semakin dekat dengan Renal .


Aku merasa Renal serius tentang ucapnya yang ingin mengambil Rain dari sisiku , Seketika membayangkan itu membuat aku merasa marah dan takut secara bersamaan.


Aku dan Hugo pun kembali ke lantai lima dimana toko kami berada , tak ada percakapan lagi seperti biasa hanya hening sampai akhirnya seseorang mendatangi toko milik kami .


Kulihat Renal berdiri dengan angkuh nya di depan toko kami , seraya menatap tajam kearah ku.


" Cindy Milen , temui aku di ruangan ku " Ucapnya datar seraya meninggalkan ku tanpa penjelasan


Aku mengerutkan keningku menatap kearah pria itu , tanpa berlama-lama aku pun langsung meminta izin pada Hugo untuk keluar sebentar .


Menurut ku ini adalah saat yang tepat untuk menyuruh Renal menjauh dari Rain-ku . Aku berjalan mengekori Renal namun tak terlalu dekat hingga akhirnya kami sampai dilantai paling teratas , Renal langsung memasuki ruangan nya dan diikuti oleh aku yang berada di belakang nya .


" Apa maksudmu menyuruh Rain untuk tidak menemui ku lagi ? " tanya Renal langsung dengan suara dinginnya seraya


Mendudukkan tubuhnya disofa


" Berhenti membelikan Rain mainan , dan berhenti juga untuk menemui nya " ucapku tanpa menjawab pertanyaan pria itu


Kulihat Renal berdiri dari duduknya dan menatapku dengan tajamnya seraya berjalan kearah ku hingga jarak kami tidak terlalu jauh saat ini .


" Kau lupa , Rain juga anak ku , Cindy " ucapnya percaya diri


' plak ' secara refleks aku menampar pipi pria itu , aku merasa cukup muak dengan semua yang pria itu katakan.


" Anak ? , Apa kau lupa Renal , kau yang tidak menginginkan nya , kau yang menyuruh aku untuk menghilangkan nya , Kau juga yang meninggalkan aku dan Rain begitu saja ! Kau yang membuat semua ini terjadi dan sekarang kau menyebut Rain anakmu di saat kau sendiri yang tidak mengingin kan nya dulu , kumohon Renal berhentilah berprilaku baik dan datang seolah kau ayah yang baik untuk Rain , cukup Renal !!! . Aku dan Rain bisa hidup tanpa mu , kami bisa hidup tanpamu ! " Ucapku panjang lebar dengan nada marah dan sedikit berteriak


Aku menatap Renal dengan mataku yang terasa perih karna menahan tangis , kulihat Renal mengeraskan giginya seolah menahan amarah nya .


" Aku dan Rain hidup baik tanpa mu , Renal . jadi berhenti menemui putraku dan berhentilah menyebut Rain anakmu , karena Rain anak ku ! , Kau hanya orang yang tidak menginginkan nya Renal " Ucapku lagi dengan air mata yang sudah tak bisa kutahan .


Kulihat Renal mendekat lalu menarik rambutku hingga membuat aku meringis menahan sakit .


" Beraninya kau menampar ku dan beraninya kau membentak ku . Orang yang menjual diri untuk menghidupi anak ku tidak pantas bicara seperti itu di depan ku " ucap Renal dengan suara dingin seraya terus menjambak rambutku hingga mungkin akan ada banyak helaian rambut yang ada ditelapak tangan nya saat ini


" Kau yang mencampakkan nya Renal , dia tak butuh sosok ayah seperti mu yang dengan mudah menyuruhnya untuk mati tanpa memberikan kesempatannya untuk hidup . Bahkan kau lebih menyedihkan dariku Renal , kau yang menghancurkan nya lalu kau kembali untuk mendapatkan nya , untuk mendapatkan anak yang bahkan kau suruh mati tanpa memberi kesempatan untuk melihat dunia . Aku benar-benar menyesali Rain lahir dari ****** mu Renal , karena dia lahir dari seorang yang pengecut seperti mu " ucapku panjang lebar dengan penuh penekanan hingga membuat Renal melepaskan Jambak kan nya dari kepalaku seraya menatap dingin kearah ku


Aku mengabaikan Renal yang masih terdiam di tempatnya seraya terus menatap dingin kearah ku , tanpa perduli aku pun segera pergi dari ruangannya . Aku berlari menuju toilet dan mengunci nya dari dalam , tiba-tiba saja kakiku terasa sangat lemas hingga membuat aku merosot dan terduduk di lantai


Dengan seketika aku pun kembali menangis , aku menangis seraya menahan suaraku agar tak terdengar oleh siapapun .


" Rain milik ku , dia bukan anak mu , Renal " ucapku dalam hati seraya terus menangis

__ADS_1


 


__ADS_2