Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Hilang Di telah Bumi ..


__ADS_3

POV RENAL...


.


.


Kegiatanku pagi ini sangat berbeda seperti biasanya dan ini sudah hari sepuluh aku dan Rain tinggal bersama tanpa adanya kehadiran Cindy .


Sejak kejadian pertengkaran kami di gedung AA Store dan juga di basement aku sudah tidak lagi melihat keberadaan wanita itu , Cindy bagaikan hilang di telan bumi saat ini .


Aku seringkali datang ke tempat di mana Cindy bekerja namun hasilnya tetap nihil wanita itu tetep tidak ada di sana .


Aku mengelap keringat yang membasahi keningku dengan sisi kaos lenganku , Aku melepaskan apron yang ku kenakan dan memindahkan makanan yang ada di wajan ke dalam piring lalu membawanya ke arah meja makan , aku juga tak lupa menyiapkan susu hangat yang selalu Rain minum .


Setelah di rasa cukup aku pun segera membersihkan diriku lalu membangunkan Rain yang kini masih terlelap di kamarku .


" Jagoan , bangun " ucapku lembut namun tidak ada respon sama sekali dari Rain , anak itu malah semakin memeluk


gulingnya dengan erat


Aku menghela nafasku pelan seraya tersenyum lembut menatap kearah anak itu , dan setelahnya aku langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan diriku dan menyiapkan air hangat untuk mandi Rain nanti .


Setelah aku selesai dan rapi pun Rain masih belum juga menunjukkan tanda-tanda dia akan bangun , aku yang melihatnya pun mendekat kearah ranjang seraya mengelus lembut kepalanya dengan perlahan hingga membuat anak itu semakin nyaman dalam tidurnya .


Aku tersenyum kecil lalu mendekatkan bibirku tepat di pipi nya dan mencium pipi gembul Rain berkali-kali sampai akhirnya aku mendengar suara serak dari mulut mungil Rain yang merasa terganggu karena ulahku.


" Dad..em " Gumamnya belum sadar seraya merubah posisinya


" Bangun , sayang " Ucapku lembut


" Emh " gumamnya pelan seraya mendudukkan dirinya dan mengucak-ucak matanya lalu menatap kearah ku setelah matanya terbuka sempurna


" Mommy pulang ? " Tanya Rain setiap kali anak itu membuka matanya dipagi hari .


Rain selalu menanyakan Cindy di setiap anak itu membuka mata nya bahkan setiap saat Rain akan selalu menanyakan keberadaan sang Mommy hingga membuat aku harus terus-menerus berbohong dan memiliki banyak alasan agar anak itu percaya dan tidak merasa khawatir .


" Rain mandi dulu ya " Ucapku mengalihkan pembicaraan Rain


Rain pun menuruti ucapanku dan segera menghilang di balik pintu kamar mandi , aku menatap kearah pintu kamar mandi seraya menghembuskan pelan nafasku dan setelahnya aku keluar dengan jas dan dasi yang saat ini hanya aku pegang di pergelangan tanganku .


Saat aku menuruni tangga tiba-tiba bel pun berdering hingga membuat aku segera membukakan pintu tersebut dan dapat kulihat Ella tengah berdiri di depan pintu rumah ku seraya membawa sesuatu di tangannya .


" Aku membuatkan sarapan untukmu , sayang " ucap Ella dengan suara riang saat pintu telah terbuka


Aku hanya menatap wanita itu dengan tatapan datar , tanpa dipersilahkan masuk Ella langsung masuk mendahului aku yang masih berdiri di dekat pintu .


Wanita itu langsung berjalan menuju kearah dapur dan meletakkan makanan yang di bawanya kedalam piring.


" Keluar " ucapku datar seraya menatap tajam kearah wanita itu namun Ella hanya menatapku lalu menduduki salah satu bangku yang ada didekat meja makan hingga membuat aku berjalan kearah nya dan menarik tangan Ella untuk berdiri dari rumah ku .


" Aku lelah Renal , biarkan aku duduk sebentar " Ucapnya namun aku masih terus menarik tangan Ella hingga wanita itu berdiri dari duduk nya


" Pergi " Ucapku singkat mengusir wanita itu

__ADS_1


" Tidak " Ucap nya menolak hingga membuat aku semakin menarik tangan wanita itu


" Per- "


" Daddy / Tante " ucap Rain memotong ucapan ku hingga membuat aku memutar tubuhku dan menatap kearah jagoan kecilku yang sudah siap dengan pakaian yang baru saja ku belikan kemarin


Kulihat Rain berjalan kearah ku dan menarik tanganku dengan pelan hingga membuat aku melepaskan tarikan tanganku pergelangan tangan Ella .


" Rain mau sarapan ? " Tanya ku dan rain pun mengangguk setuju


Aku mencoba untuk mengabaikan kehadiran Ella saat ini ,aku tidak perduli dengan keadaan wanita itu di rumah ku saat ini . Aku mengangkat tubuh kecil Rain dan meletakkan nya disalah satu bangku yang ada di sana


Aku pun mengambilkan nasi mentega yang sengaja kubuat untuk nya tadi , lalu aku mengambil selembar roti dan mengigitnya tanpa selai . sebisa mungkin aku tidak memarahi Ella karena aku tidak ingin Rain melihat aku dalam keadaan marah , cukup sekali saja anak itu melihat aku yang marah seperti monster saat itu .


Kulihat Rain mulai memasukkan sendok yang berisikan makanan kedalam mulutnya dan mengunyah makanan tersebut namun terlihat jelas Rain memaksakan dirinya untuk menelan makanan tersebut dan dengan buru-buru aku pun langsung mengambilkan nya air putih yang kuletakkan disebelah susu coklat yang kubuat untuk nya.


" Asin " ucapnya berkomentar setelah selesai meminum air putihnya


Rain pun mendorong nasi mentega yang aku buat tanpa berniat untuk menyelesaikan makamnya dan tiba-tiba anak itu turun dari kursinya.


" Rain mau ketemu Mommy " ucapnya dengan wajah sedih dan mata berkaca-kaca hingga membuat aku mendekat kearah Rain dan tentu di ikuti oleh Ella


" Rain , Mommy kan lagi kerja " ucapku berbohong seraya berjongkok untuk menyamai tinggi anak itu


" Daddy kan sudah kaya , kenapa


Mommy masih bekerja ? , pasti Mommy ninggalin Rain kan , Dad ? " ucapnya berteriak dengan wajah merah menahan tangis hingga membuat aku terdiam saat mendengar penuturan anak itu


" Mommy Rain per-"


" Diamlah Ella , pergi sekarang atau aku bisa saja menyakitimu " ucapku geram memotong ucapan wanita itu tanpa melihat kearahnya


Kudengar wanita itu mendengus kesal dan menarik pintu apartemenku yang memang tidak tertutup rapat dan setelahnya Ella keluar seraya membanting pintunya dengan sangat keras


" Mommy enggak sayang Rain lagi kan , Dad ? " ucapnya dengan suara bergetar


" Siapa bilang , sayang ? . Mommy kan lagi pergi jauh , Mommy lagi kerja sekarang " ucapku berbohong lagi dan lagi


" Kan ada Daddy , Daddy juga punya rumah yang besar terus bisa beliin Rain apa aja , tapi kenapa Mommy masih harus kerja jauh ? " Tanya nya polos dengan suara pelan bahkan terdengar akan menangis


Aku sadar semakin lama Rain akan tumbuh besar dan anak itu akan semakin mengerti nantinya , aku juga tidak mau jika Rain kekurangan kasih sayang dari kami namun aku masih belum bisa berbuat apa pun saat ini bahkan untuk bertemu Cindy saja aku tidak bisa .


Aku hanya tersenyum menanggapi ucapan anak itu , karena aku juga tidak tau ingin menjawab apa . aku berdiri dan menarik tangan kecil Rain lalu membawa nya keluar dari apartemenku .


Sampainya kami dibasement aku pun segera mencari mobilku dan membukakan pintu untuk Rain dan setelahnya aku berjalan menuju kursi kemudi .


" Mommy pasti pulang kan , Dad ? " Tanya Rain lagi dengan wajah sendunya saat aku sudah duduk di kursi kemudi


Aku hanya mengangguk ragu dan tersenyum lembut kearah Rain sebelum aku melajukan mobilku menuju AA Store .


Sepanjang perjalanan kami hanya terdiam tanpa ada yang berniat untuk bicara . Sedangkan aku tengah sibuk dengan pikiran ku yang memikirkan bagaimana caranya agar Cindy mau kembali dengan ku namun sampai saat ini tak ada satupun cara yang aku dapatkan hingga membuat kepalaku terasa sedikit sakit saat memikirkan nya .


Sesampai nya di AA store aku langsung menitipkan Rain di Daycare tempat biasa aku menitipkan Rain dan aku pun kembali masuk kedalam lift seraya menekan angka 5 .

__ADS_1


Tak berapa lama pintu lift pun terbuka dan aku segera keluar dari kotak besi tersebut , aku langsung berjalan kearah Mona Flower dan tanpa berbasa-basi aku pun langsung menghampiri Hugo .


" Apa Cindy ada ? "Tanya ku langsung seperti biasa


Hugo yang sedang mencabut duri mawar pun langsung menatapku sekilas seraya meletakkan bunga mawar tersebut .


" Dia sudah tidak bekerja disini lagi " ucapnya datar hingga membuat aku mengerutkan keningku


" Dimana dia sekarang ? " Tanyaku lagi seolah tak puas dengan jawaban pria itu


" Kenapa kau ingin tau sekali ? " Tanya Hugo balik dengan nada sinis hingga membuat aku memutar bola mataku dengan malas.


" Aku memiliki urusan dengan nya , beritahu saja dimana dia sekarang " ucapku datar tak kalah sinis


" Aku tidak tau " ucapnya datar yang ku tau itu adalah kebohongan


Aku yakin saat ini Hugo tengah bohong padaku buktinya dia selalu membuang wajahnya tanpa berani menatap mataku .


Aku menatap datar kearah Hugo lalu segera pergi meninggalkan pria itu tanpa mengucapkan sepatah katapun .


Aku berjalan menuju lift seraya mengeluarkan ponselku dan menghubungi Adrian . Aku akan menemukan Cindy tanpa meminta bantuan dari pria bernama Hugo itu .


" Carikan alamat dimana Cindy Milen berada sekarang " Ucapku pada Adrian setelah panggilan terhubung


Tanpa menunggu tanggapan dari ujung telpon aku pun segera mematikan sambungan telpon tersebut dan memasukkan nya kembali kedalam jas ku .


Aku berjalan kembali kearah lift dan menuju ruang kerja ku . sesampainya diruang kerja ku , aku langsung melihat keberadaan Ella yang kini tengah duduk disofa seraya membaca majalah yang ada di tangannya saat ini .


Seolah merasakan kehadiran seseorang Ella pun langsung mendongkakkan kepalanya dan tersenyum lebar kearah ku , dengan heelsnya yang tinggi wanita itu pun berjalan anggun menghampiriku yang tengah berjalan kearah nya juga.


" Sayang , desaign seperti apa yang kau inginkan pada undangan kita , hm? " Tanyanya langsung seraya menarik tanganku dan membawanya untuk duduk disebelah wanita itu


Kulihat Ella mengeluarkan beberapa contoh undangan pernikahan yang ada di tasnya dan meletakkan undangan tersebut di meja seraya menyusun nya satu persatu .


" mana kah yang kau suka , Renal ? " Tanya nya lagi namun aku hanya menatap datar kearah undangan tersebut


" Aku tidak akan menikahi mu , Ella " ucapku datar seraya menatap kearah Ella dan segera berlalu meninggalkan wanita itu begitu saja


Aku berjalan menuju ruang tidur yang ada di sudut ruangan ku , aku mengunci pintu itu dari dalam dan mengabaikan keberadaan Ella yang saat ini terus memanggil-manggil nama ku dari luar sana .


Berkas-berkas yang baru saja masuk dan siap untuk aku tanda tangani kini menumpuk di atas meja kerjaku karna si pengganggu muncul hingga membuat mood ku buyar seketika karna nya


Aku menjatuhkan bokongku dikasur empuk yang ada di ruangan tersebut . Ku keluarkan ponsel dan juga dompetku yang ada di saku jas ku .


Aku membuka dompetku dan mengambil sebuah kertas yang terlihat telah usang dengan lipatan-lipatan jelas yang ku sembunyikan dibelakang atm ku , aku mengambil Kartu yang tidak terlalu besar yang bewarna biru dan juga silver , kartu itu pernah kubuang beberapa tahun lalu namun Cindy kembali mengambil dan membuang nya di tong sampah , dan tanpa sepenuh wanita itu aku kembali mengambil kertas itu dan menyimpan di dalam dompet ku.


Tiba-tiba saja pikiran ku menerawang jauh mengingat semua masa-masa indah ku bersama cindy dulu .


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2