Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Selamat Datang Kembali ..


__ADS_3

MASIH POV CINDY ....


.


.


.


Aku berjalan keluar dari gedung tersebut seraya menundukkan kepalaku sampai akhirnya kulihat seseorang berdiri tepat dihadapan ku , aku pun mendongkakkan kepalaku untuk melihat sosok tersebut dan dapat kulihat Hugo berdiri tegak tepat di depanku .


" Kau masih disni ? " Tanyaku


" Tentu , aku menunggumu " ucapnya seraya menarik tanganku dengan lembut dan membawa ku menuju mobilnya


Aku pun menolak namun Hugo hanya terdiam seraya membukakan pintu untuk ku dan berlalu memasuki pintu satunya.


Suasana di dalam mobil kini sangat hening tak ada percakapan antara aku dan Hugo . Aku mengambil kartu berwarna silver yang ada diatas bunga tersebut dan membuka nya .


Aku membaca apa yang dituliskan disana


dam langsung meremas kartu itu kuat-kuat lalu membuang nya begitu saja , Seketika aku kembali terdiam.


" Bukan kah kartu itu sudah kubuangb? , Bagaimana bisa Renal menemukannya ? , sebenarnya apa yang dia inginkan " Ucapku dalam hati seraya menatap kosong kearah depan ku


.


.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


.


.


Setelah menyelesaikan pekerjaan ku , aku pun segera pulang untuk beristirahat sejenak namun saat aku berjalan menunggu Bus yang lewat tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti tepat dihadapan ku .


" Masuk , banyak hal yang harus aku bicarakan dengan mu " ucap orang tersebut dengan wajah datar yang tak lain adalah Gabriella


Aku pun menuruti keinginan wanita itu dan duduk disamping kursi kemudi , Gabriella pun pergi membawa mobilnya entah kemana dan sesampainya ditempat yang dia tuju kami pun segera keluar .

__ADS_1


Gabriella berjalan mendahuluiku dan menaiki lantai dua di sebuah Restoran mewah yang ada ruang private nya .


" Jadi apa yang ingin kau bicarakan ? " Tanyaku datar tanpa berbasa-basi


Kulihat Gabriella tersenyum miring seraya mengambil sesuatu dari dalam tas nya dan memberikannya padaku.


" Tulis berapapun nominal yang kau inginkan " ucapnya seraya menaruh sebuah kertas di atas meja hingga membuat aku menatap cek kosong yang wanita itu berikan dan tanpa ragu aku pun langsung mengoyak cek tersebut


" Uang yang aku dapat akan lebih banyak jika aku bersama Renal , bukan ? " Ucapku lantang


" Dasar murahan , Apa kau masih berpikir bahwa Renal mencintaimu ? " Ucapnya dengan senyum miring


" Jika tidak mengapa kau takut seperti itu , apa kau sudah mendengar kabar bahwa pagi ini aku ditahan di apartemen nya , hm ? " ucapku sengaja hingga membuat wanita itu terlihat kesal


" KAU— " ucapnya terpotongan dengan wajah geram


" Gabriella , aku tidak pernah mengancam seseorang sebelumnya karena aku tidak memiliki apapun yang bisa kugunakan untuk mengancam orang seprti mu , tapi sekarang aku punya , jadi jangan pernah coba-coba untuk menyentuh ku ataupun menyingkirkan Putraku dari sisi Renal karena kau tentu tau ikatan seorang Anak dan Orang tua sangatlah juat , seperti ikatan Anak dan Ayah sebenarnya yang ada dikandungan mu , jadi berhentilah sebelum semuanya terlambat " ucapku panjang lebar seraya berdiri dan hendak meninggalkan wanita itu


Namun Gabriella pun berteriak marah hingga membuat langkah ku berhenti dan kembali menoleh kearahnya .


Kulihat Gabriella berjalan medekat kearah ku dengan tangan yang melayang keudara dan hendak memberikan tamparan pada pipiku namun aku dengan sigap menahan tangan wanita itu.


" Aku bukan Wanita lemah Gabriella , aku bisa saja menghancurkan mu , tapi aku tidak mau menghancurkan orang seperti mu itu sama saja dengan sia-sia" ucapku lantang


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam pun menjelang kini keadaan jalanan semakin ramai . Saat ini aku sudah sampai diclub tempat dimana aku bekerja .


Beberapa pekerja yang mengenalku pun menyapaku dengan ramah , setelah membersihkan gelas-gelas dan kursi club akhirnya club pun di buka seperti biasanya , banyak orang yang datang untuk sekedar melepaskan penatnya Karna pekerjaan ,


Bau alkohol dan asap rokok pun kini mulai tercium . muda-mudi pun mulai sibuk bercumbu disofa atau di sudut-sudut ruangan club tersebut .


Kini Malam semakin larut dan Keadaan Club semakin ramai , bunyi musik pun semakin menghentak hingga membuat mereka yang ada di dance floor meliuk-liukkan tubuh mereka dengan sangat sensual , aku menyelinap diantara kerumunan anak muda untuk mengantarkan pesanan mereka dan sesampai nya disana aku pun ditarik paksa untuk duduk di dekat mereka .


Kulihat pria dengan perut buncit mengelus pelan pahaku dan disebelah ku ada pria lain dengan wajah tampan juga menyentuh pahaku satunya , aku mencoba untuk berdiri namun mereka menghimpit tubuhku hingga membuat aku kesusahan untuk keluar dari tempat tersebut .


Bisikan-bisikan sensual aku terima dari kedua pria tersebut . pria tampan yang ada di sebelah kananku adalah Jake , pria itu pernah menjadi teman tidurku dulu , lebih tepatnya membayarku untuk itu .


Aku terus berusaha menyingkirkan tangan mereka yang sudah mulai lancang dan berani pada tubuhku .

__ADS_1


" Maaf , aku harus pergi Tuan " ucapku namun mereka tidak juga melepaskan tubuhku sekalipun aku memohon pada mereka, mereka tetap tidak medengarkan ucapanku hingga akhirnya seseorang datang dan memanggil ku


Aku pun sedikit bernafas lega dan segera berdiri seraya meninggalkan mereka begitu saja , aku berjalan menuju ruang Simone si pemilik club tersebut .


Ku ketuk pelan pintu ruangan nya dan segera masuk kedalam ruangan tersebut .


" Pergilah kealamat ini , dia sudah menyewa mu full untuk saat ini " ucapnya begitu saja seraya menyodorkan sebuah alamat hotel mewah namun aku tak mengambil kertas tersebut


" Aku tid— "


" Lakukan saja , Aku sudah mengirimkan uang nya ke rekeningmu " ucap Simone dan aku pun mengambilnya dengan ragu-ragu


Kuharapa kali ini William lah yang menyewaku seperti biasanya , aku pun segera berpamitan dan pergi menuju alamat yang dituju , sesampai nya disana aku segera menghampiri resepsionis untuk meminta keycard yang dititipkan Client ku itu .


Setelah mengambilnya aku pun segera menaiki Lift dan berjalan menuju kamar yang disewa , sepanjang perjalanan menuju kamar aku benar-benar mengharapkan ini adalah William .


Dengan perasaan gugup aku meletakkan keycard yang kupegang pada peminda otomatis dan tak berapa lama pintu pun terbuka , kulihat ruangan tersebut masih dalam keadaan gelap , aku pun meraba saklar lalu menekan nya namun aku tak melihat siapapun berada dalam kamar tersebut .


" William " Panggilku pelan namun tidak ada sautan dari siapapun dari dalam sana


Aku pun membuka pintu kamar dan mendengar suara keran yang baru saja dimatikan dan tak berapa lama seseorang yang ada didalam kamar mandi pun keluar dengan hanya mengenakan handuk yang ia lilitkan di pinggang nya .


" Ah , kau sudah datang " ucapnya seraya menatapku yang langsung membeku saat melihat keberadaan Renal yang kini ada dihadapan ku dengan rambut basah hingga membasahi dada bidang nya.


Renal pun berjalan ke arah kasur dan menduduki bokong nya ditepi kasur seraya menatap kearah ku yang masih berdiri diambang pintu.


" Apa yang— "


" Aku sudah menyewamu selama satu bulan Cindy , uang 10 juta dollar yang kau kirimkan padaku melalui Ken sudah aku kembalikan pada ku , sekarang kau milikku untuk 1 bulan dan kau harus mengikuti aturan dan juga perintahku " ucapnya panjang lebar seraya terus menatapku dan sementara aku masih terdiam tak bergeming sedikitpun pun dari posisi ku , sejujurnya aku merasa sangat takut saat ini .


" Untuk permulaan kemarilah , cium aku " ucapnya menyuruh ku seraya menepuk paha nya agar aku duduk di sana namun aku hanya menggelengkan kepalaku kuat-kuat


" Aku yang kesana atau kau yang menghampiri ku ? , Duduklah disini dan cium aku sampai aku bilang berhenti maka kau boleh menghentikan ciuman nya " ucapnya lantang hingga membuat aku memundurkan langkahku


" Baiklah kau yang memilih ini Cindy , Aku yang akan kesana dan akan aku pastikan kau menyesal telah memilih itu Cindy " ucapnya lagi seraya bangkit dari duduknya dan berjalan kearah ku


Aku pun terus memundurkan langkah ku saat pria itu berjalan mendekat kearah ku , namun entah bagaimana caranya pintu dibelakangku pun terkunci secara otomatis karna terdorong oleh tubuh ku hingga membuat aku segera membalikkan tubuhku seraya menatap kearah pintu tersebut .


Aku meneguk saliva ku takut-takut saat kurasakan nafas hangat yang menyentuh pucuk kepalaku dan juga tubuh hangan yang menempel pada punggung ku saat ini . jika aku memutarkan tubuhku aku yakin tubuh kami akan menempel satu sama lain , Seketika kurasakan kedua tangan Renal mengurung ku sementara aku semakin mencoba untuk membuka pintu tersebut namun hasilnya tetep gagal.

__ADS_1


" Kau yang memilihnya sendiri Cindy , aku hanya menuruti keinginan mu untuk menghampirimu , jadi –" Ucap Renal menjeda ucapannya dan kurasakan nafas pria itu yang membelai tekuk leherku hingga membuat bulu kudukku terasa berdiri


" — Jadi selamat datang kembali , Sweetheart " sambung nya hingga membuat detak jantungku berdetak begitu cepat saat ini .


__ADS_2