Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Bumerang...


__ADS_3

...MASIH POV CINDY......


.......


.......


.......


Dan betapa terkejutnya aku saat melihat sosok orang tersebut , orang itu tak lain adalah Hugo . Aku pun mengerutkan keningku seraya menatap heran kearah pria itu , kenapa Hugo bisa berada di sini , pikirku .


" Kenapa Om bisa ada disini ? " Tanya Rain seketika mewakili pertanyaan ku hingga membuat aku tersadar


Pasalnya sudah berapa hari ini aku tidak melihat batang hidung pria itu , ku pikir Hugo sudah menyerahkan akan diriku namun nyata nya tidak bahkan saat ini dia ada dihadapan ku dan menawari kami tumpangan .


" Kalau bicara tentang kebetulan itu jelas tidak , Tadi Om ga sengaja liat kalian terus ya disinilah Om sekarang " ucap Hugo menjelaskan hingga membuat aku memutar bola mataku dengan malas


" Tidak Hugo " ucapku seketika hingga membuat Hugo menatap kearah ku


" Jika itu jawaban mu berarti kau egois Cindy , Rain bisa saja mengigil jika terlalu lama disini " Ucap Hugo hingga membuat aku melirik kearah Rain yang tengah memeluk robot besar yang di bawanya


" Tidak " Ucapku singkat dan tegas


" Seharusnya kamu memikirkan Rain , Cindy " ucap Hugo terus menerus menggunakan nama Rain agar aku luluh dan menerima tawarannya


" Rain mau gak kalo Om yang antar ? " Tanya Hugo seketika pada Rain dan Rain pun terlihat setengah berpikir lalu menganggukkan pelan kepalanya


" Mommy , kita bareng Om Hugo aja ya , Om Hugokan teman Mommy " Ucap Rain pelan seraya menatap kearah ku


Aku ingin sekali menolak permintaan Rain namun aku tidak bisa karna saat ini tubuh Rain sudah digiring menuju mobil Hugo yang terpakir diluar stasiun .


Dengan payung pemberian ku tempo lalu kami pun masuk kedalam mobil Hugo , saat ini Rain sudah duduk dikurdi belakang sementara aku ada dikursi depan bersama dengan Hugo.


" Jadi dimana alamatnya ? " Tanya Hugo setelah menghidupkan mesin mobilnya dan memasang sabuk pengaman miliknya.


Aku pun menyebutkan alamat tujuanku dan butuh waktu beberapa jam untuk sampai ke alamat tersebut ditambah saat ini sedang turun hujan yang bisa mengakibatkan jalanan licin dan membuat Pengemudi harus pelan dan berhati-hati saat membawa mobilnya .

__ADS_1


Kini suara radio mengalun dengan derasan air hujan di luar sana namun aku terus menatap kearah luar jendela seraya memikirkan kejadian hari ini .


" Haruskah aku membicarakan tentang Hugo lagi pada Renal ? " Tanya ku dalam hati seraya menatap kosong kearah luar jendela


Karena terlalu banyak berpikir akhirnya aku pun tertidur dengan nyenyaknya menyusul Rain yang kini sudah berada di alam mimpinya namun aku langsung terbangun saat kurasakan tepukan pelan pada pipiku .


Seketika kulihat mobil sudah berhenti ditempat yang sangat aku kenali , walaupun hari sudah sedikit gelap tapi tetap saja aku masih mengenali lingkungan ini , lingkungan dimana Rain tumbuh saat itu .


Aku pun segera keluar dari mobil Hugo dan membukakan pintu mobil belakang untuk membantu Rain turun dari sana , Rain ternyata sudah bangun lebih dulu dari ku .


" Hati-hati sayang " Ucapku mengingatkan Rain yang kini tengah berlari menuju arah pintu rumah orang tua ku


Aku pun berjalan menyusul Rain di belakang dan tentu saja bersama dengan Hugo yang berada di sampingku saat ini.


" Tidak masalahkan jika aku mampir ? " Tanya Hugo lembut namun aku hanya bergumam mengiyakan ucapan pria itu


Aku pun segera masuk kedalam rumah kecil yang terasa sangat hangat untuk ku seketika kulihat Papa dan Mama yang menyambut ku dengan wajah senang nya walaupun ada sedikit drama yang mama buat karna aku tidak memberitahukan padanya bahwa kami akan berkunjung .


" Maaf Ma , Cindy hanya ingin memberikan kejutan pada Mama dan Papa " Ucapku sambil tersenyum lebar dan memeluk erat tubuh kedua orang tuaku secara bergantian


Aku benar-benar merindukan mereka dan seakan tersadar sesuatu aku pun langsung melepaskan pelukan ku dan mengenalkan orang yang kini ada dibelakang ku yang tak lain adalah Hugo .


" Jadi dia siapa , nak ? " Tanya Papa pada akhirnya hingga membuat aku kembali menatap kearah mereka


* Akh di— "


" Saya Hugo om , calon pacarnya Cindy " ucap Hugo lantang memotong ucapan ku seraya menjabat tangan Papa dan Mama secara bergantian


Aku pun langsung menatap tajam kearah Hugo dan kulihat Papa yang langsung terdiam begitu pula dengan dengan Mama dan saat aku hendak protes tiba-tiba suara Papa kembali memotong ucapan ku .


" Ah baiklah , jadi kapan kalian berencana untuk kejenjang yang lebih serius ? " tanya Papa lembut seraya menatap kearah Hugo dengan tatapan seriusnya


" Pa — "


" Secepatnya Om " sahut Hugo cepat penuh keyakinan dan kembali memotong ucapan ku yang hendak proses

__ADS_1


Aku pun segera menarik tangan Hugo dan membawanya untuk keluar dan menjauh dari mereka tak lupa aku juga menutup pintu rumah ku .


" Apa yang kau lakukan , Hugo " Ucap ku kesal seraya menatap tajam kearah pria itu


" Tidak ada " sahutnya santai dengan senyum kecil dibibirnya


" Hentikan semua ini Hugooo " ucapku pelan namun tajam dan penuh penekanan


" Tidak Cindy , Aku tidak mau . akan aku pastikan kau menjadi milikku " ucapnya serius hingga membuat aku menggelengkan kepalaku tanda menolak


" Aku sudah menjadi milik Renal , Hugo . Apa kau lihat ini " ucapku lantang seraya menunjukkan jari maniskku yang kini sudah di hiasi dengan cincin sungguh


" ini adalah tanda ikatan kami " sambung ku lagi dengan wajah serius


Seketika kulihat Hugo menatapku dengan tatapan datarnya dan pria itu kembali tesenyum bahkan Hugo mendekatkan tubuhku pada tubuhnya hingga kini jarak kami sangat menyempit .


Aku pun langsung mendorong dada Hugo dengan kuat namun pria itu hanya menjauh sedikit karna tenaga Hugo memang bukan tandingan ku .


Seketika kurasakan kecupan dan juga l*mat*n kecil pada bibirku hingga membuat aku kembali mendorong tubuh pria itu hingga kuraskan bibirku sedikit bedarah karna gigitan nya .


' PLAK ' Aku pun langsung menampar pipi Hugo dengan kuat seolah tengah menumpahkan segala kemarahan ku pada pria itu


" Aku sud- "


" Itu hanya cincin Cindy , cincin bukanlah ikatan . selama pernikahan itu belum berlangsung kau masih milik siapapun, sekalipun pernikahan itu berlangsung aku tidak akan tinggal diam Cindy , karena aku tidak akan membiarkan mu jatuh kedalam pelukan pria itu , Aku mencintaimu lebih besar dari cinta Renal padamu , Cindy " Ucap Hugo panjang lebar memotong ucapan ku


" Kau tidak bisa melakukan itu Hugo " ucapku tajam seraya menatap kesal kearah pria itu namun pria itu hanya tersenyum culas kearah ku hingga membuat aku semakin membenci pria itu saat ini


Aku benar-benar membenci sikap Hugo saat ini dan aku benar-benar menyesal karena sudah menerima tumpang dari pria itu .


Seketika aku merasa Hugo bisa saja menjadi bumerang di antara hubungan ku dengan Renal bahkan saat ini Papa terlihat sangat percaya dengan ucapan Hugo tadi .


" Apa kalian baik-baik saja ? " Tanya Mama tiba-tiba yang kini berada di balik pintu seraya menatap kearah kami


" Akh , tidak ada apa-apa Tante " sahut Hugo dengan santainya

__ADS_1


Saat Hugo hendak kembali masuk , pria itu melewatiku dan kudengar dia berbisik pelan kearah ku dan aku yakin hanya aku yang mendengarkan nya.


" Cindy , kan aku pastikan kau menjadi milikku " ucapnya pelan seraya berjalan melewati dan kembali masuk kedalam rumah ku


__ADS_2