Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Datang Dan Bertemu ...


__ADS_3

MASIH POV RENAL ...


.


.


.


Aku menyimpan kembali kertas-kertas itu kedalam dompetku seperti semula , Seketika ada rasa sakit dalam dadaku setiap kali aku membaca nya berkali-kali , entah kenapa perasaan sakit itu semakin besar saat ini .


Aku marah , aku benar-benar marah pada diriku sendiri . Tiba-tiba kurasakan ponselku bergetar dan sebuah notifikasi pun muncul di atas layar tersebut hingga membuat aku menyentuh notifikasi tersebut .


" Datang dan bertemu kembali dengan teman seangkatan , bertepatan di club xxxx pesta akan dimulai pukul 11 malam dilantai 4 gedung club..."


Bertemu dengan teman seangkatan menurut ku tidaklah buruk untuk menjernihkan pikiran ku saat ini , aku hanya perlu menitipkan Rain sebentar pada Ken , pikirku .


Aku membuka pintu ruangan tidurku dan melihat seisi ruangan tersebut , aku sudah tidak mendapati penampakan Ella di sana hingga membuat aku berani keluar dari ruangan tidur tersebut .


Aku segera keluar dari ruangan ku dan menghampiri Rain di Daycare dan kulihat Rain kini sudah menunggu kedatangan ku dan siap untuk pergi makan siang bersama .


Aku berjalan menuju restoran seraya menggendong tubuh mungil Rain yang kini terlihat agak sedikit pendiam , aku sangat memaklumi sikap Rain saat ini . Aku tau bahwa Rain sangat merindukan Cindy , maka dari itu Rain hanya terdiam seraya menyenderkan kepalanya di bahuku .


" Dad , apa Mommy udah gak sayang Rain lagi ya ? " Tanya Rain seketika saat kami berada di dalam lift hingga membuat beberapa orang yang ada di kotak besi itu menatap kearah ku


Aku tidak perduli pada mereka yang menatapku penuh minat saat mendengar Rain mengucapkan hal tersebut.


" Mengapa Rain berbicara seperti itu ? , Mommy sayang kok sama Rain jika Mommy gak sayang mana mungkin Rain di lahirkan kedunia ini , Daddy dan Mommy sayang Rain kok " ucapku pelan seraya mengelus lembut rambut Rain hingga membuat anak itu tersenyum lebar padaku


Seketika ada rasa sakit yang menikam jantungku saat ini , jika saja dulu aku mempercayai Cindy , apa kami bisa menjadi keluarga kecil yang wanita itu inginkan dalam suratnya dulu ? , Dengan ada nya Rain seperti yang dia inginkan ? .


Kini Cindy benar-benar mendapatkan seorang anak yang sempat kuragukan keberadaan nya , Rain adalah milik Cindy yang seharusnya tetap dia jaga tanpa harus menukarnya dengan uang.


Seketika dadaku terasa sesak saat membayangkan tentang wanita itu .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Daddy Ken ga ada ya , Dad ? " Tanya Rain polos saat aku terus menekan bel apartemen nya beberapa kali


Aku tidak melarang Rain memanggil Ken dengan sebutan Daddy karena Rain sudah terbiasa dengan panggilan itu , pikirku .


" Rain , mau gak Daddy titipkan dirumah Grandma dan Grandpa ? "Tanyaku pada Rain,


Kulihat Rain tampak berpikir sejenak dan sesaat kemudian anak itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum .


Aku berniat pergi keacara itu untuk menghilangkan pikiran tenteng Cindy dari kepalaku dan sedikit bersenang-senang untuk merilekskan tubuhku .


Setelah sampai didepan rumah Papa aku pun segera masuk seraya menggendong tubuh mungil Rain , kami tiba tepat saat Mama tengah menyiapkan makan malam yang lezat di meja makan untuk dirinya dan Papa .


" Kau datang , nak ? " Tanya Mama penuh keibuan saat aku dan Rain tiba di meja makan


Kulihat Papa hanya menatap Rain sekilas lalu kembali menatap lurus kearah depannya , namun aku tak terlalu memperdulikan nya , aku pun mendudukkan Rain di salah satu kursi yang ada di sebelah ku .


" Aku mau menitipkan Rain , besok aku akan menjemput nya " ucapku langsung


" Tid- "


" Besok akan ku jemput , aku tidak mungkin membiarkan Rain diapartemen sendirian " Ucapku cepat memotong ucapan Papa.

__ADS_1


Kulihat Mama hanya tersenyum penuh keibuan seraya menatap kearah Rain dan tak berapa lama kembali lagi menatapku.


" Mata nya benar-benar mewarisi mu , nak " ucap Mama seketika seraya tersenyum lembut kearah ku


Mama pun mengambilkan piring untuk Rain seraya mengisinya dengan makanan dan memberikan nya pada Rain .


" Makanlah , Cucu Grandma pasti lapar " ucap Mama lembut setelah mengisi piring Rain dengan lauk pauk


Rain pun tersenyum lebar seraya menampilkan deretan gigi susunya hingga membuat Mama ikut tersenyum saat melihatnya .


" Terima kasih Grandma , Rain memang sudah lapar " ucap Rain polos seraya memakan makanan tersebut dengan lahapnya


" Selera makannya benar-benar mirip dengan ku Renal " ucap Mama bergumam tanpa sadar sambil tersenyum menatap kearah Rain yang tengah menikmati makanan nya


Kulihat Mama tersenyum hangat seraya terus menatap kearah Rain , sementara Papa hanya menatap Rain dengan tatapan datarnya .


" Rain ngerasa kaya udah lama banget gak makan , Daddy masaknya selalu keasinan sama kemanisan terus jadi Rain gak pernah sarapan pagi deh . Mommy lama banget sih baliknya jadi Rain harus makan diluar terus sama Daddy . Rain kan kangen masakan Mommy " ucap Rain pelan setelah menelan habis nasi yang ada di dalam mulutnya


Papa yang mendengar Rain bicara pun tiba-tiba langsung tersedak begitu saja , tentu saja itu adalah topik yang tidak ingin papa dengar sama sekali .


Tak berapa lama kudengar suara kursi yang ditarik kebelakang dan kuliaht Rain yang berjalan menghampiri Papa , kulihat tangan kecil Rain mengelus dan menepuk-nepuk pelan punggung papa dengan sedikit berjinjit untuk menyamai tinggi tangan nya pada punggung papa.


" Grandpa gak apa-apa ? , Kata Mommy kalau makan nya melamun jadi keselek deh " ucap Rain menjelaskan dengan wajah polosnya seraya terus mengelus-elus punggung Papa


Papa hanya menatap datar kearah Rain dan dengan seketika Rain malah memeluk pinggang Papa begitu saja .


" Grandpa jangan gitu dong muka nya , Rain takut , Rain gak jahat kok " ucapnya lagi seraya terus memeluk pinggang Papa hingga membuat Papa mendesah pasrah dan akhirnya wajah datar Papa pun sedikit berubah bahkan Papa sedikit tersenyum Pada Rain saat ini


Mama yang melihatnya pun ikut tersenyum senang kearah dua orang tersebut hingga membuat hati ku seketika terasa hangat dan lega saat melihatnya .


Aku mengendarai mobilku kembali ke Apartemenku untuk mengganti pakaian dan membersihkan diriku terlebih dulu , setelah dirasa rapi dan wangi aku melirik jam yang ada di pergelangan tangan ku , acara sudah hampir dimulai dan aku pun segera keluar dari apartemen ku untuk menuju club yang di maksud teman-teman ku .


Club yang dimaksud mereka tidak jauh dari tempat ku saat ini hanya memakan waktu sekitar 30 sampai 40 menit saja untuk segera sampai di tempat tersebut . sesampainya di sana aku memarkirkan mobil ku dan segera berjalan menuju gedung tersebut .


Aku diarahkan untuk menaiki lift yang ada di samping bangunan tersebut , setelah keluar dari lift aku disambut dengan dentuman musik keras dan juga lampu yang berkedap-kedip namun hanya beberapa saat setelah musik berhenti lampu pun kembali menyala dengan terangnya .


Saat memasuki tempat tersebut banyak sekali orang yang berada disana namun aku hanya mengenali beberapa saja dari mereka . Beberapa teman yang masih mengingat ku pun menyapaku hingga membuat aku menghampiri sekumpulan orang yang duduk di depan bartender tersebut .


Mereka pun menyesap minuman yang mereka pesan dan beberapa wanita tampak terang-terangan menggoda ku bahkan tak jarang mereka menyentuh tanganku dan tentu saja aku akan menolaknya


" Renal " teriak seseorang yang ku kenali bernama Dev


Dev pun langsung menghampiriku dan memelukku dengan erat lalu melepaskan nya . Aku menatap ke beberapa teman sekolah ku dulu , mereka hanya menyapaku seperti biasa tidak selebay yang dilakukan Dev saat ini , menurut ku .


" Tumben datang ? " Tanya Thomas padaku saat tiba di dekat mejaku


" Itu tandanya , dia sedang tidak memiliki jadwal " ucap salah satu teman ku yang lain hingga membuat mereka tertawa saat menggoda ku


Aku hanya terdiam saja dan menanggapi ucapan itu dengan seperlunya saja . Toh yang di katakan mereka memang benar , pikirku .


" Kudengar kau akan menikah dengan Gabriella ? " Tanya salah satu teman ku


" Kalian mendengar berita itu ? " Tanyaku seketika


" Tentu saja " sahutnya dengan santai


" Ck . Aku tidak akan menikah dengan Gabriella " ucapku datar hingga membuat mereka menatapku penuh dengan tanda tanya

__ADS_1


Namun dengan seketika keadaan pun kembali ramai dan kudengar sorak tepuk tangan yang sangat ramai terdengar dibelakang ku . dengan penasaran aku pun memutar kursi ku untuk melihat apa yang tengah diributkan di belakang ku saat ini .


Aku bisa melihat kearah mereka dari tempat duduk ku saat ini karena mereka juga tidak terlalu menutupi nya hingga membuat aku dengan samar-samar bisa menatap kearah mereka .


" Akan kuberi kau 100.000 dollar jika kau mau menari striptis didepan kami " ucap seseorang dengan suara keras hingga bisa menulikan telinga siapa pun jika tidak ada dentuman suara musik


Kulihat seorang wanita dengan pakaian waiter berdiri didepan mereka , namun aku masih kurang jelas melihat kearah wanita tersebut.


" Ayolah Cindy , bahkan kami tau kau pernah menjual dirimu diclub ini , anggap saja kau sedang bekerja seperti dulu saat ini , jika tarian mu memuaskan dan membuat kami bergai***h kami akan membayarmu 10 X lipat " Ucap orang itu lagi hingga membuat aku menegakkan tubuhku saat mendengar nama waiter tersebut.


Dengan perasaan penasaran aku pun berjalan mendekat kearah sekumpulan orang itu dan kurasakan teman-teman ku mengikutiku dari belakang , aku menyelip diantara kerubunan orang-orang itu hingga kini aku berdiri paling depan dia antara orang-orang tersebut .


Aku terdiam kaget saat mengetahui bawah wanita itu benar-benar Cindy yang aku kenal , kulihat Cindy menatap orang itu secara datar lalu dia menulusuri sekeliling ruangan itu hingga membuat pandangan kami bertemu satu sama lain .


Cindy berdiri kaku beberap meter dari hadapan ku dan sementara itu aku hanya menatap datar kearahnya .


" Untuk apa dia disini ? " Tanya ku dalam hati seraya menatap datar kearah nya


Aku pun memejamkan mataku sejenak lalu membukanya kembali seraya menatap dingin kearah Cindy . apa uang pertukaran Rain tidak cukup sampai-sampai dia harus kembali bekerja di club ini , pikirku .


Aku menatap datar kearah Cindy namun wanita itu langsung menatap kearah lain.


" Oh ayolah Cindy , tunjukkan saja tubuhmu pada kami , aku sangat penasaran seperi apa bentuk tubuhmu . kudengar mereka semua suka sekali dengan tubuhmu " ucapnya lagi dengan suara lantang


Seketika ada rasa marah dan benci dalam dadaku saat medengarkan ucapan tersebut , aku masih terdiam tak bergerak sedikitpun seraya menatap Cindy dengan tatapan datarku.


Kulihat tangan Cindy dipegang oleh salah satu orang tersebut namun aku tetap terdiam karena Cindy segera menarik tangan nya dengan kasar .


" Kau tidak akan tau sampai kau mencoba nya , Cindy " ucapnya lagi dengan suara datar seraya mengarahkan tangannya pada kancing kemeja wanita itu


Cindy terus mengelak namun pria itu terus bersikeras untuk membuat kancing kemeja yang di kenakan oleh Cindy hingga satu kancing pun sukses terbuka , aku terus menahan diriku untuk tidak menarik Cindy namun saat kancing kedua sudah terbuka aku pun langsung mengumpat kasar hingga membuat mereka semua menatap kearah ku .


Aku berjalan mendekat kearah Cindy dan langsung menarik tangan Cindy untuk menjauh dari sana .


" Sialan ! , Apa dia benar-benar berniat untuk menjual dirinya ? " Umpatku kesal dalam hati seraya terus menarik tangan wanita itu


Kurasakan Cindy terus meronta namun aku semakin mencengram tangan nya , aku menarik wanita itu sampai masuk kedalam lift dan beruntung nya lift tersebut kini tengah kosong .


Aku masih menahan tangan Cindy saat wanita itu hendak kabur dari kotak besi tersebut hingga membuat aku menghimpit tubuh mungilnya di sudut lift hingga akhirnya lift pun tertutup namun posisi kami masih sama .


" Kau sangat murahan sialan ! , Apa kau berniat menjual dirimu hah ?! , Apa tidak cukup uang 10juta dollar yang diberikan orang tua ku pada mu , hah ! " Ucapku kasar dengan sedikit membentak


" Bukan urusan mu " ucapnya datar hingga membuat aku memejamkan mata ku dan membuka nya kembali


" Bukan urusan ku , kau bilang ? " Ucap ku kesal seraya mendekatkan wajahku pada wajah Cindy dan mencium bibir Cindy secara paksa


Persetan dengan pukulan Cindy saat ini bahkan aku tidak perduli saat wanita itu terus mendorong tubuh ku untuk melepaskan ciuman tersebut . Aku benar-benar ingin menghabisi wanita ini saat ini .


Tak berapa lama pintu lift pun terbuka namun aku tidak juga keluar dari kotak besi tersebut bahkan aku tak melepaskan ciuman ku pada bibir wanita itu sampai akhirnya aku mengigit bibir Cindy dengan kuat hingga bibir wanita itu sedikit berdarah barulah aku melepaskan ciuman ku lalu menatap nanar kearah wanita itu .


" Rain membutuhkan mu Cindy , Pulanglah , kumohon . Aku akan mengurus semua nya , mari kita mulai semuanya dari awal " Ucapku lirih seraya terus menatap kearah nya


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2