
Aku membuka dompetku dan mengambil sebuah kertas yang terlihat telah usang dengan lipatan-lipatan jelas yang ku sembunyikan dibelakang atm ku , aku mengambil Kartu yang tidak terlalu besar yang bewarna biru dan juga silver , kartu itu pernah kubuang beberapa tahun lalu namun Cindy kembali mengambil dan membuang nya di tong sampah , dan tanpa sepenuh wanita itu aku kembali mengambil kertas itu dan menyimpan di dalam dompet ku.
Tiba-tiba saja pikiran ku menerawang jauh mengingat semua masa-masa indah ku bersama cindy dulu .
Flashback on ..
" Mana yang kau suka , Bee ? . Biru atau silver ? " Tanya Cindy padaku seraya menunjukkan beberapa kartu ucapan padaku
" Terserah " ucapku singkat
" Oh , ayolah Bee . pilih saja salah satunya " ucap Cindy menggerutu seraya terus menyodorkan kertas tersebut kehadapan ku
Aku yang tengah menyenderkan tubuh telanjang ku yang masih ditutupi selimut di sandaran ranjang pun mendengus sebal lalu melempar asal kartu yang saat itu tengah di pegang Cindy kelantai .
Cindy pun terdiam seraya menatap kearah kertas tersebut dan langsung menyibakkan selimut yang menutupi tubuh mungil nya , kulihat wanita itu turun dari kasur untuk mengambil kartu yang baru saja ku buang.
" Mengapa dibuang . Apa kau tau , didalamnya ada tulisan nya " ucapnya kesal seraya berjalan kearah tong sampah kecil dan membuang kartu itu sendiri kedalamnya
Aku hanya terdiam seraya menatap kearah wanita itu tanpa berniat untuk menjawab ucapanya.
" Bee yang tidak mau ya , kau akan rugi sendiri jika tidak mau " ucapnya lagi setelah membuang kertas tersebut seraya menaruh kedua tangannya di pinggangnya
Aku pun memutar bola mataku dengan malas saat menatap Cindy yang bertolak pinggang di depanku .
" Setidaknya pakailah dulu pakaian mu , Cindy " ucapku hingga membuat Cindy segera berlari menuju kamar mandi dan tak berapa lama ku mendengar wanita itu berteriak malu di dalam sana
Aku hanya tersenyum miring seraya menggelengkan kepalaku saat mendengar suara wanita itu , Cindy masih saja malu padahal aku sudah sering kali melihat tubuhnya yang tanpa busana itu .
Aku pun berdiri dari posisi ku dan mengambil boxer ku yang tergeletak di lantai lalu memasangkannya pada tubuhku .
Aku berjalan kearah tong sampah dan segera mengambil kartu yang Cindy buang tadi , aku mengambilnya dan memasukan nya dalam dompetku .
Dan tanpa berpamitan aku pun segera keluar dari kamar Cindy setelah memakai semua pakaian ku , kondisi rumah Cindy yang sepi membuatku bisa menghabisi waktu semalaman disana , kami bisa melakukan hubungan intim dengan bermacam-macam gaya di sana.
Setelah kelaur dari rumah Cindy aku pun segera mengendari motorku ke apartemen yang sudah beberapa tahun ini aku tinggali bahkan Cindy juga kerap kali datang ke tempat ku untuk sekedar menginap dan tentunya kamu pasti melakukan hal itu .
Sesampai nya diapartemen aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan seluruh tubuhku yang benar-benar lengket karna aktivitas kami sebelumnya tadi .
Setelah selesai mandi aku pun berjalan menuju kasur setelah mengenakan pakaian santai ku lalu aku mengambil MacBook ku yang tergeletak di sisi ranjang ku , aku menghidupkan benda tersebut dan menerima sebuah e-mail di dalamnya .
" RENAL ASTAN , ANDA DINYATAKAN LULUS SELEKSI..."
Aku membaca lekat-lekat pesan yang masuk kedalam email ku , email dari universitas yang amat sangat ingin dimasuki oleh Cindy dan karena melihat keinginan wanita itu aku pun juga malah mendaftarkan diriku di universitas tersebut .
Sangat sulit untuk masuk di universitas tersebut karena benar-benar harus melakukan penyelesian akademik yang benar-benar ketat , Seketika aku tersenyum samar lalu tiba-tiba senyum itu menghilang saat aku menyadari apa yang telah aku lakukan saat ini .
" Kenapa aku tersenyum senang ? , Aku tidak melakukan nya untuk Cindy . **** , yang benar saja " ucapku seketika seraya melempar macbook ku begitu saja di ranjang
" Sialan , tidak mungkin aku benar-benar menyukai Cindy kan " ucapku seraya membaringkan tubuhku di ranjang dan memejamkan mataku sebentar .
Lebih baik nanti malam aku bersenang senang bersama teman-teman ku . Namun sebelum bersenang senang aku harus memberitahu Papa dan juga Cindy mengenai kelulusan ku .
Aku bangkit dari tidurku dan mengambil jaket dan juga dompet ku , aku pun segera pergi menuju parkiran apartemen dan mengendarai motorku . aku mengendarai motor ku dikawasan elite dimana orang tuaku tinggal .
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya aku pun sampai di sebuah rumah besar dan tak berapa lama pintu gerbang pun terbuka secara otomatis hingga membuat aku begitu saja memasuki rumah tersebut dan memarkirkan motorku di depan halaman rumah .
" Ma " panggilku saat melihat mama yang tengah berkutat dengan adonan kue yang di buatnya
Mama pun memutar tubuhnya menatap kearah ku seraya berjalan menghampiriku dan tersenyum lembut , sadar dengan tangan nya kotor Mama pun akhirnya tidak memeluk ku seperi biasanya .
__ADS_1
" Dimana Papa ? " Tanyaku
" Diruang kerja nya " ucap Mama dan aku pun langsung berpamitan pada Mama untuk menemui Papa
Tanpa mengetuk pintu , aku segera masuk dan duduk di depan meja kerja papa , kulihat papa tengah sibuk menatap laptop yang ada di depannya saat ini .
" Tumben pulang ? " Tanya nya tanpa menatap ke arah ku
" Aku ingin mengambil posisi itu Pa . tapi dengan syarat , aku bisa berkuliah ditempat yang aku inginkan . aku sudah lulus seleksi dan Papa hanya perlu memfasilitasi ku saja disana , setelah pulang aku janji akan meneruskan semuanya dan menjadi pemimpin beberapa Cabang yang dimiliki Astan Group " ucapku panjang lebar hingga membuat pandangan Papa kini tertuju pada ku
" Dimana kau akan berkuliah ? " Tanya Papa seraya fokus menatap kearah ku
Aku pun menjawab tempat dimana aku akan berkuliah nanti dan setelah mendapat persetujuan dari Papa aku pun segera pergi dan kembali menuju apartemenku setelah berpamitan pada Mama yang masih sibuk dengan kue nya ..
Beberapa hari lagi aku akan memberitahukan hal ini pada Cindy , kurasa wanita itu akan sangat senang saat mendengar nya .
Entah apa yang aku rasakan pada wanita itu saat ini , aku pun tidak tau . yang jelas aku merasa sangat nyaman saat berada didekat nya . Jika itu bisa dikatakan cinta maka jawaban nya mungkin , Iya . aku juga menyukai S*x dengan nya dan tidak pernah puas , maka jika s*x bisa dikatakan cinta mungkin jawabanya , iya juga .
Aku membaringkan tubuhku sebentar dikamar lalu meraih ponsel ku yang tergeletak tak jauh dari tempat ku berbaring . ku tekan bebepa digit angka lalu membuka pesan yang aku yakin di kirim dari Cindy ,
From : Milen
" Sedang apa ? "
Aku hanya melihat tulisan itu begitu saja lalu menaruh kembali ponselku tanpa berniat untuk membalas nya .
Aku pergi meninggalkan Apartemen ku tepat pukul 9 malam dan aku segera melajukan motorku ke club dimana biasanya aku dan teman-teman ku akan berkumpul .
Sesampai nya di club aku pun segera bergabung dengan teman-teman ku dan mereka juga baru saja tiba .
" Bagaimana ? " Tanya mereka setelah kami terdiam sesaat dan tatapan mereka kini fokus kearah ku
" Bercinta dengan Cindy ? " Tanya nya penasaran hingga membuat aku hanya terdiam tanpa berniat untuk menjawabnya
Mereka tentu saja tau , karena mereka lah yang mengusulkan pertama kali untuk aku mendekati Cindy dulu , mereka jugalah yang membuatku terjebak hubungan terlarang ini , jika mereka tidak membuat Cindy dan aku mabuk mungkin aku tidak akan menyetubuhinya saat itu .
Setelah merasakan hal itu aku malah lebih sering melakukan nya dengan Cindy , sampai akhirnya wanita itu menyebut bahwa aku dan dia adalah sepasang kekasih .
Saat itu aku hanya menyetujuinya saja karena aku bisa merasakan s*x yang luar biasa setiap saat jika aku dan dia berpacaran , pikirku .
" Aku harus mencoba nya lain kali " Ucap salah satu teman ku
" Aku juga , Lain kali aku juga harus mencoba milik Cindy " Ucap salah satu teman ku lagi menimpali hingga membuat aku menatap tajam kearah mereka namun mungkin mereka tidak menyadarinya karena pencahayaan yang memang agak kurang saat itu
" Silahkan saja , Coba kapan pun kau ingin " Ucapku datar
-dan saat itu aku akan menghabisi kalian jika kalian berani menyentuh nya - sambungku dalam hati
Aku pun menyesap minuman yang aku pesan tanpa minat , kini mood ku bahkan sudah hancur oleh teman-teman ku saat ini .
Setelah di rasa cukup aku pun langsung berpamitan dan segera pulang menuju apartemen ku , beruntung saat ini aku tidak terlalu mabuk .
Setibanya di apartemen aku segera menjatuhkan tubuhku di ranjang dan seketika kurasakan ponselku berdering namun aku hanya mengabaikan suara ponsel tersebut .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Satu Minggu kemudian ...
Kini aku baru saja tiba di apartemen ku setelah menghabiskan waktu selama satu minggu di universitas tempat aku berkuliah nanti . Aku baru saja meninjau lokasi tempat di mana aku akan berkuliah nantinya .
__ADS_1
Seakan melupakan sesuatu aku pun langsung menghubungi Cindy namun tiba-tiba ponsel wanita itu tidak aktif , aku hanya memaklumi nya saja dan memasukkan kembali ponselku kedalaman saku celana ku . Toh , besok aku juga akan bertemu dengan nya , pikirku .
Aku membaringkan tubuhku di ranjang seraya menatap langit-langit yang ada di kamarku , tiba-tiba pikiranku melayang jauh entah kenapa saat ini . Tiba-tiba ada rasa di mana aku tidak mau meninggalkan Cindy seketika ada rasa takut dalam hatiku namun ini adalah impian nya .
Setidaknya aku ingin menjadi apa yang wanita itu inginkan . Ini keputusan yang tepat , bukan . ini hanya beberapa tahun saja dan aku yakin Cindy tidak akan pergi dariku .
Pagi pun datang dan kini aku kembali kesekolah yang beberapa bulan lagi akan aku tinggalkan . Saat aku tengah menikmati makan siang ku bersama dengan teman-teman ku tiba-tiba Cindy mengirimi ku sebuah pesan .
Sudah hampir satu minggu lebih Cindy tidak mengirimi aku pesan bahkan saat aku pergi pun wanita itu tetap tidak mengirimi ku pesan seperti biasa nya . Namun kini tiba-tiba saja pesan dari wanita itu masuk dan mengajakku untuk bertemu dengan nya.
Aku pun izin pergi dan segera menemui Cindy di ruang lab yang memang sudah tidak terpakai lagi .
Kulihat Cindy tampak gelisah dan segera berdiri saat mendapati keberadaan ku , aku pun mengikuti Cindy masuk saat dia membuka ruangan itu . Kulihat Cindy hanya menundukkan kepalanya seraya meremas rok yang ia kenakan bahkan wanita itu tidak berani untuk melihatku hingga membuat aku benar-benar merasa heran dengan sikap nya .
" Bee, aku hamil " ucapnya seketika hingga membuat aku terkejut saat mendengar pengakuannya
Seketika pikiran ku melayang jauh dan berpikir , Apa Cindy tengah mempermainkan ku saat ini, Atau dia ingin mengikat ku , Pikirku .
Aku pun marah pada wanita itu dan menuduhnya telah mempermainkan ku , aku tidak tau kenapa aku marah hanya saja aku tidak suka jika Cindy berbohong seperti ini .
Namun wanita itu terus bersikeras bahwa ia tidak bercanda dan terus meyakinkan ku bahwa akulah yang telah menghamilinya , sungguh rasanya kepalaku benar-benar akan pecah saat ini .
Aku benar-benar bingung saat ini , apa yang bisa aku lakukan ? , Aku tidak punya apa-apa saat ini bahkan aku belum bisa menghasilkan uang untuk diriku sendiri .
Aku terus menyangkal tentang kehamilan Cindy namun wanita itu terus memohon padaku sampai akhirnya aku menyuruhnya untuk menggugurkan kandungannya itu namun Cindy tetap bersikeras agar aku bertanggung jawab sampai akhirnya keluarlah kata-kata yang tak seharusnya keluar dari mulutku tentang tantangan dan taruhan .
Bahkan aku tidak memiliki tantangan apapun dari teman-teman ku mereka hanya menyuruh ku untuk mendekati Cindy dan tidur dengan nya , soal aku yang sering melakukannya itu karena aku ketagihan dan nyaman itu saja , entah kenapa aku harus berbohong saat ini .
Kulihat Cindy menangis saat mendengar semua ucapan ku hingga membuat hati ku seketika terasa sakit namun ada rasa enggan untuk aku menghapuskan air mata wanita itu .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Beberapa bulan kemudian ....
Setelah kejadian itu aku tidak lagi melihat keberadaan Cindy , wanita itu seolah menghilang di telan bumi namun aku tidak berniat untuk mencarinya sama sekali karena dialah yang harus meminta maaf pada ku , karna sudah membodohi ku dengan kehamilannya . aku tidak suka di bodohi seperti itu .
Hari ini adalah hari kelulusanku namun sampai saat ini Cindy tak juga nampak di penglihatan ku , hubungan kami mungkin benar-benar sudah berakhir saat ini .
Setelah pulang dari kelulusan aku membereskan beberapa pakian ku dan memasukkan nya kedalam koper , aku mengambil dompet ku dan seketika mataku tertuju pada kertas yang dulu pernah di buang oleh Cindy kedalam tong sampah .
Seketika aku kembali teringat pada sosok Cindy bahkan senyum dan tawanya kini berkeliaran dalam benak ku . Aku pun segera berlari keluar dari apartemen ku dan membawa motorku secepat mungkin menuju rumah Cindy , setidaknya kami bisa memperbaiki hubungan kami saat ini , pikirku .
Namun saat aku tiba di sana tiba-tiba rumah itu sudah tidak ada , kini rumah itu sudah rata dengan tanah bahkan didepan rumah nya berdiri papan besar yang berisikan gambar gedung apartemen sederhana yang akan dibangun .
" Sial , Kemana dia ? " Tanya ku dengan wajah khawatir seraya menatap lurus rumah yang kini sudah rata oleh tanah
Aku pun kembali ke apartemenku dengan keadaan marah dan juga pikiran yang sangat kalut .
" bisa-bisa nya Cindy meninggalkan ku ? , Bukan kah sudah kupertegas untuk tetap disisiku jika aku tidak pergi " ucapku kesal seraya menatap nyalang kearah depan ku dan mendudukkan tubuhku di pinggir ranjang
Aku kembali mengambil dompetku lalu mengambil kertas itu dan membuka nya untuk pertama kalinya .
Pada kartu bewarna biru bertuliskan:
" Renal aku mencintaimu dengan sangat dalam dan sepenuh hati ku , sejak pertama kali aku melihatmu aku langsung jatuh cinta padamu , mungkin ini yang di namakan cinta pada pandangan pertama , Aku mencintaimu apa kau juga mecintaiku sebesar aku mencintaimu ? *
Aku pun membuka kartu berikutnya dan kembali membaca tulisan pada kartu berwarna silver tersebut ..
" Rain , kurasa itu nama yang cute ? , Apa kau menyukai nya , jika aku memiliki anak dengan mu aku akan memberi nya nama Rain . Renal dan Rain aku sengaja memilih nama itu karna huruf depannya sama dengan nama mu , apa kau menyukainya ? , Mungkin menurut mu aku terlalu konyol namun aku sudah memimpikan tentang keluarga kecil yang bahagia bersamamu , apa aku terlalu berlebihan ? . Kurasakan Rain nama yang cocok untuk anak kecil yang menghiasi kehidupan kita nanti , mungkin kurasa kau benar-benar akan mengoyak kertas ini . Maafkan aku Renal , aku hanya bahagia saat membayangkan saat aku terbangun aku akan melihat mu di sisiku , dan kau juga akan tertidur di samping ku . Bee aku mencintaimu dan jatuh cinta sekali lagi padamu "
__ADS_1
flashback off....