
...POV RENAL.....
.......
.......
.......
Saat ini aku tengah berdiam diri di tepian danau , aku tidak akan terjun bagaimanapun Rain masih membutuhkan ku dan entah sudah berapa lama aku berada disini mungkin satu jam , dua jam atau lebih aku pun tidak tau , saat ini aku hanya butuh kesunyian dan ketenangan seperti ini untuk menjernihkan pikiran ku ,
Masih segar dalam pikiran ku tentang kejadiaan beberapa jam yang lalu . Sial , ini masih terasa sangat menyakitkan bahkan saat aku mengingat wajah Cindy yang menahan air matanya cukup membuatku ketakutan dan merasa sakit . kenapa semua ini menjadi rumit ? , Kenapa kami dipertemukan jika akhirnya kami tidak bisa bersama ? . aku tidak akan menyalahkan Tuhan hanya saja aku merasa ini tak adil . Aku hanya ingin bahagia bersama dengan orang yang aku cintai , itu saja .
Aku pun menghela nafasku sekali lagi sebelum kembali masuk kedalam mobilku dan kembali melanjutkan perjalanan pulang ku .
Sebelumnya peraasaan untuk menyeret Cindy pulang sangatlah besar namun saat ini aku sudah merasa lelah , aku memang berusaha tapi tidak dengan wanita itu , dia bahkan sudah menyerah dengan semuanya , dia memilih untuk menyakitiku dengan cara nya sendiri , Cindy sangatlah hebat karena bisa menghancurkan hati seorang Renal Astan .
Aku pun akhirnya sampai dirumah pukul dua belas malam , suasana saat itu sangatlah sepi tidak ada kehidupan yang ada hanyalah langkah kaki ku yang terdengar , aku berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Rain dan dengan perlahan aku pun membuka pintu kamar tersebut dan melangkah perlahan menuju si kecil yang saat itu tengah tertidur dengan nyenyaknya.
" Maafkan Daddy , sayang " ucapku pelan seraya mengecup kening anak itu
Rain pun sedikit terganggu dengan tidur nya hingga membuat aku mengelus kepala Rain secara perlahan sampai akhirnya anak itu pun kembali terlelap kedunia mimpinya.
" Saat ini hanya Rain yang Daddy punya , hanya kau sayang " ucapku lirih
Aku pun berjalan kesisi kasur yang lainnya dan menidurkan diriku disebelah Rain seraya memeluk tubuh munggil itu dengan eratnya .
__ADS_1
" Daddy sayang Rain , begitupula Mommy " ucapku lagi seraya memejamkan mataku untuk mengistirahatkan tubuhku sejenak
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya aku pun terbangun dan kulihat Rain masih tertidur dengan nyamannya , dengan perlahan aku pun turun dari kasur milik Rain dan berjalan menuju kamar ku sendiri untuk mandi dan mengganti pakaianku , aku harus pergi ke kantor saat ini karna banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan di sana .
" Jadi ? " Tanya Papa to the point saat aku sudah bergabung dimeja makan bersama mereka
" Kami berpisah , Pa " ucapku pelan dan lirih , entah kenapa ini masih sangat menyakitkan di hatiku
" Apa maksudmu , Renal ? " Tanya Papa tak mengerti sedangkan Mama hanya terdiam seraya menatap bingung kearah ku
" Kami berpisah , aku dan Cindy tidak lagi memiliki hubungan apapun " Ucapku memperjelas ucapan ku agar orang tuaku mengerti
" Renal — "
" Daddy dan Mommy pisah ? , Itu artinya Rain nggak akan punya keluarga yang utuh lagi dong ? " Tanya Rain seketika yang saat ini berada dibelakangku
Seketika aku merutuki ucapan ku sendiri saat mendengar suara Rain , anak itu berbicara dengan pelan namun itu sukses meruntuhkan segala persendian dalam tubuhku , ini bukanlah awalan yang aku inginkan . Kulihat Rain yang kini tengah menatapku dengan tatapan sedih dan kecewanya hingga membuat ulu hatiku terasa sangat nyeri .
" Sayang— "
" Rain gak nakal Daddy , kenapa kalian pisah ? " Ucap Rain memotong ucapan ku seraya terus menahan tangisnya
" Rain kan selalu menuruti perintah Mommy dan Daddy , Rain enggak nakal , tapi kenapa—hiks—kenapa kalian harus berpisah ? " Ucapnya lagi dan lagi dengan suara bergetar bahkan air mata nya kini sudah turun membasahi pipi chubby nya
__ADS_1
Aku pun berdiri dari dudukku dan berjalan mendekat kearah Rain yang saat itu masih terdiam di tempatnya sambil menangis sedih , Rain memang anak yang cerdas dan ia mengerti tentang artian berpisah karna sedari kecil anak itu sudah mengalaminya saat aku tidak ada di sisinya dulu dan karena kecerdasan nya itu membuatku harus memutar segala cara untuk menenangkan anak itu.
" Apa Rain nakal Daddy ...hiks ? " Tanyanya sedih
" Rain , Rain tidak nakal sayang " ucapku menenangkan anak itu
" Jadi ? , Kenapa Daddy dan Mommy berpisah ? , Apa Rain membuat kesalahan ? Rain enggak mau Mommy dan Daddy berpisah , Rain janji Rain akan jadi anak yang –hiks— baik , Dad " ucapnya lagi sambil terus terisak hingga membuat aku langsung memeluk tubuh Rain erat-erat , menurutku ini jauh lebih menyakitkan , sungguh .
" Daddy ada disini Sayang , Daddy tidak akan meninggalkan Rain " ucapku terus menenangkan anak itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Satu bulan kemudian......
Saat ini sudah hampir satu bulan aku melarikan diri , aku melarikan diri dari semuanya menurut ku new york sangatlah menyakitkan untukku .
Saat ini Rain sudah menerima semuanya , entah apa yang Papa ucapkan saat itu karna sejak kejadian Rain menyalahkan dirinya keesokan harinya aku pun langsung meninggalkan anak itu dengan alasan perjalanan bisnis sampai sebulan di tempat ini .
Sekarang Rain sudah jauh lebih tenang dan lebih penurut , dia bahkan tidak pernah lagi bertanya mengenai Mommy nya , entah kenapa aku pun tak tau yang jelas setiap kali aku menelpon Rain , anak itu terlihat lebih ceria dari sebelumnya dan itu membuat ku merasa agak lega
Sampai saat ini aku masih mengalami morning sick dan itu mengingatkan ku pada kedua calon anak ku , saat ini aku berada di California , menurutku California bukan lah tempat yang buruk untuk melarikan diri , di sini aku bisa bersenang-senang walaupun aku sedikit kesulitan .
Aku akan kembali ke apartemen yang gelap saat sudah pukul dua pagi dan kembali terbangun di pukul delapan pagi sampai begitu seterusnya .
Saat ini aku hidup tanpa tujuan dan juga pegangan , seseorang yang menjadi peganganku untuk hidup saja sudah tidak bersama ku lagi , aku kehilangan Cindy dalam artian yang sangat buruk dan karena itu pun aku tersadar bahwa hidupku terlalu bergantung pada wanita itu .
__ADS_1
Aku pun mengambil ponselku dan mengirimi sebuah pesan pada Papa sekedar untuk menanyakan keadaan Rain yang sudah lama tidak aku lihat . walau begitu kami sering melakukan video call dan aku menyisakan beberapa jam ku untuk menelpon Rain , aku bersyukur Rain tidak menjadi pribadi yang buruk , justru dia kembali menjadi Rain kecilku yang lucu , Rain seolah tengah mengejek ku saat ini dan itu membuat ku tersenyum saat mengingat anak itu , saat aku melihat atau mengingat Rain , aku selalu ingat pada Cindy . aku sungguh merindukan wanita itu . Apakah aku boleh ? .
Aku pun segera meletakkan kembali ponselku di meja nakas setelah mengirim pesan teks pada Papa dan aku pun segera memejamkan mataku untuk tidur dan melupakan sejenak perasaan sialan yang masih hinggap di hatiku sampai saat ini .