
MASIH POV RENAL....
.
.
.
Beberapa hari berlalu ..
Kini sudah beberapa hari berlalu dan Rain masih tinggal bersama ku namun aku masih belum juga mendapati Cindy
yang pulang ke rumah ku , entah kemana wanita itu pergi . Aku pun tak tau .
Aku terbangun dan menatap kearah samping ku , ku dapati Rain yang masih tertidur pulas di samping ku hingga membuat aku tersenyum lembut .
Aku pun membangunkan Rain yang masih ingin tertidur , rasanya tidak tega untuk membangunkan anak itu namun aku tak punya pilihan lain karna aku ada rapat penting pagi ini .
Aku segera mandi lalu memakai pakaianku dan kembali membangunkan Rain yang lebih mudah dibangunkan dari pada beberapa waktu lalu .
" Jagoan bangun , kau harus mandi " ucapku lembut , dengan wajah ngantuk dan malas akhirnya Rain pun turun dari kasurnya , aku segera menarik kemeja ku sebatas sikut dan mengendong Rain menuju kamar mandi
" Sekarang Rain mandi ya , Daddy sudah atur air nya " ucapku dan Rain pun mengangguk paham
Aku pun segera menutup pintu kamar mandi dan meninggalkan Rain yang tengah membersihkan dirinya ,
Aku berjalan meninggalkan kamarku dan menuju arah dapur untuk menyiapkan sarapan sederhana untuk Rain , yaitu semangkuk sereal dan juga segelas susu .
Setelah selesai aku pun kembali menghampiri Rain yang sudah selesai dengan pakaian nya .
" Pagi Daddy " ucapnya menyapaku saat melihat kedatangan ku seraya berlari kecil kearah ku,
" Pagi , sayang " sahutku seraya menggendong tubuh Rain dan membawanya menuju meja makan
Kami pun makan dengan nikmatnya dan sesekali Rain akan bercerita banyak hal termasuk saat dia dan Cindy mengginap dirumah Ken , sejujurnya aku ingin marah namun rasa terima kasih lebih mendalam di hatiku saat ini , karena pria itu sudah menjaga mereka lebih besar dari pada aku . kapan-kapan aku berniat akan menaikkan jabatan Ken , pikirku .
Selesai sarapan kami pun segera berangkat menuju AA Store , dan lagi-lagi sampai di sana selalu banyak mata yang akan menatap kearah kami namun aku selalu mengabaikan nya.
Sekilas mataku melirik kearah tempat Cindy bekerja namun lagi-lagi aku tidak melihat tanda-tanda keberadaan wanita itu , sebenarnya kemana Cindy saat ini ? , Pikirku .
Setelah sampai diruang kerja ku , aku segera minta izin pada Rain untuk meninggalkan nya sebentar dan beruntungnya Rain tidak keberatan hingga membuatku sedikit merasa lebih tenang saat ini .
__ADS_1
" Daddy janji meeting nya tidak akan lama , paling hanya 30 menit " ucapku meyakinkan Rain
Rain pun mengangguk paham seraya memeluk robot besar yang baru saja aku belikan beberapa hari lalu . sebelum pergi meninggalkan ruangan ku , aku mengecup lembut kening Rain dan setelahnya aku berlalu meninggalkan tempat tersebut .
" Pastikan tidak ada yang masuk kedalam selama aku tidak ada , ingat tidak ada siapapun yang boleh masuk !! " Ucap ku memerintahkan sekretaris yang ada di depan ruangan ku
" Baik tuan " sahutnya patuh dan aku pun segera pergi meninggalkan tempat itu bersama Adrian yang berjalan mengikuti ku di belakang
Aku masuk kedalam sebuah ruang rapat dan segera memulai rapat tersebut , sesuai janjiku pada Rain aku pun menyelesaikan rapat ku hanya dalam waktu 30 menit dan aku segera kembali menuju keruangan ku .
" Ra—" Ucapku terhenti saat mendapati orang lain yang ada di dalam ruangan ku dengan wajah datar menatap kearah ku
" Daddy " panggil Rain seraya berlari kecil kearah ku saat melihat aku yang baru saja membuka pintu ruangan ku
" Nah ini Daddy Rain kakek . Dad kakek Ini ga percaya kalau Rain itu anak Daddy " Sambung Rain seraya menarikku untuk berhadapan dengan Marcell yang tak lain adalah Papa ku
Entah bagaimana kini kedua orang tua ku bisa ada di ruangan ku dan ada keperluan apa mereka datang menemui ku .
" Dia siapa Renal ? " tanya Papa ku seraya mengeram marah menatap kearah ku
" Dia Rain anak ku , cucu kalian " ucapku datar seraya menatap kearah Rain
" Rain beri salam pada Grandpa dan Grandma " Sambungku lagi menyuruh Rain yang terlihat nampak bingung namun anak itu tetap memberi salam pada kedua orang tua ku.
Kulihat papa hanya menatap datar kearah ku lalu menarik tangan mama untuk pergi dari ruangan ku.
" Nanti malam temui Papa di rumah besar " ucap papa sebelum meninggalkan ruangan ku tanpa menatap kearah aku dan Rain
" Dad , Grandpa gak suka ya sama Rain ? " Tanya Rain polos saat kedua orang tua ku telah keluar dari ruangan ku
" Tidak sayang , Grandpa hanya sedang sakit . makanya dia ga ngajakin Rain bicara " ucapku berbohong
Jelas sekali Papa tidak menyukai Rain namun aku tetep akan berjuang agar Rain tetep bersama dengan ku .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Malam harinya seperti yang di perintahkan Papa , aku pun kembali kerumah besar ku , sepanjang perjalanan Aku terus berpikir sejak kapan kedua orangtuaku ada di new york .
Sebelum pergi aku menitipkan Rain pada Ken yang sudah aku percayai untuk menjaga Rain karena sampai saat ini Cindy belum juga kembali.
Sesampainya dirumah besar tempat tinggal kami , aku pun segera menekan klakson dan pagar secara otomatis segera terbuka .
__ADS_1
Aku memarkirkan mobilku di halaman depan dan dapat kulihat beberapa mobil yang tidak aku ketahui pun berada di tempat yang sama dengan mobilku.
" Apa Papa ada tamu ? " Tanya ku pada diri sendiri seraya menatap mobil-mobil tersebut
Aku pun segera masuk dan langsung menuju meja makan . Kudengar suara semakin ramai hingga membuat aku enggan untuk bergabung namun Papa terlebih dulu menyadari keberadaan ku.
Aku menatap kearah sekeliling ternyata tamu Papa adalah orang tua Ella , aku menatap datar kearah Ella yang tersenyum lebar padaku seraya menghampiriku dan duduk disampingi ku.
Kami pun memulai makan malam tanpa aku tau maksud dari pertemuan ini semua dan selesai makan kami beralih pada sofa keluarga untuk sekedar bersantai di sana seraya berbincang-bincang .
" Penikahan kalian akan digelar tiga atau enam minggu lagi dari sekarang , Kandungan Ella semakin membesar ada baiknya pernikahan kalian secepatnya dilaksanakan " ucap Papa begitu saja hingga membuat aku terkejut dan menatap kearah Papa seolah meminta penjelasan nya
" Aku setuju saja , Lebih cepat lebih baik . Bukan " ucap Ella dengan senyum senang nya
" Tap— " ucapku terpotongan
" Maaf tuan , orang yang anda cari saat ini sudah ada didepan " ucap salah satu pelayan memotong pembicaraan ku.
" Bawa dia kemari " ucap Papa memerintahkan pelayan tersebut
Aku yang berada di sana masih terdiam seraya menahan rasa marah ku dan menatap papa yang saat itu tengah menatap kearah pintu yang ada di belakangku , Papa selalu saja mengambil keputusan sepihak tanpa persetujuan dariku terlebih dulu.
" Akh , kemarilah Cindy " ucap Papa tajam hingga membuat aku segera memutar tubuhku dengan cepat dan dapat kulihat Cindy yang tengah berjalan tertatih-tatih menuju kearah kami
Kulihat wanita itu mengambil sesuatu dari dalam tasnya yang dipegang salah satu orang yang menahan lengan nya yang ku yakin adalah orang suruhan Papa.
" Surat pengambilan hak asuh , atas nama Rain Milen sudah aku tanda tangani sekarang lepaskan aku " ucap Cindy datar namun terdengar bergetar hingga membuat aku menatap wanita itu lekat-lekat
Kulihat tatapan Cindy yang terlihat sangat dingin bahkan lebih dingin dari sebelumnya.
" Dan aku sudah menanda tangani pergantian nama Rain , lusa aku akan menghadiri sidang nya . Jadi berikan saja uang yang telah kalian sepakati " ucap wanita itu lagi hingga membuat aku yang mendengarnya merasa sangat terkejut
Aku hanya terdiam kaku seraya menatap heran kearah wanita itu seolah meminta penjelasan dari Cindy tentang uang yang wanita itu ucapkan namun Cindy segera menarik paksa tangannya dari orang yang ada di sebelahnya.
" Aku sudah memberikan Rain pada kalian dan berikan aku uang yang kalian janjikan " Ucapnya lagi dan lagi seraya berbalik dan meninggalkan rumah ini.
Wanita itu bahkan tidak menoleh lagi kearah kami , ia hanya terus berjalan menuju arah pintu keluar hingga punggungnya menghilang dari pandangan ku .
Aku hanya terdiam seraya menatap kearah dimana wanita itu menghilang dan mencerna semua yang Cindy katakan tadi .
" Cindy memberikan Rain pada ku hanya untuk uang ? " Pikirku bertanya-tanya dalam hati
__ADS_1
.
.