Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Sekertaris Pribadi ...


__ADS_3

MASIH POV CINDY


.


.


.


Kami pun jalan beriringan menuju gedung AA Store dan berjalan menuju tempat di mana Rain di titipkan .


" Mulai sekarang kau harus bekerja dengan ku Cindy " ucap Renal setelah kami menitipkan Rain di Daycare


Aku pun memutar bola mataku dengan malas saat mendengar ucapan pria itu , Renal benar-benar tidak berubah , pikirku .


" Tidak " Ucapku singkat menolak perintah pria itu


" Jangan keras kepala " Ucap nya tegas hingga membuat aku menatap Pria itu dengan tatapan tidak suka


Bahkan saat ini Renal mulai mengatur hidupku , dan hal itu tidak pernah aku impikan sebelumnya .


" Aku tidak mau , Renal " Ucapku terus menolak namun Renal langsung menatap dingin kearah ku


Aku pun membalas tatapan pria itu namun tatapan Renal benar-benar mengintimidasi ku saat ini hingga membuat aku menghela nafasku dengan pelan .


" Aku benci mata itu " ucapku dalam hati seraya menatap malas kearahnya


" Aku tidak bisa Renal , mengertilah " ucapku lirih agar pria itu mengerti namun aku salah


" Kau bisa Cindy , hanya saja kau tidak mau ! " ucapnya dengan suara sedikit membentak hingga membuat aku merasa aga sedikit kesal saat mendengarnya


" Jangan buat aku kesal dengan sifat sialan mu , Renal . jangan atur aku , kita hanya teman . Teman tidak saling mengatur seperti ini " ucapku tajam penuh amarah


Kulihat Renal pun terdiam namun hanya sesaat dan dia pun langsung menatap dingin kearah ku.


" Satu bulan Cindy , kau harus ikuti aturan aku " ucapnya dengan senyum miring mencoba untuk mengingatkan ku hingga membuat aku memutar bola mataku dengan malas


" cih !! " Umpatku kesal dalam hati


" Fine , aku menyerah , lakukan sesuka mu " ucapku kesal seraya berjalan mendahului pria itu menuju lift


Kurasa berbaikan dengan Renal adalah pilihan yang salah , karena pria itu sekarang malah mengatur-atur hidup ku . hidupku benar-benar sudah tambah sulit sekarang .


Kudengar langkah kaki yang mengikuti ku dari belakang sampai akhirnya aku masuk kedalam Lift . Lift yang akan kami gunakan kebetulan sangat ramai namun masih bisa untuk menampung dua orang dan ternyata disana juga ada Hugo yang tengah menatap heran kearah ku .


" Hai , Cindy ? " Panggil Hugo seraya menatap heran kearah ku

__ADS_1


Tentu saja pria itu merasa heran pasalnya aku masih bekerja sebagai karyawan Mona Flower di toko utama dan tidak ada hal yang harus aku lakukan disini .


Seketika aku bisa merasakan tatapan tidak suka yang dikeluarkan oleh Renal yang berada di sampingku .


" Hai " sahutku canggung


" Apa Mommy menyuruhmu datang kesini ? " Tanya Hugo Heran namun kulihat Hugo menatap kearah Renal yang ada di sampingku


Kulihat tatapan mata Hugo yang terlihat aneh , mungkin seperti tidak suka ? , namun kuharap penglihatan ku salah .


" Tidak " sahutku seadanya hingga membuat tatapan Hugo kembali padaku


Hugo pun tersenyum tipis kearah ku dan kulihat beberapa karyawan keluar namun Lift masih sedikit penuh .


" Kau terlihat kurang tidur , Cindy " Ucap Hugo lagi hingga membuat aku merutuki ucapan pria itu dalam hati


Hugo benar-benar tidak mengerti situasi saat ini , pikirku . seketika telapak tangan Hugo pun hendak menyentuh pucuk kepala ku namun aku tidak meraskaan apapun .


" Perhatikan siapa yang anda sentuh , Tuan Hugo " ucap seseorang dengan suara baritonnya yang terdengar geraman marah


Aku menatap Sang empu tangan yang menahan tangan Hugo , dan kulihat rahang Renal yang mengeras tanda ia tengah menahan amarah nya , aku pun memutar bola mataku dengan malas dan saat aku hendak membuka suara tiba-tiba kudengar Renal kembali berbicara hingga membuat tubuhku membeku seketika saat mendengar ucapan yang pria itu keluarkan dari mulutnya.


" Dia sudah bukan pegawai mu lagi Tuan Hugo , saat ini Cindy telah resmi menjadi sekretaris pribadiku " ucapnya seketika hingga membuat aku terdiam


" Apakah itu benar , Cindy ? " Tanya Hugo memotong ucapan ku


Aku hanya terdiam , jujur aku merasa sangat bingung dengan situasi saat ini , saat aku hendak membuka suaraku tiba-tiba Renal kembali bersuara hingga membuat aku menutup mulut ku rapat-rapat .


" Dan juga berhentilah menaruh perhatian lebih padanya , karena Cindy adalah


Milikku " ucap Renal seketika hingga membuat aku menahan nafasku


Mungkin orang-orang yang ada di dalam lift tersebut juga merasa demikian , Dan seketika kurasakan Renal menyentuh telapak tanganku dan menggenggamnya dengan erat .


Sampai akhirnya pintu lift pun terbuka dan kali ini Hugo harus keluar karena ini adalah lantai yang pria itu tuju namun Hugo hanya terdiam dan masih setia berdiri mematung seraya menatap kearah Renal dan setelahnya pria itu tersenyum kecil kearah Renal seolah tengah mengejek pria itu .


" Sekalipun kau pemilik dan pewaris dari AA Store aku tidak perduli . Aku bahkan belum memulai apapun Renal dan jangan lupa kau hanya kilasan masa lalunya saja " ucap Hugo tajam dengan seringai di wajahnya seraya mendekatkan wajahnya kearah Renal hingga mulut pria itu berada dekat di telinga Renal .


" Kau yang telah membuang nya bagaikan sampah dan kembali mengambilnya . Ingat Renal , Seseorang yang telah membuang sesuatu yang berharga dan juga malaikat yang tidak berdosa tidak pantas di sebut manusia , kau tidak pantas untuk itu " Sambung Hugo pelan dan tajam di telinga Renal namun aku masih bisa mendengarnya karna jarak kami tidak terlalu jauh saat itu


Aku terdiam saat mendengar ucapan Hugo , dari mana pria itu tau aku bahkan tidak pernah bercerita apapun pada nya . Aku masih terdiam sampai akhirnya kurasakan dagu ku diangkat oleh seseorang dan orang itu tak lain adalah Hugo .


" Kali ini aku benar-benar akan mengambilmu , Cindy " ucap Hugo seraya tersenyum lebar kearah ku


Kurasakan beberapa orang keluar dari dalam Lift tersebut namun masih menyisakan beberapa orang di dalam kotak besi itu mungkin sebagian dari mereka juga tidak tahan atau mungkin merasa jijik melihat drama dadakan yang kami lakukan saat ini .

__ADS_1


" Brengsek " umpat Renal dengan kasarnya seraya memberikan satu tonjokan di sudut pipi Hugo hiingga kepala Hugo terbentur dinding besi yang ada dibelakang nya


Aku yang melihatnya pun merasa sangat terkejut dan secara Reflek hendak menolong Hugo namun seketika tanganku langsung ditarik kasar oleh Renal dan kami pun segera meninggalkan tempat tersebut .


Kulihat beberapa pegawai juga terlihat kaget dan menutup mulut mereka rapat-rapat , aku menolehkan pandangan ku kearah belakang dan menatap kearah Hugo , kulihat pria itu tersenyum lembut saat mata kami saling bertemu seraya mengangkat tangan nya keudara dengan jempol dan telunjuk yang di buat melingkar , seolah ia berkata bahwa dia baik-baik saja.


" Apa yang kau inginkan , Renal " ucapku geram pada Renal yang masih setia menarik tangan ku atau mungkin menyeret tubuhku


Kam puni naik ke Lift khusus milik Renal dan segera menekan angka lantai paling teratas .


" Jangan dekati dia " ucap Renal menyuruhku dengan wajah datar tanpa melihat ku dan suaranya yang terdengar tidak suka


" Kau tidak bisa melarang ku sesuka mu Renal " Ucapku marah hingga membuat pria itu menolehkan kepalanya kearah ku dan dapat kulihat dengan jelas kilatan penuh amarah di matanya


" Aku bisa , karena kau orang yang melahirkan putraku dan juga ingat ini baik-baik Cindy , Aku paling tidak suka apa yang sudah menjadi milikku diambil dan disentuh oleh orang lain " ucapnya dingin hingga membuat aku terdiam kaku


Bohong jika di bilang aku tidak takut , aku sungguh merasa takut saat melihat Renal yang sangat marah saat ini , wajah pria itu seperti siap untuk memakan siapapun .


" Ak— " Ucapku tercekat , dan seketika aku tidak bisa berbicara ataupun sekedar membantah


" Aku tidak main-main dengan ucapan ku Cindy . dan kau harus ingat baik-baik Cindy , kau sudah kubayar dan selama satu bulan kau dilarang mendekati siapapun ! " ucap nya lantang hingga membuat Aku tersenyum miris


Seketika ada rasa sakit saat mendengar ucapan pria itu , entah mengapa memulai dari awal dengan pria ini sangatlah sulit tidak semudah yang aku bayangkan , kupikir kami akan saling mengenal satu sama lain atau berteman layak nya pertemanan pada umumnya namun dugaan ku salah . Renal benar-benar melampaui batasannya hingga membuat aku muak dan jengah akan tingkah laku pria itu .


" Ya , aku lupa bahwa kau sudah membayar ku " Ucapku datar sampai akhirnya pintu lift pun terbuka


Kini tangan ku kembali ditarik oleh pria itu menuju ruangan nya , aku hanya terdiam pasrah mengikuti langkah Renal yang tidak terasa lembat namun tidak juga terasa cepat .


Pintu ruangan Renal pun terbuka dan menampilkan sekretaris Renal yang kemarin aku temui didepan ruangan nya , kulihat wanita itu tengah menaruh sebuah berkas di meja kerja Renal dan langsung menunduk sopan saat melihat keberadaan kami .


" 10 menit lagi rapat akan dimulai Tuan , kali ini mengenai tema apa yang akan dipakai untuk AA store " ucapnya menyebutkan jadwal sang bos


Renal hanya terdiam seraya berjalan menuju kursinya dan mendudukkan bokong nya di sana namun tak berapa lama pria itu bangkit dari duduknya .


" Baiklah aku akan kesana , kau tetaplah di mejamu dan pastikan tidak ada yang masuk kedalam ruangan ini " ucap Renal mutlak memerintahkan sekertaris wanita itu .


Wanita itu pun mengangguk paham lalu izin pamit ke mejanya yang ada di luar ruangan , sementara kulihat Renal berjalan kearah ku dan berdiri dihadapan ku.


" Dan kau , tetaplah disini sampai aku kembali " ucapnya dengan suara yang terdengar agak lembut dari sebelumnya namun aku hanya tetdiam tak menanggapi ucapan pria itu


Seketika kurasakan sentuhan lembut pada pipiku hingga membuat aku menatap kearah nya dengan sekujur tubuhku yang terasa merinding .


" Apa kau mengeri ? " Tanya nya dengan suara pelan dan dengan refleks aku pun langsung menganggukkan kepalaku tanda paham dan Renal pun segera keluar dari ruangan tersebut


aku terduduk disofa dan memejamkan mataku seolah tengah menenangkan detak jantung ku saat ini , Ada apa lagi dengan hidupku kali ini? Kami sepakat untuk memulainya dari awal tapi bukan seperti ini , pikirku .

__ADS_1


__ADS_2