Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Tidak Buruk ...


__ADS_3

POV CINDY ..


.


.


.


Aku hanya menatap kearah Renal yang kini berada dihadapan ku , pria itu masih terus mengurungku dengan kedua tangan nya seraya menatapku dengan intens.


" Bisakah kita memulai nya dari awal ? " Tanyanya lagi dengan suara yang terdengar tulus


Namun aku hanya memutar bola mataku dengan malas lalu menatap datar kearah nya .


" Apa yang pernah diakhiri tidak akan pernah bisa dimulai kembali " ucapku datar seraya menghempaskan kedua tangan Renal hingga membuat Renal menegakkan tubuhnya


" Kali ini aku tidak akan membiarkan mu terluka Cindy , aku akan melindungimu dan Rain , percayalah padaku " ucap Renal meyakinkan ku seraya menyentuh tanganku namun aku segera melepaskan pegangannya dan tersenyum miring kearah nya


" Apa kau lupa Renal , Saat kau meniduriku untuk yang pertama kali nya kau juga berjanji tidak akan membuat ku terluka , tapi nyatanya kau memberiku terluka itu . Aku tidak bisa Renal , apa kau tidak mengerti ? , Hidup ku sudah sulit jangan mempersulit nya lagi " ucapku lirih


Sebisa mungkin aku menahan air mataku agar tidak tumpah di depan pria itu , aku tidak boleh menangis dihadapan Renal saat ini , pikirku .


Aku segera berjalan keluar setelah pintu lift terbuka dan aku pun kembali ke dalam club karena perkerjaan ku saat ini belum terselesaikan namun tiba-tiba tangan Renal kembali menahan pergelangan tangan ku.


Pria itu langsung menarik pergelangan tanganku dengan kuat hingga membuat aku seketika berada dalam pelukannya saat ini , aku hanya terdiam tak membalas juga tidak menikmatinya , aku terus mencoba untuk melepaskan pelukan tersebut namun hasilnya nihil Renal terus memeluk tubuhku dengan sangat erat.


" Kali ini aku berjanji tidak akan menyakitimu Cindy , aku berjanji . setidaknya lakukan ini demi Rain , aku ingin dia memiliki keduanya bukan aku ataupun hanya kau , melainkan kita berdua " ucapnya lirih namun aku hanya menggeleng kuat


" Lepaskan " Ucapku dengan suara sedikit membentak namun tidak kutemukan tanda-tanda Renal akan melepaskan pelukan ku hingga akhirnya kudengar suara dehaman seseorang di belakangku


" Ehem " ucap seseorang berdeham dengan sengaja di belakangku , lalu detik berikutnya ku rasakan tubuhku yang ditarik dengan kuat hingga pelukan Renal terlepas dari ku


Seketika kuliah punggung tegap seorang Pria yang menyembunyikan tubuhku dibelakang nya , tanpa melihat wajahnya pun aku tau bahwa itu adalah William .


" Senang bertemu langsung dengan mu Tuan Astan " ucap William pada Renal dengan wajah tenang hingga membuat Rental menatap sangar kearah William


" Apa William akan membocorkan semua nya ? " Ucapku dalam hati seraya menatap dua pria itu dari belakang tubuh William


" Berikan Cindy padaku " Ucap Renal mengabaikan ucapan William


Kulihat William menolehkan pandangannya kebelakang lalu kembali menatap datar kearah Renal .


" Aku sudah menyewa nya untuk malam ini , carilah malam lain saja " ucap William tenang hingga membuat aku membeku di tempatku


Kulirik sekilas kearah Renal yang tiba-tiba menatapku seolah meminta penjelasan namun aku segera membuang pandangan ku kearah lain .


" Apa kau bilang ? " Ucap Renal geram seraya menatap tajam kearah William


" Carilah malam lain saja , Aku sudah membayar penuh untuk menyewa nya hari ini " ucap Wiiliam santai mengulang perkataannya


Tanpa mengucapkan apapun lagi William pun langsung menarik tangan ku untuk menjauhi Renal yang saat ini terlihat tengah menahan amarah nya .


Saat hendak memasuki mobil William aku pun langsung menahan tangan William dan meminta penjelasan dari pria itu . William pun mendekatkan wajahnya padaku , mungkin lebih tepatnya pada telinga ku.


" Kau ingin bersama ku atau bersama Renal ? " Tanya nya pelan tepat di telingaku


Aku pun akhirnya dengan pasrah masuk kedalam Mobil William tanpa mengucapkan sepatah kata pun , lebih baik aku bersama William dari pada harus bersama dengan Renal , pikirku .


Aku melirik sekilas dari kaca Spion dan kulihat Renal masih berdiri di tempat nya tanpa bergerak seinci pun seraya menatap kearah mobil William .

__ADS_1


Aku pun segera kembali menatap lurus ke arah depan ku , untuk apa aku memikirkan pria itu , pikirku .


Suasana di mobil itu terasa sangat hening tak ada yang memulai pembicaraan sampai kami tiba di Hotel pun kami masih terdiam tak ada pembicaraan dariku dan juga dari William.


" Jadi siapa Renal ? " Tanya William yang kini tengah menggulung lengan kemeja nya.


Aku menatap kearah William seraya mendudukkan tubuhku di kekasur empuk yang ada di belakangku .


" Teman mungkin " sahutku datar


Seketika kurasakan ranjang di sebelahku sedikit bergerak karena William menduduki nya tepat di dekat ku .


" Aku tidak yakin " ucapnya tak percaya seraya menatap ku


" Itu bukan urusan mu Willy " ucapku pelan seraya menolehkan pandangan ku kearah willy yang saat itu juga tengah menatap kearah ku


" Boleh aku mencium mu ? " Tanya William pelan hingga membuat aku tersentak kaget , pasalnya sudah beberapa kali pria itu menyewa ku dia tidak pernah sekalipun menyentuh tubuh ku


Aku hanya terdiam tak menjawab ucapan pria itu sampai akhirnya wajah William mendekat kearah wajah ku dan menempelkan bibirnya pada bibirku seraya mencium lembut bibirku mungkin sangat amat lembut menurut ku m


Dan kurasakan tangan William menekan tengkuk leherku seraya mengangkat sedikit tubuhku lalu semakin memperdalam ciuman kami , setelah nafas kami dirasa sudah hampir habis kami pun langsung melepaskan pangutan bibir kami .


" Tidak buruk " ucap William berkomentar seraya terkekeh pelan dan tangan nya menyentuh bibirku untuk menghapus bercak saliva milik kami berdua


Aku hanya terdiam tak menyahuti ucapan pria itu , sungguh ada rasa malu dalam diriku saat ini namun aku berusaha untuk tetap bersikap tenang .


William membaringkan tubuhku di ranjang seraya membaringkan tubuhnya juga di samping ku dan mengelus lembut rambutku dengan perlahan.


" Hari ini aku menemui Gabriel " ucapnya seketika dengan suara pelan namun aku hanya terdiam dan seperti biasanya aku hanya akan mendengarkan pria itu bercerita


" Dia mengusir ku dan setelah itu dia pergi membawa mobilnya entah kemana " Sambungnya lagi seraya menatap kearah ku


" Aku hanya ingin mengurus mereka dan memastikan mereka dalam keadaan baik tanpa kekurangan sedikit apapun " ucapnya lagi dengan suara sendu hingga membuat aku mendudukkan tubuhku di ranjang tersebut


" Jadi apa yang kau inginkan William ? , Kau bisa saja memberitahukan semuanya pada Renal " Ucapku mulai membuka suara


" Tidak semudah itu Cindy , Renal tidak bisa diajak bicara " ucapnya dan aku menyetujui ucapan pria itu


Renal memang tidak mudah untuk di ajak bicara karena pria itu akan memakai emosinya.


" Seberapa besar kau mencintai Gabriella , Willy ? " Tanyaku seraya menolehkan pandangan ku kearah William


" Sebesar aku mencintai Bayiku , dia adalah perempuan kedua setelah Mama ku " sahutnya seraya tersenyum lebar dan terlihat lembut


" Jika Renal melepaskan Gabriella , apa kau akan menjaga dan menahannya agar dia tidak kembali pada Renal ? " ucapku seketika dengan begitu saja


Kuliah wajah William yang sedikit bingung dengan pertanyaan ku namun dia segera menjawab pertanyaan ku itu.


" Tentu saja , Aku akan membawa Gabriella pergi jauh bersama ku " ucapnya penuh keyakinan


" Namun bagaimana dengan orang tua nya ? " Tanya ku lagi


" Mereka Sudah mengetahui bahwa Aku yang menghamili Gabriell , Aku sudah memberitahukan nya pada mereka maka dari itu Gabriell langsung mengusirku " ucapnya lirih


" Lalu bagaimana reaksi mereka ? " Tanyaku penasaran


" Menolak dan Menerima , mereka terlalu menyanyangi putri mereka sehingga mereka memaksakan kehendak Gabriell , jika aku berhasil menahan Gabriell aku yakin kedua orang tua nya tidak akan masalah " ucap nya yakin


" Baiklah , boleh aku pinjam ponselmu ? " Tanyaku seraya menadahkan tangan ku di depan Willy

__ADS_1


William menatap bingung kearah ku namun pria itu tetap memberikan ponsel nya padaku .


" Tunggu disini " ucapku seraya turun dari ranjang dan berjalan sedikit menjauh dari William


Aku menekan beberapa digit angka yang dapat ku ingat di kepalaku beberapa waktu lalu dan mendekatkan ponsel William pada telinga sebelah kananku


" Renal " ucapku langsung saat panggilan telepon terhubung


" Mommy ...." Teriak seorang anak kecil dari sebrang sana yang tak lain adalah suara Malaikat kecilku


Sudah lama sekali aku tidak mendengar suara Rain hingga membuat aku terdiam begitu saja saat mendengar suara Rain saat pertama kali panggilan itu terhubung .


" Daddy ... , Mommy telpon " ucap Rain sedikit berteriak di seberang sana


" Rain kangen Mommy " ucapnya lagi dengan suara lirih namun aku hanya terdiam tanpa bisa membalas ucapan Rain bahwa aku juga sangat merindukan Rain , amat sangat merindukan nya


Aku mengigit bibir bawahku kuat-kuat seraya menahan diri agar tidak menangis , dan tak berapa lama kudengarkan suara seseorang yang tak lain adalah Renal yang menghampiri Rain dan berbicara pada anak itu .


" Rain kekamar dulu ya , Daddy mau bicara sama Mommy sebentar " ucap Renal dari sebrang sana


" Tapi Rain masih kangen sama Mommy " ucap Rain kudengar dia bergumam di sebrang sana


" Sayang dengerin Daddy ya , Rain harus nurut sama Daddy " ucapku dengan suara bergetar


" Ya udah deh , Mommy kangen nya sama Daddy aja gak kangen sama Rain , tapi Rain tetep sayang Mommy kok . cepet pulang dari kerja nya ya Mom , Rain udah punya banyak mainan disini Mommy nanti gak usah kerja lagi . I Love you Mommy " ucap Rain panjang lebar dengan suara riang hingga membuat hatiku terenyuh saat mendengar nya


" Ada apa ? " Tanya Renal langsung saat ponsel sudah berada di tangan nya


" Mari bertemu besok di taman yang ada di AA Store , aku akan menunggumu disana , kita perlu membicarakan sesuatu dan jangan ajak Rain " Ucapku panjang lebar


" Apa yang ingin kau bicarakan ? , Bicara saja disini . aku sibuk , tidak bisa meladeni pelacur sepertimu " ucapnya datar dan terdengar agak kesal


" Terserah , aku akan menunggu mu " ucapku tak perduli seraya mematikan sambungan telpon ku secara sepihak


Aku kembali berjalan menuju ranjang seraya mengembalikan ponsel yang ada di tangan ku pada pemiliknya .


" Kau baik-baik saja ? "Tanya William


" Tentu , aku baik-baik saja " sahut ku pelan


Aku melewati tubuh William dan segera membaringkan diriku ditempat tidur , secara fisik Renal memang tidak menyakitiku namun dia menyakiti ku secara Verbal . pria itu memang tidak berubah , dia suka mengambil kesimpulan berdarasarkan apa yang di lihatnya .


" Kali ini kau harus menahan Gabriella William , Aku sudah membuka cela untukmu dan sisa nya kau sendiri yang harus menyelesaikannya " Ucapku begitu saja tanpa menatap kearah William yang


Berada di sampingku


" Apa maksudmu , Cindy ? " Tanyanya William tak mengerti


" Aku memberikan Gabriella padamu , karena kau yang begitu mencintainya . tahan Gabriella jangan sampai dia kembali , sesuai dengan janjimu bawa dia jauh-jauh William " ucapku seraya memejamkan mataku dan mencoba untuk tertidur .


" Apa kau melakukan ini untuk dirimu sendiri ? , Kau dan Renal ada sesuatu , bukan ? , Kulihat tatapan pria itu benar-benar memuja mu , Cindy . Bukankah kau menyingkirkan Gabriell untuk dirimu sendiri agar kau bisa mengambil Renal dengan mudah ? " Ucap William pelan


Namun aku hanya terdiam dan terus memejamkan mataku seolah telah tertidur . aku tidak tau mengapa aku melakukan ini , apakah untuk kepuasanku atau murni untuk membantu William . Aku sendiri pun merasa sangat bingung saat ini .


" Apapun itu aku sangat berterima kasih padamu Cindy dan sebagai ganti nya aku tidak akan membuat Gabriell mengusikmu sedikitpun , Aku janji " Sambung nya lagi


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2