Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Merestui ...


__ADS_3

MASIH POV RENAL...


.


.


.


Setelah menyelesaikan sarapan ku , aku pun segera pergi meninggalkan apartemen ku dan seperti biasanya Cindy yang akan memasangkan kembali dasiku hari ini . Setelah memasang dasiku Cindy akan menepuk kedua dadaku pelan dan itu adalah ciri khasnya ketika wanita itu sudah selesai melakukan nya .


Cindy pun segera mengambilkan Jas ku dan menyuruhku untuk memasangkan nya sendiri seraya mengantarku menuju ambang pintu bersama dengan Rain .


" Aku pergi . ingat Cindy , jangan biarkan siapapun masuk kedalam ruman dan untuk Rain , Rain harus jaga Mommy , oke " Ucap ku seraya menatap Rain yang mengangguk paham dan berbanding terbalik dengan Cindy , wanita itu malah memutarkan bola matanya dengan malas


" Pergilah , kau akan terlambat nanti " ucapnya mengusir ku namun aku malah mendekatkan langkahku kearah Cindy dan mengecup pelan bibirnya hingga membuat wanita itu lagi-lagi terkejut karna aksiku , lalu aku pun berjongkok untuk mengecup bibir dan juga wajah Rain


" Daddy pergi ya " Ucapku pada keduanya dan aku pun benar-benar meninggalkan mereka


Sepanjang perjalanan menuju basement aku terus tersenyum senang dan entah kenapa rasanya aku ingin sekali segera menyelesaikan tugasku hari ini dan secepatnya kembali bertemu dengan mereka .


" Sial , apa yang telah Cindy lakukan padaku " ucapku dalam hati sambil terus tersenyum senang .


Aku pun memasuki mobilku dan segera melajukan nya menuju Perusahaan Client ku . sesampai nya disana aku segera melakukan rapat seperti yang sudah dijadwalkan sebelumnya .


Rapat pun selesai tepat saat jam makan siang di karena aku yang tidak merasa lapar , aku kembali kekantor untuk menyelesaikan beberapa dokumen yang belum terselesaikan .


Namun sesampainya diruangan ku , aku melihat Papa dan Mama yang sudah duduk manis di sofa dengan kopi dan beberapa cemilan yang sudah tersedia dimeja .


" Sudah selesai rapatnya ? " Tanya Mama pertama kali saat melihat kedatangan ku dan aku pun hanya mengangguk pelan seraya berjalan kearah mereka lalu mendudukkan tubuhku di kursi lain dengan mereka


Kulihat kearah Papa yang tengah menyesap kopinya dan meletakkan kembali gelas tersebut ditempatnya semula lalu Papa menatapku dengan wajah seriusnya .


" Papa ingin Rain " ucap Papa pelan namun tersirat akan keseriusan disana.


" Jika Papa ingin Rain , Papa juga harus menginginkan Cindy " ucapku tak kalah serius


" Baiklah , jika seperti itu Papa mau kau dan Cindy menikah " ucap Papa seketika hingga membuat aku terkejut saat mendenga ucapanya


" Kenapa Papa tiba-tiba berubah seperti ini ? " Ucapku bertanya-tanya dalam hati seraya memasang wajah heran menatap kearah papa


" Papa mu itu malu Renal , sebenarnya dia mau bilang— " ucapa Mama seketika hingga membuat aku mengalihkan pandanganku kearah Mama


" MAMA " ucap papa geram namun Mama malah melanjutkan ucapan nya yang sempat terpotongan karna panggilan papa


" Papa mu itu mau bilang bahwa Cindy adalah ibu yang baik , dia bisa mengurus Rain seorang diri dan saat dia disuruh untuk memakai nama Astan dibelakang nama Rain Cindy menolaknya dengan keras karena dia tidak ingin menjadi bagian dari Astan . banyak orang yang berbondong-bondong ingin memakai nama itu tapi Calon menantu Mama


tidak menginginkan nya , berarti dia tidak akan memakan habis harta mu Renal . terus Papa juga sudah jatuh cinta pada Rain , setiap malam Papa mu selalu minta Mama untuk menghubungimu dan menyuruhmu untuk pindah kerumah agar kau membawa Rain dan juga Cindy " ucap Mama panjang lebar hingga membuat aku menatap kearah Papa yang tengah membuang pandangan nya kearah lain karna malu


Aku tersenyum tulus kearah Papa , ternyata Papa tidak sejahat itu dia benar-benar menjadi Papa yang benar sekarang , Seketika perasaan ku merasa sangat senang seperti ada sekumpulan kupu-kupu yang tengah terbang dalam diriku .


" Apa ? , Papa hanya ingi- "


" Terimakasih Pa , Renal akan membawa Rain dan Cindy ke rumah " ucapku memotong ucapan Papa sambil tersenyum tulus hingga membuat Papa kembali membuang pandangannya kearah lain dan membuat Mama terkekeh lucu


" Dan kedatangan kami kesini ingin membawa Rain ketempat nenek mu , kurasa dia akan suka jika melihat Rain " ucap Mama hingga membuat aku menatap kearah Mama


Seketika aku merasa tidak yakin

__ADS_1


Cindy akan mengizinkannya tapi itu ide yang bagus juga kurasa , maksudku - akh , lupakan .


" Aku akan coba membicarakan nya dengan Cindy nanti " Ucapku


" Kita butuh Jawaban itu saat ini , Nak . bagaimana kalo kita ke apartemen mu sekarang ? , Dan kau bisa meminta izin langsung pada Cindy " ucap Mama memberi usul dan aku hanya mengiyakan saja


" Mama dan papa sudah cukup kecewa Renal , kami kesini untuk menemui Rain tapi anak itu malah sudah tidak ada di Daycare " ucap Mama lagi dengan wajah sendu


" Papa dengar Cindy menjadi sekretarismu , lalu kenapa dia berhenti ? "


Tanya papa seketika hingga membuat aku mengalihkan pandanganku kearah Papa


Seketika aku merasa heran dan takut secara bersamaan , ternyata mereka sudah memata-matai Cindy selama ini dan sebisa mungkin aku meyakinkan diriku bahwa Papa tidak akan berubah pikiran meskipun dia tau bahwa Cindy pernah bekerja di club malam .


" Dia merasa tidak pantas diposisi itu , jadi aku membiarkan nya melakukan apapun yang dia ingin termasuk tetap di rumah " Ucapku dan Papa hanya mengangguk paham lalu kembali meminum kopinya yang sudah mulai dingin.


Setelah selesai berbincang-bincang sedikit kami pun segera pergi menuju Apartemen ku dengan mobil kami masing-masing .


Sampainya di basement Apartemen aku segera memarkirkan mobilku dan menunggu kedatangan Papa dan Mama sebentar , setelahnya kami pun berjalan bersama menuju Apartemen ku.


Sesampainya didepan pintu Apartemenku , aku pun langsung menekan bel yang ada di sana namun tidak ada jawaban atau seseorang yang akan membukakan pintu untuk kami .


" Kemana Cindy dan Rain ? " Tanya ku heran dalam hati seraya mengambil Keycard ku lalu meletakkan nya pada peminda khusus dan menekan beberapa digit angka di sana


" Apa Cindy dan Rain tidak ada disini ? " Tanya Papa saat pintu sudah benar-benar terbuka seraya memperhatikan Apartemen ku yang terlihat sepi seperti tidak ada kehidupan di sana


" Sepertinya Pa , Ma " ucapku seraya menatap kearah Mama dan Papa yang tengah mendudukkan tubuhnya di sofa ruang tamu


" Apa Cindy yang membereskan tempat ini ? " Tanya Mama seketika seraya mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan yang ada di apartemen ku


" Apa Cindy juga yang memasak untukmu ? " Tanya Mama lagi setelah aku kembali ke ruang tamu seraya membawa nampan yang berisikan minuman untuk mereka


" Tentu , semua dilakukan oleh Cindy bahkan dia juga mencuci bajuku . Aku dan Rain hanya terima beres " ucapku menjelaskan seraya mendudukkan tubuhku di kursi lain dekat mereka


Saat kami hendak bercerita banyak hal tiba-tiba bel Apartemen ku berbunyi dan aku pun langsung berdiri dari duduk ku seraya berjalan kearah pintu tanpa melihat siapa yang menekan bel tersebut karena kupikir itu adalah Rain dan Cindy .


" Ada apa kau datang kesini ? " Tanya ku dengan suara dingin dan datar saat mengetahui siapa yang ada di hadapanku saat ini


Saat ini aku mendapati Hugo yang ada didepan pintu apartemen ku dengan seikat mawar yang tengah di pegangnya , seraya menatapku dengan tatapan tidak suka begitu pula dengan ku.


" Ingin memberikan Cindy bunga " Jawab nya pelan dan santai


" Bukankah sudah aku tegaskan kalau Kau dilarang bertemu dengan Cindy ? , jadi bagian mana yang tidak kau mengerti ! " Ucapku tajam seraya menatap kearah pria itu


" Itu bukan urusan mu Renal , Cindy bukan milik siapapun jadi aku bebas mendekatinya sesuka hatiku , Kau bukanlah apa-apa nya " Ucapnya tak kalah tajam hingga membuat aku hampir naik pitam


" Cih , pergilah , Cindy tidak ada " ucapku datar mengusir pria itu hingga membuat Hugo menatapku datar dan tak percaya


" Hugo " panggil seseorang dengan suara yang sangat aku kenali hingga membuat aku dan Hugo menatap keasal suara tersebut


Kulihat Cindy yang menghampiri kami dengan sekantung belanjaan besar ditangan nya dan juga Rain yang ada disamping wanita itu .


" Masuklah " ucapku dingin menyuruh Cindy yang sudah tiba di dekat kami namun wanita itu tidak menghiraukan ucapan ku hingga membuat aku sedikit merasa kesal .


Saat Cindy hendak membuka suaranya tiba-tiba aku langsung menarik tangannya hingga membuat wanita itu hampir kehilangan keseimbangan jika saja Hugo tidak menahan tubuh wanita itu dan hal itu sukses membuat ku bertambah kesal.


" Ada perlu apa , kau kemari ? " Tanya Cindy pada Hugo dan mengabaikan aku yang menyuruhnya untuk masuk

__ADS_1


" Aku membawakan seikat bunga untukmu Cindy " ucapnya pelan dengan senyum lebarnya saat bertatapan dengan Cindy hingga membuat aku benar-benar kesal


Kulihat Cindy menghela nafasnya dengan pelan dan mengambil bunga itu hingga membuat aku melototkan mataku kearah Cindy namun wanita itu hanya mengabaikan ku seolah menganggap aku tidak ada di sana .


" Kenapa Cindy menerima bunga itu " ucapku kesal dalam hati


" Hugo , aku harap ini yang terakhir kalinya kau memberiku bunga " ucap Cindy seketika hingga membuat aku tersenyum senang saat mendengarnya dan menatap remeh kearah Hugo , Itu artinya Cindy tidak ingin berhubungan lagi dengan Hugo , bukan .


" Tidak Cindy , ini adalah yang pertama . Aku pulang dulu , besok-besok aku akan mampir lagi untuk bertemu dengan mu dan Rain " ucap Hugo mengabaikan permintaan Cindy


" Dasar anak kecil keras kepala " ucapku kesal dalam hati serasa terus menatap kearah pria itu


Dan kulihat Hugo berjongkok lalu meletakkan kepalanya pada pucuk kepala Rain yang ada disamping Cindy hingga membuat aku mengerutkan keningku dan menatap tak suka .


" Om pulang dulu ya , Rain " ucapnya ramah berpamitan pada Rain dan Rain pun hanya mengangguk saja lalu menatap kearah ku


Hugo pun pergi melambaikan tangannya Pada Cindy dan Cindy pun mengangguk pelan lalu masuk kedalam rumah seraya membawa Rain dan juga bunga yang di berikan Hugo tadi .


" Kenapa kau menerima bunga itu Cindy " Tanyaku kesal seraya mengekor wanita itu dari belakang


" Bukan urusanmu , Renal " ucapnya ketus seraya terus berjalan masuk setelah melepaskan sepatu nya dan sepatu Rain


Aku yang merasa kesal pun langsung menahan tangan Cindy dan mengambil bunga itu dari tangan Cindy .


" Aku tidak suka ada orang lain yang memberikan mu hal seperti ini " ucapku kesal dengan wajah serius dan melupakan keberadaan Rain yang tengah melihat kearah kami berdua


Aku pun melepaskan cekalan tanganku pada tangan Cindy dan berjalan mendahului wanita itu , kulihat Papa yang menatap heran kearah ku saat aku membawa seikat bunga di tanganku , aku bahkan mengabaikan mereka dan terus berjalan kearah tong sampah yang ada disudut dapur dan membuangnya begitu saja disana.


" Merepotkan " ucapku mengeluh seraya menatap tak suka kearah bunga tersebut


Aku pun kembali menghampiri Cindy yang ternyata tengah terdiam kaku saat melihat kedatangan kedua orang tuaku disana . sedangkan Rain , anak itu sudah ada dipangkuan Papa saat ini .


" Kakek , Rain kangen " ucap Rain pada Papa seraya memeluk leher Papa


" Apa Rain tidak kangen dengan Nenek , hm ? " Tanya Mama tiba-tiba hingga membuat Rain menolehkan pandangannya kearah Mama lalu tersenyum lebar


" Rain juga kangen ko sama Nenek " ucapnya senang hingga membuat Mama pun ikut tersenyum lembut


Kulihat Papa hanya menatap kearah Cindy sedangkan Cindy yang ditatap hanya terdiam tidak dapat bergerak sedikitpun dari tempatnya .


Aku pun berjalan mendekat kearah Cindy dan mengambil alih belanjaan yang tengah di pegang wanita itu , dan tanganku yang bebas pun langsung menarik Cindy untuk mengikuti langkah ku .


" Me—mengapa kau tidak bilang jika orang tua mu ingin berkunjung " ucap Cindy pelan hingga membuat aku tersenyum seraya meletakkan belanjaan yang Cindy beli diatas meja lalu menatap kearah wanita itu


" Jangan takut Cindy , mereka tidak akan menerkam mu " ucapku menenangkan wanita itu


" Cindy " Panggil Mama hingga membuat aku memutuskan tatapan kami dan beralih pada Mama yang kini berdiri tak jauh dari kami


" Apa kau akan membuat makan siang ? " Tanya Mama pada Cindy dengan wajah lembutnya dan Cindy pun mengangguk pelan hingga membuat Mama tersenyum senang


" Baiklah , biarkan Mama membantu ku Nak , dan kau Renal tunggulah bersama Rain dan Papa " ucap Mama padaku dan aku pun mengangguk paham


Seketika aku tersenyum saat mendengar Mama menyebutkan dirinya dengan sebutan ' Mama ' pada Cindy . Itu artinya Mama sudah menerima Cindy seutuhnya.


Aku pun meninggalkan mereka berdua namun sayup-sayup aku mendengar perbincangan dua wanita itu .


" Jenis makanan yang mereka makan itu sama , jadi disini hanya aku yang seperti pemilih makanan " ucap Cindy pelan pada ma.a hingga membuat aku tersenyum saat mendengarnya lalu aku pun benar-benar pergi meninggalkan mereka yang ingin memasak

__ADS_1


__ADS_2