
...MASIH POV RENAL......
.......
.......
.......
Kini aku telah tiba di tempat yang sudah dijanjikan sebelumnya , dan kulihat didepan gedung sudah ada Adrian yang tengah menunggu kedatanganku dan pria itu pun langsung membacakan apa saja yang harus aku lakukan hari ini .
Aku pun mengangguk paham saat mendengarkan beberap bait penjelasan dari mulut pria itu dan lima menit kemudian aku segera bergabung dengan beberapa orang yang bertujuan sama dengan ku .
Aku tengah mencoba menarik beberapa investor agar mau menanamkan saham mereka diperusahaan baru milikku , dan beberapa orang jelas memperhatikanku namun seperti biasa aku hanya mengabaikan itu .
Tak berapa lama pintu ruangan pun kembali terbuka dan kami semua pun segera berdiri untuk menyambut orang yang kami tunggu .
Dia adalah Keenan Achilles Billionaire seorang pemuda yang baru dinobatkan oleh beberapa majalah terkemuka di Amerika ataupun di negara lain , Keenan pun akhirnya memberikan sambutan lalu kami segera memulai rapat tersebut sampai akhirnya aku berhasil meyakinkan Keenan untuk bergabung dengan perusahaan baru kami.
" Terima kasih " Ucapku bersalaman dengan Keenan dan Keenan pun membalas uluran tanganku lalu segera berlalu begitu saja.
" Aku akan keperushaan cabang yang ada disini Adrian " ucapku tiba-tiba dan Adrian pun mengangguk paham
Astan Group memang memiliki cabang di tempat ini dan bukan hanya di Miami tapi di negara Eropa lain pun ada juga.
Saat ini Mobil yang dikendarai Adrian pun berhenti didepan gedung besar yang berlabelkan nama 'Astan' dan Aku pun langsung berjalan dengan percaya dirinya melewati semua pegawai yang kini sedang menundukkan kepalanya tanda hormat padaku sampai akhirnya langkah kaki ku terhenti saat mendapati sesuatu yang mengganjal di pandang ku .
" Tegakkan tubuhmu " ucapku datar pada salah satu pegawai yang ada di sana
Pegawai itu pun segera menegakkan tubuhnya dan aku pun langsung menaikan sebelah alisku seraya melipat kedua tanganku didepan dada hingga membuat pegawai itu semakin menundukkan kepalanya tanda takut.
" Sepertinya aku menyewa pekerja bukan pelacur disini , jika kau berniat menggoda petinggi disini ada baiknya kau bekerja di Astan High Club , mungkin jasa mu lebih berharga disana " Ucapku dingin hingga kurasakan deru nafas mereka yang sedikit tertahan karna ucapan dingin ku
" Segera panggilkan Gary " ucap ku datar menyuruh Adrian
" Baik Tuan " sahut Adrian patuh
Tak berapa lama Adrian pun datang bersama dengan Gary yang ada disamping nya.
" Senang bertemu dengan mu kembali Mr.Renal " ucap Gary salah satu direktur umum yang menjabat disini
" Apa peraturan disini masih sama ? " tanyaku pada Gary seraya memutar tubuhku untuk melihat kearah pria itu , sementara pegawai lainnya masih setia menundukkan kepalanya tanpa berani untuk menegakkan tubuh sama sekali.
" Masih tetap sama seperti beberapa tahun lalu , Tuan Renal " ucap Gery
__ADS_1
" Lalu bagaimana dengan wanita ini , bagaimana bisa dia berpakaian seminim itu ? , Aku mau dia dipecat sekarang " ucapku lantang memberikan perintah dan segera meninggalkan mereka begitu saja
" Tapi Tuan dia sangat baik dalam pekerjaan- "
" Pecat atau kau yang pergi dari perusahaan ini dan tentu saja kau tau konsekuensi nya , bukan ? " Ucapku datar memotong ucapan pria itu dan segera meninggalkan mereka begitu saja
" Berikan beberapa juta untuk bonusnya " Ucapku pada Adrian dan Adrian pun mengangguk paham seraya pergi dari hadapan ku
Aku pun mendudukkan bokongku di kursi kebesaran ku seraya memejamkan mataku dan menyenderkan punggungku disana.
Setelah dirasa sudah sedikit tenang aku pun segera mengambil ponselku untuk kembali menghubungi wanita ku , aku pun menempelkan benda persegi itu ke telinga ku dan menunggu beberapa detik sampai akhirnya panggilan telponku terhubung.
" Hallo , Sayang " panggilku seraya bernafas lega saat panggilan telepon terhubung
" Cindy sedang mandi " ucap seseorang dari sebrang sana dengan suara yang terdengar datar
Aku pun segera berdiri dari posisi dudukku seraya mengerutkan keningku saat mendengar suara pria dari sebrang sana .
" Siapa kau ? " Tanyaku tajam dan sedikit menaikkan suaraku
" Apa kau tidak mengenali suaraku , Renal ? " Ucap nya lantang hingga membuat aku mengepalkan tanganku dan mengeraskan rahangku
" Jangan berani-berani kau menyentuh nya Hugo , karna aku tidak akan main-main kali ini . Aku tidak perduli bagaimana kau bisa berada disana , tapi jika kau menyentuh Cindy setitik pun , aku benar-benar akan menghabisimu dengan tanganku sendiri Hugo " Ucapku penuh penekanan seraya menahan amarah ku
" Ah , sayang nya aku sudah tau bagaimana rasa bibir Cindy dan itu benar-benar candu untukku , dan karena itu aku akan mengambil Cindy dari tanganmu secepat yang aku bisa , Renal " ucapnya datar seolah menganggap semuanya remeh
" Apa kau pikir akan semudah itu Hugo , kau sudah membuat dirimu menderita terlalu jauh anak muda , kau sudah melangkah terlalu jauh " ucapku datar menekankan amarahku
" Apa yang kau lakukan Hugo , kau menjawab panggilan telepon di ponselku " ucap seseorang di sebrang sana yang tak lain adalah suara Cindy
Aku pun memicingkan mataku erat-erat seraya menenangkan amarahku yang kembali memuncak dan tanpa aba-aba panggilan pun segera terputus secara sepihak hingga membuat aku tanpa sadar hampir membanting ponselku jika Adrian tidak masuk kedalam ruangan ku , saat ini kondisi ku dalam keadaan benar-benar buruk .
" Pesankan aku tiket pesawat ke Florida sekarang , Adrian " ucapku langsung pada Adrian yang baru saja masuk kedalam ruangan ku
" Maaf Tuan tapi anda tidak bisa kembali sekarang " ucap Adrian menolak
" Aku tidak perduli , pesankan aku tiket malam ini juga , Adrian ! " Ucapku sedikit membentak Adrian namun pria itu masih menatap datar kearah ku
" Tidak bisa Tuan " sahut Adrian tak kalah datar nya
" Aku harus kembali Adrian , akan kuhajar sibrengsek kecil itu dengan tangan ku " Ucapku marah seraya mengeraskan rahang ku dan bersiap untuk meninggalkan ruangan ini namun tiba-tiba suara Adrian menahan ku hingga membuat aku menatap tajam kearah pria itu
" Huhf , sangat susah mengurus si kecil Astan ini . Jika kau ingin pergi maka pergilah tapi aku akan menahan surat warisan yang kau pinta dan semua yang sudah setengah jalan , akan segera aku balikkan menjadi pondasi awal , aku tidak main-main . Duduklah dikursi mu sekarang dan tenangkan dirimu , Renal " ucap Adrian datar mengancam ku hingga membuat aku menggeram marah
__ADS_1
Aku pun langsung berjalan kearah Adrian dengan wajah kesal ku dan meraih kerah kemaja yang ada didalam jas pria itu
" Aku akan menghabisimu Adrian jika kau melakukan hal itu " ucapku datar
" Lakukanlah Renal jika kau bisa , tapi sebelumnya selesaikan dulu semua dokumen-dokumen itu " ucap Adrian datar hingga membuat aku mengeram marah dan melayangkan satu tinjuan mentah kearah sudut bibir pria itu hingga membuat Adrian tersungkur jatuh kelantai namun pria itu tidak meringgis kesakitan
" Apa kau sudah tenang sekarang ? , jadi kerjakanlah semua dokumen itu lalu aku akan mengurus semua yang kau butuhkan termasuk surat yang kau pinta " ucap Adrian santai mengabaikan bahasa formal yang biasa pria itu gunakan pada ku
Adrian memang sahabatku sejak kami berada di universitas tapi jika sudah berada dilingkungan kerja kami tidak lebih dari atasan dan bawahan .
" Apa kau tidak mengerti , aku takut Adrian " ucapku pelan namun kuyakin Adrian mendengarkannya buktinya pria itu berhenti seketika didepan pintu seraya menatap kearah ku
" Jangan bodoh Renal , jika Hugo macam-macam Cindy sendiri yang akan melawan nya , bukankah kau bilang Cindy mencintaimu , hm ? " ucap Adrian seketika seraya diiringi dengan suara pintu yang tertutup rapat
Aku pun kembali ke tempat dudukku dan memulai membuka dokumen-dokumen yang ada di depanku , aku terus mengenyahkan pikiran-pikiran buruk yang kini tengah bersarang dalam kepalaku dan mencoba fokus pada tujuan lainnya . setelah ini aku berjanji benar-benar akan menghabisi anak itu .
Selesai dengan dokumen yang ada dimeja aku pun segera menelpon Adrian untuk mengambil dokumen selanjutnya yang harus aku selesaikan , lebih cepat lebih baik , bukan .
" Adrian " Panggilku saat Adrian tengah menaruh beberapa dokumen di mejaku
" Hm ? " Sahutnya singkat seraya menatap kearah ku
" Majukan semua jadwal rapat ku , besok lakukan rapat yang diinginkan Tuan Keenan dan juga bawakan aku semua dokumen yang harus aku pelajari , aku harus menyelesaikan semuanya dalam waktu lima hari " ucapku memerintahkan pria itu dan Adrian pun hanya mengangguk pasrah
Saat ini aku terus fokus pada dokumen-dokumen yang ada di depan ku dan mengabaikan deringan ponsel yang sendari tadi tidak berhenti berbunyi .
Aku pun baru menyelesaikan semua nya di pukul sepuluh malam itupun karena Adrian yang menyeretku untuk pulang.
Dan keesokan harinya aku pun melakukan hal yang sama , melakukan empat meeting sekaligus dan pulang di pukul dua belas malam , tidak ada kata istirahat sama sekali dalam diriku , aku hanya ingin menyelesaikan semuanya secepatnya mungkin . semakin cepat aku menyelesaikan semuanya dan semakin cepat pula aku bertemu dengan Cindy dan menghajar si brengsek itu .
Kini sudah beberapa hari berlalu dan saat ini aku tengah membaca beberapa dokumen dan juga melihat presentasi singkat dari beberapa direktur perusaahaan yang Astan Group kelola .
Aku pun memejamkan mataku sejenak lalu kembali memberikan tanda tangan di Proposal yang mereka ajukan , seperti bakti sosial dan lain-lain nya . saat aku hendak beralih pada Proposal selanjutnya tiba-tiba sebuah tangan menariknya dengan kuat.
" Istirahatlah Renal , kau bukan robot yang bisa bekerja terus menerus tanpa ada henti nya " ucap Adrian menghentikan ku
" Biarkan aku menyelesaikan semuanya Adrian , aku harus segera menemui mereka " ucapku menolak
Dan saat Adrian hendak membantah tiba-tiba ponsel miliknya berdering hingga membuat Adrian segera menjawab panggilan tersebut namun dengan seketika Adrian menyodorkan ponselnya kearahku.
" Siapa ? " Tanyaku bingung seraya menatap heran kearahnya
" Tuan Marcell " ucap Adrian datar seperti biasanya
__ADS_1
Aku pun mengambil alih ponsel pria itu dan sebelum menjawab atau menyapa tiba-tiba suara Papa sudah menyambut ku dengan kerasnya .
" Apa yang sebenarnya kau lakukan , Renal " ucap Papa dari sebrang sana dengan suara yang terdengar marah