Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Tiga Hari Kemudian ...


__ADS_3

MASIH POV CINDY....


Tiga hari kemudian. ...


" Cindy , kau masih belum terlalu sembuh , kau bisa kembali sakit nanti " ucap Ken memperingatkan ku


Aku tidak bisa berdiam diri saja seperti ini di tambah lagi ini sudah hari ketiga aku tidak masuk bekerja .


Untuk masalah Rain , anak itu tidak mau lagi dititipkan di Daycare itu dengan alasan ia tidak memiliki teman di sana , jadilah Ken datang ketempat itu untuk mencabut penitipan Rain dari sana dan berpisah dengan teman-temannya , walau pun tak banyak .


" Aku sudah sembuh Ken " ucapku hingga membuat Ken menghela nafasnya dengan kasar lalu menatap sendu kearah ku


" Kau yakin ? " Tanya Ken ragu dengan wajah khawatir


" Tentu " Ucapku meyakinkannya Ken


" Em , bisakah kau menjaga Rain untukku , Ken . Hari ini kau libur , bukan " Ucapku lagi dengan perasaan tak enak karena selalu merepotkan pria itu


" Tentu , aku akan menjaga Rain " ucap Ken semangat


" Terimakasih " ucapku sambil tersenyum lembut


" Baiklah , aku akan mengantarkan mu Cindy " ucap Ken menawarkan diri namun aku segera menolaknya


" AA Store sangat jauh dari sini , Cindy " ucap Ken mengingatkan ku


" Aku bisa berlari seperti biasa , Ken " ucap ku dan Ken pun menggelengkan kepalanya lalu mengambil beberapa lembar uang dari dompet nya


" Ambil ini , kau harus naik taxi , Cindy" ucap Ken , dan aku pun menggeleng kuat tanpa menerima uang tersebut


" Tidak !! Cindy , kau harus mengambilnya atau kau tidak boleh pergi bekerja saat ini " ucap Ken mengancam ku


" Ok baiklah , aku akan mengambilnya . tambahkan saja dengan biaya rumah sakit ku kemarin " ucapku pasrah seraya mengambil uang tersebut


Kulihat Ken hanya memutar bola matanya dengan malas lalu menutup pintu apartemennya , Saat ini Rain masih tertidur nyenyak hingga membuat aku tidak tega untuk membangunkan anak itu untuk sekedar berpamitan .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sesampai nya di Mona Flower yang ada di gedung AA store , aku pun langsung mendapati Hugo yang terlihat sadar akan kedatangan ku , bahkan pria itu dengan terang-terangan memeluk ku secara tiba-tiba hingga membuat aku sedikit terkejut dengan perlakuan nya .


" Kau baik-baik saja , Cindy ? " tanyanya padaku seraya melepaskan pelukannya


" Tentu " sahutku seadanya sambil tersenyum canggung


Saat aku hendak kembali pada pekerjaan ku tiba-tiba Hugo menahan ku dan menyuruhku untuk duduk saja berjaga di meja dikasir , mau tidak mau aku pun melakukan perintah pria itu.


Hari ini Mona Flower tidak terlalu ramai seperti biasanya hingga bisa membuat aku sedikit bersantai .


Aku terduduk di salah satu kursi panjang seraya memejamkan mataku untuk sekedar beristirahat tiba-tiba saja kepalaku kembali terasa pusing saat ini , lambat laun aku pun merasakan kantuk hingga akhirnya membuatku sedikit tertidur di tambah aku merasakan sentuhan yang teratur di kepalaku hingga membuat aku tertidur namun tidak terlalu pulas .


Tiba-tiba aku merasa sentuhan dikepala ku pun terhenti hingga akhirnya membuat aku terbangun , aku mengerjapkan mataku secara perlahan lalu melihat kearah dua pria yang ada di hadapanku secara bergantian .


Aku melihat Renal tengah menahan tangan Hugo lalu dengan cepat pria itu melepaskannya secara kasar dan justru menarik tanganku dengan paksa hingga membuat aku mengikuti langkahnya dengan gontai .

__ADS_1


Aku menarik tanganku kuat-kuat agar terlepas dari genggaman tangan Renal namun semua itu sia-sia karna tenaga Renal jauh lebih kuat dari pada tenaga ku


" Lepaskan aku " ucapku memberontak namun pria itu terus mengabaikan nya begitu saja


Bahkan Renal tidak perduli saat bebarapa pengunjung dan para pegawai toko menatap kearah kami . Renal terus menarik ku dengan kuat hingga kami sampai di ruangannya barulah Renal melepaskan tangan ku .


" Bukankah sudah kuperingatkan untuk tidak membawa Rain menjauh dari ku , Cindy " teriaknya marah


Aku yang mendengarnya pun mengerutkan keningku tanda bingung namun seketika aku tersadar . Aku tidak berniat untuk menjauhkan Rain dari nya pikirku .


" Aku tidak memerlukan persetujuan dari mu , Renal " ucapku begitu saja hingga membuat Pria itu berjalan mendekat kearah ku dan menyentuh daguku dengan kuat


Kulihat Renal semakin marah dengan ucapan ku , bahkan pria itu semakin memperjelas bahwa Rain adalah anaknya maka aku harus membutuhkan persetujuan darinya namun aku terus menyangkal bahwa Rain bukan lah anaknya melainkan hanya milikku .


Seketika Renal menghempaskan tubuhku dengan kuat hingga membuat aku tersungkur di lantai .


Kulihat Renal berjalan menuju meja kerja nya dan mencari sesuatu didalam laci tersebut dan tak berapa lama Renal pun kembali seraya melemparkan sebuah map dihadapan ku , aku hanya terdiam seraya melihat map tersebut tanpa berniat untuk membuka atau pun mengambilnya .


" Itu adalah surat hak asuh anak , tanda tangani segera karena aku akan mengambil Rain dari mu , Cindy " ucapnya lantang setelah melonggarkan dasi pada lehernya


" Kau tidak bisa , Renal ! " teriakku marah seraya melemparkan map itu kesembarang arah


Aku berdiri dari dudukku dan berjalan menuju pria itu dengan menahan ketakutan dan juga tangisku , dia tidak bisa seenak nya sendiri pikirku


" Kau tidak bisa mengambilnya dari ku , Renal " ucap ku lagi dengan sangat marah tepat di hadapan nya namun pria itu hanya menatapku dengan tatapan dinginnya.


" Aku bisa , Cindy . aku bisa mengambil Rain darimu Karna aku sudah memiliki semua bukti yang menyatakan bahwa Rain memang anak ku , dan aku juga bisa memberatkan mu dari cara mu merawat Rain dengan cara menjual dirimu . jadi cepatlah tanda tangani itu dan lusa temui aku di pengadilan " ucapnya dingin tepat di depan wajahku hingga membuat aku semakin hancur dan terdiam


Aku menatap Renal dengan mata berkaca-kaca bahkan kini aku tidak bisa lagi menahan tangisku . aku membuang semua harga diri yang kumiliki saat ini , aku berjongkok dihadapan Renal dan memohon padanya , aku memohon sesuatu yang sebenarnya adalah milikku.


" Kumohon Renal , lepaskan Rain dan biarkan Rain bersama ku " ucapku lirihku sambil terisak dan terus memohon bahkan tanganku terus memegang kaki Renal agar pria itu merasa iba


Aku melupakan tentang harga diriku , aku seharusnya bisa berubah tapi aku masih sama , aku masih memohon dibawah kaki pria itu seperti beberapa tahun silam.


" Aku tidak akan membiarkan Rain bersama mu , Cindy " ucapnya jelas di telinga ku hingga membuat suaraku tercekat di tenggorokan dan semakin menguatkan pegangan ku pada kaki pria itu


" Aku sudah memperingati mu , Cindy . Bukankah kau tau , aku benar-benar bisa menghancurkan hidupmu , aku tidak pernah main-main dengan ucapan ku , Cindy . Dan kau tetaplah Cindy yang sama , sekalipun kau berubah kau akan tetap memohon padaku . Dan aku membuktikan nya saat ini , tidak ada yang berubah disini , Cindy " Sambung nya lagi seraya menendang ku hingga aku tersungkur kembali ke lantai


Aku hanya bisa terdiam dan menangis karena kebodohan ku sendiri . Seharusnya aku bisa menunjukkan pada pria itu bahwa aku tidak seperti dulu , seharusnya aku bisa menahannya dan lebih menguatkan diri namun kenyataannya aku salah , aku masih lah Cindy yang dulu yang selalu memohon pada pria itu hingga membuat pria itu bisa dengan mudah menghancurkan hidupku .


" Sekarang beritahu aku , dimana Rain " tanyanya seraya menarik tubuhku untuk berdiri namun aku hanya menggeleng kuat


" Diimana Rain , Cindy !! " Tanyanya lagi dengan wajah geram namun aku masih menggelengkan kepalaku


" Jika kau masih bersikap seperti ini , aku tidak akan memaafkan mu untuk kali ini , Cindy . Jadi beritahu aku dimana Rain saat ini ! " Ucapnya menahan marah


" Di—dia dirumah Ken " ucapku pada akhirnya


Kulihat Renal memejamkan matanya lalu dengan kuat dia kembali menarik tanganku hingga lagi-lagi aku mengikuti nya dengan langkah gontai .


Banyak orang yang kini menatap kearah kami penuh minat namun pria itu tidak memperdulikan nya , hingga akhirnya kami sampai di basement Renal pun langsung melempar tubuhku kedalam mobilnya .


" Mulai saat ini kau dan Rain akan tinggal dirumah ku " ucapnya lantang setelah pria itu masuk kedalam mobil nya dan duduk di kursi kemudi

__ADS_1


" Tidak . Ak—"


" Itu bukan tawaran Cindy , melainkan perintah . Sekrang beritahu aku di mana alamat rumah pria itu , aku akan menjemput anak ku sekarang " ucapnya dingin memotong ucapan ku


Dengan terpaksa aku pun menyebutkan alamat rumah Ken pada pria itu , lalu mobil Renal pun langsung melesat dengan cepat tanpa memperdulikan aku yang tengah ketakutan di dalam sana .


Sesampai nya diapartemen Ken aku kembali ditarik oleh pria itu , saat ini Renal terlihat lebih menyeramkan di mataku . Aku pun menekan bel apartemen Ken dan dengan cepat Ken membuka pintu tersebut .


" Ku pikir kau akan pulang jam enam nanti , Cindy " ucap Ken tiba-tiba setelah membuka pintu namun seketika pandangan Ken beralih kearah orang yang kini ada di belakangku


" Dimana Rain ? " tanyaku mengalihkan pembicaraan Ken


Tiba-tiba Ken menarik tanganku untuk masuk kedalam apartemen nya sementara Renal hanya mengikutiku dari belakang seraya menatap kearah kami berdua .


" Mommy " teriak Rain seketika saat aku memasuki apartemen milik ken


" Loh , Om Renal ? " Ucap Rain dengan wajah terkejut saat sadar akan kehadiran Renal


" Om kenapa kesini ? " tanya Rain lagi namun Renal hanya terdiam tak menjawab ucapan Rain pria itu malah menatap kearah ku .


Aku yang tersadar pun langsung menatap kearah Ken , Ken yang seakan mengerti pun langsung meninggalkan kami bertiga .


" Om kesini mau menjemput Rain " Ucap Renal sambil tersenyum lembut kearah Rain


Aku hanya terdiam seraya melihat interaksi kedua orang itu , sejujurnya ada rasa sakit dalam hatiku saat ini yang tak bisa aku ungkapkan.


" Bereskan semua barang-barang kalian , aku akan menunggu mu di parkiran bersama Rain " Ucap nya lagi dengan wajah dingin kearah ku seraya menarik lembut tangan Rain dan meninggalkan ku di ruangan tersebut


Aku pun berjalan menuju salah satu kamar yang aku tempati di rumah Ken untuk memasukkan beberapa baju miliku dan juga milik Rain kedalam koper .


" Dia siapa , Cindy ? " tanya Ken tiba-tiba saat seraya menyandarkan tubuhnya di sisi pintu


Aku menarik koperku seraya berjalan kearah Ken yang berdiri di ambang pintu dan menatap pria itu lekat-lekat.


" Kau tau dengan jelas siapa dia Ken " Ucapku seadanya


" Ya aku tau dia adalah pewaris Astan Group Cindy , tapi ada hubungan apa antara kau dan dia , dia terlihat seperti ..Em " Ucap Ken terpotong di akhir kalimat nya


" Ya , itu dia . Dia kembali untuk mengambil Rain dariku Ken " ucapku lirih dengan wajah sendu


Ken yang mengerti pun langsung memeluk tubuhku seolah tengah menenangkan ku ,


Setelah di rasa tenang aku pun berjalan menuju parkiran bersama dengan Ken yang hendak mengantar ku kesana , aku berjalan menuju parkiran mobil tempat dimana Renal dan Rain menunggu ku ,


Setelah berpamitan dan mengucapkan terimakasih pada Ken aku pun langsung masuk kedalam mobil milik Renal dengan wajah tanpa ekspresi sama sekali .


" Mommy kita akan tinggal di tempat Om Renal ? " Tanya Rain dengan riang namun Aku hanya terdiam seraya menatapi jalanan tanpa memperdulikan keadaan sekitar yang ada di dalam mobil tersebut


Aku benar-benar merasa sakit dan kesal karna saat ini Renal sudah berhasil mengambil hati Rain dari ku.


.


.

__ADS_1


__ADS_2