
POV CINDY ....
( Cerita Setelah pertemuan Cindy dengan Renal di Restoran )
( Semoga kalian paham sama cerita ini ) saya yang nulis aja pusing , sumpah 🥴 )
.
.
Aku berlari menuju toilet dan menguncinya dari dalam tiba-tiba kakiku terasa sangat lemas hingga membuat tubuhku merosot kelantai . Seketika aku menangis dan menyembunyikan wajahku di sisi lutut ku.
Aku menangis menumpahkan kesedihan ku di sana , setelah di rasa sudah cukup tenang aku pun kembali ke toko tempat ku bekerja dengan keadaan yang sedikit kacau namun aku berusaha untuk tetap terlihat biasa saja .
Sejujurnya rasa takut dan sakit kini semakin bercampur menjadi satu dalam hati ku . Seharusnya takdir tidak mempertemukan aku dengan Renal , seharusnya takdir tidak mempermainkan aku seperti ini .
" kau menangis , ck " ucap Hugo tiba-tiba saat melihat keadaan ku dengan wajah khawatir
Aku hanya menundukkan kepala ku seraya menahan tangisku yang hendak terjatuh lagi tanpa berniat menatap kearah pria itu , jujur aku merasa sangat malu dengan keadaan ku saat ini namun di sisi lain aku juga butuh sosok penenang untuk diriku .
Hugo pun membawa ku kedalam dan mendudukkan tubuhku di salah satu kursi yang ada di sana sedangkan pria itu hanya berdiri tepat di dekatku .
" Kau itu wanita kuat Cindy , seharusnya kau menahan semua itu , sesakit apapun kau merasakan nya kau harus menahan nya . Kau bisa dianggap lemah oleh pria itu , Cindy " ucapnya lagi seolah tau apa yang aku rasakan saat ini hingga membuat aku menatap kearah pria itu dengan mata yang kini sudah basah oleh air mata
Kulihat Hugo berjalan kearah meja kasir untuk mengambil beberapa lembar tisu di sana dan kembali kearah ku.
" Hapus air mata mu " ucapnya cuek seraya menatap ku .
Aku hanya terdiam dan menatap lembaran tisu yang ada di tangan pria itu tanpa berniat untuk mengambil nya.
" Kau tidak berharap aku akan menghapuskan nya untukmu , bukan ? " ucapnya mengejekku hingga membuat aku menggeleng kuat lalu mengambil tisu tersebut tanpa berniat untuk mengelap air mata ku
Aku kembali menundukkan wajahnya ku seraya memainkan Tisu yang ada di tangan ku saat ini .
__ADS_1
Jujur sampai saat ini aku merasa sangat sedih , bayangan Renal yang akan mengambil Rain dari ku benar-benar membuatku takut dan hancur sampai-sampai aku tak bisa menahan air mataku yang terus saja keluar membasahi pipiku.
" Haah " ku dengar Hugo menghela nafasnya dengan pelan lalu duduk tepat di sebelah ku seraya menghadapkan tubuhku kearah nya dan memeluk ku secara tiba-tiba .
" Jika kau ingin menangis , maka menangislah . Kau bisa menangis dipelukkan ku Cindy dan orang lain tidak akan tau jika kau menangis . orang lain tidak akan tau bahwa kau lemah karena kau menyembunyikan wajah dan air matamu di pelukkan ku " ucapnya lagi dan lagi menenangkan ku seraya menepuk pelan pundaknya
" Ais , kenapa aku bertingkah seperti ini " keluhnya sesaat seraya terus menepuk pelan pundakku
Aku pun memejamkan mataku dan mulai menangis di pundak pria itu , ini adalah pertama kalinya seseorang memberikan sandaran nya padaku ketika aku menangis .
" Apa hidup mu terlalu berat , hm ? " Tanyanya pelan ditelinga ku
Namun aku hanya terdiam membiarkan air mataku jatuh dangan banyaknya , dan dengan pikiran yang membuatku memikirkan semua tentang pertemuanku dengan Renal . perasaan takut perasaan sedih dan perasaan hancur kini tengah aku rasakan .
Aku tidak melepaskan pelukan ku pada pria itu dan tangan Hugo tetap mengelus rambutku hingga membuatku merasa sangat nyaman .
" Jangan menangis terlalu banyak , aku bisa-bisa bermandikan air matamu , Cindy " ucap Hugo tiba-tiba hingga membuat aku melepaskan pelukan kami
" Lain kali jangan menangis terlalu banyak " ucapnya lagi seraya menatap kearah bajunya yang terlihat sedikit basah karna air mataku hingga membuat aku tersenyum lembut
pergerakkan Hugo pun berhenti dan dia langsung mengelus tekuk lehernya , dia terlihat gugup saat ini .
" eum.. sama-sama , Cindy " ucapnya sambil menunduk malu
____
Jam pulang pun tiba dan aku segera menuju daycare di sebrang AA store untuk menjemput anakku , terlihat Rain tengah menunggu ku dengan mainan yang baru saja diberikan oleh Renal di tangan nya , Rain terlihat senang sesekali dia mengelus kepala robot tersebut dengan senyum yang terlihat bahagia .
" Rain " panggil ku saat aku sudah berdiri disampingnya hingga membuat Rain menatapku dan tersenyum padaku seraya mengambil tanganku untuk digandeng nya
Seperti biasa kami berjalan bersama menuju apartemen , beberapa hari ini Ken tidak pernah terlihat lagi namun itu membuatku bernafas lega .
Ken selalu saja meminta ku untuk bersama nya , dalam artian aku dan Rain disuruh untuk tinggal di Apartemen nya dan itu membuat ku takut . Aku takut Ken hanya menginginkan sesuatu dan dia tidak benar-benar menginginkan ku apa lagi Rain .
__ADS_1
" Mommy " Panggil Rain riang hingga membuat aku menoleh kearah nya
" ya ? "Sahut ku seadanya
" Rain suka banget deh sama Om Renal , Mom , Rein mau den punya Deddy kaya Om Renal " ucapnya tiba-tiba hingga membuatku menghentikan langkah ku dan terus menatap anak itu dengan perasaan tak karuan
" Tapi Om Renal kan udah punya pacar Mom , tadi Rain di kasih lihat foto nya terus pacar Om Renal mirip banget deh sama Mommy , Klo mommy liat pasti Mommy kaget " ucapnya lagi hingga membuatku kebingungan dan semakin tak karuan
Aku mencoba untuk tidak ambil pusing dan kembali berjalan menuju apartemen kami , Sesampainya di apartemen aku segera membereskan dan memasak sesuatu untuk Rain sebelum pergi bekerja .
Aku tidak jadi berhenti bekerja dan pindah dari apartemen ini karena aku takut dengan ancaman dari Renal , ucapan Renal tadi selalu membuatku ketakutan setelah mengatakan semua nya tadi kuharap Renal akan mengerti .
" Mommy " ucap Rain mengagetkan ku hingga membuatku hampir menjatuhkan piring yang tengah ku pegang.
" Rain , jangan kagetin Mommy seperti itu " Ucapku sebel namun Rain hanya tersenyum lebar lalu memeluk pinggang ku dengan erat hingga membuat aku tersenyum hangat saat melihat tingkah anak itu .
Aku meletakkan piring disamping kompor lalu tanganku mengelus lembut kepala Rain dengan sayang . kulihat Rain memejamkan mata nya lalu membuka nya dengan perlahan seraya menatapku dengan senyum khas anak-anak nya.
" Mommy jangan banyak bekerja ya , Rain janji nanti kalo Rain sudah besar Rein bakal cari uang yang banyak Buat Mommy , Mommy cuman perlu nungguin Rain pulang aja , okey ? " Ucapnya dengan wajah antusias hingga membuat aku semakin gemas dengan tingkah nya
Aku menatap Rain lembut lalu melepaskan pelukan nya seraya berjongkok menyamai tingginya dan menyentuh pipi tembem nya .
" Okey , tapi sekarang Rain harus jadi anak yang baik dulu dan nurut sama Mommy , Janji ? " Ucapku seraya menyodorkan kelingking ku dihadapan nya
" Rain janji , Mommy " ucapnya seraya menautkan kelingking kecilnya pada jari ku
" Sekarang Rain tungguin Mommy dimeja makan ya " ucapku memerintahkan nya
Rain pun segera menuruti perintah ku dan aku kembali memasak makanan untuk kami berdua.
Setelah selesai menyiapkan semua nya termasuk menidurkan Rain aku pun segera menuju cafe tempatku bekerja , seperti biasa aku akan berlari menuju tempat itu walaupun Lio selalu memarahi ku untuk tidak perlu terburu-buru tapi tetap saja karna aku tidak mau bekerja seenaknya sediri , aku hanya pegawai disana dan aku harus disiplin waktu seperti yang lain pikirku .
.
__ADS_1
.
.