Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Penolakan...


__ADS_3

MASIH POV CINDY....


.


.


.


Sekitar pukul sebelas akhirnya aku menyelesaikan pekerjaan ku dan kembali ke apartemen milik Renal dengan di antarkan oleh Hugo .


Sepanjang perjalanan tak ada yang banyak kami bicarakan karena aku tidak tau ingin membicarakan apa lagi pula aku juga merasa sangat lelah saat ini .


Sesampainya disimpang apartemen Renal aku menyuruh Hugo untuk berhenti di sana , aku tidak mungkin menyuruh Hugo untuk berhenti didepan gedung apartemen milik Renal , bukan .


" Terimakasih atas tumpangan nya Hugo , aku akan berjalan selanjutnya " ucapku dan segera turun tanpa menunggu persetujuan dari pria itu .


Aku pun melambaikan tanganku saat Hugo melajukan kembali mobilnya , aku terus memperhatikan mobil Hugo yang semakin menjauh dari pandangan ku dan setelah nya aku mulai berjalan menuju gedung apartemen dimana Renal tinggal.


Kulirik jam yang ada di pergelangan tanganku yang kini sudah hampir menunjukkan pukul 12 malam , aku pun langsung menekan bel rumah tersebut untuk berusaha bersikap sopan pada Pria itu .


Tidak menunggu waktu lama akhirnya pintu apartemen pun terbuka dan Renal langsung membuka pintu itu lebar-lebar . Kulihat tatapan matanya yang menatap dingin kearahku seperti biasa.


" Temui aku di ruang kerja ku , Cindy "


Ucapnya langsung seraya meninggalkan ku yang masih berdiri di ruangan tersebut


Aku pun segera berjalan menuju kamar dimana aku dan Rain tidur sementara di rumah ini , Kulihat malaikat kecilku yang sudah tertidur dengan nyenyak nya . kurasa kasur empuk mempengharui tidur seseorang , buktinya Rain terlihat sangat nyaman dalam tidurnya bahkan anak itu tidak pernah tebangun untuk sekedar minta dibuatkan susu seperti biasanya .


Aku berjalan menuju koperku dan membuka buku tabungan ku , aku baru saja menerima gaji pertama dan itu masih sangat kurang untuk sekedar menyewa apartemen kecil untuk beberapa bulan kedepan . aku tidak bisa terus-menerus berada disini karna pria itu sudah memiliki tunangan dan aku tidak mau Renal menyalahkan ku jika suatu saat pertunangannya batal . memikirkannya saja sudah membuat kepala ku sakit .


" Maafkan Mommy ya , Sayang " Ucapku pelan seraya menatap kearah Rain yang tengah tertidur nyenyak


Beberapa menit kemudia aku pun selesai membersihkan diriku dan mengganti pakaianku dengan yang lebih santai , sebelum meninggalkan kamar itu aku menghampiri Rain terlebih dahulu dan mengecup lembut pucuk kepalanya sebelum menemui pria itu .


" Mommy akan melakukan yang terbaik untuk Rain " Ucapku pelan


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Kini aku berdiri didepan ruang kerja Renal sebelum masuk aku mengambil nafasku secara perlahan lalu mengehembuskan nya dengan pelan dan setelahnya kuketuk pintu ruangan tersebut sekali dan langsung masuk kedalam ruangan tersebut


" Ada apa ? " tanya ku langsung pada pria yang kini tengah duduk di salah satu kursi panjang yang ada di ruangan tersebut


" Bukankah aku sudah bilang untuk tidak membawa Rain tanpa seizin ku " ucapnya marah namun aku hanya menatap datar pria itu

__ADS_1


" Aku tidak perlu izin dari mu , Renal " sahutku datar


" Kau perlu , Cindy " ucap pria itu keras kepala seperti dulu.


" Kau terlalu berlebihan Renal . Kau jangan terlalu memainkan peran sebagai orang tua yang baik , karena kau tidak sebaik itu " Ucapku tajam hingga membuat tangan pria itu terkepal dan rahangnya pun mengeras.


" Berhenti bersikap seperti itu , Cindy " ucapnya keras


" Aku tidak akan berhenti sebelum kau sadar akan posisi mu , Renal " Ucapku lagi memancing emosi pria itu


Aku tidak mau lagi jika pria itu seenak nya pada ku dan Rain , sudah cukup . Aku tidak akan memberikan Rain pada nya apa lagi memberikan Rain pada wanita yang kulihat tadi , cih . Aku tidak akan memberikan nya , jika Renal terobsesi pada Rain pria itu bisa saja menyemburkan sper** nya dan membuat wanita itu hamil , bukan .


" Jika tidak ada lagi yang mau kau sampaikan , aku permisi . dan .. mulai lusa aku dan Rain akan pergi dari tempat mu " ucapku lagi seraya membalikan tubuh ku dan hendak meninggalkan ruangan tersebut


" Apa yang bisa dilakukan remaja 17 tahun untuk menghidupi orang yang mengaku telah mengandung anak nya " Ucap pria itu tiba-tiba hingga membuat aku menghentikan langkahku tanpa membalikkan tubuhnya


Aku hanya terdiam dan bahkan tidak berani membalikkan badanku untuk sekedar melihat kearah pria itu bukan karna aku takut atau merasa bersalah melainkan merasa sakit hati . Mengapa Renal menceritakan hal itu saat ini , apa agar aku merasa iba , pikirku .


Aku pun mengenggam sisi baju ku kuat-kuat seolah tengah menguatkan diri ku saat ini .


Aku memejamkan mataku dan menulikan telingaku dari setiap kata yang keluar dari mulut pria itu , ini sudah terlambat Renal aku tidak akan mau mendengarkan penjelasan apapun lagi dari nya . cukup , aku tidak mau mendengar semua nya. Namun pria itu terus menceritakan semua keluh kesahnya begitu saja . Aku tidak salah , Renal lah yang salah karna sudah meninggalkan kami , bukan .


Tiba-tiba ingatan saat kami masih bersama dulu pun kembali dalam pikiran ku dan hal yang selalu aku lakukan adalah berbicara banyak hal pada nya .


Aku menggenggam erat baju ku kuat-kuat dan tiba-tiba saja kepalaku terasa sangat sakit saat mendengar semua ucapan dari mulut pria itu.


" Itu hanya masa lalu Renal , itu hanya cerita dulu . Aku tidak perduli mau bagaimana keadaan mu sekarang , aku harap kamu bisa menganggap bahwa kita tak pernah saling mengenal , karena sampai kapanpun aku tidak akan bisa memaafkan mu " ucapku begitu saja dengan nafas tercekat


Aku benci saat mendengar suara Renal yang bergetar seperti ini , aku benci . aku tidak akan membuat diriku sendiri jatuh seperti dulu lagi .


" Kau harus berada di puncak tertinggi , karena kau adalah— "


" — Adalah langit tertinggi , Renal Astan " Sambung ku dalam hati meneruskan ucapan Renal seraya pergi meninggalkan Renal yang belum menyelesaikan ucapannya


Aku berjalan cepat menjauh dari ruangan itu dengan langkah gontai , Seketika kaki ku terasa sangat lemas aku butuh pegangan saat ini .


" Tidak apa Cindy , yang dikatakan Renal adalah kebohongan . Pria itu tidak pernah mencari mu dan Renal tidak pernah mencintai mu " Ucapku pada diri sendiri seolah tengah menenangkan ku seraya berpegang pada sisi tangga


...----------------...


Keesokan harinya ....


Aku melirik jam yang ada di meja nakas , jam kini sudah menunjukkan pukul 09:00 pagi dan untungnya hari ini aku tidak bekerja , Hugo memberikan ku hari libur untuk saat ini .

__ADS_1


Aku melirik kearah sebelah sisi ranjang ku namun aku tidak melihat Malaikat ku di sana , pasti anak itu sekarang tengah kelaparan bisa-bisa nya aku kesiangan seperti ini pikirku .


Aku pun berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhku dan setelah selesai mandi aku segera keluar dengan rambut yang masih sedikit agak basah .


Aku berjalan menuruni tangga dan menuju ruangan dimana Rain berada saat ini namun seketika kakiku terhenti saat melihat Renal tengah menyeret seorang wanita yang kuduga orang yang kulihat bersama Renal kemarin diruang nya .


Kulihat Renal tak segan-segan menjambak rambut Wanita itu dengan sangat kuat hingga wanita itu meringis kesakitan .


" Keluar dari sini ! " teriak Renal dengan sangat marah dan mendorong tubuh wanita itu agar keluar


Kulihat wanita itu terus meronta-ronta dan memohon pada Renal , Aku yang berada di sana hanya terdiam menatap heran kearah mereka sampai akhirnya mereka menyadari kehadiran ku saat Rain memanggil nama ku .


" Mom— " teriak Rain seraya berlari kearah ku dan memeluk erat pergelangan pinggang ku bahkan anak itu sampai menyembunyikan wajahnya di pinggangku


Aku langsung menyentuh puncuk kepala Rain seolah menenangkan anak itu dan kulihat mereka menatap kearah ku terutama wanita yang tengah diusir oleh Renal , sebenarnya ada apa ini pikirku .


" Jangan pernah kau berani menyentuh Rain !! " Ucap Renal lagi dengan sangat marah seraya membuka pintu dan hendak melempar tubuh wanita itu namun wanita itu malah berpegangan pada sisi pintu


" Kau membela anak kecil sialan itu ?! , Demi Tuhan Renal aku ini tunangan mu dan dia hanya anak entah beranta . Kau memungut sampah ti— " Ucap wanita itu terpotong karena Renal langsung melayangkan sebuah tamparan pada pipi wanita itu


Sebuah tamparan keras pun dilayangkan oleh Renal pada wanita itu hingga membuat aku yang berada di sana pun ikut terkejut . Aku langsung mengeratkan pegangan ku pada tubuh Rain yang semakin erat memeluk pergelangan pinggang ku .


" Jangan pernah mengatai anak ku dengan sebutan sampah !! aku tidak akan segan-segan merobek bibir mu , Ella ! " Teriak Renal dengan sangat marah dan melempar tubuh wanita itu keluar bahkan Renal mengabaikan teriakan kesakitan dari mulut wanita itu .


Kurasakan tubuh Rain menegang ketakutan saat mendengar semua ucapan yang Renal katakan .


Kulihat Renal mendekat kearah ku dan Rain seraya berjongkok dan membalik tubuh Rain agar menatap kearah nya .


" Rain tidak apa-apa , sayang ? . Apa pipi Rain baik-baik saja ? " tanya Renal dengan tatapan khawatir


Aku hanya terdiam menatap kearah dua orang itu , saat Renal hendak menyentuh pipi Rain tiba-tiba Rain menepis tangan Renal dengan sangat kasarnya hingga membuat aku yang melihatnya pun ikut terkejut .


" Om bukan Papa Rain ! " Ucap Rain seketika seraya berlari meninggalkan aku dan juga Renal yang masih syok dengan sikap anak itu


Seolah tersadar Renal pun hendak mengejar Rain namun aku segera menahan pergelangan tangan pria itu .


" Biar aku saja yang mengejar Rain , urus saja wanita mu " ucapku dan segera berlalu meninggalkan Renal yang masih terdiam di tempatnya


Sebenarnya aku tidak tau apa yang terjadi saat ini dan mengapa mereka bisa membuat keributan seperti itu , seharusnya aku senang dengan penolakkan yang Rain berikan itu akan membuat Renal sadar akan posisinya namun saat aku melihat tatapan terluka yang Renal berikan aku tidak bisa sesenang yang kubayangkan saat ini , bahkan aku menahan rasa aneh saat melihat penolakkan secara kasar yang Rain berikan pada pria itu .


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2