
MASIH POV CINDY ...
.
.
.
Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya aku pun kembali ketempat di mana aku dan Rain bersembunyi dulu .
Setelah beberapa menit berjalan kaki akhirnya aku sampai didepan rumah yang terlihat rapi dan bersih , aku mengetuk pintu tersebut beberapa kali dan akhirnya kulihat Mama membuka pintu tersebut dan langsung memeluk ku saat melihat kedatangan ku .
" Kamu baik-baik saja , nak ? " Tanya mama dengan suara yang terdengar senangnya tanpa melepaskan pelukannya
" Tentu , Mama sendiri bagaimana ? " Tanyaku pelan seraya melepaskan pelukan ku dan mencari sosok lain di belakangku
" Rain tidak ikut Ma , dia aku titipkan dengan Ken untuk sementara waktu " ucapku berbohong agar mama tak merasa curiga
" Oh begitukah , masuklah kau pasti lelah , nak " ucap Mama seraya menutup pintu ketika aku sudah melangkah masuk
" Papa sedang memanen anggur di perkebunan wilson " Ucap Mama menjelaskan seolah tau apa yang aku pikirkan
Aku pun hanya tersenyum dan mengangguk paham seraya masuk kedalam kamarku . Seketika mataku meneliti setiap ruangan yang tidak terlalu besar dan juga tidak terlalu kecil .
Tiba-tiba mataku tertuju kearah dinding yang terpajang beberapa bingkai foto yang ada di dinding tersebut , ada banyak fotoku dan Rain yang memang sengaja aku tempel di dinding tersebut ,
Dulu aku suka sekali memotret kenanga saat aku berhasil mengeluarkan Rain dari perutku dan tanpa sadar aku pun mengelus perut datar ku.
" Bagaimana kabarmu saat ini , sayang " Ucapku lirih menerawang jauh seraya menatap kearah foto Rain yang tengah tertawa riang
Aku keluar dari kamarku tepat saat mama membangunkan ku untuk makan malam dan dimeja makan kulihat Papa sudah menungguku sambil tersenyum hangat saat melihat kedatangan ku .
" Apa kabar kau , nak ? " Tanya Papa saat melihat ku
" Baik Pa , seperti yang Papa lihat " ucapku sambil tersenyum seraya mendudukkan bokong ku
" Dimana Rain ? " Tanya nya
" Rain aku titipkan pada Ken Pa , dia sedang sedikit demam " Ucapku memulai kebohongan lain nya hingga membuat
wajah kedua orang tua ku terlihat panikan bahkan Mama sampai menghentikan tuangan airnya pada gelas Papa
" Tapi dia sudah mendingan Ma , Pa . Ken bilang dia sudah mengecek nya tadi " Ucapku berbohong lagi dan lagi
" Syukurlah , ucapkan terima kasih pada Ken , nak " ucap Papa menyuruhku dan aku hanya mengangguk paham seraya memulai makan malam kami .
Setelah selesai makan malam dan berbincang-bincang ringan aku pun langsung menyuruh Papa untuk beristirahat , aku memijat bahu Papa dengan pelan sampai akhirnya Papa tertidur . sedangkan Mama , ia masih berada di dapur dan tengah mencuci piring bekas makan kami tadi .
Aku berjalan menghampiri Mama dan membantu Mama hingga membuat Mama tersenyum hangat padaku dan kembali menarik ku untuk duduk dimeja makan setelah kami menyelesaikan pekerjaan kami.
" Cindy , apa kau memiliki sedikit tabungan ? . Apa Mama boleh meminjam nya ? " Tanya Mama dengan suara pelan dan wajah lirih
" Untuk apa ma ? " Tanya ku
" Sewa rumah ini sudah telat 6 bulan nak , Nenek Margareth mungkin tidak mempermasalahkan nya tapi kami hanya merasa tidak enak saja padanya , kami sudah sering merepotkan nya ditambah saat ini dia sedang sakit dan harus dirawat , Apa kau bisa meminjamkan sedikit uangmu , nak ? " Ucap Mama pelan
Nenek Margareth memang sangat baik pada kami , bahkan dia sering kali membelikan Rain baju dulu . aku tersenyum samar kearah mama seolah tengah menenangkan wanita yang tak lagi muda itu .
" Tentu Cindy akan transfer Mama nanti " ucapku menenangkan Mama hingga membuat Mama memelukku dan bergumam terima kasih
__ADS_1
Sejujurnya aku sudah tidak ada uang ditabungan namun aku tidak bisa jujur aku tidak tega pada mama , aku berjanji akan berusaha mencari uang itu untuk aku kirimkan pada Mama.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Saat ini Aku sudah kembali ke new york dan seperti kesepakatan dari Hugo , aku kembali bekerja di toko utama Mona Flower . sebenarnya aku malu karena tiba-tiba datang namun Hugo bilang dia memberikanku Izin jadi sekarang Aku bekerja di toko asli Mona Flower .
Mona orang yang sangat baik dan ramah pada ku dan juga pada karyawan blain nya , ia sering kali membelikan aku dan yang lain makanan seperti pertama kali aku bekerja di sini .
Tak terasa Ini sudah hari ke 3 aku bekerja di toko utama dan aku masih bingung mencari pekerjaan tambahan dimana lagi untuk mengirimkan uang pada Mama , Bahkan aku sudah menjual ponselku namun itu belum juga cukup karna masih tersisa banyak lagi yang harus aku kumpulkan.
Aku menatap jam di pergelangan tanganku yang kini sudah menunjukkan pukul 5 sore dan jam kerja ku pun sudah selesai . saat aku hendak keluar tiba-tiba sebuah mobil yang aku kenali berhenti tepat di depan toko Mona Flower dan tak berapa lama Ken pun keluar dari mobil itu seraya menghampiriku.
" Dari mana kau mendapatkan uang sebanyak itu , Cindy ? " Tanya Ken langsung saat tiba di depan ku
" Michael . dia memberikannya pada ku secara Cuma-cuma " ucapku berbohong dengan suara datar
" Cuma-cuma kau bilang ? . Aku tau Cindy , kau menukar nya dengan Rain . Kemana otak mu , Cindy ! " Ucap Ken marah dengan suara keras hingga membuat aku menatap datar kearah nya
" Bisakah kita berbicara didalam mobil saja ?" Pinta ku seraya mendahului Ken yang mengikuti ku masuk kedalam mobil
Suasana dalam mobil masih terasa hening , Ken hanya fokus membawa mobilnya kesebuah taman dan kami pun segera keluar saat tiba di taman tersebut .
" Apa kau sudah mengirim uang nya ? " Tanya ku langsung saat kami sudah duduk di salah satu kursi taman
" Ya . AP— "
" Bisakah aku meminjam 1 juta dollar lagi padamu Ken ? , Aku janji akan segera membayarnya " ucapku langsung memotong ucapan pria itu
Sejujurnya aku sangat malu untuk mengucapkan hal biru pada Ken namun aku tak memiliki pilihan lain , Saat ini hanya Ken lah harapan ku satu-satunya .
" Untuk apa uang itu ? " tanya nya seraya menatap heran kearah ku
" Aku akan mengirimnya ke rekening mu , Cindy " ucap Ken dan aku mengangguk paham
Saat pria itu hendak berbicara aku pun segera berdiri hingga membuat Ken menatap heran kearah ku .
" Aku harus pergi , Ken . Dan terimakasih karna kau selalu membantu ku " Ucapku tulus seraya meninggalkan Ken yang berteriak memanggil-manggil namaku
Kini aku berjalan mendekat kearah Club malam yang pernah menjadi tempatku bekerja dulu . dengan perasaan ragu aku pun melangkahkan kakiku masuk dan langsung menemui Simone sang manager Club tersebut .
" WOW , suatu kehormatan " ucap Simone mengejek saat melihat kehadiran ku namun aku hanya menundukkan kepalaku saja.
" Ada apa kau kemari , Cindy ? " Tanya nya hingga membuat aku menatap ke arah pria itu
" A...aku ingin melamar pekerjaan " Ucapku pelan seraya meremas ujung bajuku kuat-kuat
" Kau ingin melamar menjadi penghibur disni lagi ? " Tanya Simone dengan senyum remeh nya
" Bukan , bukan pekerjaan itu . aku ingin melamar sebagai pegawai " Ucapku cepat hingga membuat pria itu mengerutkan keningnya
" Tidak , kau tid—"
" Kumohon Tuan , Kau satu-satu orang yang bisa membantuku " Ucapku memohon memotong ucapan pria itu seraya menjatuhkan lutuku kelantai dan menatap wajah Simone yang terlihat tengah memejamkan matanya seolah sedang berpikir
" Baiklah , kau boleh bekerja disini mulailah berkerja sekarang " Ucap Simone pada akhirnya seraya melempar pakaian yang masih terbungkus rapi kearah ku
Aku pun berdiri seraya mengucapkan terima kasih pada pria itu dan aku segera mengganti pakaianku lalu turun kebawah untuk membantu beberapa pegawai yang ada di sana .
Aku tersenyum ramah pada mereka dan membawakan minuman kebeberapa meja , ada beberapa pria yang terang-terangan melihat kearah ku dan beberapa pria yang juga menggoda ku , aku hanya bersikap profesional saat tangan mereka menyentuh pantat ku hingga akhirnya aku dipanggil oleh anak buah Simone untuk menghadap menemui pria itu di ruangan nya.
__ADS_1
" Ada yang menyewamu malam ini Cindy , full booked 24jam , lakukanlah anggap saja ini sebagai pekerjaan lamamu . Pergilah dia sudah mengirimkan uang nya kerekening mu " ucap nya langsung saat melihat kedatangan ku tanpa menatap kearah ku
Aku yang mendengarnya pun hendak protes namun dua orang berbadan kekar yang ada di sana pun langsung menarik kedua sisi lenganku dan membawaku kelantai Atas yang memang difasilitasi untuk melakukan apapun di tempat itu .
Aku terus merontakan tubuhku namun kedua orang itu tak juga melepaskan pegangannya sampai akhirnya sebuah pintu terbuka dan mereka pun langsung melemparku kedalamnya .
Aku memundurkan tubuhku dan menatap seorang pria yang berpakaian rapi tengah duduk di sofa yang ada di kamar itu , aku mencoba membuka pintu kamar tersebut namun gagal dan seakan sadar akan keberadaan tiba-tiba pria itu berdiri dan menatapku . Kulihat matanya yang membulat lalu kembali datar seraya berjalan menghampiriku dan berhenti tepat didepan ku .
" William " ucapnya singkat hingga membuat aku menatap bingung dan takut kearahnya.
" Namaku William kau bisa memanggilku Wily " Sambungnya pelan dan tanpa aba-aba pria itu menarik tanganku dan
membawaku kedalam kamar tersebut
Kulihat pria itu menjatuhkan dirinya di kasur hingga membuat aku hanya memundurkan tubuhku namun pria itu langsung menarik tangan ku hingga aku terduduk ditepi ranjang dekat dengan pria itu .
" Aku tidak akan melakukan apa pun pada mu , aku hanya ingin ditemani saja saat ini " ucapnya pelan hingga membuat aku bernafas lega
Aku masih terdiam tanpa mengeluarkan sepatah kata pun seraya menatap kearah William yang kini terlihat sangat kacau saat ini .
" Aku kehilangan seorang wanita yang sangat aku sayangi , bahkan saat ini dia tengah mengandung anak ku " ucapnya lagi dengan suara lirih
Aku masih terdiam seraya menatap kearah pria itu tanpa berniat untuk menganggu nya , aku hanya membiarkan pria itu melanjutkan ucapan-ucapan nya.
" Kami dulu bersahabat namun hanya aku yang menyukainya sampai akhirnya
dia datang ke apartemen ku dan memintaku untuk berhubungan intim dengannya . dia memintaku untuk menghamilinya namun aku menolak keras hingga akhirnya dia terus memohon padaku . aku memang mencintainya tapi aku tidak bisa karna dia mencintai orang lain dan dengan kehadiran anak yang dikandung nya dia bisa mengikat orang itu untuk bertanggung jawab , tapi itu anak ku dia hendak akan menikah dalam beberapa minggu atau bulan lagi . Dia hamil , dia hamil anak ku " ucapnya lirih dan panjang lebar seraya menatap ku lekat-lekat
" Aku mencoba melepaskan nya agar dia bahagia , aku melapaskan Dia dengan pria yang dia cintai bersama anak ku yang saat ini dia kandung , aku melepaskan nya karena hanya itu yang bisa dilakukan calon ayah untuk melihat orang yang dicintainya bahagia , bukan . aku pikir setelah berhubungan intim dengan ku dia akan memiliki rasa suka padaku setidak nya sedikit tapi aku salah , dia bahkan tidak mencintaiku sama sekali " Sambung nya dan masih menatapku dengan tatapan sendunya .
Seketika ada luka yang sangat jelas terlihat di matanya namun pria itu tidak menangis , dia hanya menatap sendu kearah ku .
" Mengapa kau melepaskan nya ? " Tanyaku pelan pada akhirnya membuka suara ku
" Karena aku ingin dia bahagia , aku ingin orang yang aku cintai merasa bahagia " ucapnya lirih
" Tapi kau sakit , William " ucapku lagi
" Aku lebih suka , aku yang merasakan sakitnya asal bukan dia " Ucap William sendu
Hingga membuat aku menatap William lekat-lekat , dia benar-benar mencintai wanita itu pikirku , bahkan sangat besar pria itu mencintai wanita yang tak pernah mencintai nya .
" Dia sangat mirip dengan mu Nona , Nama nya Gabriella " ucapnya memberitahu ku hingga membuat aku membeku dan tak bergerak sesaat
Aku hanya terdiam dan mencoba untuk berpikir positif mengenai nama tersebut , tidak mungkin Gabriella yang William sebutan adalah kekasih Renal karna setau ku wanita itu adalah wanita terhormat walau sikapnya terlihat arogan .
" Dan nama calon suami adalah Renal , Renal Astan " ucap William lagi hingga membuat aku benar-benar terdiam saat mendengar fakta itu
" Dia akan menjadi ayah dari anak ku nanti " Sambungnya dengan suara pilu
Aku mencoba mencerna semua yang pria itu ucapkan , Jadi Gabriella berbohong pada keluarga Astan ? Jadi wanita itu hamil anak william bukan Renal ?
Aku terus bertanya-tanya dalam pikiran ku seraya menatap kearah William yang terlihat sangat sendu saat ini .
.
.
.
__ADS_1