Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Panggilan Kasih Sayang...


__ADS_3

...MASIH POV RENAL......


.......


.......


.......


Aku pun berjalam menghampiri Rain dan Papa yang sedang bersantai di sofa dan kulihat Rain tengah mengobrol dengan Papa dengan wajah yang terlihat serius.


" Kalian sedang membicarakan Apa ? " Tanyaku seraya bergabung dengan mereka


Rain pun menatap kehadiran ku lalu tersenyum jail padaku hingga membuat aku merasa heran dengan sikap anak itu saat ini .


" Kata Grandpa R-A-H-A-S-I-A " ucapnya hingga membuat aku memutar bola mataku dengan malas,


" Rahasia seperti apa ? " Tanyaku penasaran


" Daddy pengen tau aja , Kata Grandpa seorang laki-laki harus bisa menjaga rahasia , Rain kan laki-laki " ucap Rain menjelaskannya padaku dengan bangga hingga membuat aku tersenyum dan mengacak rambutnya dengan lembut


" Oke , oke . Baiklah " ucapku pasrah


" Omong-omong bunga yang kau bawa itu milik siapa , Renal ? " Tanya Papa seketika namun pandangannya tetap menatap kearah televisi


" Dari seseorang yang menganggu Pa " sahutku seadanya


" Dari Om Hugo Kek , kayaknya Om Hugo itu suka deh sama Mommy " ucap Rain seketika hingga membuat Papa mengalihkan pandangannya kearah Rain seolah meminta penjelasan lebih.


" Om Hugo ? " tanya Papa seraya mengerutkan keningnya


" Iya Om Hugo , dia itu bos nya Mommy kemarin , Om Hugo itu dulu suka banget ajakin Mommy dan Rain makan tapi Rain lebih suka sama Daddy Ken ketimbang sama Om Hugo " ucap Rain menjelaskan panjang lebar hingga membuat Papa semakin mengerutkan keningnya lalu menatap kearahku seolah meminta penjelasan lebih dan lebih


" Ken pegawai Papa , dia adalah General Manager di salah satu Hotel kita sekarang " ucapku menjelaskan dan Papa pun mengangguk paham lalu kembali menatap kearah Rain


" Jadi ada hubungan apa antara Daddy Ken dan Mommy ? " Tanya Papa pada Rain dan aku hanya mendengarkan percakapan mereka saja sambil menatap kearah mereka

__ADS_1


" Daddy Ken yang nolongin Rain kalo ada yang bilangin Rain gak punya Papa , Daddy Ken itu temennya Mommy Kek " ucap Rain menjelaskan


Dan seketika kulihat Papa menatap kearah ku lagi sambil tersenyum namun aku benar-benar muak dan kesal dengan senyum yang Papa berikan kali ini , pasalnya Papa seperti memberikan senyuman yang mengejek kearah ku .


" Tidak kusangka orang yang kau kejar sangat laku dipasaran , Renal " ucap Papa mengejekku hingga membuat aku mengeram kesal tanda tidak suka


" Pa , Cindy itu bukan barang " ucapku kesal namun Papa hanya tersenyum kecil


" Papa tau , dia sangat istimewa bagimu , bukan " ucap papa seketika seraya mengalihkan pandangannya kearah televisi.


Aku pun tersenyum samar saat mendengar ucapan Papa , aku pikir meyakinkan Papa itu sangat sulit namun nyatanya dia paling mengerti hingga membuat aku merasa sangat lega .


Aku menatap Rain dan Papa yang tertawa bersamaan saat melihat siaran kartun yang ada didepannya , dan entah kenapa saat ini aku benar-benar siap untuk menjalin semuanya dengan Cindy , tidak ada lagi keraguan dan ketakutan yang bersarang di hati ku saat ini seperti dulu .


Saat ini aku benar-benar siap , aku ingin menembus semua kesalahan yang telah ku lakukan pada Cindy dan Rain dulu . aku ingin suatu saat nanti bisa melihat tumbuh kembang anak kedua , ketiga atau kesepuluh ku nanti , aku tidak ingin melewati masa tumbuh mereka seperti saat Rain dulu , Aku ingin melihat mereka ketika mereka belajar berjalan dan memanggil sebutan ' Daddy ' untuk pertama kalinya , aku tidak ingin melewatkan masa-masa itu lagi , masa dimana tidak pernah ku rasakan saat Rain lahir dulu , aku ingin menjaga dan merasakan nya .


" Renal " Panggil Papa seketika hingga membuat aku tersadar dari lamunan ku


" Apa kau benar-benar mencintainya ? " Tanya Papa serius


" Tentu , apa aku terlihat seperti bermain-main ? " Tanyaku balik seolah tak terima atas keraguan Papa


" Baiklah , Papa tenang saja . Renal janji akan secepatnya mendapatkan Cindy " ucapku meyakinkan Papa dan Papa pun kembali menatap kearah televisi


" Terima kasih , Pa " Sambungku tulus dengan suara pelan


Entah kenapa saat ini aku ingin sekali secepatnya menarik Cindy untuk segera membina rumah tangga denganku dan mengucapkan ikatan suci sehidup semati dan menjadikan Cindy satu-satunya miliku dan melahirkan bayi-bayi kecil yang lain lagi . Meskipun suatu saat Cindy tidak bisa lagi melahirkan anak untuk namun itu tidak masalah untuk ku karna aku sudah memiliki Rain , bagi ku memiliki Rain sudah lebih dari cukup . Rain adalah malaikat kecilku yang sangat berharga sama halnya dengan Cindy .


" Makan siang sudah siap " ucap Cindy yang tiba-tiba seraya menghampiri kami


Rain pun berdiri dengan wajah riangnya dan diikuti dengan Papa seraya berjalan mendahului kami kearah meja makan ,


Aku dan Cindy pun berjalan bersama menuju meja makan dan tangan usilku langsung merangkul pinggang Cindy hingga membuat wanita itu menatap horor kearahku namun aku tidak memperdulikan tatapan tersebut .


" Apa yang kalian bicarakan ? " Tanya Cindy seketika dengan suara yang terdengar berbisik

__ADS_1


" Bukan sesuatu yang penting , Sweetheart " ucapku santai dengan suara normal hingga membuat Papa mendengar ucapan ku dan berdeham keras hingga membuat semu merah menghiasi wajah Cindy


" Sial , Cindy benar-benar menggemaskan " ucapku dalam hati seraya menatap kearah Cindy yang terlihat tengah malu


" Itu hal biasa , semacam panggilan kasih sayang " Ucapku pada Papa dengan sangat santainya hingga membuat Papa mendegus geli dan Rai hanya terdiam tak mengerti apapun


Kami pun kini bergabung dimeja makan dengan makanan yang sudah siap tertata dimeja makan bahkan Mama pun sudah duduk dengan manis di sana .


" Kalian benar-benar sangat mirip , saat kalian melihat makanan yang kalian suka , wajah kalian seperti tengah melihat sebongkah berlian " ucap Papa seketika menyindirku dan Rain namun aku hanya memasang senyum mengejek berbanding terbalik dengan Rain , anak itu malah terlihat sangat Riang saat melihat makanan yang ada di depannya


" Yeay Ayam BBQ " ucap Rain riang seraya mulai memberikan piringnya pada Cindy dan Cindy pun mengambilkan nasi dan juga lauk pauknya untuk Rain


" Ambilkan aku juga " ucapku tidak mau kalah hingga membuat Cindy memutarkan bola matanya dengan malas


Dan lagi-lagi aku juga mendapat sindiran dari Papa , sepertinya Papa sekarang lebih suka menganggu hidup kami , pikirku .


Kami pun memakan makanan kami dengan nikmat bahkan tidak ada yang berbicara sedikit pun . Sampai akhirnya kami menyelesaikan makan siang kami .


Cindy pun membereskan meja makan seperti biasanya dan saat Mama melarang Cindy agar tidak melakukan namun wanita itu hanya tersenyum lembut kearah Mama dan tetap melakukan pekerjaan nya .


" Apa ada yang bisa aku bantu ? " tanyaku tiba-tiba hingga membuat Cindy terkejut dan hampir saja wanita itu menjatuhkan gelas yang ada di tangannya


" Kau mengagetkanku Renal " ucapnya mengeluh dan aku terkekeh pelan lalu mengambil alih gelas yang sudah Cindy cuci dan meletakkan nya ditempat yang seharusnya


" Apa orang tua mu berbicara sesuatu yang — "


" Tidak , mereka hanya ingin menyampaikan sesuatu pada mu Cindy , Setelah selesai membersihkan piring kotor kau bisa mendengar apa yang mereka ingin sampaikan dan lagi jangan takut pada mereka , saat ini mereka sudah jinak " ucapku seenaknya memotong ucapan Cindy dengan senyum lebar ku namun wanita itu hanya mengangguk paham lalu kami kembali terdiam dan kini hanya terdengar suara air yang dikeluarkan di keran yang memecahkan kesunyian kami saat ini .


" Kali ini Papa tidak akan mencegah keinginan ku , Cindy . Saat ini Papa sudah menerima mu " Ucapku tiba-tiba hingga membuat wanita itu menatap kearah ku


" Renal , aku pikir sebaiknya — "


" Kau diam saja Cindy , bukankak saat ini aku yang akan membuatmu jatuh cinta kepadaku ? , jadi tetaplah diam dan saksikan saja " Ucapku pelan memotong ucapan Cindy seraya mengelap tangan ku lalu mematikan keran air dan kembali menatap kearah wanita itu


" Aku mencintaimu , Cindy " ucapku lagi seraya mengecup pipi Cindy hingga membuat wanita itu terkejut karna ulahku

__ADS_1


Cindy pun langsung menghindari kontak mata kami karna malu dan itu benar-benar membuatku ingin sekali memakan wanita itu .


" Sial sampai kapan aku harus menahan singa lapar dalam diriku ini ? " Ucapku dalam hati seraya terus menatap kearah Cindy


__ADS_2