
...MASIH POV CINDY.....
.......
.......
.......
Setelah acara yang kami sebut dengan kencan itu pun akhirnya kini telah berakhir , saat ini kami telah berada di apartemen dan aku berniat untuk menyiapkan makan malam untuk kami berdua .
Aku pun kini mulai fokus mengerjakan pekerjaan ku di dapur seperti biasanya , dan aku juga tidak lupa menyiapkan minuman kesukaan Renal yaitu Milkshake .
Saat aku tengah memasukkan Milkshake tersebut kedalam gelas tiba-tiba Renal datang menghampiri ku dan mengambil segelas Milkshake yang sudah kumasukkan kedalam gelas lain dan kulihat Renal langsung meminumnya tanpa meminta izin terlebih dulu padaku .
Seketika aku memperhatikan tampilan Renal saat ini dari ujung kepala hingga ke ujung kaki pria itu , penampilan Renal saat ini sangat terlihat tidak biasa pasalnya pria itu hanya memakai celana trening pendek dan juga jaket Adidas nya .
" Kau mau kemana ? " Tanyaku seketika hingga membuat pria itu menghentikan minumnya dan menatap kearah ku
" Olahraga " ucapnya singkat seraya meletakkan gelas yang ada di tangannya
" Olahraga ? " Tanyaku sambil menatap heran
" Iya , aku akan joging sebentar di seputaran gedung apartemen dan akan kelantai atas untuk melatih otot-otot ku disana " ucapnya santai namun aku masih terus menatap heran kearah pria itu
" Tumben ? " Tanyaku heran
" Ini masalah serius , sayang " ucap Renal serius namun aku semakin tidak mengerti dengan ucapan pria itu
" Berikan aku telunjuk mu " ucapnya lagi tiba-tiba
" Untuk apa ? " Tanya ku bingung
Dan tanpa menunggu persetujuan dari ku Renal pun langsung mengambil telunjukku dan meletakkannya diperut pria itu , aku yang mendapat perlakuan tersebut pun reflek menarik telunjukku untuk menjauh namun Renal tetep menahan tangan ku .
" Apa kau merasakan nya ? " tanya Renal seraya menusuk-nusukkan telunjukku kearah perutnya dengan pelan
" Merasakan apa ? , Aku tidak mengerti , Renal " ucapku bingung
" Perutku berlemak dan Abs nya sudah hampir menghilang " ucapnya mendrama
" Renal " panggilku pelan
" Bisa saja nanti karena alasan ini kau meninggalkan ku , Cindy " ucapnya dengan wajah khawatir
" Kau terlalu berlebihan Renal , kau tau itu " Ucapku datar dan hendak meninggalkan pria itu namun Renal segera menahan tangan ku
" Aku serius Cindy , coba kau lihat perutku , ini sudah sedikit membengkak " ucapnya mendramatisir keadaan hingga membuat aku menggelengkan kepalaku saat mendengar drama pria itu
Aku benar-benar tidak habis pikir dengan sikap dan jalan pikiran pria itu , saat ini aku benar-benar tidak melihat sosok Renal yang dingin , ketus dan suka memerintah seenaknya . Dan saat ini yang kulihat justru Renal yang berlebihan dan terlihat amat sangat lebay seperti anak kecil .
Seketika Renal menarik resleting jaketnya dan didalam jaket itu Renal tidak mengenakan apapun , dan seketika kulihat Renal menunjuk kearah tempat yang pria itu bilang padaku , dan memang benar perut nya memeng terlihat membuncit namun itu hanya sedikit lemak saja , pikirku .
" Kau terlalu berlebihan Renal , sudahlah sebaiknya kau duduk saja disini karna sebentar lagi masakan yang kubuat akan selesai " Ucapku seraya melangkahkan kakiku menuju dapur untuk melihat SOPku yang hampir saja kulupakan karna obrolan Renal tadi
" Tidak , aku akan tetap pergi , sayang . Pastikan masakan mu tidak mengandung banyak lemak karna aku bisa kehilangan abs-abs ku nanti dan hanya menyisakan satu Pack di perutku yaitu perut buncit " ucapnya panjang lebar seraya mengecup kilas kedua pipiku
Aku yang mendapat perlakuan tersebut pun hendak protes namun kini Renal sudah berlari pelan menuju pintu apartemen , aku pun hanya menghela nafasku seraya menatap kearah pria itu menghilang sambil menggelengkan pelan kepalaku .
Aku membereskan dapur setelah menyelesaikan masakan ku , aku berniat akan makan nanti bersama dengan Renal jika pria itu sudah kembali .
__ADS_1
Setelah menyelesaikan pekerjaan ku , Aku pun kembali kekamar Renal yang kini sudah menjadi kamarku juga sejak kami pulang dari kencan tadi .
Saat aku hendak melangkah menuju kamar mandi yang ada di kamar tersebut tiba-tiba mataku menatap sesuatu diatas ranjang , sebuah kotak persegi panjang bewarna biru laut yang ada disana .
Aku pun segera meraih kotak tersebut dan melihat ada kertas kecil yang bertuliskan namaku disana . Aku segera membuka kotak tersebut dan mendapati sebuah ponsel keluaran terbaru , dengan rasa penasaran aku pun mengeluarkan Ponsel tersebut dari kotaknya .
Aku memperhatikan benda pipih tesebut dan menghidupkan nya , seketika aku tersenyum kecil saat melihat gambar yang ada di layar diponsel tersebut .
Gambar di layar itu adalah foto aku dan Renal yang sedang kencan tadi , kami memang sempat mengambil beberapa gambar tadi saat kami berkencan dan salah satunya yang ada dilayar ponsel ini .
Aku terus tersenyum seraya menatap kearah layar ponsel tersebut sampai akhirnya ponsel yang kupegang itu pun tiba-tiba berbunyi , aku menggelengkan kepalaku saat mendapati ID yang ada dilayar tersebut ' Husband '.
Aku menatap tulisan tersebut sambil menggelengkan kepalaku , ku pikir Renal benar-benar kekanak-kanakan , aku pun segera menekan tombol hijau yang ada di layar tersebut .
" Kau sudah melihat ponsel barumu ? " ucapnya langsung tanpa mengucapkan salam apapun
" Hm " Sahutku singkat
" Itu milikmu sayang . Apa kau suka gambar yang ada dilayar itu ? " ucapnya lagi
" Iya aku suka , tapi kau terlalu berlebihan , Renal " ucapku
" Tidak Cindy , ini tidak berlebihan jika untuk Kekasihku dan juga calon istriku " ucapnya lembut dan itu sukses membuatku malu hingga aku mengigit bibir bawahnya agar aku tidak tersenyum terlalu lebar dan untungnya Renal tidak melihat kondisi wajahku saat ini
" I Love You , Mommy " ucap Renal lagi dengan seketika hingga membuat wajahku memerah sempurna , jika Renal melihat keadaan ku saat ini mungkin pria itu akan menggoda ku habis-habisan , pikirku .
" I Love You , Mommy " ucapnya lagi saat tak kunjung mendapat jawaban dariku
Aku yang merasa malu pun hanya terdiam seraya menetralkan diriku dan detak jantungku , saat ini aku merasa seperti remaja yang tengah di mabuk cinta dan merasakan puber pertamanya .
" I Love You , Mommy " ucap Renal lagi dan lagi
Saat ini aku benar-benar malu , aku pun segera menjatuhkan tubuhku kekasur dan membenamkan wajahku dengan salah satu bantal yang ada di sana .
Aku pun berteriak sekencang-kencang nya agar menghilangkan rasa debaran dan kebahagiaan yang sangat meluap dalam diriku sampai-sampai aku khawatir bahwa aku akan gila saat ini .
" Renal bisa membuatku gila kembali jika dia terus seperti ini " Ucapku dalam hati dan aku pun langsung menggelengkan kepalaku dengan bantal yang masih menutupi wajahku
Seketika aku pun melepaskan bantal yang ada diwajahku dan menduduki diriku di kasur seraya mengambil kembali ponsel yang tadi sempat aku taruh asal di ranjang .
Aku pun langsung membuka aplikasi messenger dan mengetik sesuatu di sana sambil tersenyum sendu .
...----------------...
📨 TO : RENAL
" Aku mencintaimu Renal , kumohon jangan tinggalkan aku lagi ya "
*send*.
...----------------...
Tanpa menunggu lama ponsel yang aku pegang pun kembali berdering dengan segera aku kembali memencet tombol hijau dan menempelkan benda pipih itu ke telinga ku.
" Kenapa tiba-tiba mengirimi aku pesan seperti itu ? " Ucap Renal protes dari sebrang sana dan kudengar suara Renal yang terputus-putus seolah tengah menstabilkan nafasnya
" Aku hanya takut saja " ucapku jujur.
" Ada apa ? " Tanyanya lembut hingga membuat aku gugup dan meremas ujung bajuku
__ADS_1
" Aku hanya takut kebahagiaan ini hanya sesaat , Renal " ucap ku jujur dan kudengar suara helaan nafas pelan dari seberang sana
Sejujurnya aku berat-berat takut akan kebahagiaan yang tengah aku rasakan saat ini , aku takut jika kebahagiaan ini hanya sesaat .
Seketika rasa sakit yang dulu kurasakan kembali hadir hingga membuat pikiran dan perasaan ku menjadi kacau dan takut secara bersamaan .
" Aku akan usahakan ini kebahagiaan yang selamanya , Cindy " ucapnya lembut
" Kau tidak perlu takut , karna aku tidak akan meninggalkanmu lagi , aku janji " sambungnya lagi meyakinkan ku
" Tapi dulu kau juga berjanji , Renal " Ucapku lirih saat mengingat masa lalu kami
Saat ini aku tidak perduli jika Renal akan menganggapku seperti apa, aku hanya ingin jujur mengenai perasaan yang tengah aku rasakan saat ini , perasaan takut akan kehilangan dan kembali dicampakkan seperti dulu . Ini seperti trauma berkepanjangan yang ada dalam dirimu .
Sambungan telepon kami masih terhubung namun aku tidak mendengar ada jawaban dari sebrang sana , yang kudengar hanya langkah kaki yang tengah berlarian dan semakin lama semakin terdengar jelas di telingaku .
Dangan seketika pintu kamarku pun terbuka dan menampikan Renal yang setengah menunduk seolah tengah mengambil nafasnya , tak lama kemudian Renal pun berjalan kearah ku dengan wajahnya yang terlihat merah karena kelelahan bahkan keringat diwajahnya benar-benar membasahi wajah tampan pria itu dan beberapa anak rambutnya tercampur dengan air keringatnya sendiri.
" Apa kau baik-baik saja , hm ? " Tanyanya lembut seraya berjongkok tepat di hadapanku
" Aku takut Renal , aku takut kau akan meninggalkanku dan mencampakkan ku kembali seperti dulu , aku takut memberikan semua hatiku padamu , aku takut kau akan menyakitiku lagi , aku tidak mau merasakan sakit itu lagi Renal , aku takut sungguh , aku takut semua yang aku rasakan saat ini akan hilang sesaat lagi , aku takut dengan apa yang ada saat ini " Ucapku panjang lebar dengan suara bergetar melepaskan semua yang ingin aku ucapkan
Seketika kurasakan pandanganku memudar karna air mata yang menutupi penglihatan ku dan detik berikutnya air mata itu pun membasahi pipiku hingga membuat aku memperlihatkan kelemahan ku lagi di depan pria itu , seketika kurasakan Renal menyentuh pipiku dan menghapus air mataku dengan ibu jari nya.
" Tidak ada yang akan meninggalkan mu sayang , jangan takut " ucapnya menenagkan ku
" Kau dulu juga berjanji tidak akan meninggalkanku Renal , tapi apa ? . Kau malah meninggalkan ku " Ucapku mengungkitnya lagi hingga kuliat raut wajah Renal yang berubah sendu dan menatap ku dengan tatapan menyakitkan di matanya
" Ak—"
" Kau terus bejanji tapi nyatanya kau masih meninggalkan ku , bahkan setelah aku memohon kau masih meninggalkan ku , Renal aku tidak mau kesakitan itu lagi, aku sudah tidak mau merasakan kesakitan itu lagi " Ucapku lirih memotong ucapan pria itu seraya menundukkan kepalaku dan menyembunyikan air mataku yang kini terus mengalir semakin deras .
" Jadi sekarang yang kau inginkan seperti apa , Cindy " ucap Renal pelan seperti tercekat ditenggorokan nya sendiri
Aku terdiam tak menjawab ucapan pria itu pasalnya aku juga tidak tau apa yang benar-benar aku inginkan saat ini .
" Kau ingin aku meninggalkanmu sekarang ? " tanya Renal lagi hingga membuat aku segera menatap pria itu dengan cepat dan kulihat mata Renal yang memerah bahkan di matanya terlihat rasa sakit yang semakin menguat
Aku pun menggeleng cepat , secepat yang aku bisa . Aku tidak mau Renal meninggalkan ku lagi.
" Jadi apa yang sebenarnya kau inginkan sekarang , Cindy ? " Tanyanya lagi dengan suara yang hampir terdengar putus asa
" Aku— "
"Aku mencintaimu , aku tidak akan meninggalkanmu lagi sebisa ku , aku benar-benar tidak akan meninggalkanmu Cindy " Kata Renal tulus memotong ucapan ku
Aku hanya menatap Renal dengan tatapan senduku dan segara memeluk tubuh pria itu dengan seketika dan menyembunyikan wajahku pada puncuk lehernya.
" Jangan tinggalkan aku lagi " ucapku lirih dan kurasakan kecupan-kecupan kecil dipucuk kepalaku.
" Tidak akan , aku tidak akan meninggalkanmu jadi jangan Khawatir dan berpikir hal yang tidak perlu , aku tidak akan meninggalkanmu Cindy , sekarang berhentilah menangis " ucapnya menenangkan ku namun aku masih menangis pelan dan saat Renal hendak melihat wajahku aku segera memeluk tubuh pria itu dengan erat hingga kudengar tawa pelan dari mulut pria itu
" Baiklah , kau bisa menangis sepuas mu , sayang " ucapnya padaku seraya terus mengelus lembut kepala dan punggungku
" Kumohon janganlah memikirkan hal yang tidak penting , Cindy ? " Ucapnya lagi seraya menatap kearah ku setelah aku mengangkat wajahku dan menatap kearah nya
Kurasakan Renal mengusap sisa-sisa air mataku dan aku hanya mengangguk lemah , setidak nya rasa khawatir yang kurasakan saat ini tidak semenakutkan seperti sebelumnya bahkan kini aku sudah merasa sedikit tenang .
Aku akan terus meyakinkan diriku agar bisa memulai semuanya dari awal dengan baik bersama Renal dan tentunya juga dengan malaikat kecil ku yaitu Rain .
__ADS_1