Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Koran ..


__ADS_3

...MASIH POV RENAL .....


.......


.......


.......


Aku pun meninggalkan pekarangan rumah kedua orang tua ku dengan menaiki sepeda BMX ku dulu hingga akhirnya aku sampai di mini market yang tidak terlalu jauh dari rumah ku .


Sekilas aku melirik jam yang ada di tanganku yang kini sudah menunjukkan pukul 06 : 46 malam , aku pun masuk kedalam mini market dan disambut seperti biasanya namun aku tidak memperdulikan mereka dan segera membeli beberapa jenis buah-buahan yang aku inginkan namun tanpa sadar tangan ku memasukkan banyak makanan dalam keranjang yang aku dorong saat ini seperti yogurt , puding , sereal dan banyak lain nya rasa-rasanya aku ingin sekali memakan itu semua .


Selesai membeli makanan dan sebotol air yang segera aku minum , aku pun langsung berjalan kearah meja kasir dan meletakkan semua belanjaan ku termasuk botol air mineral yang sudah kosong .


Sekilas aku melirik kearah sekitar yang terlihat lumayan ramai namun tiba-tiba mataku terjatuh pada sebuah koran yang berada tidak jauh dariku , aku pun berjalan kearah tumpukan koran tersebut dan membaca judul besar yang ada di dalamnya .


" Brengsek " umpatku kesal saat melihat tulisan besar yang ada pada koran tersebut


...----------------...


' pengusaha Muda Renal Astan yang terlihat beberapa kali berkencan dengan wanita kelas atas kini menjatuhkan pilihannya pada seorang wanita biasa yang bernama Cindy Milen '


' Cindy sendiri diketahui adalah mantan pegawai office girls di perusahaan yang Renal pimpin , wanita itu pernah bekerja di banyak tempat bahkan beberapa sumber terpecaya menyebutkan bahwa pasangan dari Renal Astan ini pernah menjadi wanita penghibur untuk beberapa client , mereka diketahui menjal— '


...----------------...


Aku mengeram marah saat membaca


beberapa kalimat di koran tersebut . Aku pun memejamkan mataku seolah tengah menahan amarah yang sudah sampai di ubun-ubun kepalaku .


Bukan hanya satu koran melainkan banyak koran-koran lain nya bahkan di majalan-majalah lokal pun sudah ikut membahas masalah itu , akh sialan . Aku benar-benar sangat marah saat ini .


Aku terus mengingat penerbit koran itu dan segera menuju kasir untuk membayar semua belanjaan ku.


Setelah membayar semua belanjaan ku , aku pun duduk didepan Mini market denagn ponsel yang berada di telinga kananku . rasa marah kini masih menguasai diriku sampai akhir panggilan teleponku pun terhubung .


" Ada apa , Tuan ? " Tanya Adrian formal dari seberang sana


" Jemput aku " ucapku datar seraya menyembutkan alamat dimana aku berdiri saat ini


Aku pun menunggu di sana sekitar lima belas menit sampai akhirnya mobil yang dikendarai Adrian berhenti didepan ku .


" Bawa masuk semua belanjaan ku dan juga sepedaku " perintahku dan Adrian pun mengangguk paham

__ADS_1


" Hancurkan D'rios " Ucapku datar penuh ancaman saat kami sudah masuk kedalam mobil


" D'rios ? , Kantor penerbit yang minggu lalu baru saja mendapat penghargaan ? " Tanya Adrian heran


" Aku tidak tau , hancurkan saja D'rion jangan sampai ada yang tersisa " ucapku datar.


" Itu akan sulit Tuan " ucap Adrian


" Aku tidak peduli Adrian , aku mempekerjakan mu untuk melakukan hal beguna semacam itu " ucapku datar dan Adrian pun hanya menghela nafas nya


" Dan juga cari tau mengenai surat kabar dan apapun yang membuat nama Cindy menjadi buruk , aku tidak akan membuat mereka bernafas lega dengan uang yang mereka dapatkan dari menjelekkan nama calon istriku , mereka akan kuhabisi karena berani menulis dan memikirkan wanitaku " ucapku datar bahkan sangat datar


" B-aik " sahut Adrian gugup


" Pastikan penurunan saham mereka anjlok besok , lakukan dengan cara kotor sekalipun aku tidak perduli " ucapku lagi


dan Adrian pun hanya mendesah malas sebelum mengiyakan ucapan ku


Tidak ada yang boleh menyakiti Wanitaku seujung kuku-pun jika itu terjadi aku akan menghabisi mereka sampai ke akar-akarnya .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Aku pun kembali kerumah tepat pukul delapan malam . Dengan santainya aku berjalan memasuki garasi rumah dengan menenteng sepeda dan juga sekantung belanjaan ku , sementara Adrian sudah pergi dia memiliki banyak tugas malam ini .


" Sayang kau sudah bangun " sapa ku saat melihat Cindy yang tengah terdiam seraya menekan jari nya hingga membuat wanita itu terlihat kaget dan segera menyembunyikan tangan nya dibelakang punggung saat mendengar panggilan ku


" Oh.. hay , Renal " sahutnya pelan


" Apa yang kau sembunyikan ? " Tanyaku seraya berjalan mendekatinya dan meletakkan kantung belanjaan ku dimeja Pantry namun saat aku berjalan mendekati Cindy tiba-tiba wanita itu malah mundur dengan perlahan hingga membuat aku merasa heran


" Kau dari mana Renal ? " Tanya nya mengalihkan pembicaraan ku


" Apa yang kau sembunyikan , Cindy ? " tanya ku dengan suara yang sedikit berbeda


" Tidak ada apa-apa Renal , sebaiknya kau menunggu dimeja makan aku akan menyelesaikan masakan terakhir " ucapnya pelan namun aku semakin mendekat kearah Cindy dan menarik tangannya secara paksa


" Cindy " ucapku mengeram marah.


" Itu hanya luka kecil Renal , aku hanya perlu mencucinya dan memberikan antiseptik jika kau takut " ucapnya pelan dengan wajah yang terlihat takut


" Bukankah sudah kubilang kau harus berhati-hati saat di dapur ! " ucapku dengan suara sedikit membentak


Aku pun langsung menarik tangan Cindy dan segera membersihkan luka pada jari telunjuknya dengan air yang mengalir lalu mendudukkan nya diatas meja Pantry selagi aku mengambil kotak p3k yang ada disamping Kulkas.

__ADS_1


" Re — "


" Diamlah , jika kau masih melukai dirimu seperti ini aku akan melarang mu berada di dapur " Bentak ku lagi memotong ucapan wanita itu seraya memakaikan plester pada jari wanita itu


" Tap— "


" Aku benci melihat mu terluka , jika kau masih ceroboh dan membiarkan dirimu terluka aku akan mengurungmu dikamar , Cindy " Ucapku geram hingga membuat Cindy menundukkan kepalanya sementara aku pun mengatur nafasku untuk menenangkan emosiku


" Maaf " ucapnya lirih


" Ada apa Renal ? " Tanya Mama tiba-tiba saat mendengarkan suara ribut-ribut di dapur hingga membuat aku menolehkan pandanganku kearah Mama


" Lainkali jangan biarkan Cindy berada di dapur sendirian , dia bisa melukai dirinya seperti ini " Ucapku pada Mama seraya menunjukkan jari telunjuk Cindy yang sudah di lapisi Plaster.


" Astaga Renal itu hany— "


" Cindy tidak boleh terluka sedikitpun Ma " ucapku lagi memotong ucapan Mama


" Maafkan aku , aku tidak apa-apa " ucap Cindy dengan suara pelan hingga membuat aku menghela nafas dan memeluk tubuh Cindy yang masih terduduk di meja Pantry


" Lain kali berhati-hatilah Sayang , aku tidak suka melihatmu terluka " ucapku pelan dan seketika kurasakan isakan dari mulut Cindy dan tak berapa lama juga kudengar suara dengusan halus dari mulut Papa namun aku mengabaikan nya .


" Renal " panggil Cindy dengan suara pelan bahkan sangat pelan mungkin hanya aku yang dapat mendengarnya


" Hm " gumam ku menyahuti ucapan wanita itu


" Aku malu " ucap Cindy seketika


" Biarkan saja , mereka juga pernah muda " ucapku ku seraya terus memeluk tubuh Cindy


Cindy pun hanya terdiam dipelukan ku , sementara Papa , Mama dan Rain sudah meninggalkan dapur , awalnya Rain sempat protes namun anak itu tetap ditarik paksa keluar oleh Papa dan Mama , mereka seolah tak berminat untuk melihat adegan kami saat ini .


" Apa yang kau beli , Renal ? " Tanya Cindy setelah aku melepaskan pelukan ku dan Cindy sudah turun dari meja pantry


" Strawberry dan beberapa buahan lainya dan juga makanan lainnya " ucap Renal memberitahukan


" Aku akan memasukkan semua ini ke kulkas sebentar " ucapku lagi seraya mengambil kantung belanjaan ku lalu mulai mengeluarkan semua buah-buahan dan jajanan yang aku beli tadi


" lanjutkan lah acara memasak mu , aku akan mengjagamu dan memastikan kau tidak akan terluka lagi kali ini " ucapku setelah menyelesaikan tugas ku dan kembali berdiri di dekat Cindy


" Tap— "


" Tidak ada tapi-tapian sayang , cepatlah aku lapar sekarang " ucap ku cepat memotong bantahan Cindy

__ADS_1


__ADS_2