
POV RENAL...
.
.
.
Kini aku menatap mata Cindy yang terlihat gugup namun di sisi lain ada pancaran marah yang terlihat di mata wanita itu , aku pun mengalihkan pandangan ku kearah Rain yang tengah menatap penuh harap kearah kami .
" Aku hanya bercanda " Ucap ku pelan pada wanita itu dan aku yakin Cindy mendengarnya karna jarak kami sangatlah dekat
Aku pun melepaskan kurungan ku pada wanita itu dan berjalan menuju kearah Rain .
" Waktu nya untuk tidur jagoan " ucapku seraya menggendong Rain dan membawa tubuh kecil itu menuju kamarnya tanpa menolehkan pandangan ku kearah belakang.
Aku membawa Rain kekamarnya dan menidurkan tubuh Rain di ranjangnya seraya membaringkan tubuhku di samping Rain , berbaring di dekat Rain sangatlah nyaman menurutku .
" Jadi Rain bener-bener bisa punya adik , Dad ? " Tanya Rain lagi dengan tiba-tiba hingga membuat aku tersenyum geli saat mendengarnya , Sebegitu bersemangat kah dia ingin memiliki adik , pikirku .
" Bisa sayang , sangat bisa . Tapi jika sepuluh rasanya itu tidak mungkin bisa " ucapku dan Rain pun mengangguk seolah mengerti dengan ucapan ku
" Apa Daddy dan Mommy akan menikah ? " Tanyanya lagi namun saat aku hendak menjawab pertanyaan Rain tiba-tiba pintu kamar Rain pun terbuka dan menampilkan Cindy yang tengah berjalan kearah kami dan menduduki tubuhnya di tepi ranjang
" Rain belum tidur ? " Tanya wanita itu pada Rain
" Belum Mommy , Rain belum ngantuk " sahutnya seraya menatap kearah Cindy
Sedangkan aku hanya terdiam sambil mengelus lembut kepala Rain seraya memeluk erat tubuh kecil itu .
" Masa ? , Mommy lihat mata Rain sudah mau terpejam gitu " ucapnya menggoda Rain hingga membuat Rain tertawa seraya membuka matanya lebar-lebar
" Rain mau tidur ditemenin Mommy dan Daddy " ucapnya manja dan tanpa disuruh dua kali Cindy pun langsung bergabung dengan kami di ranjang , Cindy pun membaringkan tubuhnya disebelah Rain di sisi satunya
" Rain seneng deh , Rain selalu ngebayangin seperti ini setiap hari " ucap Rain mulai bercerita namun aku dan Cindy hanya terdiam membiarkan anak itu bercerita seraya terus menatap kearah Rain
Rain pun menatap kearahku dan Cindy secara bergantian , bagiku Rain adalah versi kecil dari Cindy .
" Rain seneng banget deh punya Daddy sekarang " ucapnya lagi hingga membuat aku tersenyum lembut
" Daddy juga senang punya Rain sekarang , maafkan Daddy ya , Rain " Ucapku pelan seraya mencium pipi tembam milik Rain
" Rain berharap kita selalu seperti , Rain gak mau kehilangan Daddy lagi " Ucap Rain lirih hingga membuat aku melihat raut wajah Cindy yang tidak bisa ku ditebak
" Mommy Sayang gak sama Daddy ? " Tanya Rain tiba-tiba hingga membuat Cindy menatap kearah ku sekilas
Dan entah kenapa tiba-tiba detak jantung ku semakin berdetak dengan kuat saat menunggu jawaban dari wanita itu .
__ADS_1
" Tentu , jika Mommy tidak sayang Daddy , mana mungkin Rain bisa lahir ke dunia ini " ucapnya lembut sambil tersenyum lebar kearah Rain hingga membuat jantung ku benar-benar berdetak semakin gila di buatnya
" Rain mau dipeluk sama Daddy dan Mommy " ucapnya manja hingga membuat Cindy mendekatkan tubuhnya kearah Rain seraya meletakkan tangannya kearah pinggang kecil Rain
Aku pun juga mendekatkan tubuhku kearah Rain dan memeluk mereka berdua dengan tangan besar ku dan kurasakan Cindy hanya terdiam tidak bergerak sedikitpun .
" Sekarang kalian berdua tidurlah " suruhku pada mereka berdua dan Rain pun hanya mengangguk patuh dalam pelukan kami
" Good Night , sayang " Ucapku lembut seraya mengecup kening Rain
" Good Night Daddy " sahutnya sambil menguap pelan seraya memejamkan matanya yang sudah terlihat mengantuk
Aku pun mencoba untuk mendekatkan wajahku pada Cindy dan berusaha untuk mencium kening wanita itu lalu turun kearah bibir mungil milik Cindy .
" Good Night Sweetheart " ucapku pelan sambil tersenyum tipis saat melihat wajah merah Cindy yang berusaha ia tutupi dengan mata terpejam nya
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Keesokan harinya...
Tidak ada tidur yang pernah kualami senyaman ini , aku terbangun saat kurasakan tumpuan beban pada perut ku dan juga tusukan-tusukan pelan pada pipiku saat ini .
Aku pun akhirnya membuka mata ku karena merasa terganggu , dan wajah yang pertama kali aku lihat adalah wajah Rain yang tengah tersenyum lebar seraya terduduk diatas perutku .
" Morning Daddy " ucapnya mengapa ku sambil tersenyum lebar dan mencium pipiku
" Rain , biarkan Daddy mu mandi , sekarang turunlah dari perut Daddy " ucap seseorang memerintahkan Rain dengan suara lembutnya
Tanpa menoleh pun aku tau itu suara siapa dan lagi kami hanya tinggal bertiga di tempat ini . Aku menolehkan pandangan ku kearah sumber suara tersebut dan melihat Cindy yang tengah membawa keranjang pakaian kotor di tangan nya .
Seketika kurasakan beban pada perutku menghilang dan ternyata Rain sudah turun dari perutku dan kini anak itu tengah berdiri di samping tubuhku .
Aku segera membangunkan tubuhku dan mengacak-acak rambut Rain dengan gemesnya .
" Kau bisa meletakkan nya disana , Cindy , nanti aku akan menyewa jasa londry untuk mengambil nya " ucap ku pada Cindy setelah mendudukkan tubuhku di ranjang
Cindy yang berada diambang pintu pun menolehkan pandangannya kearahku .
" Aku bisa melakukan nya , sekarang mandilah dulu . pakaian mu sudah kusiapkan dikamar dan juga sarapan pagi kalian sudah tersedia dimeja makan " ucapnya seraya berjalan dan menghilang di balik pintu
Aku pun tersenyum kilas seraya menatap kearah ambang pintu yang menghilangkan tubuh Cindy , mungkin wanita itu kini tengah berjalan menuju lantai bawah dimana mesin cuci berada . aku tidak pernah mencuci apapun disana kecuali dalaman saja.
" Rain sudah mandi ? " Tanyaku pada Rain yang kini sudah terduduk dipangkuan ku
" Sudah dong , Daddy " ucapnya bangga
" Baiklah , kalo begitu biarkan Daddy mandi dulu , Rain tunggu dimeja makan , oke " Ucapku dan Rain pun mengangguk patuh
__ADS_1
Aku pun menurunkan tubuh Rain dari pangkuan ku , dan berjalan menuju kamarku sedangkan Rain , anak itu berjalan menuruni tangga dan menuju kearah dapur .
Aku membuka pintu kamar ku dan betapa terkejutnya aku saat melihat kamarku yang sudah rapi bahkan seprei pun sudah diganti dan keadaan kamarku sangat rapi dan enak untuk di pandang .
Aku berjalan kearah ranjang dan melihat setelan baju kerjaku yang sudah diletakkan Cindy diatas kasur , aku pun tersenyum kecil seraya terus menatap kearah pakaian tersebut hingga membuat aku menjadi seperti orang gila .
Jika Cindy sudah menyiapkan sarapan , membersihkan kamar , memandikan Rain dan menyiapkan bajuku lalu kira-kira pukul berapa wanita itu terbangun ? , Pikirku .
Seketika kulirik jam yang ada di dinding kamar ku , yang kini masih menunjukkan pukul 7.20 pagi dan itu menurutku masih pagi untuk menyiapkan semua nya .
" Apakah lebih baik kami menyewa jasa pembantu rumah tangga saja ? . Tapi— , akh , sudahlah lebih baik aku mandi " Ucapku seraya mengambil handuk yang juga sudah disediakan oleh Cindy
Aku segera menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku dan entah kenapa aku malah terus tersenyum saat mengingat wajah tidur Cindy yang menurutku sangat menggemaskan , kurasa aku merindukan waktu-waktu seperti itu .
Setelah menyelesaikan mandi ku , aku pun segera keluar dari kamar mandi dengan handuk yang aku lilitkan di pinggangku .
Aku berjalan menuju cermin untuk melihat diri ku sendiri , dan entah kenapa aku merasa sedikit agak gemukan .
" Mungkin besok aku harus berolahraga . jika tidak , bisa-bisa Cindy tidak melirik -akh maksud ku bukan seperti itu " ucapku pada diriku yang ada di depan cermin dan setelah sadar aku pun langsung tersenyum lucu
Aku pun mengeringkan rambutku dengan hair dryer dan setelah nya barulah aku menggunakan bajuku , tepat saat aku mengancing kemejaku di kancing terakhir tiba-tiba pintu terketuk lalu tak berapa lama terbuka dan menampilkan wajah Cindy disana.
" Ada apa ? " Tanyaku seraya menatap kearah wanita itu
" Jika kau tidak suka dengan dasi dan jam tangan yang kupilihkan kau bisa menukarnya dengan yang lain " ucapnya hingga membuat mataku melihat kearah benda yang dimaksud wanita itu
Aku melihat dasi yang bewarna gelap dan juga jam tangan Hitam yang wanita itu pilihkan , aku pun kembali menatap kearah Cindy dan sedikit memberikan nya senyuman lembut .
" Aku akan menggenakan nya , tapi bisakah kau kemari sebentar ? , Aku tidak bisa mengenakan dasi ku dengan rapi " Ucapku dan kulihat Cindy pun berjalan menghampiri ku tanpa protes
Namun seketika aku merasa menyesal karena sudah menyuruh wanita itu untuk masuk , kulihat dengan jelas tubuh Cindy yang dibaluti Kaos putih terlihat tembus pandang berada tepat didepan mataku karena baju yang wanita itu kenakan sedikit basah hingga membuatnya terlihat lebih menerawang di tubuhnya .
" Sial , ini benar-benar sialan " umpanku dalam hati
" A-ada apa dengan bajumu ? " Tanyaku agak gugup hingga membuat wanita itu mendongkakkan kepalanya dan menatap kearah ku sekilas lalu ia kembali sibuk dengan dasi ku
" Terkena air cucian baju , aku tidak sengaja merusak keran mu tapi sudah aku benarkan , aku pernah memperbaiki Keran sebelumnya dia hanya terlepas bukan rusak " ucapnya panjang lebar tanpa menatap kearah ku
Aku mengerutkan keningku saat mendengar ucapan wanita itu , pekerjaan apa saja yang pernah Cindy lakukan ? , Pikirku .
" Lainkali panggil saja orang untuk membenarkan nya , jangan melakukan pekerjaan seperti itu sendiri " ucapku reflek hingga membuat Cindy mendongkakkan kepalanya dan menatap heran kearah ku
" Selagi aku bisa melakukan nya sendiri untuk apa meminta bantuan orang lain ? " Ucapnya sambil tersenyum di akhir kalimat hingga membuat jantungku berdetak kencang saat ini
" Selesai , turunlah Rain sudah menunggu dimeja makan " ucapnya lagi setelah menyelesaikan tugasnya seraya meninggalkan aku yang masih berdiri dan merasakan debaran jantungku karna sikap wanita itu
" Sial...sial...sial , tinggal bersama Cindy benar-benar tidak baik , dia bisa saja membuatku mati muda " Ucapku pelan setelah Cindy benar-benar meninggalkan aku yang masih berdiri di posisiku seraya memegangi dada ku
__ADS_1