
MASIH POV CINDY ....
.
.
.
Kini pagi-pagi sekali aku sudah terbangun dan langsung meninggalkan William yang masih tertidur . Aku mencari kendaraan umum lalu segera pergi menuju tempat tinggal ku , sesampainya di sana seperti biasa disepanjang jalan menuju kamar ku akan terlihat botol-botol bekas minuman keras yang berserakan di lantai , tempat ini memang tidak baik untuk dihuni jika bersama Rain namun setidak nya cukup baik untukku .
Tempat ini paling murah dari tempat-tempat yang aku kunjungi , Aku membersihkan diriku lalu membuat bekal untuk diriku sendiri , Pagi ini aku harus pergi bekerja di mona Flower seperti biasanya .
Setelah selesai dengan persiapanku , aku pun kembali meninggalkan tempat tersebut namun saat aku tengah berjalan tiba-tiba suara klakson mobil terus berbunyi dibelakangku hingga membuat aku berhenti dan menoleh kearah mobil tersebut .
Kulihat Hugo yang tengah melepaskan sabuk pengaman nya dan tak berapa lama pria itu pun keluar dari mobilnya dan berjalan menghampiri ku .
" Selamat pagi Cindy " ucapnya mengapa ku pertama kali
Aku tidak merasa kaget dengan kehadiran pria itu pasalnya Hugo memang sudah mengetahui tempat tinggal ku sehari yang lalu .
" Pagi " sahutku
" Pagi ini kau berangkat dengan ku , dan tidak ada penolakan " ucapnya langsung hingga membuat aku mengikuti pria itu dengan malas .
Aku pun segera masuk kedalam mobil milik Hugo dan mengambil tempat disebelah Hugo .
" Kau bisa hidupkan radio atau mendengarkan lagu jika kau bosan " Ucap Hugo dan aku hanya mengangguk paham
" Apa kau masih tidak mau menceritakan apapun pada ku , ada hubungan apa antara kau dengan si pemilik AA store itu ?? " ucap Hugo bertanya seketika seraya fokus pada setirnya
" Maksudmu Renal ? " Tanya ku
" Iya " sahut Hugo singkat
" Kami tidak memiliki hubungan apapun " Ucapku datar
" Kau terlihat berbohong Cindy dan anggap saja aku percaya . ceritakan saja kapan pun jika kau siap , aku siap mendengarkannya kapanpun karena aku selalu ada waktu " Ucap Hugo menutup percakapan kami
Hugo terlihat serius menyetir mobilnya sementara aku tidak berniat membuka masa lalu yang aku simpan rapat-rapat , aku hanya menatap kosong kearah luar jalan yang ada di samping jendela ku m
Sesampai nya di Mona Flower aku segera keluar diikuti dengan Hugo yang ada di belakangku , aku menemukan Mona yang kini tengah bernyanyi sembari menyirami bunga-bunga nya agar tidak layu.
" Morning Sweet heart " Sapa Mona seraya menoleh sekilas kearah kami
" Morning Mom " sahut Hugo dan aku hanya tersenyum membalas sapaan Mona
" Jadi alasan mu menyuruh Mommy membangunkan mu pagi-pagi hanya untuk menemui Cindy , lalu mengantarnya kesini , hm ? " Tanya Mona menggoda Hugo namun aku hanya terdiam yak mengerti dengan pembicaraan mereka
" SSt.. Mom jangan membuka rahasia kita berdua " ucap Hugo seraya menaruh jarinya di dekat bibirnya
" Ah iya Cindy , bisakah kau mengantarkan bunga ini ke alamat itu " ucap Mona Mona menyuruhku dan aku pun langsung mengangguk setuju
Mona berjalan mengambil seikat bunga mawar cantik yang diatas nya berisikan kartu ucapan berbentuk Love dan setelahnya wanita itu memberikan seikat bunga itu pada ku seraya memberikan Alamat yang harus aku tuju .
__ADS_1
Aku melihat alamat tersebut dan alamat apartemen itu memang lumayan jauh dari sini .
" Baiklah , aku akan mengantarkannya " ucap ku seraya berjalan meninggalkan Hugo dan Mona namun saat aku hendak membuka pintu tiba-tiba suara Mona menghentikan langkahku
" Honey, Biarkan Hugo yang mengantarkan mu , Setelah dari sana tolong pergilah kecabang yang ada di AA Store , dan ambilkan Aku buku penjualan yang sudah disusun Oleh Hugo " ucap Mona panjang lebar hingga membuat aku seketika terdiam sejenak
AA Store ? , Harusnya aku bisa menolak namun nyatanya aku tidak bisa . Lagi pula aku hanya akan mengambil buku tidak lebih , pikirku .
Aku tersenyum setuju dan Hugo pun langsung menghampiriku seraya membukakan pintu untuk ku , aku segera membuka pintu mobil Hugo dan masuk dengan bunga yang masih ku pegang di tangan ku .
Aku menyebutkan alamat lengkap nya pada Hugo dan Hugo pun langsung melajukan mobilnya menuju alamat tersebut , sepanjang perjalanan aku seperti mengenal alamar ini dan ini seperti alamat apartemen milik Renal , pikirku .
Dan ternyata dugaan ku benar , kami benar-benar berhenti tepat didepan gedung apartemen mewah milik Renal Astan , aku melepaskan sabuk pengamanku lalu membuka pintu dengan sangat hati-hati karna takut akan merusak bunga tersebut .
" Bukankah disini daerah tempat tinggal mu dulu , Cindy ? " Tanya Hugo tiba-tiba namun aku hanya tersenyum saja karena Hugo memang pernah mengantarku sampai depan simpang jalan saat itu
Kami pun berjalan masuk dan langsung menuju nomor apartemen yang dituliskan oleh Mona tadi, sepanjang perjalanan bahkan di lift pun aku terus berdoa semoga ini buka milik Renal , kuharap bunga ini milik orang lain namun doa ku kali ini tidak terkabulkan .
Ternyata bunga itu memang pesanan milik Renal , aku hanya terdiam seraya membawa bunga yang ada di tangan ku sambil menundukkan kepalaku .
Hugo pun menekan tombol bel beberapa kali , cukup lama kami menunggu sampai akhirnya pintu tersebut pun terbuka dan menampilkan Renal dengan pakaian lengkap nya teekecuali dasinya , kulihat Renal menaikkan sebelah alis nya saat melihatku yang berdiri dihadapan nya.
" Ini pesanan Anda , tolong tanda tangani disini " ucap Hugo terdengar datar
seraya menyodorkan selembar kertas pada pria itu
Renal yang semula melihatku kini mengalihkan pandangannya kearah Hugo lalu mengambil kertas yang diberikan oleh Hugo secara tak bersahabat , Renal pun langsung menanda tangani kertas tersebut lalu memberikannya kembali pada Hugo .
Seketika kurasakan tusukan pelan di siku ku dari Hugo seolah menyadarkan ku , aku yang tesadar pun langsung menyodorkan seikat bunga mawar itu kepada pemilik nya.
" Itu milikmu , aku sengaja memesan nya untukmu , Cindy " Ucap Renal seraya menatap ku dengan intens namun aku hanya terdiam tak berbuat apapun.
" Tapi tu— "
" Itu milikmu , bukan milikku . Aku memang memesankannya untukmu " ucap Renal cepat memotong ucapan ku
Aku masih terus menyodorkan bunga itu pada Renal , lalu tak berapa lama kurasakan sentuhan hangat pada tangan ku dan Renal pun langsung menarik paksa tangan ku hingga tubuhku hampir saja terjatuh jika tidak ditahan olehnya .
" Maaf tuan Hugo , waktu anda bersama dengannya sudah habis , Aku memesan bunga sekaligus pengantarnya " ucap Renal pada Hugo dan tanpa menunggu sepatah kata dari mulut Hugo , Renal pun langsung menutup pintu apartemennya kuat-kuat
" Ap- "
" Katakan apa yang ingin kau katakan , Cindy " ucap Renal dengan posisi kami yang masih berdiri didepan pintu dengan tanganku yang masih memegang seikat bunga yang di klaim Renal sebagai milik ku.
" Aku harus kembali bekerja sekarang " ucapku mengabaikan perintah Renal
Seketika aku melepaskan seikat mawar yang ada di tangan ku begitu saja kelantai saat kurasakan bibir bawah Renal membelai pipiku dengan seketika hingga membuat aku terdiam mematung .
" Tidak , sekarang " ucapnya menahan ku seraya menarik pergelangan tanganku untuk masuk kedalam Apartemen miliknya
" Jika kau mencari Rain , dia tidak akan ada di sini karna aku menitipkan nya pada Mama dan Papa . Kau tidak perlu khawatir mereka tidak akan menyakiti Rain " Ucap Renal meyakinkan ku yang seolah tau apa yang aku pikirkan saat ini
Aku terduduk disofa dan menatap lurus kearah depan TV yang saat ini dalam keadaan mati , aku terus menatap kearah tersebut seolah itu adalah pandangan yang lebih menarik ketimbang aku harus menatap pria yang kini duduk disampingku.
__ADS_1
" Maaf tentang semalam , Cindy " ucap Renal memulai pembicaraan hingga membuat aku sedikit terkejut
Maaf ? , Renal bergumam Maaf ? , Sulit dipercaya . Pasalnya pria itu tidak akan dengan mudah mengucapkan kata maaf , pikirku .
" Aku bejanji tidak akan meyakitimu tapi aku malah membuat hatimu sakit , maaf " Sambung nya lagi hingga membuat aku semakin heran dengan sikap pria itu
" Kurasa kau sakit , Renal " Ucapku berkomentar sinis hingga membuat Renal hanya menghela nafas nya saja
" Apa yang ingin kau bicarakan ? " Tanya nya tak menghiraukan ucapan sinis ku
" Tentang Gabriella , calon Istrimu " sahutku begitu saja hingga membuat aku tersadar seketika , aku melakukan ini untuk William , dia orang baik , pikirku .
" Ada apa dengan nya ? " Tanya Renal penasaran
" Pria yang kemarin bersama ku , dia adalah Ayah dari anak yang dikandung Gabriella " ucapku pelan namun aku yakin Renal masih bisa mendengar nya.
" Mengapa kau memberitahuku ? " Tanya nya
" Karena— , aku hanya ingin membalas budi pada William " ucapku sedikit gugup hingga membuat Renal terkekeh pelan
" Membalas budi dengan menyewa mu beberapa hari ? " Ucapnya dingin hingga membuat aku menatap heran kearah pria itu
Detik sebelumnya pria itu meminta maaf pada ku namun di detik berikutnya dia kembali terlihat dingin .
" Tidak seperti itu , Aku hanya ingin memberitahu mu . Gabriella hamil anak William " ucapku pelan menyangkal ucapan Renal dan mengulang ucapanku mengenai kehamilan Gabriella
" Dan mengapa kau memberitahuku ? " Tanya nya lagi
" Kare— "
" Karena kau tidak ingin aku menikah dengan orang lain atau kau tidak ingin ada yang mengantikan sosok mu dihadapn Rain ? " Ucap Renal memotong ucapan ku
" Ak— "
" Kalau begitu tinggallah bersama ku dengan begitu tidak ada yang bisa mengantikan sosokmu sedetikpun , tinggallah besama kami dengan begitu kau tidak perlu cemas mengenai Gabriella atau siapapun yang menggantikan mu nanti " Ucap nya panjang lebar kembali memotong ucapan ku
" Aku tidak bisa " sahutku cepat
" Jika begitu aku juga tidak akan bisa membiarkan kau bertemu dengan
Rain lagi , jika kau mengingnkan Rain kau harus tinggal bersama ku namun jika kau tetap tidak mau maka buang saja semua angan-angan mu untuk bertemu dengan Rain , saat ini Rain ada padaku jadi aku yang memegang kendali disini , iya atau tidak ? " Ucapnya panjang lebar seraya bangkit dari duduknya dan berjalan kearah pintu
Kulihat Renal berjongkok da mengambil seikat mawar yang aku jatuhkan tadi dan membuka pintu apartemennya lebar-lebar .
" Kembalilah bekerja , jika kita bertemu lagi kau harus sudah bisa menjawab nya Cindy , Dan bunga ini milikmu " ucapnya datar seraya memberikan seikat mawar itu padaku
Aku pun menerima bunga tersebut dengan ragu-ragu dan segera keluar dari apartemen Renal , Setelah aku keluar dari apartemen tersebut tiba-tiba pintu tertutp dengan kuat hingga membuat aku sedikit terkejut dan menatap kembali kearah apartemen tersebut .
Seketika ada rasa gundah dalam diriku saat ini , jujur aku benar-benar bimbang kali ini , bagaimana tidak jika aku harus tinggal bersama Renal bagaimana dengan ayah Renal , karna pria tua itu tidak akan membiarkan aku untuk dekat-dekat dengan anak nya .
.
.
__ADS_1
.