Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Kembali Untuk Mendapatkan Nya ....


__ADS_3

...POV CINDY......


.......


.......


.......


Aku butuh keberanian untuk menginjakkan kakiku di rumah orang tua Renal , dengan penuh keyakinan dan meyakinkan diriku , aku pun menekan bel dan satpam yang bertugas pum menunduk sopan padaku.


" Cindy " panggil seseorang hingga membuat aku menatap kearah asal suara tersebut


Aku pun memperhatikan dengan seksama siapa yang memanggilku didepan ambang pintu rumah Renal sampai akhirnya mataku melihat sosok yang berjaln mendekat kearahku sambil tersenyum seadanya padaku.


" Papa " Panggilku pelan seraya menundukkan kepalaku , jujur aku benar-benar merasa malu saat ini


" Masuklah Nak " ucap Papa menyuruhku, dan aku pun mengangguk pelan seraya berjalan disamping Papa dengan perasaan gugup


Sejak kejadian dirumah ku tempo lalu , aku tidak pernah lagi bertemu dengan Renal mungkin sudah satu minggu sejak pertengkaran kami tempo lalu , sejak Renal menyetujui perpisahan kami saat itu .


" Jadi apa yang terjadi , Cindy ? " Tanya Papa padaku hingga membuat aku merasa semakin gugup


Dengan gugup aku pun menjelaskan semuanya pada Papa dan Papa pun menyimak penjelasan ku dalam diam .


" Jadi kalian benar-benar berpisah ? " Tanya Papa setelah aku selesai menjelaskan semua ketakutan ku dan aku mun mengangguk pelan kepalaku tanda mengiyakan ucapan pria itu


" Kalian menyakiti diri sendiri dan juga menyakiti Rain " ucap Papa hingga membuat aku terdiam tanpa berani menjawab ucapanya


" Temuilah Rain , saat ini dia ada di kamarnya , sudah satu minggu Renal berada di California " ucap Papa begitu saja


" Sebegitu tidak inginkan Renal bertemu denganku ? " Tanya ku dalam hati


" Tentu saja dia melarikan diri dengan alasan bisnis " ucap Papa lagi melanjutkan ucapannya


Aku pun hanya terdiam tidak berani mengucapkan hal apapun lagi pada Papa dan tak berapa lama aku pun berpamitan untuk menuju ke kamar Rain , sesampainya didepan pintu kamar Rain aku pun mengetuknya secara perlahan dan membuka nya dengan pelan


Aku pun langsung berjalan mendekat kearah Mama dan Rain yang saat itu tengah membelakangi ku dan mereka tidak menyadari keberadaan ku .


" Sayang.. makan ya " ucap Mama yang kudengar pertama kali


Aku melihat Mama yang tengah membujuk Rain untuk makan namun anak itu hanya terdiam tak bergerak sedikitpun dari tidurnya.


" Nanti Daddy akan sedih jika Rain tidak makan " ucap Mama terus membujuk Rain


"Hiks.. Rain mau Daddy dan Mommy " ucap Rain dengan tangis kecilnya hingga membuat aku yang mendengarnya pun merasa teriris seketika , aku sudah menyakiti dua orang yang paling aku sayangi didunia ini , pikirku .


" Rain " panggilku pelan hingga membuat mereka menolehkan kepalanya padaku secara bersamaan dan dengan cepat Rain bangun dari tidurnya dan memeluk pinggangku dengan eratnya


" Hikss...Rain kangenn Mommy " ucapnya sambil menangis kencang dan terisak-isak hingga membuat hatiku semakin teriris saat melihat Rain yang kini terlihat sedikit kurus


" Mommy disini sayang , sekarang anak Mommy makan ya , oke ? " Ucapku menenangkan Rain namun anak itu hanya menggelengkan kepalanya kuat-kuat seraya terus memeluk pinggangku erat-erat seolah aku akan menghilang jika ia melepaskan pelukan tersebut


" Kenapa Rain tidak mau makan , hm ? " Tanya ku namun Rain masih terdiam tak menjawab ucapan ku

__ADS_1


Kulihat Mama yang menatapku dan memberikan waktu untuk aku dan Rain bicara berdua , aku pun langsung membawa Rain kearah kasur dan mendudukkan nya disana , Rain terus memelukku dengan erat dan masih menangis sedih


" Rain Kenapa sayang ? " Tanya ku lembut


" Rain janji gak akan nakal Mommy , Rain mohon jangan pisah sama Daddy " Ucapnya lirih sambil terisak-isak hingga membuat ulu hatiku terasa sangat menyakitkan


" Rain — "


" Rain gak mau Daddy sama Mommy pisah lagi " ucapnya sendu memotong ucapan ku hingga membuat aku terdiam


" Siapa yang akan berpisah , hm ? " tanyaku pelan sambil tersenyum lebar


" Bukan nya— " tanya Rain terpotongan seraya terus menatap kearah ku dengan mata basahnya


" Mommy kembali untuk mendapatkan Daddy , sayang . jadi Rain harus makan yang banyak , oke ? " Ucapku sambil tersenyum lembut


Dan dengan begitu Rain pun mau memakan makanan nya dengan lahab .


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


" Kau serius Cindy ingin menyusul Renal di California ? " Tanya Papa saat kami berada dimeja makan


Aku pun mengangguk dengan sangat yakin hingga membuat Rain yang berada di sampingku bersorak riang ,


Saat ini sudah hampir satu bulan aku tinggal dirumah Renal bersama dengan Rain dan kedua orang tuanya namun Renal tidak tau mengenai keberadaan ku saat ini dan sudah satu bulan pula Renal berada di California.


" Rain ikut ya , Mom ? " Ucap Rain antusias


" Tidak sayang , Rain disini saja temani Kakek dan Nenek " ucapku pada Rain hingga membuat anak itu memasang ekspresi wajah cemberut


" Iya sayang , Mommy janji akan pulang bersama Daddy " Ucapku meyakinkan Rain


" Cindy , dimana ibumu ? " tanya Mama seketika hingga membuat aku menatap kearah Mama


" Dia masih dirumah kami dulu , Ma " ucapku


" Kami akan mengunjunginya , dan membawa nya untuk tinggal disini , apa kau tidak keberatan ? " Tanya Mama hingga membuat aku benar-benar merasa terharu


Aku benar-benar merasa tidak akan keberatan aku malah menyukainya , Sejujurnya aku berniat mengajak Mama untuk tinggal bersama ku namun aku ingin menyelesaikan masalahku terlebih dahulu dengan Renal , tapi sekarang orang tua Renal yang malah menawarkan dirinya hingga membuat aku merasa sangat terharu .


" Apa itu tidak merepotkan kalian ? " Tanyaku merasa sungkan


" Tidak sayang , tidak sama sekali " ucap Mama lembut


" Aku tidak keberatan Ma , terima kasih banyak jika begitu " ucap ku tulus


Keesokan harinya aku pun segera menuju bandara diantarkan oleh Kedua orang tua Renal dan juga dengan Rain .


" Kau tidak lupa membawa vitamin dan juga susumu kan , Cindy ? " Tanya Mama sebelum aku melewati pengecheckan tiket


" Tidak Ma , semua sudah ada dikoper " ucapku


" Cindy , kau membawa semua kartu atm yang Papa suruh kan ? " Tanya Papa padaku hingga membuat aku gugup dan menggelus pelan belakang leherku

__ADS_1


" Eum.. sejujurnya tidak usah Pa karna uang yang Papa kasih saja sudah banyak " Ucapku namun pria paruh baya itu malah mengeluarkan dompetnya dan mengambil beberapa kartu dari dalam sama


" Pegang ini , passwordnya akan Papa kirimkan melalui Chat " ucap Papa mengabaikan ucapan ku seraya menyerahkan beberapa kartu ATM padaku hingga membuat aku terpaksa mengambilnya sebelum Papa mengancam hal-hal yang tidak aku inginkan seperti melarang ku untuk pergi mungkin


Sebelum pergi aku pun berpelukan dengan Rain dan juga berpamitan dengan kedua orang tua Renal yang sudah ku anggap seperti orang tuaku sendiri.


Setelah berada didalam pesawat aku pun memejamkan mataku untuk tertidur sejenak dan memikirkan reaksi apa yang akan Renal berikan nanti jika mengetahui kedatangan ku di sana.


Setelah menempuh perjalanan panjang akhirnya pesawat yang aku tumpangi pun sudah tiba di bandara udara John Wayne.


Sesudah mengambil koperku , aku pun segera berjalan keluar dari bandara untuk menunggu seseorang yang akan menjemputku , dan tak berapa lama sebuah mobil hitam berhenti tepat dihadapanku .


" Saya Johnny , disini saya di tugaskan oleh Tuan Marcell untuk mengantar Nona Cindy kemanapun " ucapnya sopan dan aku pun mengangguk setuju


" Panggil saja aku Cindy Paman " Ucap ku ramah


" Jadi apa Paman bisa antarkan aku ke Hotel tempat aku menginap sekarang ? " Tanyaku padanya Paman Johnny dan pria itu pun mengangguk paham seraya membukakan pintu mobil tersebut untuk ku.


" Terima kasih , paman " ucap ku sopan


Aku pun mengambil ponselku untuk memberi kabar pada kedua orang tua Renal dan juga pada Mama ku bahwa aku sudah tiba di California dengan selamat .


Selesai mengirim kabar aku pun melirik kearah pemandangan yang ada diluar jendela mobil dengan seksama sampai akhirnya mobil yang aku kendarai pun berhenti didepan sebuah bangunan besar yang terlihat sangat mewah .


" Selamat datang Nona Cindy " Sapa beberapa orang yang ada di hadapanku dengan pakaian rapi seraya berdiri setengah membungkuk dihadapan ku.


" Eum..ya " sahutku merasa sedikit canggung


" Anda akan ditempati dikamar milik Tuan Renal , Nona " ucap salah satu dari mereka


" Apa Renal menginap disini ? " Tanyaku penasaran


" Tidak Nona , Tuan Renal berada di Apartemen nya " sahutnya sopan dan aku pun mengangguk paham


Entah kenapa aku malah merasa sedikit takut untuk bertemu dengan Renal . Aku pun berjalan mengikuti langkah orang-orang yang menunjukkan arahnya padaku .


setelah sampai aku pun langsung masuk kedalam kamar milik Renal setelah mengucapkan terima kasih pada orang-orang tersebut , tempat itu terlihat seperti kamar hotel yang tidak pernah dihuni siapapun namun terlihat sangat bersih.


Selesai membereskan barang-barang ku , aku pun bermaksud untuk keluar dan berbelanja kemini market terdekat dengan bantuan taksi namun kini seseorang sudah berdiri tepat didepan pintu kamar hotel ku .


" Anda mau kemana , Nona ? . Ah , maksudku Cindy " Tanya paman Johnny dengan nada sopan


" Eum.. aku mau membeli beberapa bahan makanan paman . Aku pikir , aku membutuhkan beberapa makan dan bahan-bahan nya " ucapku memberitahu


" Apa saja yang anda butuhkan ? , biar saya yang akan membelikan nya untuk anda . Sebaiknya anda beristirahat saja " ucapnya pelan dan aku pun hanya terdiam dan mengangguk patuh


" Baiklah Paman , tunggu sebentar aku akan menuliskan nya agar lebih mudah " ucapku


Aku pun langsung memberikan sebuah kertas pada paman Johnny setelah aku selesai menuliskan nya dan pria itu pun langsung meninggalkanku setelah memohon izin pada ku .


" Apa kau lapar Baby , hm ? " Tanya ku pelan seraya mengelus lembut perut rata ku yang kini sudah memasuki kehamilan hampir di bulan ketiga


" Kau merindukanku Daddy ya , Hm ? " Ucapku lagi hingga membuat aku tersenyum sendiri namun tiba-tiba senyum ku hilang begitu saja saat mengingat sesuatu

__ADS_1


" Apa Renal merindukan aku setelah apa yang aku lakukan padanya ? " Tanyaku sendu pada diri sendiri


__ADS_2