Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Lamaran....


__ADS_3

MASIH POV CINDY...


.


.


.


...' Penerus Astan Grup kini kepergok berkencan dengan seorang wanita dari kalangan biasa yang di ketahui bekerja di salah satu toko yang berada di AA Store , inisial nya adalah 'C' yang merupakan temannya ketika SMA . Renal sendiri diketahui selama ini sering berkencan dengan beberapa wanita dikalangan pembisnis maupun Artis dan terakhir kali Publik digegerkan dengan berita bahwa Renal akan menikah dengan Gabriella namun rasa-rasanya itu telah batal karena kehadiran wanita tersebut . beberapa waktu lalu publik juga sempat dihebohkan dengan drama romantis mereka dan beberapa Papparzi yang kebetulan berada disana juga memotret drama percintaan mereka , apakah kali ini Renal Astan benar-benar memiliki hubungan serius dengan wanita itu dan benar-benar memutuskan hubungan nya dengan Gabriella atau ini hanya Gimik semata untuk membatalkan hubungan nya bersama dengan Gabr—"...


Seketika Renal pun segera melemparkan remote yang tengah di genggamannya kearah layar Televisi dihadapan kami hingga membuat layar itu retak dan kehilangan gambarnya .


Aku yang berada di sampingnya pun merasa sangat terkejut dan langsung menatap kearah pria itu , kulihat Renal yang tiba-tiba saja mengeraskan rahangnya seolah tengah menahan amarahnya .


" Renal " Panggilku pelan seraya menyentuh lengan pria itu


Renal pun sekilas menolehkan pandangannya kearah ku lalu berdiri dan berjalan menjauh dari ku . Namun aku terus menatap kearah pria itu dan kulihat kini Renal tengah menelpon seseorang di sana .


Aku tidak tau apa yang tengah mereka bicarakan namun bisa dilihat Renal yang sangat marah kali ini . Aku pun memberanikan diri untuk melangkahkan kakiku mendekat kearah pria itu , dan kini jarak diantara kami semakin menyempit lalu aku pun langsung memeluk tubuh Renal dari belakang .


Aku pun melingkar tangan ku di pinggang Renal hingga kedua tanganku saling bertemu di depan perut pria itu , aku menyenderkan pipi sebelah kanan ku dipunggung bidang pria itu .


" Kenapa ? " Tanyaku pelan setelah pria itu menyelesaikan panggil telponnya


" Aku tidak suka " Jawabnya dengan suara datar

__ADS_1


" Apa yang tidak kau sukai " Tanyaku lagi lebih mendalam hingga kudengar hembusan nafas kasar dari mulut pria itu dan posisi kami masih sama.


" Aku tidak suka mereka membicarakan mu seperti itu , dan aku tidak pernah berkencan dengan siapapun kecuali .... Gabriella " ucapnya pelan di akhir kalimatnya hingga membuat aku tersenyum kecil


" Mereka tidak membicarakan ku Renal , dan aku tidak perduli dengan siapa saja kau berkencan sebelumnya " ucapku membantah


" Mereka membicarakan mu sayang , jika mereka membuat berita seperti itu pasti banyak pihak yang akan menyalahkan mu dan banyak pihak yang akan mengenal mu dan aku tidak mau kau merasa tidak nyaman . Aku baru saja memperbaiki semuanya dan media bodoh itu malah ingin menghancurkan nya lagi " ucapnya dengan satu tarikan nafas hingga membuat aku tersenyum senang saat mendengar alasan nya


Entah kenapa aku merasa sangat senang ketika Renal memperhatikan ku , ternyata Renal ingin membuatku nyaman


" Aku tidak apa-apa Renal , ini adalah konsekuensi yang harus aku terima , bukan ?. Karena saat ini aku telah menjadi kekasih seorang Renal Astan yang sangat terkenal itu " ucapku melebih-lebihkan hingga kudengar suara dengusa keras dari mulut pria itu


Renal pun melepaskan pelukannya dari ku dan memutarkan tubuhnya hingga kini kami saling berhadapan satu sama lain .


Aku dan Renal pun menatap hamparan langit biru yang bercampur dengan warna putih disana dan kulihat beberapa burung yang terbang dengan bebasnya dilangit tanpa ada belenggu yang mengganggu .


Saat ini aku dan Renal tengah berada di balkon tempat di mana pertama kali aku mendengar ungkapan cinta Renal saat itu .


" Cindy , Kehidupan seperti apa yang kau inginkan ? " Tanya Renal seketika dan kurasakan usapan pelan di telapak tanganku


Aku pun menolehkan kepalaku pada pria itu dan kami kembali saling bertatapan satu sama lain . aku pun mendekat kearah Renal dan memeluk tubuh pria itu seraya menyenderkan kepalaku pada bahu lebar nya .


" Aku hanya ingin ada Kau , Aku dan Rain mungkin juga dengan Anggota keluarga baru kita . aku ingin tinggal ditempat yang nyaman dan damai , tidak ada berkas-berkas dokumen , tidak ada pembicaraan pekerjaan , tidak ada apapun yang kau bawa dari kantor mu . aku hanya ingin berbicara mengenai apapun dimasa tua kita . melihat Rain tumbuh besar , melihat Rain dengan segala Prestasinya , melihat apapun yang bisa kita lihat berdua . Aku ingin menembus waktu yang beberapa lalu kita gunakan untuk saling membenci , aku ingin semua yang terjadi dikehidupan nanti lebih berharga dan lebih bahagia . aku hanya ingin Kau , Aku dan Rain serta Anggota keluarga baru kita nanti . Aku ingin kita menghabisi waktu tua bersama sampai akhirnya di antara kita ada yang pergi lebih dahulu " ucap ku pelan dan panjang lebar mengungkapkan apa yang aku inginkan saat ini


Entah kenapa saat aku berbicara hal tersebut tiba-tiba air mataku menetes secara perlahan . Aku hanya menginginkan kehidupan sederhana untuk masa depan ku , dengan adanya Renal dan juga anak-anakku aku hanya ingin kami di lingkari kebahagiaan yang aku inginkan .

__ADS_1


Seketika kurasakan kecupan hangat dikeningku yang terasa sangat lama hingga membuat aku memejamkan mataku .


" Tunggulah disini , sayang " ucap Renal seketika setelah melepaskan ciuman nya


Belum sempat aku menjawab apapun , tiba-tiba pria itu sudah pergi lebih dulu dari hadapanku . Kulihat Renal berlari menaiki anak tangga menuju kamar kami , cukup lama aku menunggu pria itu sampai akhirnya Renal kembali dengan pena tinta yang ada ditangan nya .


Aku mengerutkan keningku tanda tak mengerti dan seketika kurasakan Renal mengambil tangan ku seraya menatap ku dengan lekat .


" Itu artinya jika aku melamar mu , kau akan menerima nya , Bukan ? " Tanya Renal lembut dengan ekspresi wajah yang terlihat bahagia namun aku tidak menjawab apapun karna tanpa kujawab pun Renal sudah tau apa awaban nya .


" Cindy Milen , apa kau bersedia menikah denganku ? " Ucapnya lagi hingga membuat aku merasakan seluruh pergerakan dibumi berhenti seketika


Aku merasa hanya Ada aku dan Renal yang bisa bergerak dengan bebasnya saat ini . Aku tau ini memang bukan lamaran yang romantis karena aku tau Renal bukanlah tipe pria yang seperti itu .


Akan tetepi saat kau merasakan lamaran dan mendengar seseorang melamar mu , itu seolah kau adalah satu-satunya yang ada di dunia ini , ketika mata itu hanya fokus menatap kedalam matamu dan menyelami seluruh jiwa mu , saat itu pula lamaran seromantis apapun akan kalah dengan kesungguhan yang di ucapkan dari mulut orang yang kau cintai , itu terlihat lebih romantis dari apapun yang paling romantis , bukan .


" Aku bersedia " ucap ku yakin dengan jawaban ku


Saat ini aku merasa dunia seakan kembali berputar dan seketika kurasakan nafas Renal yang sebelumnya tertahan sudah berhembus dengan leganya .


" Aku lupa dimana meletakkan cincin yang sudah kubeli , jadi- " ucap Renal terpotong sesaat seraya menuliskan gambar garis di jari manis ku dengan Pena Tinta yang di bawanya


" Aku akan melukisnya terlebih dulu sebelum aku menemukan cincin itu " Sambung Renal melanjutkan ucapan nya seraya menggambar sesuatu seperti cincin di jari manis ku dengan permata yang ia berikan di tengahnya


Aku pun tersenyum lebar menatap pria itu , Renal benar-benar mendebarkan jantungku hingga membuatku ketakutan dengan luapan tersebut , aku takut jantungku akan meledak kapan saja karna kali ini aku terlalu bahagia.

__ADS_1


__ADS_2