
...MASIH POV RENAL......
.......
.......
.......
Kini aku dan Cindy pun sudah bergabung dengan Mama, Papa dan Rain yang ada di ruang keluarga , tiba-tiba suasana sangat hening sampai akhirnya Mama memulai percakapan di antara kami .
" Jadi begini sayang " ucap Mama dengan suara lembutnya membuka percakapan seraya menatap kearah Cindy
" Papa dan Mama ingin mengajak Rain pergi kerumah Nenek buyutnya " Sambung Mama menjelaskan keinginan nya
Rain yang saat itu tengah di pangkuan oleh papa hanya terdiam seraya mendengarkan ucapan Mama dengan saksama begitu pun dengan Cindy .
" Rencana nya kami akan berada di sana selama satu minggu dan Kami ingin memperkenalkan mereka pada Rain , ditambah kondisi Nenek Renal yang tengah memburuk saat ini , jika ditunda-tunda dia tidak akan bisa melihat Rain " ucap Mama lagi dengan sangat lembut agar Cindy mengerti akan maksud dari ucapan Mama
" Dimana rumah Nenek buyut Rain ? " Tanya Cindy tiba-tiba
__ADS_1
" Spanyol " ucap mama hingga membuat Cindy terlihat sedikit terkejut saat mendengarnya
" Terserah kau saja Cindy , boleh atau tidak , itu ada padamu " Ucapku tiba-tiba saat melihat Cindy yang terdiam
Aku mengerti apa yang wanita itu pikirkan saat ini , satu minggu bukan lah waktu yang sebentar menurut Cindy , apalagi wanita itu tidak pernah jauh-jauh dari Rain dengan jarak yang bisa dibilang cukup jauh .
" Sebenarnya Papa ingin mengajak mu , tapi jika Papa mengajakmu , siapa yang akan mengurus Renal nanti ? , Dia tidak bisa mengurus dirinya sendiri , Cindy " ucap Papa seketika hingga membuat aku tersentak saat mendengarkan Papa menyebutkan dirinya dengan sebutan 'Papa' pada Cindy . begitu juga dengan Cindy , wanita itu pun sama terkejutnya dengan ku namun ia segera menutupi sikap terkejut nya itu
" Mommy Rain mau ketemu sama Nenek Buyut " ucap Rain pelan membujuk Cindy
Kuliah Cindy mentap kearah Rain lalu menghembuskan nafasnya dengan pelan seolah pasrah dengan permintaan tiga orang tersebut .
" Tentu , kalian bisa mengajak Rain pergi kesana " ucap Cindy pasrah dengan berat hati
" Apa ada sesuatu yang mereka rencanakan ? " Tanya ku dalam hati
" Terimakasih Cindy , kalo begitu Mama akan membereskan pakaian Rain " ucap Mama dengan suara yang terdengar senang
" Biar Cindy saja Ma " ucap Cindy seketika hingga membuat aku tersenyum senang saat mendengar wanita ku memanggil orang tua ku dengan sebutan Ma
__ADS_1
" Baiklah , jika butuh bantuan panggil Mama , Okey ? " Ucap Mama sambil tersenyum penuh keibuan dan Cindy pun mengangguk paham sambil tersenyum pula
Cindy pun berdiri dan meninggalkan kami yang masih berada di ruang keluarga , dan seketika Rain pun turun dari pangkuan papa dan berlari menyusul kearah Cindy , mereka tidak akan bertemu selama satu minggu dan itu mungkin bisa saja membuat rasa rindu yang membuncah di hati keduanya , bukan .
Setelah kepergian Rain dan Cindy aku pun langsung menatap kearah Papa dengan tatapan curiga hingga membuat Papa mengerutkan keningnya tanda heran .
" Apa yang sebenarnya Papa rencanakan ? " Tanyaku curiga namun Papa langsung menatap kearah Mama dan mereka pun saling bertatapan.
" Sesuatu yang dahsyat " ucap Mama Heboh hingga membuat aku memutar bola mataku dengan malas
" Aku serius Ma , Pa " ucapku lagi dengan wajah serius
" Papa sengaja memberikan waktu untuk kalian berdua , bicaralah baik-baik siapa tau Cindy bisa membuahi lagi " ucap Papa menjelaskan dengan sedikit menggoda
" Tapi Pa — " ucap ku yang hendak komplain namun segera di potong oleh Papa
" Jika ada Rain , kapan kalian bisa dekat dan bersikap leluasa , hm ? . Rain itu sudah menginginkan adik maka berikan saja , tidak mungkin kan kau akan membelikannya di mall atau ditempat lain ? . Lagipula Papa tidak masalah jika kalian menikah dengan perut Cindy yang membesar , ya walaupun dia akan dipandang aneh nanti "Jelas Papa panjang lebar memotong ucapan ku
Aku pun hanya menggelengkan kepalaku tanda tidak mengerti dengan jalan pikiran Papa namun di sisi lain itu memang ide yang bagus , Bukan .
__ADS_1
" Sudahlah jangan banyak berpikir , Renal . Apa yang ada didalam celana mu itu sudah menjelaskan semuanya " ucap Mama tiba-tiba dengan tidak tau malu nya hingga membuat Papa menatap ngeri kearah Mama namun Mama hanya tersenyum kuda kearah Papa hingga membuat papa menggelengkan kepalanya tiba-tiba
Sejujurnya aku masih merasa takut untuk menyentuh Cindy , aku takut dia akan terluka kembali saat aku menyentuh nya , tapi di sisi lain aku sangat menginginkan nya.