
...POV CINDY ........
.......
.......
.......
Kini aku terbangun saat perasaanku dilingkupi rasa gelisah , tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang buruk tengah terjadi .
Tanpa sadar aku pun memeluk lengan Renal dengan erat namun aku masih tidak bisa untuk memejamkan mataku saat aku mencoba untuk kembali tertidur .
Seketika kulirik jam dinding yang masih menunjukkan pukul enam pagi . Aku pun bangkit dari tidurku seraya menggeser pelan lengan Renal yang masih melingkar di pinggangku .
Aku memungut asal pakaianku untuk menutupi tubuh polos ku dan kulirik ponsel milikku yang kini tengah di charger , mungkin Renal lah yang melakukan itu .
Dengan perlahan aku menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhku yang masih dibaui oleh sp*r*a kami semalam .
Selesai mandi aku pun segera berpakaian dengan pakaian santai ku dan memunguti beberapa helai pakaian yang berserakan dilantai kecuali bokser milik pria itu .
Seketika aku merasa malu saat melihat Bokser Renal dan entah kenapa pipiku malah merona , selesai meletakkan pakaian kotor kedalam keranjang cucian aku pun segera menuju kearah Ponselku dan melepaskan kabel yang menghubung kearah listrik .
Aku pun menyalahkan ponselku yang saat itu dalam keadaan nonaktifkan , Baru beberapa detik ponselku menyala tiba-tiba beberapa pesan pun masuk dari nomor yang sama , nomor yang tidak tersimpan didalam kontak ponselku.
Aku yang merasa penasaran pun langsung menekan nomor itu dengan ragu untuk menelponnya kembali namun baru saja aku hendak menekan tombol telpon tiba-tiba ponselku kembali berdering dan nomor yang sama kini tengah menghubungi ku lagi .
Tanpa berpikir lama aku pun langsung menekan tombol hijau dan menempelkan ponsel tersebut pada telinga kananku.
" Oh , syukurlah " ucap seseorang dari sebrang sana secara langsung saat panggilan telepon sudah terhubung
Aku mengerutkan keningku saat mendengar suara dari sebrang sana yang terdengar tampak lega namun menurut ku suara itu menyiratkan sesuatu yang lain
" Cindy " Panggil orang tersebut , aku bahkan tidak tau siapa yang sedang berbicara disana
" Kembalilah Cindy , Papamu— " Ucapnya terpotong
" Ak— " Ucapku memotong ucapan orang tersebut namun dengan cepat orang yang ada di sebrang sana kembali berbicara
" Dia meninggal , kemarin " ucap orang tersebut hingga membuat jantungku tiba-tiba berhenti seketika
Seketika ponselku terjatuh begitu saja bahkan aku berdiri dengan menahan bobot tubuhku pada lemari yang ada di sampingku saat ini .
" Ini pasti bercanda kan " ucapku dalam hati seolah tidak percaya dengan apa yang di ucapkan orang tersebut
Aku segera mengambil kembali ponselku dan untungnya panggilan tersebut masih terhubung.
" Jangan bercanda ! " Ucapku kesal
" Aku tidak bercanda , aku sudah berusaha menghubungimu dari semalam bahkan dari kemarin " ucapnya hingga membuat aku terdiam membisu
__ADS_1
" Pulanglah , setidaknya lihatlah mayat orang tua mu untuk yang terakhir kali nya , Cindy " ucapnya lagi dengan suara sendu hingga membuat aku tersadar
" Tidak mungkin.. Papa tidak meninggal , kemarin dia baik-baik saja.. kumohon jangan permainkan aku , Papa masih hidup dia— "
" Dia benar-benar sudah meninggal , Cindy " ucap orang tersebut memotong ucapan ku namun aku langsung mematikan sambungan telpon itu secara sepihak .
Aku tidak ingin mendengar lelucon itu , menurut ku ini benar-benar tidak lucu , tidak mungkin Papa meninggalkan ku dan Mama , bukan .
Aku pun segera membuka icon pesan dan membaca segala pesan yang masuk kedalam ponselku , total semua pesan 312 yang berisi hampir sama . Dengan ragu-ragu aku pun mengklik pesan yang masih belum terbuka itu .
...----------------...
📨 Hugo
" Cindy , Papa mu Kritis "
" Cindy , Papa mu Kritis , dia mencari mu "
" Cindy , pulanglah "
...----------------...
Kini aku tau bahwa Hugo lah yang sudah menelpon dan mengirimi ku pesan selama ini , aku bahkan tidak tau dari mana pria itu bisa berada disana .
Saat ini tanganku terus mengscroll pesan-pesan itu sampai akhirnya aku dapat membaca sebuah pesan yang dikirimkan Hugo tadi malam saat aku tengah bercinta dengan Renal .
" Cindy , Papa mu meninggal "
Aku pun langsung terduduk dilantai saat membaca semua pesan yang hampir sama sampai dipesan terakhir pada pukul tiga pagi tadi .
Aku pun mengigit bibir bawahku bahkan air mataku kini sudah membasahi seluruh wajahku .
" tidak.. tidak , Papa tidak meninggal dia— " Ucapku terpotong seraya membanting ponselku ke sembarang arah hingga membuat ponsel yang tidak bersalah itu pun hancur seketika
Aku pun menjabak rambutku kuat-kuat dan seketika tangisku semakin pecah saat mengigat pertengkaran terakhir kami , saat aku lebih memilih Renal ketimbang pria yang sudah membesarkan ku dengan segala jerih payahnya , aku malah memilih lelaki yang aku cintai tapi aku malah melukai lelaki yang membesarkan ku dengan segala cinta yang dia punya , bahkan dia selalu memberikan kasih sayang nya dan selalu mendorong ku meskipun aku sudah tidak punya apapun lagi yang aku banggakan saat itu , Aku benar-benar anak yang tidak berguna bukan , aku —
" Papa " panggil ku sambil terisak-isak , kini air mataku bahkan tidak berhenti dan terus mengalir saat aku mengingat semua kejadian yang terjadi belakangan ini hingga membuat tanggisku terdengar semakin memilukan.
" Papa " panggil ku terus menerus berulang-ulang kali
" Papa , maafkan Cindy yang tidak berguna.. " Ucapku lirih seraya mencoba untuk berdiri dengan susahnya
Aku pun mengambil tas ranselku dan memasukan beberapa lembar bajuku kedalam sana , saat aku hendak memasukkan bajuku kedalam ranselku tiba-tiba aku mendengar suara Renal yang kini sudah terbangun dan memanggil ku .
Namun aku hanya mengabaikan
panggilan pria itu dan terus memasukkan beberapa lembar pakaianku kedalam tas ku namun tiba-tiba semua pakaian itu terjatuh dilantai , aku terlalu konsen dengan tangis ku bahkan pandangan mataku kini semakin mengabur rasanya , aku ingin cepat-cepat pergi dari.. sini .
Kudengar Renal terus memanggil ku dengan panggilan Sayang namun aku terus terdiam tanpa menatap atau menanggapi panggilan pria itu.
__ADS_1
Seketika aku menghentikan gerakan ku dan mengigit bibir bawahku kuat-kuat , entah mengapa dadaku rasanya sakit sekali , kenapa ini terasa lebih sulit . Tanpa sadar aku pun menepis tangan Renal yang saat itu menyentuh bahuku .
Seketika aku merasa sakit saat mendengarkan suara Renal , seperti ada penyesalan yang selalu menghantuiku saat ini , saat aku mengingat Renal dalam benakku justru aku malah melihat wajah terluka Papa yang aku dapati di sana dan saat aku mengingat lelaki yang aku cintai , aku malah melihat wajah kecewa Papa di sana . aku merasa semua yang aku pilih adalah kesalahan . Seharusnya.. Papa masih hidup jika aku merelakan Renal dan juga kebahagian ku saat itu , seharusnya aku tidak melakukan itu , bukan .
Aku merasa akulah yang telah membunuh Papa , karna keegoisan ku saat ini akhirnya aku kehilangan orang yang sangat aku cintai dan aku hormati .
Aku terus mengabaikan panggilan lembut dari pria itu dan aku pun langsung menarik resleting Tas ranselku dan segera berdiri .
Seketika kulihat Renal menatapku dengan tatapan khawatir saat kami tengah bertatapan dan aku tidak bisa sekedar untuk menatap Renal karna kini pandanganku semakin mengabur karma air mataku , seketika jantungku terasa tidak bisa memompa dengan baik .
" Kau mau kemana ? " Tanyanya heran seraya menahan pergelangan tanganku yang saat ini hendak pergi
" LEPASKAN ! " Ucapku keras dan untuk pertama kalinya aku membentak Renal saat hubungan kami sudah sangat membaik
" Ada apa ? " Tanya nya bingung
" Papa , Papa Meninggal Renal .
dan - dan ini semua karena ku , semua salah ku , Renal " Ucap ku marah sambil terus menangis , Saat ini aku merasa marah dengan diriku sendiri , Rasanya dadaku semakin sakit.
" Sekarang biarkan aku pergi Renal , Aku ingin melihat Papa " Ucapku lagi dengan suara lirih
" Cindy , bi-biar aku yang Mengantar mu " ucap Renal terbata-bata namun aku hanya terdiam tanpa menjawab ucapan pria itu , aku terus menangis dan terus memanggil-manggil nama Papa
" Sayang — " panggil nya lagi seraya menjulurkan tangannya namun lagi-lagi aku menepisnya dengan kuat saat tangan Renal hendak menyentuh pundakku
" Papa , Renal Papa ku " ucapku lirih
" Cindy —"
" Ini semua salah ku Renal , aku-aku yang membuat Papa meninggal " ucapku lagi memotong ucapan Renal dan terus menangis histeris hingga membuat Renal menarik tubuhkuku kedalam pelukan nya seraya terus mengelus punggung ku secara teratur namun itu semakin membuat ku menangis
Aku terus merontakan tubuhku agar terlepas dari pelukan pria itu namun pelukan Renal semakin mengeratkan hingga membuat aku tak bisa berbuat apa-apa selain menangis dan terus menangis.
" Sayang tenanglah , kita akan pergi sama-sama kes—"
" Hiks..Papa , Papa , maafkan Cindy Pa , Cindy belum meminta maaf pada papa , Cindy belum hiks.. Papa " ucapku terus meracau mengabaikan ucapan pria itu
" Renal , Papa ku Renal ...Papa meninggal .. Papa meninggal karena aku Renal , hiks " ucap ku lagi terus menerus menyalakan diriku sendiri
Seketika kurasakan pelukan Renal semakin mengeratkan seolah tak berminat untuk melepaskan pelukan tersebut dan aku pun terus menangis seraya terus menyalahkan diriku sendiri atas kematian Papa.
" Apapun yang terjadi , apapun yang akan terjadi , apapun yang bisa terjadi nanti , kumohon Cindy tetaplah disisi ku , kita bisa melewati ini bersama-sama " bisik nya pelan seraya terus memeluk tubuh dengan erat
Aku pun memejamkan mataku dengan air mata yang semakin deras dan dengan perlahan aku pun kembali membuka mataku dan ku tatap wajah Renal yang terlihat penuh harap setelah kurasakan pelukan pria itu mengendur
" Aku – , antarkan aku Renal . Aku ingin melihat Papa " Ucapku pelan mengalihkan ucapan ku yang sesungguhnya
" Untuk kali ini aku tidak bisa berjanji Renal , saat itu aku memilihmu dan aku malah kehilangan Papa . Maafkan aku .. aku tidak bisa lagi egois dengan kebahagiaan ku , karena saat aku melihat wajahmu aku selalu melihat kekecewaan Papa di sana , Aku tidak bisa berjanji Renal untuk tetap bersama dengan mu " Ucapku lirih dalam hati seraya menatap sendu kearah pria itu
__ADS_1
Aku pun menyentuh kedua pipi Renal dan sedikit berjinjit untuk memberikan kecupan kecil dibibir pria itu secara kilas dan seraya terus menatap sendu kearah pria itu .
" Aku mencintaimu Renal , sangat " ucapku lirih dalam hati