
...MASIH POV RENAL ......
.......
.......
.......
Kini sudah tiga hari sejak kejadian itu, aku masih ingat jelas saat nafas ku hampir putus saat mendengar suara Cindy , aku pikir wanita itu tidak akan memilihku , tapi dia justru malah memilih ku waktu itu hingga membuat aku merasa sangat senang namun di sisi lain aku malah merusak hubungan Cindy dengan kedua orang tuanya hingga membuat aku merasa agak bersalah sampai saat ini .
Aku pun mengelus rambut Cindy yang kini sudah semakin memanjang dan terlihat wanita itu masih terlelap dalam tidur nyenyak nya . Beruntug Cindy tidak merasakan muntah-muntah seperti orang hamil pada umum nya namun anehnya akulah yang merasakan hal itu , dan pagi ini entah sudah keberapa kalinya aku menumpahkan isi perut kosong ku hingga membuat aku sedikit meringis dan belum lagi lidahku yang ingin sekali memakan lemon dipagi hari seperti ini , aku bisa saja membunuh kerja lambung ku dengan cepat jika begitu .
" Eum " gumam Cindy seolah terganggu dari tidur nya hingga membuat aku mendekat dan memeluk tubuh kecilnya dengan erat hingga akhirnya Cindy kembali terlelap , sementara malaikat kami masih terlelap dalam tidur nyenyak nya karena ini masih pukul tiga pagi .
Seketika aku segera melepaskan pelukan hangatku pada tubuh Cindy seraya menahan sesuatu yang akan kembali keluar dari mulut ku dan sesampainya di kamar mandi kamar aku pun langsung memuntahkan cairan yang terus memaksa untuk kelaur dari dalam perut ku .
" Kau sudah menyiksa Daddy , Baby "
Ucapku geli seraya menatap wajah pucat ku di cermin
Setelah di rasa usai aku pun tidak kembali keranjang melainkan menuju dapur untuk memakan apapun yang ada di sana karna saat ini aku benar-benar merasa kelaparan
Aku berjalan menuju dapur namun aku tidak menemukan apapun di dalam kulkas hingga membuat aku menghela nafasku dengan kasar dan mengambil jaketku didalam kamar serta kunci mobilku , saat ini aku benar-benar merasa tengah di permainkan oleh dewi kesialan , pikirku .
Aku berharap ada rumah makan cepat saji yang sudah buka saat ini . Aku pun
Mengendarai mobilku dipukul 3.40 pagi dan itu tidaklah buruk karna beberapa orang sudah siap untuk bekerja . Ini adalah New York kota yang tidak pernah mati bahkan lampu-lampu jalan masih menyala dengan terangnya dan beberapa orang terlihat berjalan dengan sempoyongan , aku memarkirkan mobilku dan segera keluar menuju salah satu kedai yang terlihat masih buka
" Aku pesan satu Ice Cream Greentea dan satu gelas Milkshake Strawberry " ucapku memesan namun kulihat sang pekerja hanya terdiam seraya menatapku tanpa berkedip.
Aku pun mengerutkan keningku seraya kembali mengucapkan pesanan ku dan kali ini pekerja yang kuketahui bernama Olivia itu pun akhirnya breaksi.
" Maaf Tuan , Ice Cream nya sudah hab— " ucap wanita itu yang langsung aku potong seketika
" Aku tidak perduli , aku akan membayarnya tiga atau bahka sepuluh kali lipat dari harga biasa nya , aku hanya butuh satu gelas Ice Cream Greentea " ucapku cepat dengan nada frustasi . apa seperti ini rasanya mengidam , pikirku .
" Maaf— " ucap wanita itu yang lagi-lagi ku potong
" Buatkan aku satu gelas Ice Cream , aku tidak bisa menunggu lama " ucapku datar
" Baik . Tapi maaf tuan , anda harus menunggu lama " ucapnya takut-takut
__ADS_1
" Satu jam waktu paling lama , aku tidak bisa menunggu lebih dari itu " Ucapku datar namun tegas dan kulihat Olivia pun mengangguk takut-takut dan mulai meninggalkan meja kasirnya .
Aku pun berjalan ke arah meja yang berada ditengah dan mendudukkan bokongku di sana , kedai Ice Cream ini tidak ada penghuni nya kecuali aku sendiri , orang gila mana yang akan memakan Ice Cream di jam pagi seperti ini , dan tentu saja akulah orang gila itu , pikirku .
Seketika mataku melirik kearah daftar menu yang ada dihadapan ku , kurasa Sushi tidak lah buruk . Aku pun kembali berjalan menuju meja kasir namun tidak ada siapapun yang menjaga nya di sana .
" Olivia aku butuh Sushi juga " Teriakku dari depan dan pekerja itu pun berjalan dengan tergesa-gesa kearah meja kasir untuk menghampiriku
" Baik , ada lagi tuan ? " Tanya nya antusias
" Tidak hanya itu , aku harap kau tidak akan lama " ucapku dan Olivia pun mengangguk patuh
Aku pun kembali berjalan kearah mejaku setelah Olivia pergi untuk menyiapkan pesanan ku , Saat ini aku benar-benar ingin memberi banyak pernghargaan untuk Olivia karna wanita itu melayani orang ngidam dengan sangat baik , pikirku .
Selesai menyantap makanan dari kedai kecil yang aku ketahui milik Olivia , aku pun segera melajukan mobilku kembali menuju gedung Apartemen ku . Saat ini jam sudah menunjukkan pukul enam pagi dan kemungkinan besar Cindy sudah terbangun .
Kini aku sudah memarkirkan mobilku dibasement dan segera menuju lantai dimana Apartemen ku berada ,
Sejujurnya aku berniat untuk pindah ke rumah orang tua ku sekitar satu Minggu lagi dan tentu saja bersama Cindy dan Rain .
Aku pun masuk kedalam Apartemen milikku dan keadaan Apartemenku masih terlihat sepi mungkin Wanitaku masih belum bangun . Aku pun melepaskan Jaket ku dan meletakkannya secara asal seraya berjalan menuju dapur untuk mendapatkan segelas air .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kali ini aku terbangun saat kurasakan tarikan pelan pada hidungku , dengan perlahan aku pun membuka kedua mataku dan mendapati wajah Rain yang tepat berada didepan wajahku.
" Bangun Dad , Daddy kerjakan hari ini ? " Ucap Rain polos
" Hm " Gumamku pelan seraya mengumpulkan nyawaku dan menurunkan Rain dari perutku
Aku pun melirik kearah sebelah ranjangku namun tidak ku dapati sosok Cindy di sana , kurasa wanita itu sudah terbangun .
" Rain tunggu dimeja makan , oke . Daddy mau mandi dulu " Ucapku memerintahkan jagoan kecilku dan Rain pun mengangguk paham seraya berlari kecil keluar dari kamarku .
Aku pun segera berjalan menuju kamar mandi untuk segera membersihkan tubuhku . Seketika rasa pening dan mual kembali menyerang tubuhku hingga membuat aku lagi-lagi memuntahkan isi dalam perut ku dan beruntungnya aku sempat memakan sesuatu sebelum nya.
Aku pun keluar dari kamar mandi dan segera memakai pakaian santaiku , hari ini aku berniat akan bolos kerja karna harus pergi ke rumah sakit bersama dengan Cindy .
Setelah selesai memakai pakaianku , aku pun segera bergabung di meja makan dan kulihat Cindy dan Rain tampak menunggu kedatanganku .
Aku pun langsung mengambil tempat disebelah tubuh Cindy seraya memberikan kecupan singkat dikepala wanita itu .
__ADS_1
" Pagi sayang " ucapku menyapa wanita itu namun Cindy hanya terdiam dan menatap heran kearah ku
" kau tidak bekerja ? " Tanya Cindy heran seraya terus mengoleskan selai coklat dirotiku
" Tidak , kita harus kerumah sakit , sayang " ucapku santai dan kulihat Cindy mengangguk paham seraya memberikan roti yang sudah dilapisi selai coklat padaku.
" Semalam kau kemana ? " Tanya Cindy tiba-tiba seraya memicingkan matanya tanda curiga.
" Aku hanya membeli makanan untuk diriku sendiri sayang , Baby dikandungan mu memintaku untuk melakukan itu . aku makan Ice Cream Greentea pukul setengah lima pagi , kau tau " ucapku bercerita panjang lebar dan mulai mengigit roti ku
Kulihat Rain tampak tidak terpengaruh dengan obrolan kami anak itu hanya sibuk dengan makanan Yang ada di tangannya saat ini .
" Maaf Renal , seharusnya aku tidak merep— "
" Tidak masalah sayang , aku suka " ucapku memotong ucapan Cindy setelah menelan habis Roti yang ada dimulutku
Aku pun langsung memberikan kecupan singkat pada bibir Cindy seraya tersenyum lembut menatap kearah wanita itu.
" Sayang " panggilku lembut
" Hm ? " Gumam nya
" Aku mencintaimu , kau tau kan " Ucapku sambil tersenyum lebar
" Ada apa ? , Apa kau memerlukan sesuatu ? " Tanya Cindy curiga
" Sebenarnya aku memerlukan mu , tapi itu tidak mungkin . Aku tidak akan membuat Baby dan dirimu dalam bahaya sayang " ucapku seketika hingga membuat Cindy merubah ekspresi wajahnya menjadi sedikit malu dan itu sukses membuat aku tersenyum lucu
" Oya Sayang , satu minggu dari sekarang aku berniat akan membawa kalian tinggal dirumah Mama dan Papa " ucapku lagi dengan seketika hingga membuat Cindy menatap ku dan merubah ekspresi wajahnya
" Re — "
" Kau tidak mau , ya ? " Ucapku lirih
" Bukan seperti itu , tapi aku— "
" Aku akan menceritakan mengenai kehamilan kedua mu sayang , kumohon " ucapku sedikit merengek dan memasang wajah memohon
Kulihat Cindy yang menghela nafas nya sebelum akhirnya mengangguk pasrah atas ucapan ku .
" Baiklah , kita akan tinggal disana " ucap Cindy Setuju dan itu tentu membuatku sangat bahagia , setidaknya aku bisa meminta Papa dan Mama untuk mengawasi mereka selagi aku bekerja.
__ADS_1