
...MASIH POV RENAL......
.......
.......
.......
" Apa yang sebenarnya kau lakukan , Renal " ucap Papa dari sebrang sana dengan suara yang terdengar marah
" Memang nya aku melakukan apa ? " Tanya ku bingung
" Kenapa semua kekayaan Astan 80% lari ke tangan Cindy ! , apa yang kau lakukan anak durhaka ! " Ucap Papa dengan suara yang terdengar semakin marah.
" Hal itu sudah aku pikirkan dari dulu dan itu bukan urusan Papa , lagi pula surat kuasanya sudah selesai dan juga aku tidak memerlukan persetujuan dari Papa , apa Papa lupa aku ini sudah resmi menjadi penerus Astan Group " ucapku panjang lebar membalas perkataan Papa hingga seketika kudengar Papa mengambil nafasnya secara kasar
" Aku tidak tau kenapa kau bisa sebo- "
" Tidak Pa aku tidak sebodoh itu , aku bisa melakukan apa yang bisa aku lakukan dan hal itu menjamin Papa tidak akan menyakiti Cindy seujung kuku pun , walaupun aku ragu Papa akan menyakiti Cindy lagi , itu hanya untuk berjaga-jaga jadi apa salahnya " ucapku memotong ucapan Papa
" Dan juga perusahaan yang baru saja akan aku rintis , itu adalah milik Rain seutuhnya , jadi Papa jangan coba-coba mencampur tangankan perusahaan itu . Aku tidak main-main pak tua " ucapku lagi dan mematikan sambungan telpon itu secara sepihak
Aku pun berdiri dan merapikan Jas ku yang terlihat sedikit kusut , seraya menatap Adrian dan memberikan ponsel pada pemiliknya.
" Kau benar Adrian aku sudah bekerja terlalu keras dan rasa-rasanya saat ini aku hampir mati . seperti yang kau bilang aku bukan robot , Bukan . jadi bisakah kau mewakili ku ? . Tenang saja semua materi presentasi sudah aku susun dengan baik kau hanya perlu mempelajari nya saja , dan semua dokumen kerja sama juga sudah aku tanda tangani kau hanya perlu memantau nya dan tidak ada hal berat lagi . Jika kau masih melarang ku , aku benar-benar akan menghabisi mu " Ucapku serius pada Adrian dan sekilas kulihat Adrian hampir menunjukkan senyuman di bibirnya namun pria itu tetap bertahan dengan wajah datarnya.
" Baiklah , semua keperluan mu sudah aku siapkan termasuk koper mu yang sudah aku kirim terlebih dahulu . sebaiknya kau menahan amarah kesetanan mu itu Renal , karena saat ini orang yang kau cari ada di rumah orang Tua Cindy , calon mertuamu " ucap Renal lantang hingga membuat aku mengeram marah saat mengingat kembali hal itu dan aku pun segera pergi secepat mungkin meninggalkan tempat itu
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Kini aku sudah menginjakkan kakiku di kota Florida , dari Florida aku berencana menaiki kereta menuju rumah orang tua Cindy .
__ADS_1
Setelah menempuh perjalanan beberapa jam akhirnya aku pun sampai di kota tempat orang tua Cindy tinggal .
Bau Khas tanah yang baru saja di guyur hujan pun masuk kedalam indera penciuman ku , aku pun langsung menuju alamat yang sudah aku dapatkan dari Adrian sebelumnya.
Seketika aku berhenti disebuah rumah yang terlihat sangat sederhana , aku pun berjalan dengan sedikit ragu dan mengetuk pintu kayu tersebut sampai akhirnya kulihat seornag wanita paruh baya keluar dengan senyum ramah nya dan kuyakin dia adalah Ibunya Cindy karna wajahnya begitu mirip dengan Cindy
" Ada yang bisa saya bantu ? " Tanya wanita paruh baya itu dengan suara lembut dan keibuannya
" Apa Cindy ada ? " Tanyaku balik
" Akh Cindy , Dia sedang memasak . Kalau boleh tau anda ini siapa ya ? " Tanya wanita itu lagi,
" Ak- " ucapku terputus saat mendengar suara teriakan seseorang
" Daddyyyy , Rain kangen Daddy " ucap Rain seketika memotong ucapan ku dengan suara cemprengnya
Seketika kulihat keasal suara tersebut dan terlihat Rain yang kini tengah berdiri lumayan agak jauh dibalik punggung wanita yang didepan ku .
Dan kurasakan Rain yang kini sudah memeluk kaki ku seraya berbicara banyak hal namun aku tidak bisa mendengarkan apapun karna tatapan wanita paruh baya yang kini ada didepan ku lebih menarik perhatian ku , kulihat mimik wajahnya yang kini tidak ramah seperti sebelumnya bahkan terkesan sangat dingin .
Seketika aku mendengar suara langkah kaki yang sedikit tergesa-gesa dan tak berapa lama Cindy pun muncul dibalik punggung wanita paruh baya itu , Kulihat Cindy yang menatap sendu kearah ku hingga membuat aku ingin sekali memeluk tubuh wanita itu.
" Renal " panggil Cindy untuk pertama kalinya dengan suara lembu seraya terus menatap sendu kearah ku
Saat Cindy hendak melangkahkan kakinya kearah ku tiba-tiba dengan seketika lengan Cindy ditarik oleh seorang pria paru baya yang ku rasa adalah ayahnya Cindy . Dan kulihat tatapan pria paruh baya itu yang menatap tajam kearah ku , aku hanya terdiam seketika bahkan saat ini aku tidak lagi memperdulikan ketidak beradaa Hugo disini .
" Siapa dia , Cindy ? " Tanya Orang itu seraya terus menatap kearah ku dengan tatapan yang tidak bersahabat
" Di- " ucap Cindy yang tiba-tiba berhenti ditenggorokan dan di melanjutkan oleh Rain dengan nada yang terdengar ceria
" Ini Daddy Kakek , ayah kandung Rain " ucap Rain menjelaskan dengan suara riangnya
__ADS_1
Anak itu memang benar-benar tidak mengerti bahkan Rain masih terus memeluk kaki ku seraya menampilkan wajah senangnya .
Seketika kulihat mimik wajah ayah Cindy yang tidak begitu baik bahkan saat ini rahangnya terlihat mengeras dan dengan sekali hentakan tiba-tiba tubuh Rain sudah berpindah ke tangan pria paruh baya itu .
" Keluar dari sini dan jangan pernah kau menyentuh putri dan cucuku " ucap ayah Cindy dengan suara marahnya
Kemarahan itu sangat jelas terlihat di mataku dan aku benar-benar mengerti akan kesalahan yang telah aku perbuat di masa lalu dan aku sudah benar-benar menyiapkan diri untuk menerima konsekuensi yang akan aku terima dari keluarga Cindy , namun hal itu tidak akan membuat aku menyerah , aku akan terus berusaha agar aku bisa bersama dengan Cindy dan Rain .
Saat aku hendak mendekat tiba-tiba Ayah Cindy malah menjatuhkan tubuhku dengan kekuatan yang ia punya bahkan aku sampai mendapatkan satu tonjokan mentah di wajah ku dan pria itu juga menginjak perut ku .
" Kakek Daddy Rain salah apa , Daddy Rain jangan disakitin " ucap Rain berteriak bahkan kini air mata Rain sudah pecah dan membanjiri seluruh wajah chubby anak itu
Aku ingin sekali melawan namun aku sadar itu tidak akan membantu , sejak tadi Cindy terus menahan Orang tua nya agar tidak lagi menganiaya ku sedangkan ibu Cindy hanya terdiam tak berani untuk ikut campur seraya terus memegangi tubuh kecil Rain .
" Rain mulai sekarang laki-laki ini bukanlah ayah mu , ayahmu sudah lama mati bersamaan dengan kepengecutan nya dulu . Mulai saat ini Rain tidak boleh bertemu dengan pria brengsek ini lagi dan Kau Cindy mulai saat ini berhentilah berhubungan dengan Pria ini , sampai kapanpun Papa tidak akan membiarkan Pria seperti dia hadir kembali dikehidupan mu dan juga kehidupan Rain ! Sekarang masuk kedalam " ucap ayah cindy dengan sangat tajam dan penuh amarah
" Kumohon , Om " ucapku lirih dan memohon di bawah kaki pria itu
" Ketika Putri ku memohon dulu apa kau mengabulkan nya ? . Kau sudah menghancurkan masa depan nya , kau meninggalkan nya dan apa yang kau harapkan sekarang , hm ? . Kau ingin mengambil kembali sesuatu yang sudah kau buang , disini kau yang sudah membuang Putriku dan juga cucuku " ucap ayah Cindy panjang lebar dengan suara penuh emosi
" Aku - " Ucapku tercekat begitu saja di tenggorokan bahkan rasa sakit dalam tubuhku tidak lagi aku perduli kan namun aku tidak bisa mengatakan apapun dari mulutku sampai akhirnya kudengar suara Rain yang terus memanggil namaku
" Daddy "
" Rain , Masuk ! " Ucap ayah Cindy dengan suara tegas dan agak membentak hingga membuat anak itu menangis kejer
" Pa , kita bicara ba- "
" Tidak , tidak ada yang harus dibicarakan lagi Cindy . Mulai sekarang jangan pernah bertemu lagi dengan pria ini dan sampai kapan pun dia tidak akan menjadi ayah Rain . Dia bukan ayah Rain , karena tidak ada ayah yang akan membuang anak nya sendiri " ucap ayah Cindy memotong ucapan Cindy seraya menatap tajam kearah ku hingga membuat hatiku tiba-tiba berdenyut sakit
Saat ini tubuhku membatu bahkan aku tidak bisa melakukan apapun selain terdiam dan merutuki kesalahan ku di masa lalu , seharusnya aku tau hal yang paling sulit adalah meyakinkan orangtua Cindy namun aku tidak ingin menyerahkan .
__ADS_1