Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Hal Aneh...


__ADS_3

POV RENAL ...


.


.


.


Aku terbangun pagi-pagi sekali dengan kepala yang terasa sedikit pusing , mungkin karna aku memang kurang tidur tadi malam .


Aku berjalan menuju dapur dan mendapati Rain yang tengah sibuk dengan gelas yang berisikan serbuk susu di dalamnya , sesekali kulihat anak itu akan berlarian untuk mencari pelengkap minuman yang tengah di buatnya .


Seakan menyadari kedatangan ku Rain pun langsung menyuruhku untuk mengambilkannya gula yang ada di atas lemari , dengan patuh aku menuruti perintah anak itu dan memberikan gulanya pada Rain .


" Rain selalu buat susu sendiri ? " Tanyaku penasaran


" Enggak , Mommy yang selalu buatin untuk Rain , tapi sekarang Mommy masih tidur padahal Rain udah bangunin Mommy lebih dari empat kali " ucapnya polos seraya meletakkan gula secara asal.


" Om mau Rain buatin kopi atau susu ? " tanya nya lagi dengan wajah polosnya


" Emang Rain bisa buatin Om kopi ? " Tanyaku balik sambil tersenyum lucu dan kulihat Rain terlihat berpikir sejenak


" Em , kayak nya bisa deh Om " ucapnya namun terlihat sedikit ragu-ragu hingga membuat aku semakin tersenyum lucu


" Kopinya Om ambil dulu ya " Ucapku pada akhirnya dan Rain pun mengangguk paham seraya mengambil gula yang ia letakkan tadi


Aku pun memasukkan serbuk kopiku kedalam gelas yang sudah di siapkan oleh anak itu dan kulihat Rain akan memasukkan gula kedalamnya


" Gulanya dua sendok saja , oke ? . Om mau kekamar dulu ya sebentar " ucapku seraya mengelus lembut rambut Rain setelah anak itu mengangguk paham


Aku pun berjalan menjauh meninggalkan Rain dan melangkah kakiku menuju kamarku dan segera mengambil ponsel yang tergeletak di ranjangku ,


Aku langsung menelpon Adrian untuk menyiapkan beberapa tiket untukku Rain dan juga Cindy , aku berniat untuk mengajak mereka pergi berjalan-jalan ke kebun binatang dan juga ketaman bermain sekedar menenangkan ketegangan di antara kami .


Sebelum melangkah kakiku untuk kembali menemui Rain tiba-tiba kakiku melangkah menuju kamar Cindy , ku buka pelan pintu kamar Cindy dan kulihat wanita itu masih tertidur lelap di ranjangnya .


Aku pun melangkahkan kaki ku masuk kedalam kamar tersebut setelah memastikan bahwa Cindy benar-benar tidak akan terbangun dari tidurnya .


Cindy memang tipikal orang yang sulit untuk bangun , kami pernah tinggal bersama dulu dan aku tau kebiasaan nya tertidur . Wanita itu memang seperti putri tidur , dulu Cindy hanya akan terbangun jika wajahnya dicium olehku dan itu membuatku lebih sering membangunkan wanita itu dengan ciuman panasku hingga akhirnya membuat kami terlambat berangkat ke sekolah .


Seketika aku tersenyum samar saat mengingat masa-masa itu , aku pun mendekatkan langkahku kearah Cindy dan berdiri di sisi ranjangnya seraya menatap kearah wanita itu.


Dengan perlahan Aku menurunkan sedikit selimut yang Cindy kenakan dan berjongkok dipinggir tempat tidur hingga wajahku berada tepat disamping perut wanita itu .


Ku buka perlahan kaos yang Cindy kenakan untuk melihat bekas jahitan yang dikatakan Rain tempo lalu .

__ADS_1


Kini dapat kulihat dengan jelas sebuah garis lurus yang cukup panjang berada di perut bagian bawah wanita itu , Seketika tanganku pun menyentuh pelan garis yang membelah perut wanita itu demi mengeluarkan Putra kecilku , Putra kecil kami.


" Engh .. " lenguhan wanita itu dalam tidurnya saat aku menyentuh garis itu hingga membuat aku segera menghentikan aktifitasku


Aku pun segera membenarkan kembali kaos wanita itu dan menaikkan kembali selimutnya hingga menutupi tubuhnya , Seketika jantung ku berdesir hangat saat melihat bekas jahitan itu dan tiba-tiba ada rasa kagum dan bangga yang menyelimuti hatiku saat ini . hatiku bahkan menjerit senang saat jemariku menyentuh bekas jahitan tersebut .


Kurasakan ritme jantungku semakin cepat hingga membuat aku harus menekan dadaku agar jantung ku tidak keluar dari tempatnya.


Aku berjalan kembali menuju dapur namun suara bel berbunyi hingga membuat aku mengalihkan langkahku kearah pintu dan segera kubuka pintu tersebut .


Setelah pintu terbuka kulihat Ella yang tengah berdiri cantik dengan dress peach yang ia kenakan saat ini .


" Kurasa kita tidak ada janji hari ini " ucapku heran seraya menatap datar wanita itu .


Ella pun berjalan masuk menghampiri ku tanpa repot-repot di persilahkan untuk masuk . Wanita itu pun memeluk tubuhku dan memberikan ku sebuah ciuman seperti biasa.


" Memang , Aku hanya ingin bertemu dengan tunangan ku saja " ucapnya santai


Tanpa di suruh masuk Ella pun langsung melewatiku dan berjalan menuju Sofa yang ada di ruang tamu tersebut ,


Ella berjalan dengan anggunnya sedangkan aku hanya mengikuti wanita itu dari belakang


" Om— " Suara teriakan Rain pun terhenti saat melihat keberadaan Ella


Kulihat Rain menatap kearah Ella seolah tengah meneliti wanita itu lalu menyunggingkan senyum sopan kearah Ella . Kulihat tangan Rain membawa sebuah nampan kecil dengan kopi di atasnya yang memang sengaja ia buat untuk ku.


" Sialan , Apa yang kau lakukan , Bocah ! " Ucap Ella marah dengan suara keras seraya berdiri dan meraih Rain lalu mendorong tubuh kecil Rain hingga punggung anak itu mengenai meja


" Maafin Rain Tante , Rain ga sengaja " ucap Rain seraya mengambil tisu dan mengelap Dress Ella namun wanita itu semakin marah pada nya


" Kau merusak baju ku !!! " teriak Ella dengan sangat murka hingga kudengar suara tamparan membuatku pun hilang kendali


" Apa yang kau lakukan , jal*ng ! " teriakku marah seraya menarik kuat rambut panjang Ella hingga membuat wanita itu meringis kesakitan namun aku tidak perduli akan hal itu


Aku mendorong kasar tubuh Ella begitu saja dan ku hampiri Rain seraya mengecek Pipi Rain yang memerah . Kulihat mata Rain berkaca-kaca dan


meringis kesakitan saat jemariku menyentuh bekas tamparan yang Ella berikan .


" Cih ! , Mengapa kau membelanya Renal , itu salah nya sendiri . gaunku lebih mahal ketimbang Hidup nya ! " ucap Ella Kesal tidak tau situasi


Aku yang mendengarnya pun langsung berdiri dan berjalan menuju kearah Ella dengan wajah menahan amarah .


" Apa kau bilang ? " Tanyaku geram dengan wajah datar menahan amarah


" Gaunku lebih mahal , sayang " ucapnya mengulangi perkataan nya

__ADS_1


Secara refleks tanganku pun menampar keras pipi Cindy begitu saja hingga membuat wanita itu meringis kesakitan .


" Ap—apa yang ka— "


" Pergi dari sini ! " Ucapku cepat dengan wajah dingin memotong perkataan wanita itu


" Aku tidak mau , aku— "


" KELUAR DARI SINI ! " Teriakku marah seraya mendorong Ella secara paksa


Ella terus memohon padaku namun aku mengabaikan ucapan wanita itu , dia tidak lebih dari sampah pikirku.


" Mom— " Panggil Rain hingga membuat aku memutar tubuhku dan melihat kearah Cindy yang baru saja menyelesaikan mandi nya bahkan rambut wanita itu masih sedikit basah.


Seakan teringat sesuatu aku langsung menarik Ella kembali dan membuka pintu untuk melemparnya keluar namun wanita itu berpegangan kuat pada sisi pintu rumah ku .


" Jangan pernah kau berani menyentuh Rain !! " Ucapku marah pada wanita itu


" Kau membela anak kecil sialan itu ?! , Demi Tuhan Renal aku ini tunangan mu dan dia hanya anak entah beranta . Kau memungut sampah ti— " ucapnya terpotongan karna Aku menamparnya dengan kuat , aku tidak akan pernah membiarkan Siapapun menghina anakku .


" Jangan pernah mengatai anak ku dengan sebutan sampah !! aku tidak akan segan-segan merobek bibir mu , Ella ! " Ucapku marah dan berbicara begitu saja


Aku pun segera mendorong tubuh Ella hingga wanita itu terbentur dinding yang ada dibelakang nya dan tanpa perduli aku langsung menutup pintu itu kuat-kuat .


Aku segera menghampiri Rain yang kini tengah menyembunyikan wajahnya pada pergelangan pinggang Cindy , aku pun berjongkok dan membalikan tubuh Rain agar menghadap kearah ku.


" Rain tidak apa-apa , sayang ? . Apa pipi Rain baik-baik saja ? " tanyaku seraya menatap khawatir kearahnya


Aku pun mengarahkan jemariku kearah pipi Rain namun anak itu menepisnya dengan kuat hingga membuat aku merasa sakit atas penolakan tersebut , aku menahan rasa nyeri yang tiba-tiba menjalar dihati ku saat ini.


" Om bukan Papa Rain ! " bentak Rain marah dan berlari meninggalkan aku yang sangat syok dengan sikap anak itu


Saat aku hendak mengejar Rain tiba-tiba Cindy menahan pergelangan tangan ku , dan kulihat wanita itu menghelakan nafasnya secara pelan sebelum berucap sesuatu pada ku .


" Biar aku saja yang mengejar Rain , urus saja wanita mu " Ucap nya begitu saja dan pergi meninggalkan aku yang masih berdiri di tempat ku


Wanita mu ? , Bahkan Cindy tidak merasakan hal aneh saat dia mengatakan hal itu pikirku seraya terus menatap kearah wanita itu yang kini semakin jauh meninggalkan ku


Seketika aku merasa tidak suka saat Cindy mengatai Ella sebagai wanita ku padahal Ella tidak , Ella hanya calon tunangan ku .


Aku pun berjalan menuju pintu dan membuka nya kembali , dan kini mataku menatap nyalang kearah Ella yang masih meringgis kesakitan di luar sana ,


Seketika mataku pun beralih pada darah segar yang mengalir dikaki wanita itu


" Renal sakit " ucapnya pelan dan lirih

__ADS_1


Aku pun menghampiri Ella dan mengangkat tubuh mungil wanita itu seraya membawanya menuju basement .


__ADS_2