Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Tujuh hari Setelah Kematian Papa Cindy ..


__ADS_3

...POV RENAL .....


.......


.......


.......


...Tujuh hari setelah kematian Papa Cindy .....


" Tidak sekarang Rain ! " Ucapku membentak Rain saat memasuki rumah orang tua ku


Rain yang saat itu baru hendak membuka mulutnya pun langsung menutup kembali rapat-rapat mulut kecilnya seraya menunduk takut saat mendengar bentakan ku .


" Daddy Lelah . jangan tanyakan apapun tentang Mommy karena Daddy benar-benar tidak tau apapun " ucapku lagi dengan sangat datar dan tinggi


Aku pun segera meninggalkan Rain yang masih menunduk takut mungkin saat ini anak itu tengah menahan tangisnya agar tidak pecah di depan ku .


Lima hari belakangan ini hidupku benar-benar kacau , pulang kerja aku langsung masuk kedalam kamar dan mengabaikan Rain yang sejak kemarin mengajak ku bicara .


Awalnya semua masih baik-baik saja , aku masih berbicara dengan Rain namun empat hari selanjutnya aku tidak merasa baik-baik saja bahkan untuk bersapaan dengan Rain saja aku merasa enggan , aku memang sosok ayah yang buruk , bukan .


" Renal ! , Apa yang kau lakukan lagi , hah ! " Ucap Papa sedikit berteriak saat Papa sudah membuka pintu kamar ku secara paksa , dia pemilk rumah ini jadi wajar saja Papa juga mempunyai duplikat kunci nya.


" Aku lelah Pa , keluarlah " ucapku pelan seraya memejamkan mataku rapat-rapat namun yang aku dengar hanyalah suara langkah kaki yang semakin mendekat kearah ku


" Kau membentak Rain lagi , hah ? . Dia itu anak mu Renal , dia masih kecil " ucap Papa tidak suka dengan nada suara tinggi

__ADS_1


" Aku tau Pa , aku hanya ingin mengajari Rain untuk tidak terlalu banyak bicara , aku sedang tidak suka berbicara dengan Rain " ucapku dengan nada suara kesal tanpa melihat kearah papa dan tetep memejamkan mataku


" Dan juga Rain terlalu suka ikut campur akhir-akhir ini " Sambungku lagi tak suka


" Keluar dari rumah ini , temui Cindy sekarang kau benar-benar sudah menjadi gila Renal , Rain adalah anak yang kau inginkan , kenapa mau berbicara seperti itu , hah ? . Keluar dari rumah ini sekarang juga " ucap Papa seketika dengan suara membentak seraya menarik tangan ku kuat-kuat hingga membuat aku membuka mataku dan menatap Papa yang kini tengah menatap marah kearah ku


Seketika aku melirik kearah ambang pintu dan disana ada malaikat kecilku , kulihat dia tengah bersembunyi dengan wajah ketakutan , lagi-lagi aku membuatnya takut . Aku benar-benar ayah yang buruk , pikirku .


Aku pun menghela nafasku secara perlahan dan mulai bangkit dari dudukku seraya berjalan menghampiri Rain yang hendak berlari menjauh dariku . Anak itu benar-benar sangat takut pada ku saat ini dan itu sukses membuat hatiku merasa sangat sakit . Aku merasa gagal menjadi seorang ayah dan aku sudah merusak mental anakku sendiri .


" Rain " Panggilku pelan dan aku pun berhasil membawa Rain kedalam pelukan ku dan kulihat wajah anak itu yang kini sudah basah karna air matanya


" Hiks.. Daddy ga sayang Rain lagi " Ucap Rain diiringi dengan isakan tangisnya setelah berada di gendong ku


Aku pun menatap wajah anak itu seraya mengelap air mata Rain yang semakin turun dari kedua mata nya , seketika hati ku bener-bener teriris sakit saat melihat wajah merah anak itu .


" Enggak , Daddy benci Rain .. hiks , Rain mau ketemu Mommy aja " ucapnya seraya terus menangis histeris


" Tidak sayang , Daddy sayang Rain , Daddy gak benci Rain Daddy yang salah , Daddy minta maaf , oke " ucapku lagi seraya terus meyakinkan dan menenangkan anak itu


" Hiks.. Daddy bohong . Mommy , Rain mau Mommy ... Hiks " Ucapnya terus merengek dan menangis seraya terus memanggil-manggil nama Cindy


" Maafkan Daddy ya , Rain " ucapku pelan dan lirih seraya mengelus lembut punggung kecil anak itu seolah menenangkannya namun Rain terus saja menangis didalam gendongan ku


" Mommy ..... , Rain mau ikut Mommy " ucap Rain terus-menerus sambil terisak-isak namun aku hanya berdiam menahan sakit pada dadaku seraya terus menggendong Rain dan menangkan anak itu


Rain terus menangis dan memanggil-manggil Mommy nya hingga membuat hatiku benar-benar teriris dan dada ku benar-benar terasa sakit .

__ADS_1


Rain terus menangis sampai akhirnya anak itu merasa lelah dan dia pun tertidur dalam gendonganku , Aku pun menggendong Rain sampai kedalam kamar nya dan menidurkan Rain di ranjang miliknya lalu menggantikan pakaian tidur anak itu .


Aku pum mencium lama kening anak itu seraya merapikan selimut yang menutupi tubuh kecil Rain dan setelahnya aku pun keluar dari kamar tersebut namun aku langsung berhadapan dengan kedua orang tua yang saat itu tengah berdiri tepat di depan kamar Rain .


Aku pun berjalan mengikuti mereka yang saat itu sudah berjalan lebih dulu di hadapanku , sampai akhirnya kami pun tiba diruang keluarga dan kulihat papa menatap tajam kearahku sementara Mama hanya terdiam disamping Papa


" Pergilah dari rumah ini , kau sangat buruk akhir-akhir ini , Renal " ucap Papa datar membuka percakapan.


" Kenapa aku harus ? " Tanyaku heran


" Kau terlihat seperti mayat hidup Renal , bahkan Papa yakin kau lupa untuk makan hari ini , yang paling penting Papa tidak suka dengan mood mu yang buruk , Rain itu masih kecil dan lagi dia itu anak mu seharusnya kau tidak membentak nya , dia hanya bertanya dimana Mommy nya bahkan dia belum sempat bertanya kau sudah membentak nya , kau masih belum pantas menjadi seorang Ayah Renal " ucap Papa panjang lebar dengan nada datar dan terdengar kesal dan itu sukses menusuk tepat dijantung ku .


" Aku— " Ucapku terpotong


" Cindy bahkan bisa membuat Rain menjadi anak yang sopan tanpa kehadiran ayahnya dulu , sekarang keluarlah dari rumah ini " ucap Papa memotong ucapan ku hingga sukses membuat aku terdiam seketika


Lagi-lagi nama Cindy yang disebut dan itu benar-benar membuat ku merasa sangat sakit , saat ini aku benar-benar merasa telah gagal menjadi ayah dan calon suami yang baik untuk mereka .


Bukannya aku tidak pernah mengunjungi Cindy bahkan kemarin aku baru saja menemui nya dan lagi-lagi Cindy menolak untuk berbicara dengan ku bahkan melihat kearah ku saja wanita itu tidak mau .


Saat ini hubungan kami lebih rumit dari yang terjadi belakangan ini , aku merasa Cindy seolah benar-benar ingin melepaskan semuanya.


" Pa— "


" Temui dia Renal , Kau benar-benar memprihatinkan , Nak " ucap Mama memotong kembali ucapan ku seraya menatap iba kearah ku


Aku pun terdiam seraya berpikir sejenak , aku terus meyakinkan diriku untuk menemui Cindy , aku harus bertemu dengan nya untuk yang terakhir kali nya jika wanita itu masih enggan untuk menemui ku .

__ADS_1


__ADS_2