
POV CINDY...
.
.
.
Entah apa yang sudah kulakukan saat ini , Berbaikan dengan Masa lalu ? , Apakah ini keputusan yang terbaik . namun di sisi lain aku ingin Rain menerima kasih sayang kami yang utuh .
Aku hanya terdiam menatap kearah langit-langit kamar dimana aku tertidur saat ini . Dan kudengar suara dengkuran halus dari sampingku , kulihat Renal tengah tertidur pulas di samping ku .
Aku memiringkan tubuhku seraya menatap kearah Renal yang kini telah tertidur pulas dengan wajah tenangnya .
" Harusnya aku membuat berbagai rencana jahat , bukan ? . Misalnya menyakitimu seperti saat kau menyakiti ku sedemikian rupa dulu ? " Ucapku pelan seraya terus menatap datar kearah Renal
Aku terus memandangi wajah Renal yang terlihat semakin mirip dengan Rain ketika pria itu tengah tertidur .
" Renal " Panggilku pelan hingga membuat pria itu sedikit terganggu saat kupanggil namanya
Kulihat Renal membuka kelopak matanya secara perlahan dan melihat kearah ku dengan mata yang belum terbuka sempurna.
" Cindy " panggil nya pelan dengan suara serak
Mata Renal yang di paksakan terbuka pun kini kembali tertutup namun di detik berikutnya aku bertatapan dengan mata Renal yang kini sudah terbuka sempurna hingga membuat mata kami saling bertemu satu sama lain .
Aku hanya terdiam seraya terus menatap kearah pria itu tanpa berniat untuk menjawab panggilannya dan seketika kurasakan jantungku yang berdetak pelan sama seperti dulu dan hal inilah yang sangat aku takuti .
" Kau tidak tidur ? " Tanyanya pelan dan terdengar lembut seraya mengumpulkan nyawa nya namun terus menatap kearah ku
" Aku tidak terbiasa " Ucapku Jujur seraya memutuskan kontak mata kami dan aku pun kembali menatap kearah langit-langit kamar.
" Seharusnya aku tidak memaksamu untuk tidur disini " ucap Renal seketika namun aku tidak berniat untuk menatap kearahnya kali ini
" Bukan nya pemaksaan itu sudah mendarah daging pada mu " Ucapku datar dan seketika ku dengar suara tawa pelan dari sampingku
" Kau begitu mengenalku , Cindy " ucapnya namun aku hanya tersenyum
miris
Tentu saja aku mengenalnya , bahkan dulu aku sangat mengaguminya dan juga begitu mencintainya dengan amat sangat saat itu aku benar-benar tidak tau mengapa aku sebodoh itu dulu .
" Kau sedang memikirkan apa ? " tanyanya
" Tidak ada " ucap ku berbohong
Karna saat ini aku tengah mengingat masa-masa dimana aku hanya tunduk dan melakukan apapun untuk Renal hingga akhirnya aku merusak masa depan ku sendiri , merusak hidupku untuk nya hingga menampung benih yang tidak pernah kuduga akan bersarang didalam tubuhku.
" Kau berbohong " Ucap Renal pelan dan seketika kurasakan tangan besar Renal menyentuh kening ku
" Apa yang kau pikirkan ? " Tanya nya lagi mengulang ucapannya
" Hidupku dulu " ucapku jujur seraya menatap kearah Renal yang kini telihat sedikit menegang
Seharusnya pria itu tidak perlu bertanya lebih jauh agar dia tidak merasakan sakit itu lagi .
__ADS_1
" Apa ter-lalu menyakitkan ? " tanyanya pelan
" Ya " sahutku singkat dan tentu saja itu menyakitkan untuk ku
" Kembalilah tidur " ucapku menyuruhnya dan tanpa menunggu protesan dari pria itu aku pun langsung memiringkan tubuhku hingga akhirnya Renal hanya bisa melihat punggung ku saja saat ini
Aku hanya tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini lebih jauh . Jika Renal semakin bertanya , aku bisa saja melukai perasaan nya dengan sakit hati yang masih terasa dalam dada ku . kami baru saja membangun kembali sesuatu yang tidak pernah aku inginkan bahkan aku bayangkan dulu .
Saat ini aku masih membuka mataku tanpa berniat untuk menutupnya , aku hanya berpura-pura untuk tertidur namun kurasa Renal mengetahuinya .
Seketika kurasakan Renal mendekap tubuhku kedalam pelukan nya dari belakang , hingga kurasakan dada bidang pria itu bersentuhan dengan punggung ku .
" Good Night , Cindy " ucapnya lembut seraya meletakkan tangannya pada perut rataku
Aku terdiam saat mendengar suara yang tidak pernah lagi kudengar dulu . Aku pun memejamkan mataku dan mencoba untuk tertidur namun aku gagal karena hembusan nafas hangat Renal yang terus mengenai leherku hingga membuat aku merasa sedikit tidak nyaman .
Aku mencoba kembali tertidur hingga akhirnya aku baru tertidur pada jam dini hari dengan kepala Renal yang berada dileher belakang ku .
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pagi harinya aku pun terbangun lebih dulu saat kurasakan sebuah pelukan kokoh pada perut ku . Dengan hati-hati aku meletakkan tangan Renal dan segera turun dari ranjang .
Sekilas ku lirik kearah Renal yang masih tertidur dengan nyenyak nya , pria itu tidur dengan sangat nyaman berbanding terbalik dengan aku yang harus menahan detak jantungku yang semakin menggila .
Aku berjalan menuju kekamar mandi yang ada di kamar tersebut untuk sekedar membasuh mukaku dan kemudian keluar dari kamar itu menuju arah dapur untuk menyiapkan sarapan pagi .
kulirik jam yang ada di dinding dekat meja makan yang masih menunjukkan pukul 7 pagi , masih terlalu dini untuk membangunkan Rain , pikirku .
Aku membuka lemari pendingin dan mengeluarkan beberapa buah-buahan dari dalam sana , kurasa sarapan pagi ini salad buah lebih enak .
Setelah selesai membuat sarapan seadanya aku pun meletakkan nya diatas meja makan dan merapikan peralatan masak yang telah aku gunakan .
Selesai membersihkan barang-barang tersebut aku pun segera menuju kamar mandi untuk menyelesaikan mandi ku namun kali ini aku mandi dilantai bawah yang berada dekat dengan dapur.
Aku berjalan keluar setelah menyelesaikan mandi ku dengan handuk yang masih berada di atas kepalaku namun tanpa sengaja aku menabrak sesuatu atau tepat nya seseorang .
Aku pun langsung mendongkakkan kepalaku dan melihat Renal yang masih mengumpulkan seluruh nyawanya seraya sesekali ia akan menguap .
" Morning , Cindy " ucapnya dengan suara serak namun aku hanya terdiam tidak menjawab ucapan pria itu karena Renal langsung memutar tubuhnya dan berjalan kembali menuju meja makan
Kulihat Renal menduduki bokongnya di kursi meja makan dan mengambil segelas air putih untuk dirinya sementara aku hanya terdiam seraya terus menatap kearah pria itu .
" Boleh aku makan sekarang ? " Tanyanya meminta persetujuanku seraya menatap kearah ku dan aku pun langsung menggelengkan kepalaku tanda tidak setuju
" Mandilah dulu " Ucapku menyuruhnya dan tanpa menunggu perintah dua kali dari ku , pria itu pun langsung berdiri dari duduknya
Aku melirik kearah jam dinding yang kini sudah menunjukkan pukul 8 pagi , aku pun langsung berjalan menuju kamar Rain untuk membangunkan anak itu .
Kulihat Rain masih tertidur pulas dengan selimut yang masih menutupi separuh tubuhnya hingga membuat aku terkekeh pelan saat melihatnya , dia benar-benar menikmati hidupnya yang sekarang , pikirku .
Aku pun mendudukkan tubuhku di sisi ranjang milik Rain seraya mengelus lembut kepala Rain dengan sayang dan mengecup pipinya dengan lembut.
" Sayang bangun " ucapku membangunkan nya dengan lembut
Terlihat Rain sedikit terganggu hingga membuat anak itu menguletkan tubuh kecilnya dalam tidurnya , aku pun tersenyum kecil saat melihatnya dan kembali membangunkan Rain dengan sayang .
__ADS_1
" Rain bangun sayang , Daddy sudah nungguin Rain dimeja makan " ucapku berbohong pasalnya Renal baru saja masuk kedalam kamar mandi dan setahuku pria itu akan sangat lama saat didalam kamar mandi , entah apa yang dia lakukan disana.
" Hm " sahutnya bergumam kecil
Aku kembali membangunkan Rain dengan cara menarik selimut yang di kenakan anak itu dan menarik Guling yang tengah di peluknya .
" Sayang Bangun " ucapku lagi seraya mencium pipi Rain dengan gemasnya
" Hm , ya Mommy " sahutnya pelan namun mata anak itu masih terus tertutup
Aku pun terus mengecupi seluruh permukaan wajah Rain bahkan sampai kebibir anak itu hingga membuat Rain yang tengah tertidur pun merasa terganggu dan akhirnya Rain membuka kedua mata nya secara perlahan .
" Morning Mommy " ucapnya pelan seraya mengumpulkan sebagian nyawanya yang masih tertinggal di kasur
"Sayang , Daddy sudah menunggu Rain di bawah " ucapku dan Rain pun hanya mengangguk paham
Aku pun langsung mengangkat tubuh Rain lalu membawanya menuju kamar mandi dan seketika kurasakan kepala Rain yang bersandar di dibahu ku hingga kulihat matanya kembali terpejam.
" Sayang " panggilku pelan
" Rain masih ngantuk , Mom " ucapnya lirih
" Rain " panggil ku lagi
" Iya Mommy , iya " sahutnya seraya memanyunkan bibirnya dan menatap kearah ku
" Rain mau mandi air hangat , Mom ' ucapnya lagi hingga membuat aku tersenyum lembut seraya menurunkan tubuh mungil nya dan mengisi bathup dengan air hangat
Aku benar-benar merasa Rain tidak akan kekurangan jika berada disamping Renal , harusnya aku bisa lebih giat lagi dalam mencari uang untuk Rain , pikirku .
Setelah selesai mandi dan memakaikan pakaian yang cocok di tubuh Rain , aku pun segera menyuruh anak itu untuk turut karna aku berniat untuk merapihkan kamar Rain terlebih dahulu .
Dan setelah usai aku pun langsung menutup pintu kamar Rain dan segera turun untuk bergabung dengan mereka berdua .
Kulihat kearah meja makan yang kini sudah di duduki oleh Rain dan Renal namun mereka sama sekali tidak menyentuh sarapan mereka .
" Makanlah " ucapku menyuruh mereka seraya bergabung dengan mereka namun mereka berdua hanya menatap datar kearah ku
" Tidak dengan selada " ucap mereka bersamaan
Aku pun melihat kearah salad yang aku buat dan aku benar-benar lupa bahwa mereka benar-benar membenci sayuran itu .
" Kalian benar-benar mirip , kalian tidak menyukai makanan yang sama " ucap ku berkomentar sambil tersenyum lucu
Aku selalu memaksa Rain untuk memakan sayuran namun tidak untuk selada karna anak itu memang tidak menyukainya , Rain benar-benar membencinya dan begitu pula dengan Renal .
Aku pun menyendokkan salad kedalam piring tanpa di sertai dengan daun selada untuk dua orang tersebut dan kulihat
mereka tersenyum senang saat aku sudah meletakkan piring mereka disana.
Tanpa repot-repot menawariku mereka pun langsung melahab makanan mereka hingga membuat aku hanya menggelengkan kepalaku seraya melihat kelakuan mereka yang aneh .
" Like father , Like Son " ucapku seraya terus menatap kearah mereka sambil tersenyum
Jika Marcell melihat mereka aku yakin pria tua itu tidak akan berani menyakiti Rain karena mereka benar-benar seperti cermin yang saling memantulkan bayang masing-masing ,
__ADS_1
Dan saat ini aku sadar bahwa Rain memang bukan mirip dengan ku namun Rain sangat mirip dengan Renal , menurutku mereka tidak ada cela nya.