Pria Brengsek Milik Cindy Milen

Pria Brengsek Milik Cindy Milen
Terlalu Menyakitkan....


__ADS_3

...POV CINDY .......


.......


.......


.......


Kini aku tengah melihat jam dinding yang ada dikamar ku , saat ini jam masih menunjukkan pukul tiga dini hari dan aku sudah terbangun seperti beberapa hari sebelumnya .


Aku pun turun dari ranjang ku dan berjalan menuju dapur kulihat suasana rumah sangat lah sepi hanya langkah kakiku yang terdengar menggema di sana . Aku menuangkan segelas air dan meminum nya dengan sekali tegukan .


Selesai meminum air aku segera kembali ke kamarku dan mencoba untuk kembali tertidur namun aku tidak bisa memejamkan mataku karena pikiran ku terus saja memikirkan tentang Rain dan juga Renal .


Aku pun meremas selimut yang menutupi dada ku , rasanya sesak sekali membohongi perasaan yang jelas-jelas tidak mungkin terjadi , jujur aku masih mencintai Renal dengan sangat bahkan rasa itu tidak berkurang sedikitpun , perasaan itu malah semakin membesar hingga membuat aku merasa sangat sesak , tanpa sadar aku pun membelai perut ku yang masih sangat datar .


" Maafkan Mommy ya baby , mungkin ini yang terbaik " ucapku lirih dan lagi-lagi aku menangis pelan hingga aku kembali tertidur


Saat ini aku pun terbangun saat kurasakan tepukan pelan pada pipiku dan kudengar suara Mama memenuhi indera pendengarku .


Aku tersenyum kecil lalu membuka mataku dengan sempurna , kulihat Mama tengah membuka gorden kamar ku dan berjalan ke arahku seraya memberikan segelas air dan aku pun segera meminumnya.


" Pagi Ma " Sapaku pertama kali dan Mama pun tersenyum lembut tidak seperti beberapa hari sebelumnya


Sejak kematian Papa , saat itu Mama enggan sekali melihatku namun itu dulu dan sekarang Mama bahkan sudah melimpahkan kasih sayang nya padaku seperti dulu dan itu membuatku merasa takut untuk kembali bersama dengan Renal , aku takut Mama tidak menyukai keputusan ku untuk kembali bersama dengan Renal karna saat ini kebahagiaan Mama lah yang terpenting bagi ku .


" Pagi Cindy , bagun dan mandilah , Mama sudah membuatkan sup kesukaan mu " ucap Mama lembut


" Siap ma " sahutku dan aku pun bangkit dari kasurku seraya keluar menuju kamar mandi setelah mengambil handuk dan beberapa pakaian santai ku


Setelah selesai mandi aku pun bergabung dengan Mama yang sudah berada dimeja makan menunggu kedatanganku .


" Makanlah yang banyak , cucu Mama membutuhkan asupan makan yang banyak " ucap Mama lembut hingga membuat aku tersenyum senang saat mendengar Mama mengakui janin yang ada dikandungan ku sebagai cucunya.


" Mama juga , makanlah yang banyak " ucapku dan Mama pun tersenyum menyahuti ucapan ku


Kami pun makan dalam diam , jujur aku sangat merindukan Papa yang biasanya akan menyodorkan berbagai macam makanan kedalam piringku , memikirkan itu saja sudah membuatku lagi-lagi merasa bersalah .


Selesai makan aku pun segera membersihkan piring kotor kami , sebelumnya Mama sudah berapa kali melarangku namun aku masih dengan pendirian ku untuk membantu Mama hingga membuat Mama akhirnya hanya pasrah dan menurut.


" Tidak sampai kelelahan , oke ? . Jika kau sudah tidak sanggup maka berhentilah Cindy " ucap Mama mengingatkan ku dan aku pun hanya mengangguk paham sambil tersenyum


" Cindy , Mama mau pergi kerumah Nenek Wilson sebentar , oke " ucap mama sedikit berteriak


" Baik Ma , hati-hatilah " sahutku dan tak berapa lama aku pun mendengar suara pintu yang tertutup dan itu menandakan mama yang sudah pergi meninggalkan rumah ini .


Sepeninggal Mama aku pun membereskan seluruh rumah seperti menyapu dan sebagainya , saat ini aku tidak merasa kelelahan seperti saat aku menggandung Rain dulu , dulu aku bahkan tidak bisa banyak bekerja saat mengandung Rain .


Mungkin saat ini karena aku berbagi derita dengan Renal , maksudku disini pihak yang sering kelelahan adalah Renal sedangkan aku hanya perlu membawa janin yang ada diperutku saja . sementara Renal , pria itu yang mengalami morning sick dan mengidam itu benar-benar sangat melelahkan


Aku pun mengelap keringat yang bersarang di keningku , saat ini Mama sudah berada dirumah Nenek Wilson hampir dua jam dan aku berniat akan menyusulnya nanti.


Aku pun masuk kedalam kamarku dan berniat untuk mengganti pakaian ku yang sudah basah karena keringat , selesai menggantinya dengan pakaian santai aku pun segara keluar untuk menghampiri Mama di rumah nenek Wilson .


Namun saat aku baru saja membuka pintu rumah ku tiba-tiba aku merasa waktu berhenti seketika saat kulihat Renal yang kini tengah berdiri dihadapanku .


Kulihat Renal yang tengah terdiam menatapku saat pintu sudah terbuka sampai akhirnya mata kami saling bertatapan satu sama lain , seketika kulihat ada pancaran rindu disana .


" Cindy " Panggil Renal dengan suara pelan namun aku hanya terdiam , jujur saja aku tidak pernah melupakan suara pria itu saat memanggil ku


Setelah tersadar aku pun dengan refleks hendak menutup kembali pintu tersebut namun Renal segera menahan nya dengan kuat .

__ADS_1


" Cindy , Kita perlu bicara , kumohon " ucap Renal lirih hingga membuat cenggeraman ku pada kenop pintu pun melemah.


" Masuklah.. Renal " Gumamku pelan dan aku yakin Renal mendengar nya


Aku pun membuka kembali pintu itu lebar-lebar dan Renal pun segera masuk mengikuti langkah kaki ku menuju ruang tengah rumah ini .


" Jadi.. , apa yang ingin kau bicarakan ? " Tanyaku pelan bahkan sangat pelan


" Aku merindukanmu , Cindy " Ucap Renal sungguh-sungguh namun aku hanya terdiam menundukkan kepalaku seraya menautkan kedua tanganku dan meremas nya dengan pelan.


" Aku merindukanmu Cindy , aku dan Rain sangat merindukanmu " ucap nya lagi namun aku masih terdiam tidak menanggapi ucapan pria itu sedikitpun sampai akhirnya kudengar helaan nafas dari mulut Renal .


" Kau tidak merindukan kami ? " tanya Renal seketika dengan nada suara lirih yang terdengar sangat kecewa


" Aku , tidak " Ucapku berbohong seraya terus menundukkan kepalaku tanpa berani menatap Renal sedikitpun


Saat ini aku benar-benar takut , aku takut jika aku menatap Renal aku malah tidak sanggup untuk mengatakan hal tersebut .


" Kau bohong , Cindy " ucap Renal datar


" Tatap aku saat aku tengah bicara " ucap nya lagi namun aku masih terdiam dan semakin meremas kedua sisi tangan ku.


" Pulanglah " Ucapku ku pelan tanpa menuruti perintah pria itu


" Tidak sebelum kau ikut dengan ku Cindy , aku sudah hampir gila belakang ini tanpa mu " ucapnya tidak suka


" Kumohon " sambungnya lagi dengan suara memohon hingga membuat hatiku terasa teriris saat mendengar suara nya


" Aku tidak bisa , Aku tidak bisa pulang denganmu , rumah ku disini , tempatku disini , Renal " Ucapku pelan


" Tidak— "


" Dengar Renal , kita tidak bisa . semuanya tidak akan sama lagi , ak—aku tidak bisa " ucapku seraya memberanikan diri untuk mendongkakkan kepalaku dan menatap kearah pria itu


" Kau belum mencoba nya Cindy " ucapnya seraya menatap sendu kearah ku


" Sekarang pulanglah , aku tetap dengan keputusan ku " ucapku tidak yakin seraya memutuskan pandangan kamu dan aku pun kembali menundukkan kepalaku


" Tatap aku , Cindy " ucap Renal terdengar tegas menyuruhku


Aku pun kembali menatap Ranal yang kini masih menatapku , dan saat aku kembali melihat Renal tiba-tiba saja aku melihat wajah kecewa Papa di sana dan itu membuat aku kembali menundukkan kepalaku .


" Kau bahkan tidak mau melihatku , Cindy " ucap Renal lirih dan terdengar kecewa


" Pulanglah Renal , aku tidak bisa jika terus bersama mu aku selalu ingat Papa dan kesalah—"


" Aku mengerti " ucap Renal datar bahkan sangat datar memotong ucapan ku hingga membuat aku menatap kearah pria itu


" Kau menyalahkan ku atas kematian Papamu , aku yang membuat Papa mu meninggal dan karena itulah kau tidak bisa bahkan enggan untuk menatapku . Cindy kau menyakitiku sangat-sangat menyakitiku , ini pertanyaan terakhir ku Cindy . kembalilah padaku kumohon , kau mencintaiku dan begitupula aku , aku mencintaimu Cindy . bisakah kita bersama lagi ? " Ucap Renal lagi panjang lebar dengan tulus di akhir kalimatnya namun itu terdengar menyakitkan ditelingaku


Aku pun terdiam sejenak lebih tepatnya berpikir . Aku pun memejamkan mataku dan membukanya secara perlahan dan kulihat Renal yang kini masih terus menatapku.


" Aku masih tidak Bisa Renal , kita sudahi saja semuanya . Aku benar-benar minta maa—"


" Kau tidak mencintaiku " ucap Renal memotong ucapanku.


" Re —" ucapku terpotong


" Kau tidak perlu menjelaskan nya Cindy , aku tau itu " ucapnya datar memotong ucapan ku


" Aku mencintaimu Renal , tapi ak— "

__ADS_1


" Omong kosong . baiklah , jika ini yang kau inginkan aku tidak akan menganggumu lagi , Cindy " ucap Renal dingin memotong ucapan ku lagi seraya berdiri dari duduk nya


Aku pun mengikuti pria itu berdiri dan menahan tangannya namun tiba-tiba Renal langsung menarik tangan nya secara paksa saat pergelangan tangannya sudah berada dalam genggaman ku.


" Jangan pernah menyentuhku , ini yang kau inginkan , bukan " ucapnya marah dengan suara datar dan kecewa


" Kau mempermainkan aku dengan seenaknya Cindy , kau tidak ingin bersama ku tapi kau malah mengatakan cinta padaku , kau sangat egois Cindy " ucapnya lagi hingga membuat aku terdiam , jelas sekali aku sudah menyakiti pria itu


" Aku benar-benar muak dengan sikap mu Cindy , ini untuk yang terakhir kali nya , saat kita bertemu nanti anggap saja kita tidak saling mengenal , bukankah itu yang kau inginkan ? " Ucapnya terus-menerus meluapkan semua emosinya pada ku


" Renal aku tida— "


" Berhentilah bicara Cindy , saat kau bicarapun itu menyakitiku . Kau menyakitiku Cindy , kau mempermainkan ku dan kau benar-benar seenaknya pada ku . Jika kau pikir cinta saja cukup untuk semua nya kau salah , cinta tidak cukup . Aku butuh kau berada di sisiku , Cindy " ucapnya lagi memotong ucapan ku bahkan saat ini wajah pria itu sudah terlihat memerah karna marah


Renal terus menatapku dengan pancaran kesakitan di matanya hingga membuat ulu hatiku terasa ikut sakit , aku benar-benar sudah menyakiti orang-orang yang ku cintai .


" Sampai disini Cindy , seperti yang kau inginkan . Hubungan kita berakhir sampai disini , aku akan mengirimkan setiap bulannya untuk janin yang ada diperutmu karena mereka masih tanggung jawab ku " ucapnya lagi pada akhirnya seraya meninggalkan ku yang masih terdiam mematung di tempat ku


" Re — " ucapku terpotong saat kudengar suara pintu yang sudah tertutup dengan sangat kerasnya


Kini Renal sudah menghilang dari pandanganku bahkan suara mobil pria itu sudah terdengar dan semakin menjauh dari pekarangan rumah ku .


Secara reflek tubuhku pun terjatuh begitu saja di lantai , saat ini rasa-rasanya kakiku sangat lemah untuk menopang bobot tubuhku . Ini terlalu menyakitkan Tuhan .


Aku pun menyentuh dadaku dan meremasnya kuat-kuat dan tanpa terasa air mataku pun tejatuh begitu saja hingga membasahi seluruh wajahku , ini benar benar menyakitkan , sungguh .


" Renal —maafkan aku.. , ak---aku mencintaimu Renal " ucapku terbata-bata entah pada siapa aku bicara saat itu yang jelas aku hanya ingin mengungkapkan semuanya , aku ingin mengucapkan bahwa aku mencintai pria itu


Namun sepertinya yang Renal katakan benar , cinta saja tidak akan cukup . Aku benar-benar sudah menyakiti pria itu , aku terus menangis seraya terus meremas dadaku yang tiba-tiba terasa sangat sakit .


" Berhentilah berbicara Cindy , saat kau bicarapun itu menyakitiku . Kau menyakitiku Cindy .."


Ucapan Renal terus menggema dipikiran ku dan itu benar-benar menyakitiku . Aku telah menyakiti Renal .


Seketika kudengar langkah kaki yang mendekat kearah ku , bolehkah aku berharap bahwa itu adalah Renal ? , Dengan cepat aku pun mendongkakkan kepalaku namun harapanku hilang seketika karna Renal tidak kembali .


" Kau kenapa , Cindy ? " Tanya Mama dengan wajah khawatir


" Ak— , Renal , kami berakhir ma " ucapku serak dan terbata-bata


Mama pun menghampiriku dan langsung memeluk tubuhku yang saat itu masih berjongkok dilantai dan itu membuatku semakin menangis saat Mama memelukku .


" Cindy egois ma , Cindy sudah menyakiti Renal " ucapku dengan suara bergetar namun Mama hanya terdiam seraya terus memelukku dengan erat


" Ma.. " ucapku pelan


" Menangis lah Cindy " ucap Mama pada akhirnya


" Cindy mencintai Renal , ma " ucapku


" Mama tau " ucap Mama lembut seraya terus mengelus lembut punggungku


" Kembalilah Cindy , rumah mu bukan disini , Renal adalah rumahmu yang sesungguhnya " ucap Mama lagi seraya melepaskan pelukannya padaku dan menatapku dalam-dalam dengan penuh kasih sayang.


" Sudah terlambat Ma, Renal sudah membenci Cindy " Ucapku sendu


" Tidak ada yang tau Nak , cobalah . Mama sudah merelakan mu untuk pria itu , dia pria yang bisa membuatmu bahagia , Mama ingin kau bahagia tidak seperti ini , Mama sangat menyayangimu Cindy bahkan Papa mu juga sangat menyayangimu , kebahagiaan mu itu yang terpenting untuk kami " ucap mama seraya menitikkan air matanya


" Tap— " Ucapku terpotongan


" Pulanglah dan temui Renal , bicarakan semua ini baik-baik " ucap Mama lembut memotong ucapan ku

__ADS_1


Aku pun langsung memeluk tubuh mama dengan sangat eratnya seraya terus menumpahkan air mataku .


Saat ini aku benar-benar bersyukur dan merasa lega karna Mama sudah merestui hubungan ku dengan Renal , di sisi lain aku terus berpikir untuk memperbaiki dan memulai semuanya dari awal bersama dengan Renal .


__ADS_2